Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
105.



Hari pembukaan hotel Arrumaisa telah tiba, semua telah di persiapkan dengan matang oleh Aldo, banyak tamu yang di undang, dari pejabat ibukota dan juga daerah, nyonya Sophia dan dokter Burhan juga hadir disana, dokter Fahri dan dokter Reisa juga mendapat undangan, selain itu semu pegawai toko Arrumaisha juga di undang, Arrumaisha terlihat cantik dan sederhana dengan perut buncitnya, kehamilanya telah memasuki tujuh bulan, Ken tidak pernah mengijinkan istrinya itu melakukan hal yang berat, Aldo menyiapkan dengan teliti, selain mobil pemadam kebakaran, juga terlihat mobil ambulance disiagakan disana.


Semua tamu telah hadir disana, Ken terlihat berbincang dengan beberapa tamu undangan dan mengenalkan istrinya sebagai pemilik hotel, kedua anak kembarnya terlihat begitu senang, kedua anak kembarnya terlihat sangat cantik dan tampan, mereka telah mencuri perhatian para tamu undangan, wajahnya yang menyerupai papanya dengan rambut kecoklatan dan mata birunya begitu menonjol.


Hotel dengan area yang sangat luas, mungkin merupakan hotel terbesar dan termewah dan memiliki fasilitas terlengkap di kota B, desain modern itu begitu menarik, selain kamar dengan berbagai tipe, hotel itu juga memiliki lapangan bermain golf, kolam renang, sport club, restauran, toko bakery serta mini mall yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk tamu yang menginap, cafe serta hall yang luas untuk penyelenggaraan acara -acara besar. Selain hotel, Ken juga mendesain camping room yang terletak di sepanjang area bibir bukit yang bisa langsung turun menuju ke pantai. Ia sangat terinspirasi dengan lokasi penginapan yang ia sewa sewaktu berkencan dengan istrinya di Pulau Sebrang. Ken memberikan terobosan baru untuk desa terpencil tempat istrinya tinggal, ia juga menyerap tenaga kerja dari wilayah kota B, suasana alam yang sejuk sangat mendukung berdirinya hotel dan resort, dengan keahlian kepemimpinan Ken dan Aldo, dan kecanggihan teknologi semua bisa di akses secara online, pegawai telah mendapat pelatihan sebelumnya.


Dalam sambutannya Ken mengungkapkan alasan ide pemberian nama hotel dan resortnya, ''Arrumaisha Hotel dan Resort'', yang tak lain adalah nama istrinya yang menjadi pilihan mereka, menurutnya nama istrinya mengandung arti yang baik baginya. Istrinyalah yang memberikan kedamaian dalam hidupnya dan keluarganya. Karena Arrumaisha, dirinya bisa berdamai dengan masa lalunya, keluarganya, dan bisa menerima keluarga baru dari pernikahan ibunya, Ken merasa sangat beruntung mendapatkan istri sepertinya, dan berharap dengan berdirinya hotel dan resort di kota B ini, bisa menyerap tenaga kerja di kota B dan memajukan kota B.


Setelah mengenalkan istrinya pada beberapa penjabat penting Ken meninggalkan istrinya untuk duduk bersama sahabatnya Reisha dan juga nyonya Sophia. Ia takut istrinya akan kelelahan jika harus berdiri mendampinginya selama acara berlangsung.


Diacara ramah tamah itu, tiba-tiba dokter Fahri ke depan dan memberikan sepatah dua patah kata dan yang tidak disanka-sangka ia menarik tangan Ratna mengajaknya ke depan.


''Sayang, siapa gadis itu???,tanya dokter Sophia


''Dia calon menantu perempuan mama??, jawab Arrumaisha lembut.


Reisa sedikit terkejut, ''bukankah dia pegawai tokomu???, tanyanya.


Arrumaisha mengangguk dan tersenyum


''Sejak kapan mereka saling mengenal??, tanya Reisa.


''Sekitar dua bulan yang lalu''. jawabnya


''Sayang, sepertinya mommy pernah melihatnya, tapi mommy lupa dimana???.


''Mom, dia itu mbak Ratna kepala tokoku''.


''Benarkah, pantas mommy merasa tidak asing''.


''Mommy akan mendukungnya kan???.


''Jika mereka sudah memutuskan mommy bisa apa, mommy sudah menganggapnya seperti anak mommy sendiri, dia itu anak yang sangat patuh, Burhan selalu memintanya untuk segera menikah, dan memberikan cucu-cucu''.


