Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
12.



Ken kembali ke toko Arrumaisha, semalam dia sudah memikirkanya dengan masak, dan hari ini dia ingin berbicara berdua dengan mantan istrinya itu. Ken menaiki tangga, suasana sepi tanpa suara celoteh anak-anak karena mereka telah diantar ke sekolah.


Tok.... tok... tok..


''Isha, boleh aku masuk!!, suara Ken memanggil dari luar


Tok... tok... tok...


''Isha...., panggilnya sekali lagi, namun tidak ada jawaban.


''Isha aku masuk ya??, Ken tidak sabar menunggu jawaban dan segera membuka pintu, namun mantan istrinya itu tidak terlihat.


''Isha.....!!, panggilnya lagi


Tak berapa lama wanita yang dicarinya muncul dari kamar kecil.


Ken melihat mantan istrinya keluar dari kamar mandi dengan sedikit sempoyongan dan wajahnya sedikit pucat. Ken segera menghampirinya.


''Isha kau kenapa???, wajahmu terlihat pucat, apa kau sakit??, tanya Ken kuatir.


''Aku tidak apa-apa'', ucapnya sambil menahan sakit, ''apa anak-anak menyusahkan anda tuan??


''Tidak, mereka sangat patuh!!


Mereka saling menatap, Ken merasa ada yang sedang disembunyikan mantan istrinya. Istrinya seperti sedang menahan kesakitan.


''Isha ada yang ingin aku bicarakan denganmu, bisakah kau meluangkan waktu sebentar untuk kita bicara??


Arrumaisha mengangguk dan berjalan ke sofa dan diikuti Ken. Mereka berdua duduk di sofa panjang yang merupakan satu-satunya sofa yang ada di ruangan itu, mereka tampak canggung dan duduk dengan menjaga jarak.


''Tuan bilang ingin membicarakan sesuatu, katakan??, ucap Arrumaisha lembut.


Ken mengamati wajah mantan istrinya dengan tajam, wajahnya semakin pucat. ''Mungkinkah dia takut padanya'', pikir Ken.


''Isha kau serius tidak apa-apa??, wajahmu benar-benar terlihat pucat!!!.


''Saya tidak apa-apa tuan, jangan kuatir'', elaknya.


Sesaat mereka terdiam kembali.


''Isha aku.... aku...'', ucap Ken terbata, jantungnya berdebar-debar.


''Katakan saja!!


''Isha aku....,, aku ingin rujuk denganmu!!, ucap Ken akhirnya.


Arrumaisha membelalakkan matanya, tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia tidak habis pikir bagaimana bisa mantan suaminya yang dulu jelas-jelas tidak menginginkannya dan memilih menceraikannya, kini datang dan tiba-tiba mengajaknya rujuk kembali.


''Aku ingin kita rujuk'', ucap Ken lagi.


''Maksudku aku ingin kau memikirkan tentang ini, aku tahu aku bukan suami yang baik, aku telah meninggalkanmu begitu saja waktu itu, tanpa tahu kau telah mengandung anak-anakku dan melahirkan serta merawatnya seorang diri, aku sangat berterimakasih. Aku tahu kesalahanku sangat besar dan tidak termaafkan, tapi lihatlah mereka anak-anak kita, dia sangat merindukan kehadiran papanya. Apa salahnya kita rujuk demi kebahagiaan mereka. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua dan aku akan menjadi papa yang baik untuk mereka''.


Arrumaisha tidak bergeming dan tidak memberikan reaksi apapun, dia tidak tahu harus berkata apa.


''Isha kau dengar aku tidak??, tanya Ken


''Maaf aku....'',, Arrumaisha tidak bisa berkata lagi dia mengigit bibirnya.


''Kau tidak harus menjawabnya sekarang Isha, apapun jawabanmu nanti, aku akan tetap berusaha menjadi papa yang baik untuk mereka'', ucap Ken tegas, seperti tidak mau adanya penolakan dari mantan istrinya.


''Sudahlah, aku hanya ingin membicarakan itu, lanjutkan pekerjaanmu, apa kau butuh bantuan??, tanya Ken


''Sungguh!!!


Arrumaisha mengangguk saja.


''Oh ya jangan panggil aku tuan lagi, terlebih di depan anak-anak. Aku bukan tuanmu Isha, panggil saja namaku, itu lebih baik!!.


Arrumaisha tidak bergeming dan hanya mendengar mantan suaminya bicara sendiri.


''Kalau kau butuh bantuan katakan padaku, jangan sungkan''.


