Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
55.



Arrumaisha sedang memakaikan pakaian renang untuk putranya, sejak memiliki kolam renang sendiri di rumahnya, putranya itu selalu berlatih berenang setiap kali pulang dari sekolah, sehingga dia semakin mahir berenang, Ken telah mengajarianya dengan baik, hingga kedua anaknya berani berenang sendiri tanpa harus di dampingi lagi.


''Kenapa tidak memberitahuku untuk menjemput anak-anak?, maaf tadi aku lupa waktunya menjemput'', ucap Ken menghampiri istrinya sembari mengelus kepala putranya.


''Tidak apa-apa, sepertinya kau sedang banyak pekerjaan'', jawabnya dengan senyum manis dan sesaat membuat Ken terkesima.


''Papa payah, sudah lupa waktu, tapi aku senang hari ini mami yang menjemput'', ucap putranya lalu mencium bibir sang mami dan kemudian berganti ke pipi, ''hadiah untuk mami'', ucapnya tersipu malu.


''Ohh terimakasih'', lalu mengecup kening putra semata wayangnya, ''sudah selesai siap untuk berenang'', ucapnya menyemangati putranya.


Pria kecil itu langsung melompat ke kolam renang, setelah melihat sorot mata tajam papanya, Ken lagi-lagi di buat cemburu oleh putranya itu, pria kecil itu telah memenangkan hati maminya dan dengan bebas memeluk dan mencium maminya dengan sesuka hati.


''Be tidak ingin berenang sayang??? tanya nyonya Shopia lembut.


''Mau grandma, tapi Be lapar, Be mau makan dulu'', bibir kecil nan mungil itu mengerucut malu-malu.


''Be mau makan apa??, tanya Arrumaisha


''Be mau sup kaya biasanya mama buat!!


''Ok, bajunya ganti dulu sama papa ya, mama pergi masak''.


''Honey, aku juga mau sup nya, aku juga sudah lapar'', ucap Ken tanpa malu.


''Kau ini, dia belum beristirahat sejak pagi!!, seru nyonya Sophia


''Tidak apa-apa mom, sekalian masaknya'', Arrumaisha segera pergi ke dapur untuk membuat sup kesukaan kedua anaknya.


''Mami mau kemana???, teriak Ryuna dari dalam kolam.


''Mami buat sup dulu sayang, Be minta makan sama sup kesukaan kalian, apa Ryuna juga mau??.


''Aku mau!!!, jawabnya dari dalam kolam.


''Kalau begitu jangan lama-lama disana''.


''Ok mami''.


''Cepat bantu, biar cucu grandma yang cantik ini ganti bajunya sama grandma saja ya''.


''Tidak masalah, baiklah papa bantu mama masak, baby kamu sama grandma!!!, Ken langsung memberikan putrinya yang duduk di pangkuanya pada nyonya Sophia dan beranjak mengikuti Arrumaisha ke dapur, dia berfikir untuk meminta ijin membawa Lily ke rumah, dan mengenalkanya pada mantan istrinya dan anak-anaknya serta pada mommynya.


Arrumaisha segera mencari bahan-bahan untuk membuat sup permintaan putrinya dan mantan suaminya di lemari penyimpanan, dia tersenyum tipis, bagaimana kedua anaknya mempunyai kesukaan yang sama dengan papanya, bukan itu saja dari warna rambut, warna kulit, mata hampir semua mirip papanya, Arrumaisha merasa anak-anaknya tidak ada kemiripan denganya, bibirnya mengerucut dan tanpa sadar menarik nafas panjang.


Ken yang mengikutinya ke dapur mengamati dari belakang, tingkah mantan istrinya yang seperti putrinya Ryube saat mengerucutkan bibirnya begitu menggemaskan. Ken berfikir tingkah puntrinya terkadang mirip seperti mamanya.


''Kenapa dengan bibirmu????


Arrumaisha terkaget dan menoleh ke sumber suara, ''tidak apa-apa, memangnya kenapa??.


''Kau bertingkah seperti Ryube tadi'', lalu Ken menirukan Arrumaisha mengerucutkan bibirnya.


''Haaahhhh, aku hanya berfikir Ryube dan Ryuna tidak ada miripnya sama sekali denganku, dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya mirip denganmu, bahkan sampai makanan kesukaannya juga sama denganmu''.


''Menurutmu begitu??, secara fisik mereka memang mirip denganku, tapi tingkah mereka terkadang mirip denganmu, seperti tadi'', Ken mengerucutkan bibirnya lagi dan langsung mencium bibir Arrumaisha yang berada di depannya.


Arrumaisha diam membelalak, tidak menyangka mantan suaminya tiba-tiba menciumnya.


Ken tak menyia-nyiakan kesempatan, dia menarik pinggang Arrumaisha mendekatkan padanya dan memperdalam ciumanya, hingga waktu yang lama, Arrumaisha seakan terhanyut oleh perlakuan Ken yang lembut, namun dia segera tersadar dan mendorong mantan suaminya. Wajahnya bersemu merah, dia buru-buru membalikan badan bersiap untuk memasak.


''Biar aku yang masak, kau duduklah dan beritahu aku cara membuatnya'', ucap Ken setelah menetralkan deru nafasnya.


Arrumaisha terdiam, ''apa kau bisa masak??? tanyanya pada Ken, dia berusaha menanangkan perasaanya.


''Akan ku coba, kau ajari aku'', Ken menarik kursi dan meminta Arrumaisha untuk duduk.


