Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
16.



Mereka segera berangkat pergi ke pantai yang jaraknya kurang lebih satu jam. Suasana pantai sudah ramai karena ini akhir pekan. Setelah menaruh bekal yang diambilnya dari toko tadi di kursi yang mereka sewa, mereka langsung menuju tepi pantai, Ryuna dan Ryube menarik tangan papa dan mamanya tidak sabar ingin bermain air pantai.


Mereka berempat terlihat sangat bahagia, tertawa, berteriak tatkala ombak datang, pakaian merekapun basah terkena air pantai, mereka nampak seperti keluarga yang utuh, lengkap dan bahagia, dan sejenak Ken bisa melupakan bayangan pria di foto yang ditujukan oleh Aldo. Bahkan Ken meminta orang untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka dari kamera ponselnya.


Matahari sudah mulai naik dan panas, Arrumaisha merasa lelah, tapi demi membuat anak-anaknya bahagia tak dihiraukan rasa lelahnya, untung tadi dia membawa topi, meskipun begitu tetap membuatnya berkeringat.


''Apa kalian pernah kesini Isha???, tanya Ken


''Arrumaisha menggeleng, ini yang pertama kali''.


''Oh ya, jaraknya tidak begitu jauh dari rumah, kenapa??? tanya Ken sambil memegang putrinya yang bermain air, sedang Ryuna dipegangi oleh mamanya, mereka berdiri berjajar melihat di kejauhan sana.


Arrumaisha terdiam, sejak datang dikota ini dia sudah hamil kedua buah hatinya, dan harus berjuang sendiri dalam kondisi yang lemah, hingga kedua anaknya lahir dia semakin sibuk untuk mengurus anak-anak dan juga mulai sibuk membuka toko. ''Aku takut'', jawabnya kemudian tak ingin mengingat masa sulitnya.


Ken tahu, kalau mantan istrinya pasti sangat sibuk mengurus kedua anaknya sendiri dan tokonya, hingga tak pernah bermain keluar rumah, Ken hanya ingin tahu kemungkinan mantan istrinya itu pernah datang atau bahkan sering datang dengan orang lain terutama pria itu, namun jawaban yang ia dengar justru membuatnya sedih.


Ken melihat wajah mantan istrinya yang pucat.


''Apa kau sakit???, kau terlihat sangat pucat''.


''Mungkin karena mataharinya semakin tinggi''.


''Kalau begitu istirahatlah, biar aku yang mengawasi anak-anak''.


''Apa tidak apa-apa??.


''Tidak masalah, istirahatlah''.


''Sayang kalian main sama papa dulu ya??.


''Mami mau kemana???,tanya Ryuna


''Mami tunggu disana, apa ada yang mau minum air kelapa muda??.


''Aku mau mami, Aku juga mama'', jawab kedua anak itu.


''Baiklah, jangan lama-lama ini sudah panas''. Arrumaisha pergi meninggalkan anak-anaknya bermain bersama mantan suaminya, lalu memesan kelapa muda dan duduk bersandar dikursi yang mereka pesan tadi.


Arrum melihat kedua anaknya yang masih seru bermain dengan papanya. Dia harusnya istirahat karena besok lusa akan oprasi, tapi dia tidak tahu harus membuat alasan apa untuk menitipkan kedua anaknya pada mantan suaminya, sejujurnya dia takut oprasi, karena itu akan butuh waktu yang lama untuk pemulihan jika oprasinya lancar dan akan jauh dari anak-anaknya untuk beberapa hari, dia hanya berharap dia akan bisa hidup lebih lama bersama anak-anaknya, jikalaupun nanti mantan suaminya ingin mengambil hak asuh atas anak-anaknya, karena kondisi dia yang lemah dan tak bisa memberikan yang terbaik untuk kedua anaknya, dia tidak tahu harus merelakanya atau bertahan, tapi dia tak ingin menyerah sekarang.


Seorang membawa empat kelapa muda dan menaruhnya di meja dekat Arrum, ''Terimakasih'',ucap Arrumaisha


Anak-anaknya sangat betah bermain air , mungkin karena mereka tidak pernah bermain ke pantai. Hampir satu jam akhirnya anak-anak itu kembali ke mamanya, Ken lagi-lagi terkejut melihat istrinya tertidur menyandar di kursi.


''Mami.....mami....!!! seru Ryuna dengan tubuh penuh pasir.


