Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
27.



Hari ini Ken membawa Arrumaisha ke rumah sakit untuk kontrol, dia ingin memastikan bahwa bekas oprasinya benar-benar sudah sembuh dan boleh untuk beraktifitas, Ken juga membawa kedua anaknya ikut serta, saat sedang menunggu namanya di panggil, dia melihat sahabatnya yaitu dokter Reisa, namun dia tidak ingin menganggunya, merasa ada yang memperhatikan dokter Reisa pun melihat sekeliling dan akhirnya melihat sahabatnya, dia segera menghampiri sahabatnya yang duduk di kursi tunggu.


''Isha, apa kabar?? mau kontrol ya??.


''Aku baik,, iya ini lagi mengantri''.


''Apa ada keluhan??, kau sendirian??


''Sebenarnya tidak, hanya ingin memastikan, tadi aku diantar papanya anak-anak''.


''Suamimu sangat baik ya??, dia sangat perhatian dan juga tampan, aku sangat iri padamu, kau sudah punya dua malaikat yang lucu-lucu''.


''Bagaimana bisa, justru aku yang iri denganmu, kau bisa mengejar cita-citamu, aku tidak punya apa-apa yang bisa diandalkan''.


''Iya karena terlalu fokus mengejar impian, aku tidak punya waktu untuk berkencan''.


''Sampai segitu ya, memangnya ada larangan untuk berkencan??.


''Tidak ada, aku hanya takut jika aku berkencan akan mempengahuri belajarku''.


''Sudah waktunya membuka hati, kau sudah menjadi dokter sekarang, selamat ya''.


''Selamat untukmu juga, maaf aku belum sempat menelfonmu, akhir-akhir ini aku sangat sibuk''.


''Aku tahu, makanya aku tidak ingin mengganggu waktumu''.


''Apa kau tidak sibuk hari ini??.


''Setiap hari juga sibuk, oh ya waktu itu saat di kampus ada orang yang tanya tentang kamu, dia masih muda seperti seorang pekerja kantoran, kupikir dia pacarmu, tapi ternyata kau sudah menikah''. Jelas Reisa


''Oh ya, siapa??


''Aku lupa namanya''.


Tiba-tiba nama Arrumaisha di panggil.


''Aku masuk dulu ya, namaku sudah di panggil''.


'' Baiklah aku juga harus kembali bekerja, ingat ya kau masih berutang penjelasan padaku''.


Ken yang baru datang membeli minuman untuk kedua anaknya dan melihat Arrumaisha masuk ke ruangan, dia segera mengikutinya masuk.


Dokter Fahri agak terkejut, melihat Ken ikut masuk, tapi dengan segera mengabaikan itu''.


''Apa kabar, apa ada keluhan??, tanya dokter Fahri.


''Tidak ada dok, hanya ingin memastikanya, apa saya sudah boleh beraktifitas lagi'', ucap Arrumaisha


''Benar, apa dia sudah boleh beraktifitas lagi??, tanya Ken


''Kalau tidak ada keluhan dan sudah kering berarti sudah sembuh, boleh melakukan aktivitas asal tidak berlebihan, namanya pernah dioperasi, pasti akan retan, tetap harus hati-hati dan menjaga kesehatan'', jelas dokter Fahri.


''Apa dia masih bisa hamil lagi??, tanya Ken santai.


Seketika Arrumaisha merasa sangat malu, dia tidak bisa menutupi wajahnya yang terasa panas, ''apa maksudnya menanyakan hal semacam itu'', gumanya.


Setelah pemeriksaan selesai, mereka segera meninggalkan rumah sakit dan Ken membawanya pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota B, kedua anak itu langsung antusias.


''Apa kita boleh bermain pa???, uncle Aldo berjanji akan membawa kami bermain ke sini lagi setelah mami sembuh, tapi papa malah menyuruhnya pergi bekerja, iyakan Be''.


''Iya papa tidak seru, kenapa menyuruh uncle Aldo pergi??, tanya gadis kecil dengan cemberut dia mengerucutkan bibir mungilnya, sangat menggemaskan, kedua anaknya sudah bisa protes.


