
Tiga hari kemudian acara yang digagas oleh Aldo di sekolah anak-anak Arrumaisha dilaksanakan, disitu Aldo mendatangkan produk baru berupa susu pertumbuhan untuk anak-anak, serta bingkisan untuk seluruh siswa disana, Aldo meminta beberapa orang untuk membantunya, acara berlangsung meriah, permainan demi permainan di gelar di halaman sekolah, dari lomba mewarnai, menyanyi, fashion show dan lain-lain, saat itulah Aldo melancarkan aksinya dia mengawasi kedua anak Arrumaisha. Dia sengaja memakan permen karet dan meniup permen karet di rambut putri Arrumaisha.
''Oh maaf sayang permen karetnya menempel di rambutmu, biar uncle bantu bersihkan ya!!!, kata Aldo berpura-pura.
Ryube yang sedang asyik mewarnai langsung menoleh melihat ke arah Aldo dan memegang rambutnya.
''Ihhhhh lengket'', ucap Ryube jijik
''Uncle gimana sih, lambut Be jadi jelek!!! ucap Ryuna tidak terima yang berada di sebelah Ryube, dia langsung berkacak pinggang pada Aldo.
''Maaf ya uncle tidak sengaja!!!, Kata Aldo mengelus kepala Ryuna sehingga tanganya yang sedikit kena permen karet dari rambut Ryube tadi menempel juga di rambut Ryuna.
''Maaf ya ini nempel sedikit, sepertinya harus dipotong, tidak apa-apa kan sedikit saja''.
Ryube dan Ryuna mengangguk, Aldo segera menggunting rambut Ryube dan Ryuna memasukan ke kantong plastik
''Maaf sayang uncle tidak sengaja, nanti sebagai permintaan maaf uncle kasih hadiah yang besar, namanya tadi siapa???.
''Ryube!!, jawab anak perempuan
''Kamu siapa namanya?, tanya Aldo pada anak laki-laki itu.
''Ryuna!!, jawabnya
''Ok, lanjutan lagi mewarnainya yang bagus ya biar dapat hadiah'', ucap Aldo.
Acara berlangsung hingga siang, semua anak sangat senang mendapat bingkisan gratis, guru-guru juga senang mereka juga mendapatkan bingkisan sebagai ucapan terima kasih.
Ryube dan Ryuna sangat senang karena mereka mendapatkan bingkisan besar sebagai ucapan permohonan maaf dari Aldo. Selain itu Ryuna putra Arrumaisha mendapatkan hadiah utama dari lomba mewarnai, sepertinya pria kecil ini mempunyai jiwa seni, sisi lembut seperti mamanya.
''Mama!!!, kedua anaknya berlari ke arah Arrumaisha dan langsung memeluknya.
''Wah dapat apa sayang???.
''Mami aku dapat hadiah mewarnai!!, ucap Ryuna,
''Selamat sayang''.
''Aku juga dapat hadiah pashion show ma'', kata Ryube yang masih cadal
''Waoow anak mama hebat semua''. Arrumaisha tersenyum memeluk kedua anaknya.
''Ini rambutmu kenapa sayang??, tanya Arrumaisha yang melihat rambut putrinya Ryube yang tadi diikat rapi sedikit berantakan.
''Tadi lambutku dipotong sedikit, unclenya makan pemen kalet telus nempel di lambut Be''. ucap gadis kecil itu
''Iya ma terus unclenya aku malahi, telus dia minta maaf sambil ngelus rambut Una, rambut Una juga kena pelmen kalet cedikit telus dipotong cedikit''.
''Oh ya nanti di cuci rambutnya biar tidak lengket'', Arrumaisha tidak curiga sama sekali.
''Unclenya minta maaf telus kita di kasih ini!!! ucap Ryuna
''Apa kesayangan mama memaafkanya???, tanya Arrum pada kedua anaknya.
Kedua anak itupun mengangguk.
''Ya sudah mungkin uncle tidak sengaja, kita pulang sekarang!!, merekapun bergegas pulang.
Tanpa sepengetahuan Arrumaisha, Ken ikut mengawasi tadi saat acara, melihat lebih dekat anak-anak Arrumaisha. Berbaur bersama dengan orang tua wali murid yang lain.
Ken mengikuti Arrumaisha pulang dia melihat kedua anaknya tidur diatas motor maticnya, mungkin mereka kelelahan, karena habis mengikuti acara di sekolah.
Arrumaisha telah sampai di rumah, dia sangat kerepotan karena kedua anaknya tidur, dengan susah payang dia mengendong Ryuna dibelakang dengan sabuk pengaman dan menggendong Ryube di depan.
