
Nyonya Shopia melanjutkan perbincangan dengan Reisa, mereka punya profesi yang sama, nyonya Shopia tidak sungkan untuk berbagi pengalaman selama menjadi dokter, Reisa seperti mendapatkan tambahan ilmu dari seniornya.
Aldo sendiri sedang mengajari Ryuna belajar di depan komputer, anak kecil itu sangat senang, sebagia calon penerus atasanya, dia harus di kenalkan dengan dunia bisnis sejak dini dan Aldo tidak segan untuk mengajarkan pada pria kecil itu.
Arrumaisha sudah berada di kamarnya bersama Ryube putrinya dan juga Ken mantan suaminya. Ken membantu putrinya menggosok gigi dan mengganti bajunya untuk pergi tidur, mereka terlibat percakapan kecil, semua tidak luput dari pandangan Arrumaisha yang merapikan tempat tidurnya.
''Papa bagaimana dulu Be dan Leyuna lahir???
''Be tanya saja ke mama, mama yang melahirkan kalian, laki-laki tidak melahirkan, papa tidak tahu saat kalian lahir''.
''Kenapa papa tidak tahu, papa kemana saat Be lahir''. tanyanya lagi
''Papa sedang di luar negeri''. Hati Ken seperti tertusuk pertanyaan putrinya, dia tidak tahu bagaimana kedua anak kembarnya lahir, Ken segera membawa putrinya dan membaringkan di ranjang Arrumaisha.
''Mama bagaimana dulu Be lahir, Be tadi tanya papa katanya suruh tanya ke mama, karena papa tidak tahu saat Be dan Leyuna dilahirkan'', jelasnya.
''Be dan Yuna lahir dari perut mama??
''Jadi dulu Be dan Leyuna ada di perut mama??
''Iya sayang??
''Aunty Rei bilang kalau Be masih tidur sama papa dan mama, gak bisa punya adik, kenapa gak bisa ma?, teman Be punya adik yang lucu, tiap hari ikut mamanya menjemputnya ke sekolah, mereka juga bermain bersama, apa Be bisa punya adik kalau gak tidur sama mama dan papa?? Ken dan Arrumaisha saling pandang.
''Be, tidak semua yang kita inginkan bisa kita miliki, Be ada Yuna yang selalu menemani dan menjaga Be, tidak harus punya adik juga. Mungkin teman Be punya adik karena memang kedua orang tuanya menginginkannya agar kakaknya tidak main sendiri, sedangkan Be sudah punya saudara dan punya teman untuk bermain bersama''. ucap Arrumaisha lembut, dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana, dia bersandar disandaran tempat tidurnya.
''Apa be ingin punya adik???, tanya Ken yang berbaring di sebelahnya.
''Iya Be mau pa!! bagaimana caranya bisa punya adik, dimana membelinya? apa di pasar ada yang jual?.
''Kalau yang di jual di pasar namanya boneka, be sudah punya banyak di kamar". Arrumaisha asal menjawab agar putrinya tidak bertanya terus.
"Be enggak mau boneka ma, Be maunya adik yang bisa jalan dan bicara".
"Kalau begitu Be berdoa pada Tuhan, suatu hari nanti bisa punya adik lagi, Be harus jadi anak yang baik dulu patuh sama orangtua, karena kalau punya adik, Be harus mau berbagi papa, mama, makanan, mainan, dan lainnya dengan adik, serta bisa memberi contoh yang baik bagi adiknya, papa juga mau tiga atau lima lagi, biar rumah kita jadi ramai, papa juga masih sanggup menghidupinya", ucap Ken yang langsung membuat mata Arrumaisha membelalak, namun buru-buru dia mengalihkan pandanganya.
Ken sengaja mengatakan hal konyol, dia hanya ingin tahu reaksi Arrumaisha, dan dengan melihat matanya yang membulat sempurna, Ken tahu kalau mantan istrinya tidak menginginkannya. Mungkin hatinya telah bertekat tidak ingin rujuk dengannya, apalagi sampai memiliki anak lagi, entah semenderita apa mantan istrinya saat hamil kedua anaknya hingga membuat dia bertekat bulat tidak ingin menikah lagi, apalagi sampai memiliki anak, tapi Ken yakin anak-anaknyalah yang bisa membantunya mendekatkanya dengan mantan istrinya seperti sekarang.
''Sayang sebaiknya kamu cepat tidur, kalau tidak besok kamu tidak bisa ikut main ke pantai atau kamu mau tinggal di rumah saja''.
