
Kring.... kring... kring.....
Kring.... kring... kring
bunyi ponsel Arrumaisha berkali-kali, Arrumaisha sedang di kamar mandi, ia segera bergegas keluar. Di liatnya panggilan masuk dari sahabatnya yaitu Reisa, ia segera menekan tombol hijau dan terdengar suara tak sabar sahabatnya.
''Halo Isha apa kau sudah tidur, kenapa lama sekali tidak kau angkat'', suara Reisa dari sambungan telepon.
''Maaf, tadi sedang di kamar mandi, bagaimana kabarmu??, sudah lama tidak menelfon'', tanya Arrumaisha.
''Aku baik, kau sendiri bagaimana? bagaimana kabar keponakanku??, tanya Reisa antusias.
''Mereka baik, berkunjunglah kesini kalau kau sedang tidak bekerja''.
''Iya kapan-kapan aku kesitu kalau libur, Isha apa benar adik mantan suamimu mengunjungimu kesana'', tanya Reisa penasaran
''Iya, tahu darimana??.
''Dokter Fahri yang cerita, beberapa hari lalu sepulang dari seminar diibukota, saat keluar dari bandara dia bertemu dengan Aldo asisten suamimu, katanya mau menjemput adiknya bos gitu, apa kalian akan rujuk, kenapa keluarganya satu-persatu datang dan tinggal bersamamu''.
''Entahlah aku tidak tahu Rei, menurutmu aku harus bagaimana???
''Isha jika itu baik untukmu dan anak-anak, maka lakukanlah, jangan menanggung beban hidupmu sendiri''.
''Aku takut Rei, kami tidak pernah saling mencintai, bagaimana kami akan menjalani kehidupan setelahnya??.
''Isha, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi hidup sendiri dan membesarkan dua anak, pasti itu berat untukmu, apa kalau tidak rujuk kalian akan tinggal bersama selamanya dan membohongi kedua anakmu, anak-anak akan semakin besar, suatu saat mereka pasti akan tahu''.
''Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana Rei, aku tidak ingin mengulang kehidupan ku yang dulu'', jawab Arrumaisha lelah, dia hampir tidak pernah bercerita tentang kehidupanya kepada siapapun, ia menanggung sendiri tanpa tahu harus mengadu pada siapa, dia tidak pernah mengeluh meskipun harus hidup kekurangan.
''Isha, aku tahu kau kuatir, tapi pikirkan dengan baik, jika seandainya kalian tidak rujuk, kalian tidak mungkin hidup bersama dalam satu atap selamanya, jika kau menikah lagi dengan laki-laki lain, belum tentu laki-laki itu bisa menerima kedua anakmu, yang ada malah menambah masalah baru, sekarang kau lihat bagaimana sikap dan tanggung jawab mantan suamimu, meskipun kalian dulu tidak pernah saling mencintai, tapi setelah dia tahu kau melahirkan anak-anaknya, kurasa dia bisa berubah, dia memprioritaskan anak-anakmu dan bahkan meminta rujuk dan mendukungmu memulai usahamu sendiri, Isha aku belum pernah menikah dan memiliki anak, aku hanya bisa memberimu saran, apa kau tahu kalau dokter Fahri masih mengharapkanmu, tapi dia juga tak ingin egois memaksakan keinginannya, dia juga memikirkan anak-anakmu, jika kau memilih rujuk dia akan berhenti berharap padamu lagi, tapi jika kau menolak rujuk dia akan menunggu sampai kau menerimanya".
"Apa, bagaimana kau tahu?
"Dokter Fahri bilang sendiri padaku, meskipun dia sangat berharap kau akan membuka hati untuknya, tapi dia bilang anak-anak akan lebih baik tumbuh besar bersama kedua orang tua kandungnya, Isha jangan memberikan harapan pada dokter Fahri, jika kau tidak bisa menerimanya, aku takut dia akan terluka dan tidak ingin menikah", ucap Reisa
''Rei kau tahu aku sudah pernah menolaknya, aku juga berharap dia segera menemukan wanita yang baik dan pantas untuknya, aku tidak pernah memberi harapan padanya'', jelasnya, saat itu ketika dokter Fahri mengutarakan isi hatinya, Arrumaisha langsung menolak, karena dia tahu dirinya merasa tak pantas untuk dokter Fahri yang baik.
''Iya aku tahu, tapi kenyataannya dia masih menunggumu!!!!
''Rei aku tidak bisa melarang orang untuk menyukaiku, kenapa kalian tidak jadian saja??? kalian punya profesi yang sama dan bisa bekerja di rumah sakit yang sama, tiap hari bertemu, tidak perlu berjauhan''.
