Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
24.



Setelah mengurus semua administrasi, Ken mengendarai mobilnya membawa mantan istrinya dan kedua anak kembarnya pulang. Dalam perjalanan kedua anak itu tertidur.


''Tidurlah, perjalanan kita masih jauh, nanti saat sampai aku akan membangunkanmu'', ucap Ken.


''Terimakasih, maaf sudah banyak merepotkanmu'', ucap Arrumaisha yang duduk di samping kemudi.


''Jangan sungkan'', balasnya.


Banyak pertanyaan di benak Arrumaisha tentang mantan suaminya, tentang siap dia, dari mana asalnya yang tidak pernah Arrumaisha tahu, mungkin dulu dirinya yang bodoh tidak mencari tahu informasi tentang mantan suaminya, namun dia tidak berani untuk bertanya, suasana menjadi canggung setiap kali mereka berdua saja, dia memilih untuk menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata, menuruti mantan suaminya. Perlahan mata sayu itupun tertutup dan bernafas teratur.


Ken tersenyum saat melihat wanita yang tidur disampingnya, menurutnya mantan istrinya begitu lembut apalagi saat tidur. Saat tadi Ken mengurus administrasi, ternyata mantan istrinya telah mendeposit lebih dulu, Ken agak kecewa, sebenarnya dia bisa menanggung biaya yang dikeluarkanya, baginya bukanlah tentang uang, dirinya benar-benar tulus ingin membalas semua perlakuannya pada mantan istrinya dan juga kedua anak kembarnya di masa lalu. Semua yang dia lakukan mungkin tidak akan pernah sebanding, tapi setidaknya dia ingin menunjukan padanya bahwa dirinya saat ini sangat peduli pada mantan istrinya dan juga anak-anaknya. Waktu memang tidak akan pernah bisa di putar kembali, tapi dia berharap masih ada kesempatan untuk di maafkan.


Ken mengambil ponselnya, menghubungi seseorang.


''Apa kau sudah siapkan semua?? sebentar lagi aku sampai'', tanya Ken langsung


''Semua sudah siap tuan, saya sudah melakukan seperti yang tuan minta'', jawabnya orang itu.


''Baiklah trimakasih'', Ken mematikan ponselnya dan kembali fokus berkendara.


Setelah menempuh hampir dua jam perjalanan, akhirnya mereka sampai, namun melihat anak dan mantan istrinya masih belum bangun Ken pun tidak tega membangunkannya.


Kendaraan itu berhenti di depan toko Arrumaisha yang tutup, saat Arrumaisha merasa kendaraan yang ditumpanginya berhenti, ai membuka matanya, dan melihat saat ini sudah berada di depan rumah tokonya yang terlihat kecil, bangunan disebelahnya lebih luas dan cat nya begitu kontras jika dibanding dengan tokonya, bahkan rukonya bisa di bilang tak terlihat, sesaat Arrumaisha mengingat kata-kata Ratna tentang tokonya yang mungkin pelangganya akan berpindah jika toko di samping rumahnya sudah di buka, namun dia segera tersadar bahwa rejeki tidak akan tertukar.


''Sudah bangun ya, maaf aku tidak tega membangunkanmu dan anak-anak, jadi aku menunggumu bangun'', ucap Ken membuat Arrumaisha malu, saat tadi mereka keluar dari rumah sakit dia pura-pura tidur, karena merasa canggung, tapi akhirnya tertidur dengan pulas hingga sampai rumah. Obat yang di minumnya benar-benar membuatnya mudah terlelap.


''Iya, aku akan turun dulu'', namun saat Arrumaisha hendak membuka pintu, tangan kananya seperti di tarik hingga jarak mereka begitu dekat.


''Apa yang kau lakukan'', mata Arrumaisha membelalak.


''Jangan turun, kita tidak akan lewat sini, aku ada kejutan untukmu dan anak-anak'', ucap Ken lembut.


''Kita mau lewat mana???, tanyanya


''Tunggu sebentar, aku bangungkan anak-anak dulu'', Ken segera membangunkan kedua anaknya, kedua anak itu menggeliat bangun.


