
Ken menuntun Arrumaisha duduk di kursi sofa di ruangan tengah, baru berjalan sebentar saja sudah membuatnya berkeringat. Tiga hari berbaring di rumah sakit dan tidak melakukan apapun, nyatanya membuatnya merasa lelah.
Saat selesai menyambut tadi, Ratna langsung pamit untuk bekerja lagi ke toko, dan yang lain melanjutkan pekerjaannya.
Ken menggenggam tangan Arrumaisha dengan lembut, mereka duduk di ruangan itu.
''Isha, aku.... ingin menjelaskan sesuatu padamu, dengarkan aku'', ucapnya
''Sejak sebelum menemuimu dan anak-anak, aku telah mengawasimu, dan setelah aku yakin dengan semuanya tentang anak-anak, aku memberanikan diri datang ke tempatmu. Isha aku telah membeli lahan di samping dan di belakang rumah toko yang kamu tempati bersama anak-anak, aku membangun lahan samping untuk memperluas tokomu dan lahan belakang ini aku membuatkan rumah untuk tempat tinggalmu bersama anak-anak, agar mereka bisa lebih leluasa, semua ini kulakukan bukan semata-mata karena aku ingin rujuk denganmu, tapi semua yang aku lakukan benar-benar tidak akan pernah sebanding dengan semua pengorbananmu, selama lima tahun ini aku benar-benar tidak tahu yang telah terjadi padamu, apa yang telah kau alami, aku tidak bermaksud menghinamu. Aku tidak ingin kau dan anak-anakku hidup menderita karena aku''. Ken menarik nafas dalam hampir tidak bisa melanjutkan bicaranya.
''Maaf aku tidak memberitahumu dari awal, aku tidak menerima penolakan untuk hal ini, mulai saat ini kau dan anak-anak adalah pemilik rumah dan toko ini, aku akan merenovasi tempat tinggal dan tokomu, aku akan menggabungkanya menjadi satu, sementara barang di tokomu akan dipindahkan ke ruko disampingnya dan setelah itu akan segera di renovasi, terserah nanti kau akan menggunakannya untuk apa''.
''Kau juga tidak perlu memikirkan tentang biaya gaji orang-orang yang bekerja disini, semua aku yang akan menanggungnya. Mulai sekarang kau tidak boleh bekerja terlalu berat, dan untuk dua bulan kedepan kau harus beristirahat dengan baik, aku akan mengawasimu, aku hanya ingin kau mempunyai waktu lebih banyak untuk anak kita. Untuk urusan toko aku telah meminta Aldo mencari karyawan yang bisa membantu Ratna di toko, aku mengangkatnya menjadi kepala toko, Aldo akan mengajarinya nanti, jadi kau tidak perlu mengurusnya sendiri''.
Arrumaisha tidak pernah menyangka pria ini akan melakukan semua ini, pria yang telah menghancurkan dirinya dan masa depannya, kini begitu peduli dengannya, Arrumaisha tidak tahu harus bagaimana, dia memang tidak bisa memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua anaknya, dia bertahan hidup untuk mereka. Arrumaisha ragu apakah ini hanya sebuah cara dia untuk mendapatkan kedua anaknya, dia akan mengambil hak asuh atas anaknya, pikirannya sangat rumit sekarang.
''Tuan, apakah semua ini anda lakukan, karena tuan menginginkan hak asuh atas anak-anak, aku memang tidak bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk mereka, tapi jika ini maumu, aku akan berjuang untuk mereka, aku ibu yang melahirkannya, aku tidak akan menyerahkan mereka pada tuan, mereka adalah semangatku hidupku, mungkin jika tidak ada mereka, aku sudah mengakhiri hidupku dari dulu, menyusul kedua orang tuaku, aku sudah bilang bahwa tuan boleh menemui mereka kapanpun, tapi tidak untuk mengambil hak asuh'', Arrumaisha berkata dengan suara bergetar dia memberanikan diri untuk bicara.
''Tidak Isha, bukan seperti itu, aku tidak ingin mengambil hak asuh mereka, kau jangan salah paham. Dari awal aku sudah mengatakan padamu aku ingin rujuk denganmu, memulai kehidupan yang baru denganmu dan anak-anak kita, aku tahu permintaanku tidaklah pantas, tidak peduli jawaban apa yang kau berikan padaku nanti, aku akan menerima semua keputusanmu. Dulu saat aku menceraikanmu, aku tidak memberikan apapun padamu, jadi aku melakukan ini karena aku ingin menebus semua kesalahanku padamu dan juga pada anak-anak, harusnya kau dan anak-anak tidak pernah hidup menderita, aku telah menelantarkan kalian. Aku.....''
''Mami,.... kenapa mami dan papa bertengkar??
Mereka berdua sangat kaget, tiba-tiba pria kecil itu sudah berdiri di dekat mereka. Kedua orang tua itu salah tingkah.
