
Pagi hari yang cerah, cahayanya menerobos masuk ke dalam mobil dimana Ken tidur didalamnya, membuat Ken bangun lebih pagi. Dia keluar dari mobil dan berlari-lari kecil, badanya terasa sakit semua karena posisi tidur yang tidak nyaman, semalam Ken tidur di dalam mobil yang di parkirkan di halaman depan toko Arrumaisha, dia mendongak ke lantai atas toko Arrumaisha ternyata lampu dapur sudah menyala terang, bau harum masakan Arrumaisha masuk ke hidung mancung Ken. Sejenak Ken berfikir tentang mantan istrinya, semalam dia tidur larut malam untuk menyiapkan semua dan sekarang dia bangun sepagi ini untuk memulai aktivitasnya, jelas wanita itu kurang waktu untuk istirahat, demi mencukupi kebutuhan diri dan anak-anaknya, dada Ken berdesir, entah kenapa dia merasa sakit di dada melihat kenyataan kehidupan mantan istri dan anak-anaknya, berjuang tanpa mengeluh.
Ken menyesalinya, andai dia tidak egois dan serakah tentu tidak akan terjadi pernikahan yang hanya menguntungkan baginya, andai dia tidak menikahinya mungkin tidak akan menuntut haknya sebagai suami dan membuat wanita itu hamil sehingga kehilangan masa muda dan masa depannya, mengubur cita-citanya serta harus hidup sesusah ini, tapi sejenak Ken tersenyum andai saja semua itu tidak terjadi tentu juga dia tidak akan memiliki anak-anak yang manis dan lucu yang mewarisi gen miliknya, yang membuatnya menyadari kekhilafanya. Bahkan mungkin hidupnya akan semakin hancur, karena tidak tahu arah, hidupnya hanya dihabiskan untuk bekerja, pergi ke bar dan bersenang-senang, menghamburkan uangnya untuk hal yang merusak dirinya. Bahkan dia harus meminum obat penenang agar bisa tidur. Bayangan Rachel yang sedang bercinta bersama saudara tirinya, dan meninggal di depan matanya dengan peluru menembus dada, membuatnya depresi hingga beberapa tahun lamanya. Hingga dia merasa berhalusinasi seperti mimpi selalu melihat anak kembar yang selalu memanggilnya, dan sekarang itu adalah sebuah kenyataan.
''Uwaaaa hik... hik.... papa...papa'', suara tangisan seorang gadis kecil dari lantai atas toko terdengar memecah pagi ini, Ken buru-buru naik ke lantai atas untuk menemui putrinya kembali.
''Pagi Be, kesayangan mama sudah bangun kenapa menangis!!, Arrumaisha meraih putrinya dan memeluknya menenangkan putrinya.
''Mama papa hilang, papa tidak ada di kamal'', hik....hik... kata Ryube.
''Papa keluar sebentar, lagi olah raga pagi, makanya Be jangan suka bangun siang!!.
''Papa tidak ninggalin Be lagi??, tanyanya dengan ingusnya keluar mendongak pada mamanya.
Tak berapa lama Ken datang
''Halo Sweetheart, sudah bangun ya, papa dengar ada yang mencari papa!!
''Papa....!!,panggilnya manja sambil mengulurkan kedua tanganya.
Ken segera meraih putri kecilnya, memeluknya dan menciumnya.
''Pagi Isha!!, sapa Ken yang dibalas dengan anggukan oleh Arrumaisha.
''Papa kemana??, kenapa tidak ajak Be?.
''Papa di bawah sayang, udara pagi di sini segar''.
''Apa jagoan papa belum bangun, ayo kita lihat dulu!!, ucap Ken berjalan ke kamar untuk melihat putranya sambil mengendong putrinya.
Ken tertegun melihat putranya masih terlelap.
''Bagaimana kalau putri papa mandi dulu, hari ini mau tidak diantar papa ke sekolah??, tanya Ken dan diangguki oleh putrinya.
''Let's go....'', Ken segera keluar kamar dan bersiap memandikan putrinya.
Arrumaisha melihat keakraban putrinya Ryube dengan papanya, benar-benar tidak bisa ditinggal papanya sebentar saja. Putrinya itu benar-benar mewarisi wajah papanya bisa dibilang duplikat versi berbeda. Dia merasa tidak enak pada mantan suaminya, semalam harus tidur di dalam mobil, mau bagaimana lagi, rumahnya tidak ada tempat untuk tamu beristirahat, lagi pula selama ini dia tidak pernah kedatangan tamu, apalagi sampai menginap.
