Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
79.



Arrumaisha merasa badanya tak bisa bergerak, perlahan ia membuka matanya, semalam ia tidur sangat larut, hingga cahaya matahari itu menembus jendela kamar villa, ia baru bangun, tangan kananya tertindih kepala putrinya yang memeluk lehernya dan masih begitu lelap, ia merasa kakinya seperti terikat, ada dua tangan mungil mendekap kakinya, dan sebuah tangan kuat memeluk pinggangnya dengam erat, seakan tak ingin melepaskanya, deru nafasnya begitu tenang berhembus di balik punggungnya, seingatnya ia semalam tidur diantara kedua anaknya, tapi pagi ini ranjang di kamar villa itu terasa penuh sesak. Arrumaisha berusaha menyingkirkan tangan yang memeluk pinggangnya, akan tetapi tangan itu malah semakin erat memeluknya.


''Apa yang kau lakukan, aku tak bisa bergerak!!, kenapa kau bisa tidur disini????l"


''Sebentar saja, ini sangat nyaman, kalau tidak disini aku harus tidur dimana, semua kamar sudah penuh'', jawabnya sembari menyesap punggung Arrumaisha yang membuatnya meremang'' tanganya langsung meremas gundukan kenyal milik Arrumaisha hingga terpekik.


''Hentikan Ken!!!, anak-anak bisa terbangun dan melihat'', tolaknya sembari menyinkirkan tangan mantan suaminya yang mulai tak terkendali, dan pria itu terus saja menyesapi punggung Arrumaisha, ia menggeliat geli dan kedua anaknya perlahan terbangun.


''Mami...!!! panggilnya


''Sayang bisa kau lepaskan kaki mami, mami tidak bisa bergerak, kenapa kau bisa tidur di bawah kaki???, ucapnya pada putranya, pria kecil itu perlahan melepaskan kakinya dan beranjak memeluk mamanya sehingga membuat Ken melepas pelukannya, ia hampir jatuh ke lantai karena pria kecil itu lansung menindihnya dan menggeser posisinya berbaring diantara mereka.


''Aku tidak tahu kenapa bisa tidur di bawah kaki mami'', jawabnya dengan malas ia terlihat masih mengantuk.


Ken diam, dialah yang memindahkan putranya tidur di bawah kaki, ''kau membuat papa hampir jatuh ke lantai'', ucapnya sembari bangun dan bersandar di ranjang.


Putranya itu langsung mencium rambut mamanya dan mencium pipi sang mama, ia tak menghiraukan ucapan papanya, ''mami rambutmu sangat harum, aku sangat rindu bisa tidur bersama mami'',ucapnya


''Kau sudah besar, masih saja ingin tidur dengan mami'', ucap Ken sembari memperhatikan putranya, tingkahnya hampir mirip dengannya, jika putranya itu menyukai aroma rambut mamanya, Ken juga suka dengan aroma tubuh mantan istrinya, akhir-akhir ini Ken memang sangat agresif pada mantan istrinya, ia tak segan memeluk dan mencium mantan istrinya terlebih sejak pergi berkencan dan mantan istrinya mau menerimanya kembali, ia suka menghirup aroma tubuh kurus itu dan menyesapnya, ia merasa nyaman berada disisinya, sejak kejadian penembakan kekasihnya, Ken sering tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia selalu teringat kejadian itu, akan tetapi setelah bertemu dengan mantan istrinya sedikit-demi sedikit ia bisa melupakan kejadian yang merenggut nyawa tunanganya. Ken seperti menemukan obat penenang rasa sakitnya di kianati.


''Aku tahu, aku hanya rindu mami, sejak tinggal di rumah baru, aku memiliki kamarku sendiri, tidak pernah tidur bersama mami, nanti kalau aku mempunyai seorang adik, aku akan berbagi kamar dengannya, kamarku kan luas'', ucapnya penuh harap.


''Apa jagoan papa sangat ingin punya adik???, tanya Ken


''Ya, bolehkah?, jawabnya penuh harap.


Arrumaisha hanya diam saja, ia sangat malas ketika kedua anaknya mulai mengungkit keinginanya ingin memiliki seorang adik, Arrumaisha sangat trauma dengan kehamilan mereka dulu, rasanya tak ingin hamil lagi.


''Degarkan papa, hari ini mama dan papa akan menikah'', ucap Ken serius, dia ingin memberitahu kedua anaknya.


''Kenapa menikah??, papa dan mama belum menikah??, bagaimana kami dilahirkan??, tanyanya tidak mengerti.


''Papa dan mama sudah menikah akan tetapi sudah lama berpisah, kau tahu selama ini papa dan mama hidup berjauhan, jadi kami akan menikah sekali lagi, kita akan hidup bersama selamanya tidak berjauhan lagi'', ucapnya.


''Benarkah, papa tidak akan meninggalkan kami lagi???, apa akan ada pesta pernikahan??, sahut gadis kecil itu, sedari tadi ia sudah terbangun namun enggan membuka mata dan mendengarkan percakapan mereka.


