Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
44.



Malam masih gelap gulita, gadis kecil itu terbangun, dia tidak melihat papanya di tempat tidur, hanya ada mamanya yang baru tertidur pulas. Arrumaisha sejak tadi sore tidak bisa tidur, ia memikirkan ucapan mantan suaminya tentang anak-anaknya.


''Mama, papa tidak ada??, gadis kecil itu merengek


''Papa tidur di kamar Ryuna sayang!!, ucapnya dengan mata yang berat, ini masih gelap kenapa Be bangun??.


''Be kan mau sama papa juga'', rengek gadis kecil itu


''Be masih sakit, biar Yuna tidak ikut sakit jadi harus dipisah dulu tidurnya''. Arrumaisha bicara dengan mata terpejam karena sangat mengantuk dia hanya menjawab lalu tidur lagi.


''Be mau bangunkan papa'', gadis itu turun dari ranjang dan berjalan pelan keluar dan masuk ke kamar saudara kembarnya.


''Papa....,, papa...'',panggilnya.


''Ada apa sweetheart, kenapa bangun, ini masih malam??, Ken juga sangat mengantuk dia langsung menggendong putrinya agar tidur lagi.


''Be mau tidur di kamar mama!!


''Terus kenapa kesini?? Be kan sudah tidur sama mama''.


''Be mau sama papa juga'', rengeknya dalam gendongan papanya.


''Ok, kita ke kamar mama, tapi Be harus tidur lagi!!!


Gadis itu mengangguk setuju dan memeluk papanya.


Ken membawa putrinya masuk ke kamar mamanya, berjalan dengan pelan, dilihatnya mantan istrinya yang masih tidur dengan tenang, Ken membaringkan putrinya kembali di ranjang, dia bersandar membelai rambut putrinya agar tertidur lagi, memandangi wajah Arrumaisha yan tidak terganggu keberadaanya.


Namun tiba-tiba tidur Arrumaisha seperti tidak tenang, dia bergumam lirih, ''tidak, jangan, jangan bawa anakku, pergi, pergi, jangan'', tidurnya terlihat gelisah, sepertinya Arrumaisha sedang bermimpi.


Ken mengusap kening Arrumaisha dengan lembut lalu mengecupnya pelan, sentuhan lembut Ken membuatnya Arrumaisha tenang kembali. Ken berfikir dirinya benar-benar jahat, gadis yang dinikahinya lima tahun lalu kini sudah berubah menjadi seorang ibu, lima tahun lalu usianya baru menginjak delapan belas tahun, dan harus kehilangan masa remajanya yang seharusnya di nikmati dengan gembira bersama teman sebayanya, tapi dia harus berjuang untuk kedua anaknya untuk bertahan hidup.


''Maafkan aku Isha'', ucapnya penuh penyesalan, Ken akhirnya tertidur dengan posisi menyandar hingga pagi hari, putranya terbangun dan masuk ke kamar mamanya melihat papa dan mama serta saudara kembarnya tidur dalam satu ranjang.


''Slamat pagi mami, i love you'', sapa pria kecil itu lalu mencium mamanya, namun suaranya membuat semua terbangun dari tidurnya.


''Kau sudah bangun sayang??.


''Mami, papa meninggalkanku tidur sendirian!!


Arrumaisha segera duduk dan melihat sekeliling dan ia baru sadar kalau suaminya berada di kamarnya dengan posisi bersandar di ranjangnya.


''Kau, bagaimana bisa ada di sini??, tanyanya


''Semalam putrimu bangun dia membangunkanku dan memintaku menemaninya tidur di kamarmu, iyakan sweetheart???.


Gadis kecil itu mengangguk, tapi kemudian menggeleng.


''Be!!!, seru Ken dan membuat gadis itu tersenyum menggemaskan.


Arrumaisha buru-buru membuka selimutnya melihat apakah pakaiannya masih lengkap, kemudian dia lega.


''Apa yang kau pikirkan??tanya Ken


''Tidak ada'', jawabnya singkat


''Aku tidak seburuk itu!!, ucapnya dengan suara berat, Ken tahu apa yang sedang di pikirkan wanita yang sudah melahirkan anaknya dan kini statusnya adalah mantan istrinya. Ken adalah laki-laki yang sulit untuk jatuh cinta, dia mencintai Rachel dari sejak sekolah menengah hingga dia menjadi pembisnis yang sukses, dan membantu Rachel hingga menjadi model terkenal, bahkan di depan Arrumaisha dulu yang jelas-jelas istri sahnya, dengan bangga Ken memuji dan menyanjung kecantikan Rachel. Arrumaisha bukan lah gadis cantik bak model, dia hanya seorang gadis biasa dan sederhana yang mempunyai hati lembut dan penyayang. Sesaat Ken terhanyut dengan lamunanya sendiri, namun dengan segera dia menyadarinya.