"Mama.....!!!!, Be masih mau main, Be belum mau pulang'', rengeknya pada sang mama.


Sayup-sayup suara kedua anak itu membangunkan Arrumaisha, udara pantai telah membuatnya tertidur tadi.


''Sayang ini sangat panas, lihat tubuh kalian penuh pasir, sini cuci tangannya dan minum air kelapanya'', ucapnya mengambil sebotol air mineral untuk mencuci tangan kedua anaknya.


''Ini minumlah'', Arrum mengambilkan sebuah untuk Ken.


''Mami kenapa mami tidul dicini??, tanya Ryuna, pria kecil itu memegang kening mamanya. ''Apa mami cakit??, Ryuna terlihat kuatir.


''Mama cakit ya??, Ryube ikut memegang kening mamanya.


''Tidak sayang, mama baik-baik saja, makanlah makananmu, ini sudah siang''.


''Kau yakin tidak apa-apa?? tadi pagi kau sudah tidur, barusan kau tidur lagi'', tanya Ken menimpali.


''Aku baik-baik saja, mungkin karena udaranya sangat membuatku nyaman disini, sehingga membuatku tertidur lagi, makanlah ini'', Arrum menyodorkan kue yang dibawanya pada Ken, Ken menerimanya dan langsung memakanya.


"Mama aku belum mau pulang, aku mau main lagi'', rengek Ryube lagi.


''Sayang apa kalian tidak lelah, lain kali kalau libur bisa main kesini lagi, mataharinya sangat panas''.


''Aku juga mau mami, boleh ya, aku akan jadi anak yang baik, tidak melepotkan mami'', rayu Ryuna pada maminya.


''Aku juga tidak akan nakal mama, nulut sama mama'', ucap Ryube menggemaskan.


Arrumaisha tersenyum, ''kalian perayu kecil'', menoel hidung Ryuna yang duduk di dekatnya.


Ken terpesona dengan senyum Arrumaisha, yang sedang berbincang dengan kedua buah hatinya. Selama hampir dua bulan sering bersama namun sangat jarang melihat mantan istrinya itu tersenyum, senyum yang sangat mendamaikan, bahkan istrinya sangat jarang bicara, dan hanya bicara seperlunya, namun kedua anaknya sangat patuh.


''Apa tidak apa-apa??, tanya Arrumaisha pada Ken yang masih terpesona.


''Papa, boleh kan kami main lagi??


''Oh, tentu saja, hari ini kita main sampai puas sampai mataharinya tenggelam''.


''Ye.... ye....'', teriak kedua anak itu begitu senang.


Mereka bermain hingga sore hari, menikmati matahari tenggelam, setelahnya mereka membersihkan diri dan pulang.


Kedua anak itu begitu senang, selama perjalan pulang mereka berceloteh ria, hingga sampai rumah, Ken segera memandikan kedua anaknya sedang Arrumaisha menyiapkan makan malam mereka.


Saat makan malam, kedua anak itu tidak berselera, mereka sangat mengantuk dan terlihat lelah, Ryube tertidur sambil mengunyuh, sedang Ryuna tidak menyentuh makananan sama sekali, kepalanya ditaruh dimeja dan tidur.


''Sayang makan dulu dong, selesai makan baru tidur!!, seru Arrumaisha.


''Biarlah mereka tidur, jangan di paksa, tadi siang mereka sudah makan, biar aku pindahkan dulu mereka'', ucap Ken. Ken membopong anaknya bergantian dan menidurkan mereka di kamar. Merekapun akhirnya makan berdua saja.


''Trimakasih ya hari ini sudah mengajak mereka bermain, mereka sangat gembira'', ucap Arrumaisha disela-sela makannya.


''Tidak perlu berterimakasih padaku'', Ken menjeda bicaranya meminum air mineral di depanya, ''seharusnya aku yang berterimakasih padamu, karena kau telah melahirkan anak-anak yang manis, merawat dan menjaganya dengan penuh cinta, mereka sangat patuh padamu, maafkan aku Isha, aku telah melukaimu dengan sangat dalam, aku tidak tahu harus melakukan apa untuk menebusnya, aku menyesalinya'', ucap Ken berkaca-kaca.


Arrumaisha berhenti makan, ''sudahlah, semua sudah berlalu, aku sudah bilang kau bisa menemuinya kapanpun kau mau''.


''Apa kau sudah mempertimbangkanya???.


Arrumaisha terdiam, tidak tahu harus menjawab apa''.