''Tentu, tapi bukan pesta yang besar, karena tamu kita tidak banyak, mama tidak mengundang siapapun, ada teman grandma yang akan datang, dan juga beberapa teman kerja papa'', jelas Ken.


''Grandma bilang orang dewasa boleh menikah, hidup bersama-sama, susah atau senang bersama dan boleh memiliki anak-anak , apa mama dan papa akan seperti itu???, tanya gadis kecil itu antusias, gadis itu masih mengingat nasehat neneknya.


''Tentu saja, putri papa sangat pintar, sekarang kita harus segera bersiap, karena sebentar lagi perias akan datang untuk merias mama dan putri papa, honey cepatlah mandi, perias akan segera datang'', seru Ken terlihat begitu bersemangat.


''Bagaimana dengan pakaian pestaku, Be ingin terlihat cantik seperti mama??, ucapnya se


''Be kau sudah cantik sayang, kamu putri mama paling cantik, mau cantik seperti apa lagi??, ucap Arrumaisha sembari membelai rambut coklat milik putrinya.


'' Benar, kamu putri papa dan mama yang paling cantik, segeralah mandi papa sudah menyiapkan semua untukmu'', ucapnya lagi


***


Hari sudah beranjak siang, Arrumaisha sedang bersiap dan mencoba beberapa gaun yang akan dikenakan, yang dibawakan seorang desainer terkenal di Pulau sebrang, perias juga sudah merias calon pengantin menjadi natural dan sangat cantik, sementara kedua anaknya sudah terlebih dulu bersiap, Ken sendiri sedang turun menyambut beberapa tamunya yang datang dari ibukota.


''Isha, apa kau sudah siap???, seru Reisa yang menghampirinya, ''penghulunya sudah datang'', serunya lagi. ''Waaahhh kau membuatku tak mengenalimu, sangat cantik, sempurna'' , pujinya


''Apa ini terlalu berlebihan, kami hanya akan rujuk''.


''Rujuk kalian sudah melewati batas, ini namanya menikah kembali??, kau terlihat cantik tapi tetap natural, aku yakin suamimu tidak akan tahan melihatmu seperti ini, setelah ini pasti kami akan disuruh segera kembali pulang'', ucap Reisa


''Kau terlalu berlebihan Rei, kau harus menikmati liburan dan kencan berdua disini''.


''Besok lusa aku harus kembali bekerja, tidak bisa lama-lama disini, lagi pula kau sudah ada suami, apa perlu besok aku bawa pulang anak-anakmu???,


''Apaan sihh''.


''Agar tidak mengganggu bulan madu kalian'', serunya sembari tertawa.


''Kau ini, kapan kau dan Aldo akan menikah??,


Reisa tidak menjawab, dia hanya mengangkat bahunya tanda ia belum tahu, meski sudah ada pembicaraan kecil tentang menikah, tapi belum sejauh itu.


''Aku kan baru jadian, masa langsung menikah'', ucapnya.


''Kalau sudah menemukan yang cocok, kenapa harus menunda''.


''Aku ingin lulus dulu, sekarang masih sibuk''.


Arrumaisha terdiam, Rei apa aku harus menikah sekarang ini sangat tiba-tiba'', ucapnya.


''Apa kau masih ragu, Al bilang sudah lama suamimu menyiapkan ini, bahkan Al harus menyusun daftar kencan kalian, kurasa dia sangat sungguh-sungguh padamu, sudahlah jangan pikirkan apapun, sekarang kau harus hidup bahagia, jangan lupa baca dengan benar surat perjanjiannya sebelum kau menandatanganinya, jangan sampai merugikanmu, ayo turun semua sudah menunggumu''.


Reisa membantu sahabatnya menuruni tangga, kedua anak kembarnya berada di belakang memegangi gaun mamanya, semua sudah menunggu di halaman villa.


'' Isha kau sangat cantik, pantas kakaku jatuh cinta untuk kedua kalinya padamu, selamat ya'', ucap Lily, dia mengandeng tangan iparnya membantunya berjalan ke halaman villa.


''Terimakasih Lily, ku harap kau juga bahagia''.


Saat keluar dari dalam villa, semua langsung melihat ke arah Arrumaisha, seketika Ken menghentikan perbincanganya dengan pengacaranya dan beberapa rekannya.


Ken diam terpaku melihat mantan istrinya sedang berjalan kearahnya, dia terlihat begitu cantik mempesona, sesaat dia merasa sangat bodoh dan menyesal saat dulu melepaskannya, wanita cantik yang begitu kuat bertahan dalam semua penderitaanya, dan semua berawal dari dirinya.


''Tuan, sambutlah nona!!!, seru Aldo yang berdiri disampingnya.


Ken tersadar dari lamunanya, ia segera berjalan menghampiri mantan istrinya dan menyambut tanganya dengan senyum puas ''Honey kau sangat cantik'', pujinya tulus