Pria kecil itu naik ke ranjang dan duduk di tengah mereka, tanganya yang kecil memegang kening saudara kembarnya, ''Be kalo masih sakit tidak usah ikut ke pantai!! ucapnya kuatir.


''Aku mau main ke pantai, aku sudah sembuh Leyuna!!! gadis kecil itu cemberut mengemaskan.


''Sayang, Ryuna hanya mengkuatirkanmu, dia tidak ingin kamu sakit lagi karena memaksa ikut pergi, aunty Rei bisa pergi dengan grandma, kalau memang kamu masih sakit, mama akan menemanimu di rumah saja, kita bisa pergi lain hari'', ucap Arrumaisha begitu lembut dan menenangkan.


''Be sudah sembuh mama'', rengeknya


''Mami, kenapa anak laki-laki dan perempuan harus tidur terpisah??, tanya putra mereka.


''Karena anak-anak laki -laki ataupun perempuan harus belajar berani saat sendiri, tidak takut sendirian dan gelap, tidak takut saat bermimpi buruk, apalagi kalau ada yang sakit, agar yang sehat tidak ikut sakit''.


Tapi kenapa orang dewasa boleh tidur bersama???, tanyanya lagi


Laki-laki dan perempuan dewasa juga tidak boleh tidur bersama kecuali kalau sudah menikah''.


''Kenapa harus menikah??, tanya gadis kecil itu


''Karena mereka saling mencintai satu sama lain'', jawab Arrumaisha lagi


''Seperti mama dan papa??? apa mama dan papa saling mencintai lalu menikah??, tanya putri mereka.


Arrumaisha tidak menjawab dia tersenyum


''Papa, apa papa sangat mencintai mama??? tanya gadis kecil itu.


Ken sangat kaget mendengar pertanyaan yang begitu tiba-tiba dari putrinya, sejak tadi dia hanya diam melihat interaksi anak-anak dengan ibunya, dia sedang menikmati pagi hari yang indah bersama mereka, pertanyaan mereka juga membuatnya tertampar berkali-kali, wajah Ken berubah menjadi pias mendengar pertanyaan anak-anaknya serta jawaban dari mantan istrinya tadi, namun kemudian dia segera menjawabnya ''papa sangat mencintai dan menyayangi kalian semua''.


''Kalau begitu katakan i love you pada mama!!! papa dan Be belum mengatakannya pagi ini, aku sudah mengatakanya dan memberikan ciuman ke mami, papa juga harus melakukanya''. Ken sangat tidak menduga, putranya mengajarinya pagi ini.


''I love you mama'', ucap gadis kecil itu dengan segera dan mencium serta memeluk mamanya.


Ken nampak ragu ingin melakukanya, namun kedua anaknya sedang menunggunya melakukan seperti yang mereka lakukan, Ken seperti mendapat kesempatan besar pagi ini, semalam dia menahanya karena putranya tiba-tibak masuk ke kamar, dia beranjak dari duduknya dan mendekat ke wajah mantan istrinya, mereka saling menatap, Ken melihat bibir yang selalu berkata lembut itu dan dalam sekejap bibir itu telah menempel di bibir lembutnya, Arrumaisha ingin menghindar namun badanya sudah mentok di sandaran ranjang. Ken tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dia m*****t bibir lembut itu dan sesaat menikmatinya, mereka terbawa suasana namun Ken segera menyadari ada kedua anaknya disana, Arrumaisha mendorong dada Ken untuk segera melepasnya, matanya melotot pada Ken.


Wajah Arrumaisha terasa panas, dadanya berdebar kencang, dia segera beranjak dari tempat tidur dan melangkah ke kamar mandi.


''Mami


mau mandi ya??? Arrumaisha berhenti dan menoleh ''bukanya kalian mau ke pantai, kita harus bersiap''.


Kedua anak itu langsung turun dari ranjang mengikuti mamanya.


Ken tidak beranjak sedikit pun dari ranjang, suasana hatinya sedang bahagia, pagi ini benar-benar seperti mendapat harta karun di padang pasir, dia sangat bahagia dan hatinya merasa tenang meskipun tadi dadanya berdebar kencang, dia tak ingin semua ini pergi begitu saja. Ken tersenyum bahagia.