Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
9



Arrumaisha segera menghampiri Ryube putrinya


''Be lagi mimpi ya, mama di sini sayang'', ucapnya sambil memeluk putrinya mengelus punggungnya.


Gadis kecil itu menangis sesenggukan memeluk mamanya.


''Apa Be mau bobok lagi?, Be bilang ingin bertemu papa, bukalah matamu sayang, papa sudah datang!!.


Ryube berhenti menangis dia mendongak pada mamanya, kemudian melihat ke sosok pria yang berdiri tertegun memandang padanya.


''Apa dia papa Be ma??


''Iya sayang dia papanya Be!!


Ryube langsung berlari ke arah Ken dan memeluknya erat.


''Papa...!!!!, panggilnya pada Ken


Ken memeluk Ryube dan menangis. ''Iya princess ini papa, maafkan papa sayang'', suasana begitu tampak haru. Ken menangis memeluk putrinya.


Arrumaisha juga menangis melihat putrinya selama ini selalu menanyakan papanya, dan dia selalu beralasan tentangnya.


Tak berapa lama Ryuna juga bangun dia melihat saudara kembarnya dalam gendongan seorang pria. Pria itu menciumi saudara kembarnya.


''Leyuna papa cudah datang!!, seru Ryube pada saudara kembarnya dengan suara cadal


Ryuna masih tidak bergeming.


Ken mendekati putranya dan memeluk mereka berdua. ''Ini papa sayang, papa sudah pulang'', ucapnya sambil menangis.


Ryuna memeluk papanya erat, sampai beberapa saat lamanya dia melonggarkan pelukanya.


''Apa sekalang papa sudah bisa membeli pecawat jadi papa bisa pulang menemui kami, ucap Ryuna kemudian.


''Iya jagoan, papa pulang untuk kalian, maafkan papa ya''. ucap Ken sambil mencium putranya itu.


Senang, sedih dan haru bercampur, Ken memeluk kedua anaknya dengan erat.


''Papa tulunkan aku!!!, ucap Ryuna dia memaksa turun dari gendongan papanya dan berlari ke kamar.


''Apa kau tidak merindukan papa jagoan??


''Aku sangat melindukan papa'', jawabnya sambil mengambil buku gambar yang beberapa hari lalu di tujukan gambarnya pada mamanya. Anak itu segera melengkapi gambarnya meski menggambarnya tidak begitu rapi.


''Papa lihat, aku sudah menambahkan papa disini, aku cudah tahu papa sekalang'', mami lihatlah'', panggilnya pada mamanya.


Kata-kata putranya itu membuat Ken semakin haru. Ken tak kuasa menahan tangisnya, hingga membuat dadanya nyeri.


Ken kembali memeluk putranya itu.


''Papa apa negala papa sangat jauh, aku dan Be menunggu papa pulang, tiap hali kami beldoa untuk papa agal papa segela mendapat uang yang banyak bial bisa beli pecawat dan cepat pulang, kata mami pesawat itu halganya mahal, iya kan Be??.


Ken tidak kuat lagi di luruh terduduk dilantai.


''Papa tidak akan pelgi lagi kan, papa akan tinggal besama kami kan?? tanya Ryube yang dari tadi memeluk papanya erat seakan tidak mau lepas, mungkin dia takut papanya akan meninggalkannya.


''Iya sayang papa akan bersama kalian, papa tidak akan meninggalkan kalian lagi, kita akan hidup bersama-sama''.


''Yeehhh'', Ryuna berlari memutari ruangan, dia sangat girang mendengar ucapan papanya.


''Sayang jangan lari-lari!!! seru Arrumaisha.


''Mami leyuna lagi ceneng, papa leyuna cudah pulang'', ucapnya girang.


''Kalau begitu sini peluk papa, tidak usah lari-larian'', seru Ken


Ken menemani putra putrinya bermain, sedang Arrumaisha segera menyelesaikan pesanan dan membawanya ke tokonya.