''Tidak sayang, kami tidak bertengkar, papa tadi hanya mengobrol dengan mami, ini tidak seperti yang kau lihat'', jelas Arrumaisha
''Benarkah, tadi aku mendengar mami sama papa berbicara keras'', jawab Ryuna.
''Hai jagoan sini, duduk dekat papa, apa kau sudah melihat-lihat, apa kau suka rumahnya??.
''Rumah ini sangat besar, ada kolam renangnya, apa aku boleh berenang pa?, tanya Ryuna.
''Ini rumah kalian, kau dan mami juga Be akan tinggal disini, kau bisa bermain sesukamu, apa kau bisa berenang??.
Ryuna menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban bahwa dia tidak bisa.
''Jangan kuatir, kapan-kapan papa akan mengajarkan padamu dan juga Be, tapi tidak sekarang karena ini sudah terlalu sore.
''Papa janji ya, akan mengajariku berenang''.
''Papa janji, oh ya apa kau tidak mau melihat kamarmu, ada di lantai atas''.
''Aku akan panggil Be dulu, bocah itu langsung berlari dengan senang mencari saudara kembarnya.
''Apa kau ingin beristirahat, kamarmu juga diatas, aku bawa kamu ke atas sekarang'', Ken langsung berdiri dan menggendong Arrumaisha ala bridal style.
''Aku bisa jalan sendiri'', tolak Arrumaisha
''Diamlah, untuk sekarang aku tidak akan mengijinkanmu naik turun tangga sendiri, tunggu sampai kau benar-benar sembuh'', ucapnya mengangkat tubuh ringan bagai kapas itu ke lantai atas.
Ken membawa Arrumaisha masuk ke sebuah kamar yang besar.
''Apa yang kau makan, tubuhmu sangat ringan'', tanya Ken saat membaringkan Arrumaisha di ranjang
Arrumaisha tidak menjawab, memalinkan mukanya.
''Apa kau mau mandi, aku akan siapkan air hangat untukmu, tunggu sebentar'', Ken melangkah ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat.
Arrumaisha heran dengan mantan suaminya, bagaimana pria itu bisa berubah menjadi sangat baik dan peduli padanya, meskipun dia telah mendengar sedikit cerita Ken yang tidak jadi menikahi tunanganya, lantas itu tidak membuatnya percaya begitu saja. Arrumaisha yang sekarang memang tidak mudah percaya dengan orang lain, atau lebih tepatnya dia sangat berhati-hati.
''Mami.....,apa mami diatas??, teriak Ryuna
Aldo tidak berani mengikuti kedua anak itu ke lantai atas, karena lantai atas khusus untuk keluarga mereka.
''Kalian hati-hati naik tangganya, tidak usah terburu-buru''. Uncle tunggu disini ya.
''Mama....'',panggil Be lagi,
''Mama disini sayang!!
Melihat pintu yang terbuka, kedua anak itu langsung masuk
''Mami...., apakah ini kamar kita???
Ken keluar dari kamar mandi, dan langsung menjawab pertanyaan mereka.
''Ini kamar mama, kamar kalian disana, papa temani kalian lihat, biarkan mama mandi dulu''.
''Isha kau bisa mandi sendiri kan, atau kau butuh bantuanku???, goda Ken
''Isha membeliakkan matanya, aku bisa sendiri''.
Ken tersenyum mengoda, ''Baiklah, jangan terlalu lama, jahitanya belum kering, jangan sampai kena air''.
''Aku tahu''.
''Ayo kita lihat kamar kalian seperti apa'', Ken membawa kedua anaknya keluar dari kamar, dan membiarkan Arrumaisha membersihkan diri.
''Ini kamar siapa ya ayo kita lihat, Ken membawa kedua anak masuk ke sebuah kamar yang ada di depan kamar mamanya.
''Waahhhh.....papa ini kamar Be kan ada gambar princessnya'', ucap gadis kecil itu begitu senang
''Apa kau suka sweetheart??
''Apakah ini benar-benar untuk Be?
''Tentu saja ini kamar untuk Be, mulai sekarang kalian harus belajar tidur di kamar kalian sendiri, mama belum sembuh dan harus istirahat, kalian berani tidak tidur di kamar sendiri??
''Berani, terimakasih papa'', ucap gadis itu memeluk papanya
''Sekarang ayo kita lihat kamar satunya, mereka masuk ke kamar satunya.
''Ini kamarku kan pa???
''Iya ini kamar untuk jagoan mama dan papa''.
''Bagaimana papa tahu aku suka superman??
''Kenapa kau menyukai superman???
''Karena aku ingin kuat seperti dia sehingga bisa menjaga Be dan juga mami'', jawab bocah kecil itu
''Papa bangga padamu, kau memang harus menjaga mami dan saudaramu, dan sekarang waktunya kalian mandi''.
''Let's go!!!!