Arrum mengangguk lagi


''Kalau begitu aku pergi dulu, nanti aku akan langsung menjemput anak-anak, kau tidak usah menjemputnya, mulai sekarang aku yang akan mengantar dan menjemput mereka''.


Ken beralasan karena tidak bisa menahan debaran jantungnya, entah kenapa kali ini Ken merasa seperti pria tak berguna di depan mantan istrinya, dia ingin segera keluar dan menenangkan diri.


Sedangkan Arrumaisha masih tertegun duduk di sofa mencerna kata-kata Ken, namun kemudian dia segera beranjak untuk pergi ke dapur menyelesaikan pesananya.


Ken keluar mencari Aldo yang mengawasi langsung pekerja bangunan.


''Halo tuan, apa kabar?, sapa Aldo


''Bagaimana perkembanganya, berapa lama lagi selesai??.


''Sabar tuan saya sudah menambah 20 pekerja lagi untuk mempercepat pembangunan, tidak sampai dua bulan selesai''.


''Bagaimana kabar anak-anak tuan, apa tuan bisa tidur di tempat nona Arrum??.


''Semalam aku tidur di mobil, karena aku kuatir anak-anakku terbangun di tengah malam dan mencariku''.


''Kenapa tidur di mobil??, kenapa tidak tidur bersama mereka??, maksud saya bersama anak-anak tuan, bukankah mereka sangat merindukan tuan''.


''Kau lihat bangunan itu sangat sempit, tidak ada kamar cuma ada satu ranjang, Isha sangat sibuk dia pasti kelelahan dan butuh istirahat, kalau aku tidur disana, dia mau tidur dimana??. Aku sudah bicara padanya Aldo, aku ingin rujuk denganya''.


''Serius tuan'', tanya Aldo


''Ya aku serius''.


''Lalu bagaimana dengan nona Arrum, apa dia mau rujuk dengan tuan??.


''Entahlah dia belum memberiku jawaban''.


''Kenapa tiba-tiba tuan memutuskan ingin rujuk denganya?, saya pikir tuan ingin mengambil hak asuh mereka''.


''Entahlah, setelah bertemu denganya tiba-tiba aku berubah pikiran, aku tidak ingin hak asuh saja, anak-anaku juga membutuhkan mamanya, aku tidak ingin anak-anaku saja itu sama saja memisahkan mereka dengan mamanya, aku tidak ingin hidup anak-anaku sepertiku, jauh dari ibunya dan tinggal bersama ibu tiri nantinya, dia telah melahirkan anak-anaku dan merawatnya dengan susah payah, tanpa tahu harus meminta tolong pada siapa''.


Ken berkata dengan raut muka sedih, dia tampak begitu menyesal dengan apa yang telah di perbuat pada mantan istrinya dimasa lalu.


''Saya ikut senang mendengarnya, semoga saja nona Arrum mau. Oh ya tuan saya sudah mendapatkan lahan yang tuan minta dekat dengan pantai, harganya tidak terlalu mahal jika dibanding dengan tanah di sini''.


''Oh ya berapa luasnya??


''Hampir seluruh bukit tepi pantai belum ada penghuninya, apa tidak sebaiknya tuan melihatnya sendiri lokasinya?


''Aku akan pergi menjemput anak-anakku dulu, setelah ini kau temani aku melihat lokasinya? ucap Ken


''Baik tuan!!.


Ken pergi meninggalkan Aldo untuk menjemput kedua buah hatinya. Ken sangat bersemangat mengendarai mobilnya menuju sekolah kedua anaknya. Setelah berbicara dengan mantan istrinya tentang keinginan rujuk dia merasa tenang, meski belum mendapatkan jawaban yang pasti dari mantan istrinya, tapi dia sudah membayangkan bagaimana nanti dia akan memulai hidup bersama anak-anaknya dan mungkin juga mantan istrinya. Mungkin nanti akan ada anak-anak lagi, pikir Ken dia tersenyum sendiri hingga tak terasa dia telah sampai disekolah, Ken segera turun dan memasuki sekolah dengan memakai kacamata hitamnya, hidungnya terlihat mancung dan kontras dengan kulit putihnya, tampak putra putrinya bermain bersama teman-temanya dengan sangat riang. Beberapa orang tua yang sudah datang menjemput saling berbisik melihat kedatangan Ken yang tak biasa, Ken jelas terlihat seperti orang asing karna wajahnya nampak jelas kalau dia bukan orang pribumi.