Ken mulai memasak dengan mengikuti arahan dari Arrumaisha, hingga sekitar 45 menit, sup buatan Ken pun jadi.


Ken mengambil sesendok kuah panas dan meniupnya, lalu meminta Arrumaisha membuka mulut untuk mencicipi masakanya.


''Emmmmm enak!!!!


''Kau orang pertama yang mencicipi masakanku, aku tidak pernah memasak untuk orang lain. Bukankah aku seperti pria idaman???, ucapnya bangga.


''Ya, ucap Arrumaisha membuat Ken tersenyum puas. ''Mungkin'', ucap Arrumaisha lagi dan seketika membuat Ken membeliakan matanya.


Sesaat Ken dibuat melambung namun seketika jatuh lagi.


Arrumaisha membantu menata makanan di meja, ''aku akan memanggil anak-anak dan juga grandma, ia segera berbalik namun Ken segera menari lenganya.


''Ada yang ingin ku bicarakan denganmu!!!


''Ada apa??


''Emmm, sesaat menarik nafas dan menghembuskanya perlahan, begini bolehkan aku membawa adik perempuanku datang ke rumahmu????


''Kau punya adik??


''Maksudku saudara perempuanku, dia anak dari pernikahan daddy dengan istri barunya. Saat ini dia datang ke ibukota sendiri mencariku. Dia bilang kabur dari rumah'', jelas Ken, dia tidak ingin menutupi hal ini dari mantan istrinya.


Sesaat Arrumaisya terdiam, ''bagaimana dengan grandma???apa dia tahu??.


''Aku sudah memberitahu dia, aku tahu mommy tidak nyaman, dia memintaku untuk memberitahumu terlebih dulu, sebelum kau mengijinkannya, aku tak kan membawanya, karena kau pemilik rumah ini''.


''Tuan, aku tidak pernah mengenalmu dan keluargamu, melihat grandma begitu sayang pada anak-anak dan juga sebaliknya anak-anak sangat senang dengan kehadiran grandma disini, aku tidak ingin grandma merasa tidak nyaman tinggal bersamanya disini, lalu memilih untuk pergi, apa kau memikirkan perasaannya, dia baru saja bisa berkumpul denganmu dan kedua cucunya''.


''Aku tahu, aku juga tidak ingin mommy tidak nyaman, nanti kita bicarakan denganya''.


''Aku akan panggil mereka, sudah waktunya makan siang''. Arrumaisha berbalik meninggalkan Ken. Ken begitu gusar dengan keadaanya sekarang.


Nyonya Sophia membawa cucunya Ryube dan duduk diruang makan, sedang Arrumaisha masih membantu putranya Ryuna untuk membersihkan diri sehabis berenang.


''Papa bisa masak ya????, tanya Ryube yang melihat papanya masih memakai celemek.


''Ehhhhh, papa belajar masak sama mama!!!


Tak berapa lama Arrumaisha datang bersama putranya mereka berlima mengelilingi meja makan. Mereka segera menyantap makan siangnya.


''Mami, bolehkah setelah makan, aku bermain sebentar dengan Be sebelum istirahat siang'', mohon putranya!!!


''Iya boleh, sebentar saja ya, setelah itu istirahat!!!!


''Siap mami, terimakasih mama!!!! ucap kedua anak kembar itu gembira.


''Tidak ada yang bilang terimakasih sama papa, papa sudah memasak untuk kalian!!!! ucap Arrumaisha.


''Terimakasih papa'', ucap kedua anak itu bersamaan, membuat Ken tersenyum bahagia kedua anaknya sangatlah patuh pada mamanya.


Kedua anak itu segera menyelesaikan makan dan segera pergi untuk bermain.


Arrumaisha melihat ke arah nyonya Sophia yang masih duduk bersamanya.


''Mom, Ken bilang ingin membawa saudaranya kesini, apa grandma tidak keberatan????, tanya Arrumaisha lembut.


''Ini rumahmu sayang, mommy bukan siapa-siapa disini, hanya karena Ken dan cucu-cucu mommy jadi betah tinggal disini, jika kau tak keberatan mommy juga tidak apa-apa''.


''Grandma jangan bilang begitu, aku tidak ingin grandma merasa tidak nyaman disini dengan kehadirannya''.


''Mommy tahu kau mengkuatirkan mommy, tapi dia sedang ada di ibukota sekarang mencari Ken. Mungkin ada sesuatu terjadi padanya dan mungkin dia tidak punya tujuan lain''.


''Benarkah??? jika mommy tidak keberatan itu tidak masalah, aku tidak ingin mommy tidak nyaman disini lalu memutuskan pergi, anak-anak akan sangat sedih jika grandma meninggalkan mereka. Aku juga tidak ingin mommy hidup sendirian di luar sana''.


''Terimakasih sayang, kau sangat peduli dengan perasaanku dan juga hidupku, mommy merasa memilikimu, akan lebih baik lagi jika kalian berdua segera rujuk. Mungkin mommy sangat egois memintamu menerima Ken lagi, tapi ini demi kebaikan anak-anak. Cobalah untuk memikirkanya dengan baik, kesampingkan ego kalian, belajarlah untuk saling memaafkan dan menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, berjuanglah bersama-sama menata kehidupan yang baru, mommy yakin kalian bisa''.


Arrumaisha dan Ken terdiam, hanya mata mereka yang saling menatap mendengarkan nasihat dari nyonya Sophia