''Isha, kau ini, aku sudah pernah bilang padamu, aku tidak ingin punya suami dokter, lagipula yang dia sukai itu kau bukan aku, kita tidak pernah saling mencintai, bagaimana bisa kau terus menjodohkan aku dengannya.
''Lalu bagaimana denganku, jika kami rujuk diantara kami juga tidak ada cinta''.
''Isha, untuk masalahmu itu berbeda, kalian sudah memiliki anak-anak yang cantik dan tampan juga pintar, itu wujud cinta kalian yang harus kalian perjuangkan, mungkin dulu kalian memang tidak saling mencintai, seiring berjalannya waktu mungkin cinta kalian akan tumbuh dengan sendirinya''.
Untuk sesaat mereka terdiam tidak ada pembicaraan.
''Ya, aku masih mendengarkanmu''
''Ya sudah, pikirkan dengan baik, apapun keputusanmu, ku harap kau memutuskan kebaikan untuk semua, aku hanya ingin kau dan anak-anakmu bahagia, kita hanya bisa menjalani dan berusaha yang terbaik, kalau memang mau rujuk kalian bisa membuat surat perjanjian pra nikah yang menyangkut hak asuh atas anak-anak, kau sudah berjuang sendiri melahirkan dan merawat si kembar, aku juga tidak rela jika dikemudian hari terjadi sesuatu pada hubungan kalian, kau kehilangan hak atas mereka, jadi kupikir tidak ada salahnya perjanjian itu di buat untuk berjaga-jaga, selebihnya serahkan semua pada yang di atas, ini sudah malam, aku tutup dulu ya!!!
''Baiklah, terimakasih saran dan nasihatmu Rei''.
''Oh ya Isha ngomong-ngomong adik mantan suamimu itu laki-laki atau perempuan???
''Perempuan, kenapa???
''Ahhhh, tidak apa-apa, aku hanya sedikit penasaran saja'', Reisa tidak tahu jika adik yang di jemput Aldo adalah seorang perempuan. Tidak tahu kenapa hatinya sedikit kecewa dengan Aldo, ada sedikit kekuatiran dalam hati Reisa, mereka baru saja bersama, dan kini hadir wanita lain yang mungkin dekat dengan kekasihnya itu.
''Dia sedang ada masalah dengan keluarganya, dan kabur ke ibukota mencari Ken, lalu Ken memintanya datang kesini, kemarin memang Aldo yang menjemputnya di bandara'', jelas Arrumaisha.
''Kenapa dia kabur???
''Aku tidak tahu, Ken hanya bilang kalau ini ada hubungannya dengan perjodohan dirinya, dan sekarang Lily harus menggantikanya''.
''Namanya Lily, apa dia cantik??? tanya Reisa
''Ya dia cantik, mainlah kesini nanti kau akan tahu, dia hampir seumuran dengan kita'',
''Iya, nanti kalau aku libur main kesitu lagi, aku kangen makan kue buatanmu, salam untuk anak-anak ya, selamat malam Isha''.
''Selamat malam dan selamat istirahat Rei, sekali lagi trimakasih'', ucap Arrumaisha mengakhiri pembicaraan di telefon.
Baru saja Arrumaisha menaruh teleponya, Ken masuk ke kamar dan membopong putrinya yang sudah tertidur. Ken membaringkan putrinya di ranjang dengan hati-hati.
''Apa Ryuna juga sudah tidur??? tanyanya pada Ken.
''Dia masih belajar dengan Aldo, besok mereka kan tidak harus kesekolah, oh ya besok Lily ingin mengajak anak-anak pergi main, aku harap kita bisa pergi bersama'', ucap Ken lembut sebenarnya Ken dari tadi sudah berdiri di depan pintu kamar, dia mendengar saat Arrumaisha sedang bicara di telefon, dan tak ingin mengganggunya.
''Mau main kemana???
''Sebenarnya Lily ingin ke pantai, tapi anak-anak ingin main di tempat permainan yang dulu kita kunjungi bersama''.
''Baiklah kita pergi bersama, sekalian mengunjungi Reisa, kau tidak keberatan kan??
''Tidak masalah, apa kau juga ingin mengunjungi dokter Fahri'', dia juga sahabatmu kan???, Ken menekan kata sahabat, dia ingin tahu bagaimana reaksi mantan istrinya.
''Aku tidak membuat janji dengannya, Reisa juga tidak tahu jika besok kita akan berkunjung, dia tidak ada keluarga disini, apa kau keberatan???.
''Tidak masalah, asal kau senang nona'', ucap Ken dan membuat Arrumaisha tersenyum senang.
Ken merasa senyum mantan istrinya membuatnya berdebar, mata mereka saling memandang begitu lama seolah mata mereka berbicara.