''Apa kita sudah sampai pa??, tanya Ryuna


''Iya kita sudah sampai, papa ada kejutan untuk kalian berdua dan mama''.


''Kejutan apa pa??, tanya gadis kecil itu dengan antusias.


''Nanti kalian lihat sendiri'', Ken kembali menyalakan kendaraannya belok ke jalan kecil samping rumah toko milik Arrumaisha.


''Kita mau kemana pa??, gadis kecil itu benar-benar tidak sabar dan penasaran.


Ken berhenti di depan pintu gerbang, seseorang membuka pintu gerbang Ken langsung melajukan kendaraannya masuk.


''Ini rumah siapa pa??? tanya Ryube terkagum dengan rumah berlantai dua yang besarnya berkali-kali jika di bandingkan dengan rumah yang dia tempati selama ini bersama mama dan saudaranya.


''Kenapa kita kesini pa??, tanya Ryuna


''Ayo kita turun'', ajak Ken.


''Ini rumah siapa??, tanya Arrumaisha


''Ini rumah kita'', jawab Ken dengan santai


Arrumaisha terdiam, ''apa maksudnya kita??, gumanya dia tetap diam di tempatnya.


Ken membuka pintu untuk kedua anaknya, mereka segera turun bergantian, kemudian Ken berjalan memutari mobil membuka pintu untuk mantan istrinya, Arrumaisha tampak ragu.


''Ayo turun perlahan, aku akan membantumu, pelan-pelan saja jalanya'', ucap Ken memapah Arrumaisha.


''Anak-anak jalan kesini ikuti papa'', panggilnya, kedua anak itupun mengikuti Ken berjalan ke depan pintu rumah, mereka masih tidak tahu.


Terdengar seseorang membuka pintu rumah yang lebar, nampak mbak Ratna dan Aldo serta empat orang yang memakai baju yang sama layaknya pelayan di rumah orang-orang kaya berdiri menyambut kedatangan mereka.


''Selamat datang tuan dan nona, selamat datang Be - Yuna'', ucap Aldo menyambut kedatangan mereka.


''Slamat datang mbak Arrum, semoga lekas sehat, halo Be, halo Yuna'', sapa mbak Ratna dengan gembira.


Keempat orang itu ikut mengangguk ''slamat datang tuan dan nyonya'', ucapnya hampir bersamaan.


Ken membawa Arrumaisha dan kedua anaknya masuk ke dalam rumah barunya. Arrumaisha melirik ke Ratna meminta penjelasan.


''Selamat datang di rumah baru kalian, papa menyiapkan ini untuk kalian dan mama, mulai saat ini kalian akan tinggal disini'', ucap Ken tegas.


''Ini rumahnya papa ya?? papa tinggal disini??, Be tidak tahan ingin tau dan bertanya.


''Ini rumah kalian dan mama'', ucap Ken lembut


''Apa kalian mau melihat-lihat, uncle akan ajak kalian berkeliling mau tidak??, ucap Aldo


''Aku mau uncle'', kedua anak itu mengikuti Aldo, Aldo membawanya kebelakang mereka melihat ada kolam renang yang tidak terlalu besar dan juga halaman belakang lebih luas dari halaman depan yang bisa di pakai untuk bermain bola. Disana juga ada arena trampolin, kolam ikan dan taman bunga.


''Apa aku boleh bermain bola dan berenang disini, uncle?? tanya Ryuna, dari tadi anak itu diam dan hanya mengikuti saja.


''Tentu saja ini rumah kalian, papa kalian yang membangun rumah ini untuk kalian tinggal bersama mama'', jawab Aldo.


''Benarkah, Be dan Yuna sama mama boleh tinggal disini??, tanya Be


''Iya Be, ini rumah Be dan Ryuna juga mama'', jelasnya ''apa kalian berdua tidak senang punya rumah yang bagus dan nyaman seperti ini'', ucap Aldo.


''Tentu saja kami senang, kami bisa bermain di luar rumah'', terimakasih uncle jawab Ryuna.


''Bilang trimakasihnya sama papa dong, uncle cuma membantu saja''.


''Aku mau ke papa dulu'', kedua anak itu berlari mencari papanya.