''Dia harus bekerja menggantikan papa, kalau tidak dia tidak akan punya uang, lagi pula uncle Aldo yang janji pada kalian, bukan papa'', Ken sengaja menjahili kedua anak kembarnya, hari ini dia akan membiarkan kedua anaknya bermain sampai puas, dan ingin membiarkan mantan istrinya untuk spa di salon kecantikan yang ada di pusat perbelanjaan ini, suasana hati Ken sedang sangat bagus, entah apa yang di pikirkanlah, tapi wajahnya menyiratkan kalau dia sedang gembira.


Arrumaisha hanya diam saja, tidak ingin bertanya tentang pertanyaan konyol mantan suaminya tadi. Sudah jelas kemarin dia secara tidak langsung menolak untuk rujuk, tapi dengan tidak tahu malu pria ini malah menanyakan tentang keadaan yang belum pasti.


Setelah sampai di tujuan, Ken segera mengajaknya makan siang terlebih dahulu. Setelah itu mengantarkan mantan istrinya ke tempat spa dan kemudian menemani anak-anaknya bermain.


****


Sementara itu di ibukota, seorang wanita paruh baya baru turun dari pesawat, dia langsung menghentikan taxi dan menunjukkan alamat yang dituju pada sopir taxi, taxi itu segera mengantar wanita paruh baya itu, wanita itu melihat ke luar kaca, ini adalah pertama kalinya dia datang di kota ini, kalau bukan karena putranya, dia mungkin tidak akan sampai di sini, kota ini begitu padat, kendaraan seperti tidak ada putusnya, taxi yang ditumpanginya juga terlihat berjalan merayap diantara kendaraan lain.


Sekitar satu jam sopir taxi itu sampai di sebuah gedung perkantoran, tanpa basa-basi wanita itu segera turun setelah membayar, dia segera masuk ke lobi gedung tersebut dan menghampiri pegawai disana.


''Halo, saya ingin bertemu dengan Ken Alexander'', sapanya lembut.


''Maaf apa anda sudah membuat janji sebelumnya??, tanya pegawai wanita disana dengan sopan.


''Apakah seorang ibu yang ingin bertemu anaknya harus membuat janji terlebih dahulu, tolong bilang saja padanya ibunya ingin bertemu!!.


''Apa anda ibu dari tuan Ken, maaf nyonya, bisakah anda menunggu sebentar'', pegawai itu segera menghubungi nomor Aldo.


''Maaf nyonya, CEO Ken sedang tidak ada di tempat, kalau ada yang ingin disampaikan anda bisa menemui asistennya'', ucapnya ramah.


''Haaahhhh, baiklah, assistenya juga tidak apa-apa'', wanita itu sedikit kecewa sudah sejauh ini datang masih sulit untuk bertemu putranya. ''Baiklah bawa aku memenuhinya''.


''Mari silahkan, pegawai itu segera mengantar wanita itu menuju ruangan Aldo. Lift itu membawa mereka ke lantai atas, tempat Aldo dan Ken bekerja.


Aldo sudah bersiap menemui ibu dari atasanya, dia memang belum pernah bertemu langsung, tapi beberapa kali wanita ini menghubunginya melalui video call menanyakan keberadaan putranya.


''Slamat datang nyonya, saya Aldo asisten CEO Ken Alexander'', sambutnya ramah dan sopan.


''Dimana putraku, aku ingin menemuinya, ada hal yang ingin aku bicarakan''.


''Tuan sedang ada urusan diluar kota nyonya.


''Kapan dia akan kembali??


''Saya belum tahu kapan tuan akan kembali, tuan sedang mengurus pekerjaan''.


''Pekerjaan apa, jangan membohongiku, aku tahu putraku sedang ada masalah dia sedang tidak baik-baik saja''.


''Saya akan menghubungi tuan Ken dan menanyakan kapan akan kembali''.


''Kalau begitu sekarang kau hubungi dia, aku akan bicara sendiri denganya, wanita itu sangat tegas, meskipun usianya sudah tidak muda lagi tapi terlihat cantik dan anggun.


Aldo segera menghubungi Ken, namun tidak juga mendapat jawaban