''Ngomong-ngomong dimana ayah, kenapa tidak terlihat''.


''Mereka bersama anak-anakmu, melihat - lihat, sepertinya ia tertarik untuk bermain golf disini''.


''Apa mommy tahu kenapa Ken menyediakan lapangan gold disini???


''Kenapa??


''Agar mommy dan ayah bisa sering berkunjung kesini, dan bisa bermain golf bersama suamiku dan kak Fahri''.


Arrumaisha mendesis kesakitan, tatkala janin di perutnya bergerak.


''Sayang kau kenapa??, ucap nyonya Sophia kuatir


''Sejak semalam mereka aktif bergerak, aku sampai tidak bisa tidur'', ucapnya menahan sakit.


''Apa kau lelah sayang, sebaiknya kau pulang terlebih dulu dan beristirahat??, ucap nyonya Sophia dengan lembut.


''Apa kau akan melahirkan???, Reisa mengingat-ingat usia kandungan sahabatnya, diingatnya baru berjalan tujuh bulan, meski dia seorang dokter, dia belum pernah hamil, melihat sahabatnya kesakitan mencengkeram lengan, ia menjadi panik.


''Isha akan aku panggil dokter Fahri dulu'', Reisa langsung melepas cengkeraman tangan sahabatnya itu, dan menghampiri dokter Fahri.


Dokter Fahri berjongkok di depan gadis pujaaanya, dan mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin, membuat mbak Ratna terpaku. Semua tamu undangan melihat aksi dokter muda yang sedang jatuh cinta itu.


''Apa yang dokter lakukan???, ucap mbak Ratna


''Nona Ratna, aku pernah mengajukan syarat padamu akan memberikan perawatan gratis pada ibumu, asal kau mau menjadi istriku, sebenarnya itu bukan alasan utamaku, aku hanya.....,,, aku hanya takut kau akan menolakku jika aku mengatakan alasankku yang sebenarnya, ada seseorang yang mengingatkan kebodohanku, aku minta maaf dan menyesal mengatakan hal itu padamu, maka hari ini aku melamarmu, mau kah engkau menikah denganku?????, ucapnya membuat semua orang bersorak dan mendukung dokter Fahri.


Ratna tertegun, wajahnya menjadi merah dan merasa malu, dia tidak pernah membayangkan akan di lamar dokter Fahri di depan orang banyak dan terlebih ini adalah acara pembukaan hotel milik atasnya. Bahkan pegaiwai toko lainnya sangat kaget melihat sahabatnya di lamar dokter tampan yang selalu menjadi idaman mereka.


Semua yang hadir bersorak dan mengucapkan kata ''terima'', bersama-sama.


Reisa sampai di depan dia menunduk berbisik di telinga dokter Fahri mengenai keadaan sahabatnya, spontan dokter Fahri kaget dan langsung menarik tangan Ratna memasukan cincin di jarinya, tanpa menunggu jawaban mbak Ratna.


''Maaf aku harus pergi sekarang, ada panggilan darurat''.


Dokter Fahri segera berdiri mengikuti Reisa, tak lupa dia menghampiri Ken dan menariknya.


''Ada apa???, tanya Ken


''Istrimu kesakitan'', jawab dokter Fahri


Ken buru-buru mencari istrinya, ia meninggalkannya bersama ibunya dan sahabatnya Reisa tadi, Arrumaisha merintih kesakitan di dampingi nyonya Sophia, tanganya mencengkeram kursi duduknya.


''Honey, apanya yang sakit?, tanya Ken kuatir, pria itu memeluk istrinya yang kesakitan. mengelus dengan lembut perut istrinya.


Semua mata tertuju pada pasangan pemilik hotel itu, Ken memperlakukan istrinya dengan lembut, ia mengecup kening istrinya yang menahan kesakitan.


''Sebaiknya segera di bawa ke rumah sakit, aku kuatir terjadi apa-apa padanya dan janinya'', ucap Reisa


''Siapkan ambulan'', teriak Ken panik


''Apa kau masih bisa berdiri??, tanya dokter Fahri


Ken langsung membopong istrinya keluar dari hotel dan bergegas ke ambulan yang siaga di depan lobi hotel, Ken merasa tanganya basah saat menyentuh pakaian yang di kenakan istrinya, darah segar mengalir dari paha istrinya.


''Dokter Reisa, hubungi rumah sakit untuk bersiap''. ucap dokter Fahri


''Baik dok''.