
''Mom aku....''
Ken bangun dari tidur di pangkuan mommynya, dia memandangi mommynya yang sudah tidak muda lagi, kerutan di wajahnya sudah nampak jelas.
''Kenapa kau lihat mom seperti itu??
''Mom, berjanjilah kau akan berada di pihakku, kau akan selalu mendukungku''.
''Kau ini bicara apa, aku ini ibumu, tentu saja mommy akan selalu mendukungmu, selama itu baik untukmu''.
''Mom aku baru tahu soal ini, dan aku sedang berusaha untuk mendapatkannya kembali''.
''Bicaralah yang jelas Ken?? katakan saja langsung, mom akan mendengarnya sekarang''.
''Mommy dengarkan aku baik-baik'', Ken memegang kedua tangan mommynya ''aku baru tahu kalau aku sudah memiliki.....anak''.
''Anak....,,,anak apa maksudmu???, wanita paruh baya itu tidak bisa memahaminya.
''Anak sungguhan mom, cucu mommy'', ucapnya dengan kesungguhan.
''Jangan main-main Ken, bagaimana bisa? dimana anaknya??.
''Dia bersama mamanya, dia terlahir kembar''. jelas Ken
''Apa....,, kembar, jangan membohongi mommy'', ucapnya tak percaya.
''Aku tidak bohong mom, aku serius, aku bahkan sudah melakukan tes DNA, dan 99% mereka berdua anakku'', ucap Ken dengan yakin.
Sesaat mereka berdua terdiam, wanita paruh baya itu mencoba memahami kata-kata putranya.
''Apa yang terlewatkan oleh mommy, kenapa mommy tidak tahu, kapan kamu menikah, atau kau menghamili anak gadis orang''.
''Bukan seperti itu mom ceritanya''.
''Ceritakan sekarang!!! Wanita itu tidak bisa menahan luapan gejolak di dadanya.
Haaahhh..., Ken mendesah dan mengambil nafas.
"Lima tahun lalu, aku ingin membuat rumah untuk mommy, setelah mommy pensiun aku ingin mommy kesini dan hidup disini bersamaku dan juga Rachel, lalu ada seseorang yang menawarkan tanah yang ku kira cukup untuk membangun sebuah rumah yang layak untuk kita nantinya, orang itu meminta syarat pembeli harus menikahi putri dari pemilik tanah tersebut, karena itu syarat dari orang tuanya yang sudah meninggal, dan aku pun menyetujuinya. Kami menikah secara sederhana, karena hanya sebagai syarat, kami menjalani hidup masing-masing. Karena kami tidak pernah saling mencintai, satu tahun kemudian kami memutuskan bercerai, tepatnya aku menceraikanya, tidak kusangka aku membuat gadis itu hamil anakku, tapi aku benar-benar tidak tahu mom''.
''Siapa gadis itu, dimana dia sekarang??.
''Dia tidak di ibukota lagi, dulu saat kami menikah dia baru saja menempuh pendidikan kedokteran disini, hingga satu tahun bersamaku dia masih belajar, namun setelah perceraian itu aku tidak tahu kalau dia berhenti kuliah dan aku tidak tahu lagi kabarnya''.
''Bagaimana kau bisa melakukan ini Ken, lalu bagaimana kau bertemu dengannya lagi?, tanyanya
''Aku meminta Aldo untuk mencarinya, Aldo mempunyai banyak kenalan dan orang-orang yang bisa diandalkan, lalu setelah kembali kesini, aku dan Aldo langsung kesana, dan itu benar dia, gadis yang pernah aku nikahi, kondisinya saat itu sangat memprihatinkan, dia hanya tinggal di rumah toko yang sempit bersama kedua anaknya, selama beberapa bulan ini aku disana, aku merenovasi rumah dan tokohnya, dan membuatkan rumah yang layak untuk mereka, dua bulan lalu dia baru saja menjalanani operasi mioma dan baru sembuh, dokter yang menanganinya bilang dia masih muda saat hamil, jadi sangat beresiko. Aku tidak tahu dia wanita seperti apa, aku tidak bisa memahaminya sampai sekarang, kemarin saat dia oprasi, dia bahkan tidak memberitahuku, dan hanya menitipkan anak-anak padaku, untung saja aku meminta Aldo untuk mengikutinya diam-diam, lalu mommy datang kesini jadi aku buru-buru kembali kesini menemui mommy''.