Ken mengawasinya dari dalam mobil, dia benar-benar tidak tega melihat matan istrinya itu kerepotan, sebenarnya dia ingin keluar dan membantunya, entah kenapa dia tidak juga keluar dari mobil, justru mengurungkan niatnya. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca, Ken mengusap wajahnya kasar, ''maaf Arrumaisha, aku belum siap bertemu denganmu''. Akhirnya Ken memilih kembali ke penginapan, tadi Aldo sempat memberitahu saat disekolah bahwa dia sudah mendapatkan sampel rambut untuk tes DNA.
''Saya sudah mendapatkan sampel rambut putra-putri nona Arrumaisha tuan'', ucap Aldo menyodorkan dua kantong plastik. ''Tinggal sampel rambut tuan saja''. Setelah acara di sekolah anak-anak Arrumaisha usai, Aldo langsung kembali ke penginapan dan menemui Ken.
''Ini rambutku, jangan sampai tertukar dengan milik orang lain, dan pastikan tidak ada yang tahu, apa temanmu itu bisa melakukannya??
''Teman saya adalah seorang dokter spesialis genetika tuan, dia juga yang menyarankan mengambil sampel rambut saja, dan saya jamin kerahasiaanya''.
''Berapa lama waktu yang di butuhkan untuk tes DNA?.
''Sekitar satu minggu bisa lebih, jawab Aldo
''Kenapa lama sekali??.
''Saya juga tidak tahu tuan, mungkin prosedurnya begitu''.
''Pergilah, usahakan hasilnya lebih cepat, lalu bagaimana dengan lahannya??
''Saya sudah mendapatkan tuan, tuan ingin membangun apa disana???.
''Aku ingin memperluas tokonya disampingnya dan di belakangnya untuk rumah berlantai dua, setelah jadi aku mau toko miliknya bisa digabung jadi satu, carilah arsitek yang bisa diandalkan, aku mau pembangunan secepatnya dimulai dan segera selesai!!
''Baik tuan kalau begitu saya permisi, saya kembali ke ibukota sekarang, tuan tidak kembali ke ibukota??.
''Aku akan disini mengawasinya, kau urus perusahaan, dan segera beritahu aku hasilnya!!.
''Baik tuan saya permisi'', Aldo meninggalkan Ken sendiri di penginapan, dan kembali ke ibukota membawa sampel rambut mereka untuk tes DNA.
Sementara itu di toko Arrumaisha sedang mengecek stok barang di toko, bersama pegawai tokonya.
''Mbak sudah tahu belum, lahan sebelah di beli orang dan akan di bangun toko juga''.
''Toko apa??? tanya Arrum
''Entahlah, bagaimana mbk kalau lahan sebelah ada toko dan belakangnya di bangun toko, tokohnya mbk Arrum tidak kelihatan. Pelanggan bisa lari kesana semua, kata pegawai yang diketahui bernama Ratna.
''Mbak Ratna takut ya, kita kehilangan pelanggan, rezeki kita sudah ada yang ngatur mbk tidak usah kuatir''.
''Iya sih mbak, beberapa hari kemarin saya lihat mobil yang selalu parkir di depan sana mbk''.
''Mungkin pemilik lahan samping toko yang baru, mbak Ratna tahu orangnya???
''Orangnya tidak turun dari mobil, aku takut kalau perampok atau penculik mbak'', ucap Ratna
''Semoga saja bukan mbak Ratna, aku sudah hampir lima tahun disini, mbk Ratna juga asli sini, selama ini aman-aman saja''.
''Iya mbak, semoga Tuhan selalu melindungi kita ya mbak''.
''Aamiin, berfikir positif saja mbk biar hati kita tenang''. Mereka berdua melanjutkan pekerjaannya sambil terus mengobrol, tiba-tiba terdengar suara anak menangis.
''Mama..... mama hiik...hiik.. mama dimana???
''Mbak itu sepertinya suara si kembar!!, seru Ratna
''Aku ke atas dulu ya mbk, mungkin mereka sudah bangun, lanjutkan dulu!!, Arrumaisha segera naik ke lantai dua dan ternyata benar kedua anaknya sudah bangun dan menangis karena tidak melihat mamanya.
''Halo sayang kenapa menangis'', sapa Arrum pada kedua anaknya.
''Mama...mama dari mana???, kedua anak itu langsung memeluk mamanya. Arrumaisha memeluk dan menciumnya kemudian mengandeng kedua anaknya dan duduk disofa, mendudukan mereka berdua dipangkuanya.
''Maaf ya mama tadi ke toko lagi ada perlu sama mbak Ratna''. Arrumaisha menghapus air mata mereka.
''Bagaimana kalau mandi dulu, ini rambutnya harus dicuci biar tidak lengket''.
Kedua anak itu mengangguk dan segera berlari ke kamar mandi.