Sarapan telah tersaji di meja, setelah memandikan putrinya dan membangunkan putranya, Ken juga segera bersiap untuk mengantar putra putrinya pergi ke sekolah. Seperti semalam mereka duduk mengelilingi meja dan duduk di lantai.
''Mama, papa bilang mau ngantelin kita ke cekolah'', seru Ryube.
''Benarkah'', tanya Arrumaisha sambil melihat ke arah mantan suaminya.
''Iya, mulai sekarang aku yang akan mengantar dan menjemput mereka, bolehkan?
''Apa tidak apa-apa? saya tidak ingin merepotkan anda tu...an!!, ucap Arrum terbata dia tidak tahu harus memanggil apa pada mantan suaminya, terlebih di depan anak-anaknya.
Arrumaisha terdiam sesaat, dia tidak sepenuhnya percaya pada mantan suaminya, takut kalau kedua anaknya di bawa kabur, namun kemudian Arrumaisha menepis pikiran buruknya.
''Apa Ryube sama Ryuna, mau diantar papa ke sekolah???
''Iya ma, bolehkan??, kata Ryuna.
''Tentu saja, kalau begitu segera habiskan sarapan kalian!!
Setelah selesai sarapan Ken menggendong putrinya menuruni tangga, dan Arrumaisha mengandeng putranya.
Ken membuka pintu mobil dan mendudukan Ryube di belakang kemudi, kemudian berputar membuka pintu satunya untuk putranya, lalu berputar dan duduk di kursi kemudi menyalakan mobilnya.
Arrumaisha melambaikan tangan saat kedua anak kembarnya melambaikan tangan padanya. Mereka terlihat seperti keluarga yang utuh dan lengkap.
''Apa ini mobil papa?, tanya Ryube
''Papa naik mobil, bukanya papa naik pecawat?? seru Ryuna.
Ken terdiam mendengar pertanyaan putranya namun kemudian tersenyum.
''Papa memang datang ke sini naik pesawat sayang hanya sampai bandara saja, terus kesininya naik mobil'', jelas Ken pada kedua anak kembarnya itu.
''Papa, Be ingin naik pecawat juga''.
''Aku juga mau naik pecawat'', seru Ryuna, ''tapi sama mami juga''.
''Nanti papa ajak kalian naik pesawat, kalian mau kemana???
''Mami bilang sangat ingin mengunjungi kakek dan nenek, katanya sudah lama tidak pernah mengunjunginya'', ucap Ryuna
''Ken terdiam sesaat mendengar ucapan putranya, setahunya kedua orang tua mantan istrinya sudah meninggal saat mantan istrinya masih kecil dan dia dibesarkan oleh keluarga pamanya yang justru menjebak dalam pernikahan denganya. Sejenak Ken berpikir tentang kakek dan nenek, orang tua Ken telah bercerai, mommy memilih hidup sendiri dan mengelolah rumah sakit keluarganya, dan daddynya menikah lagi. Mama tiri Ken memiliki anak sebelum papanya bercerai dengan mommy Ken yaitu Mark saudara tiri Ken, dan kemudian mereka menikah dan memiliki anak perempuan.
''Nanti kalau mami sudah tidak sibuk ya, kita mengunjungi kakek dan nenek kalian''.
''Yeaahhh, dimana rumah kakek dan nenek Be, apa cangat jauh kenapa mami tidak pelnah mengajak kami kecana'', ucap Be
''Karena kalian masih kecil, mama pasti repot mengurus kalian, tapi sekarang papa sudah pulang, kita akan mengunjunginya bersama nanti.
Tak berapa lama mereka sampai di sekolah.
''Dengar anak-anak, kalian sekolah yang rajin tidak boleh nakal, buatlah mama dan papa bangga padamu, nanti papa jemput'', ucap Ken sebelum menurunkan kedua anak kembarnya.
''Iya papa'', jawab mereka bersamaan.
Kedua anak itu memeluk Ken dan mencium tangannya bergantian. Ken terharu bagaimana kedua anaknya itu sangat disiplin dan semangat meski hidup dalam kesederhanaan. Setelah mengantar anak-anaknya Ken kembali ke rumah.