Wanita paruh baya itu mendengarkan cerita anak satu-satunya, tak ingin ada yang terlewatkan sedikitpun.
''Mom, aku ingin rujuk denganya, tapi dia bilang tidak ingin menikah lagi. Aku sudah minta maaf padanya, dia juga bilang sudah memaafkanku, dia tak ingin kembali padaku, kita tidak saling mencintai, aku telah menghancurkan hidupnya dan masa depan dia, seandainya tidak ada pernikahan ataupun perceraian, mungkin dia sudah mendapatkan gelar dokter sepertimu mom, dia berhenti kuliah saat tahu dirinya hamil kembar, dan dia juga bilang saat itu kondisi kehamilanya tidak baik, bahkan dia bilang ingin mengakhiri hidupnya. Aku tidak tahu apa yang ia alami lima tahun ini, tapi melihatnya hidup seperti itu dan merawat dua anak, dia pasti sangat kerepotan dan menderita, dia menjalani hidupnya sendirian, dia tidak punya siapa-siapa disana. Ken tak kuasa menahan air matanya, Maafkan aku mom, aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku tidak ingin mengambil hak asuh anak-anakku, karena aku tidak ingin mereka merasakan seperti yang aku rasakan, mereka akan terpisah dari mamanya, aku tidak ingin menyakitinya lagi, aku ingin hidup bersama mereka. Aku merasa bahagia saat bersama mereka'', ucapnya, Ken merasa lega telah mengatakan semua pada wanita yang telah melahirkanya.
''Kenapa kau seperti ini, apa kau tahu kau sangat tidak bertanggung jawab, bagaimana bisa kau menelantarkan anak-anakmu sendiri Ken''. wanita itu kesal dengan putra.
''Maaf mom, aku benar-benar tidak tahu akan begini''.
''Kau ini seorang pria, saat kamu ingin melakukanya dan tidak ingin punya anak, harusnya kau pakai pengaman''.
''Apa kau tahu bagaimana dulu mommy dan daddy menikah, meskipun dulu kami saling mencintai, tapi keluarga daddymu menentangnya, setelah kau lahir, kami pikir mereka bisa menerima mommy, perusahaan keluarga daddy hampir gulung tikar dan butuh sokongan dana, keluarga daddymu tega mengorbankan pernikahan putranya sendiri, memisahkan kita, mommy bukan orang kaya yang bisa membantu dalam bisnisnya, mommy hanya orang biasa, mereka mengambil hak asuh atas dirimu, mommy sangat sakit hati, tapi mommy tidak bisa melakukan apa-apa, kospirasi besar antara keluarga daddymu dan keluarga wanita itu, tidak tahu ceritanya daddymu tiba-tiba membawa pulang wanita itu bersama putranya. Saat daddymu menemui mommy, dia banyak bicara bahwa dia terpaksa melakukan hal itu karena keluarganya, dia juga tahu bahwa Mark juga bukan anak kandungnya, tapi sekarang mereka sudah memiliki anak lagi, dan sekarang mereka ingin kau membantunya untuk menyelamatkan bisnisnya dengan cara yang sama, mommy tidak ingin hal itu terjadi padamu, bagaimana anak-anakmu nanti, ini seperti karma''.
''Mom, aku tidak akan menuruti kemauan daddy, aku sudah katakan tadi''.
''Apa kau punya cara untuk menolaknya?, dan lagi apa kau menyukai wanita itu??.
''Aku akan memikirkan caranya, mommy tidak usah kuatir mengenai daddy, tentang gadis itu aku tidak tahu perasaanku padanya seperti apa, anak-anak tidak tahu kalau kami sudah bercerai, aku juga tidak tahu alasan kenapa dia tidak memberitahu mereka''.
''Bawa mom bertemu dengannya, mommy ingin melihat seperti apa wanita yang sudah mengorbankan masa depannya untuk memberikan cucu pada mommy''.
''Nanti setelah aku mengurus pekerjaan aku akan membawa mommy untuk bertemu mereka, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan lebih dulu''.
''Apa itu sangat penting, mommy tidak sabar ingin bertemu mereka''.
''Bukanya mommy ingin aku mengurus masalah daddy dulu''.
''Apa yang akan kau lakukan??
''Aku akan menghancurkanya''.