Suasana menjadi hening, Ken pura-pura tidur dengan tenang, setelah memastikan putrinya benar-benar tidur, Arrumaisha perlahan beranjak dari ranjang, dia ingin keluar mencari putranya, namun baru saja hendak berdiri sebuah tangan kokoh menarik lengannya dengan kuat hingga membuatnya terduduk lagi.
''Kau mau kemana???, tanya Ken dengan suara yang berat.
''Aku akan tidur dengan Ryuna di kamarnya, Be sangat merindukanmu, sebaiknya kau yang menemaninya''.
''Dia ingin tidur bersama kita?
''Tuan kita bukan suami istri lagi, meskipun anak-anak menginginkannya, tapi aku tidak bisa menuruti semua kemauannya, kita tidak seharusnya tinggal di rumah dan tidur dalam satu kamar yang sama'', jawabnya
''Kalau begitu ayo kita menikah, sehingga kita bisa tinggal bersama, di ruang yang sama, menghirup udara yang sama dan berbagi segalanya'', ucap Ken seperti memohon, suaranya juga agak meninggi hingga membuat putrinya yang terlelap bergerak tak nyaman.
''Kecilkan suara anda tuan, Be baru saja terlelap!!!! serunya
Ken berdiri dan menarik tangan Arrumaisha sedikit menjauh dari ranjang, agar tidak mengganggu tidur putrinya.
''Isha, aku tahu kita tidak pernah saling menyukai, bahkan sekarang mungkin kau sangat membenciku, meskipun kau bilang sudah memaafkanmu, aku tidak layak untuk maafmu, tapi lihatlah anak-anak kita, mereka membutuhkan orangtua yang lengkap, kau bilang anak-anak adalah hidupmu, kekuatanmu hingga kamu bisa bertahan sampai sekarang, kebahagiaan mereka adalah yang utama, lalu apa kau tahu arti bahagia bagi anak-anak, aku tidak tahu bagaimana kalau mereka tahu kita sudah bercerai, mereka pasti akan kecewa''.
''Isha dengarkan aku, aku tidak ingin anak-anaku mengalami nasib yang sama denganku, sejak usiaku lima tahun, aku tidak pernah lagi merasakan kasih sayang mommy, daddy dan mommy berpisah saat umurmu lima tahun, mommy kehilangan hak asuh atas diriku, daddy menikah lagi dan ibu tiriku memperlakukanku tidak baik, mommy tinggal sendiri dan menghidupi dirinya sendiri, setiap hari dia habiskan bekerja di rumah sakit dan memilih melihat anak-anak di pantai asuhan saat hari libur, aku selalu diam-diam menemui mommy, hingga umurku sekarang aku baru bisa merasakan kasih sayangnya padaku yang begitu besar, apa kau lihat tadi mommy saat makan bersama, dia terlihat begitu bahagia, aku belum pernah melihatnya sebahagia itu, dia selalu menangis saat melihat anak-anak di pantai asuhan karena merindukanku, aku juga tidak ingin kau merasakan seperti yang mommy rasakan, jika kau tidak mau menerima permintaan rujuku lalu kau atau aku menikah lagi dengan orang lain, aku tidak ingin anak-anakku di perlakulan jahat oleh orang tua baru mereka.
''Isha, aku mohon berilah aku kesempatan, aku tahu ada seseorang yang menyukaimu dari dulu, tidak masalah kau akan memperlakukan aku dengan buruk nantinya, aku akan menerimanya, tapi pikirkan kebahagiaan anak-anak kita, aku tidak ingin anak-anakku kecewa sepertiku, aku juga ingin melihat mommy bahagia bersama cucunya di masa tuanya. Jangan pernah membenci mommy, dia sudah banyak menderita selama hidupnya.
Arrumaisha diam tak bergeming, dia mencerna ucapan mantan suaminya barusan, tanpa sadar dia menggigit bibirnya, dan membuat Ken tidak bisa menahan gejolak di dadanya.
Ken mendorong Arrumaisha perlahan ke dinding, jarak mereka begitu dekat, tanpa sadar wanita itu memejamkan matanya, Ken seperti mendapat kesempatan untuk menciumnya dan saat bersamaan pintu kamar terbuka
''Mami, aku sudah selesai belajar, bolehkan aku tidur bersama mami??
Seketika Arrumaisha mendorong Ken dan bergegas menghampiri putranya, Ken mengepalkan jemarinya dan meninju dinding kamar.
''Sayang, Be masih sakit, kita tidur di kamarmu saja, agar kamu tidak ikut sakit'', Arrumaisha segera menggandeng tangan putranya hendak keluar kamar.
Ken buru-buru mengendong putranya, ''tidurlah di kamarmu, pria tidur di kamar pria'', Ken keluar begitu saja.
''Ahhh papa tidak seru!!!!! teriaknya