Hari semakin sore, kedua anak itu tidak menghiraukan mamanya yang sedari tadi melihatnya dari arah dapur mungilnya. Ada desiran aneh di dada Arrumaisha, perasaan sedih takut kehilangan anak-anaknya, karena suaminya sudah menemukannya, bahkan telah melakukan tes DNA, dia bisa kapan saja menuntut hak asuh atas kedua anaknya, Arrumaisha sadar dia tidak mampu dengan keadaanya, dia hanya bisa memberikan kasih sayang, entah sampai kapan dia bisa bertahan, selama tiga tahun terakhir dia terus menahan sakit setiap bulan, dia hanya bisa mengandalkan obat untuk meredakan sakit, dokter sudah menyarankannya untuk segera operasi, namun Arrumaisha tidak juga mengikuti saran dokter, dia tidak bisa meninggalkan kedua anaknya sendiri, dan hanya bisa menahannya. Arrumaisha telah di diagnosa mioma setahun setelah melahirkan kedua anaknya, dia sering kali kesakitan saat mendapatkan haidnya dan tak jarang terjadi pendarahan besar. Setahun kemudian ternyata terdiaknosa juga ada kista ovarium pada rahim Arrumaisha yang terus membesar.


''Sayang sudah sore, waktunya mandi!!


''Aku mau di mandiin sama papa boleh kan ma??, tanya Ryube


''Iya boleh, mami siapin baju gantinya dulu''.


''Ok ayo kita mandi, tunjukkan dimana kamar mandinya??, seru Ken


''Ayo pa kamal mandinya ada disamping kamar''.


Ken memandikan putra dan putrinya bergantian, kamar mandinya sangat sempit dan membuat baju Ken basah.


'' Mami baju papa basah!! seru Ryuna mengambilkan handuk untuk papanya, ''apa papa punya baju ganti???, tanyanya lagi.


''Baju papa ada di penginapan, nanti biar papa suruh orang mengantarkan kesini''.


''Penginapan itu apa? tanya Ryube.


''Penginapan itu semacam rumah untuk menginap sementara, sebelum kesini papa tinggal disana''.


''Kenapa papa tidak langsung pulang kesini??


''Karena papa belum tahu kalian disini'', jawab Ken sekenanya, karena dia tidak tahu harus menjawab apa. Setelah memandikan kedua buah hatinya Ken menelfon Aldo untuk mengirimkan pakaian ganti untuknya. Ken menunggu sampai beberapa menit lamanya.


Ken segera membuka pintu saat Aldo menghubunginya bahwa dia telah sampai, dengan masih menggendong Ryube anak itu tidak mau ditinggal papanya sebentar saja dan Ryuna yang memegang tanganya.


''Apa tuan akan menginap disini??,tanya Aldo


''Anak-anaku tidak ingin berpisah denganku, lihatlah mereka sangat merindukanku, sayang kenalan dulu ini uncle Aldo''.


Kedua anak itu melihat Aldo dengan seksama.


''Uncle kan yang makan pemen kalet telus kena lambutnya Be'', ucap Ryuna mengingat Aldo.


''Ah mungkin kalian salah lihat, uncle ini assisten papa kalian mana mungkin makan permen karet sembarangan''.


''Halo nona Arrum, apa kabar, masih ingat saya???, sapa Aldo sopan saat melihat Arrumaisa datang, sepertinya dia habis dari toko.


''Arrumaisha hanya menganggukkan kepalanya, dia memang tidak begitu mengenal Aldo karena hanya beberapa kali saja bertemu saat dia datang ke apartemen menemui mantan suaminya.


''Kalau begitu saya permisi tuan, nona saya permisi dulu, sampai ketemu lagi anak-anak''.


''Ok sayang papa mau mandi dulu, kalian turun dulu ya''.


Ryube tidak mau turun dia masih memeluk papanya erat.


''Sayang papa biar mandi dulu ya, nanti bisa main lagi sama kalian'', seru Arrumaisha. Ryube akhirnya turun tapi mengikuti papanya ke kamar mandi dan menunggu di depan pintu kamar mandi.


''Mami aku lapal''.


''Iya tunggu sebentar ya mami siapin makan dulu, duduk dulu!! Arrumaisha segera menyiapkan makan untuk kedua anaknya dan juga Ken, dia tidak tahu mantan suaminya mau atau tidak makan bersama mereka, pasalnya selama menjadi istrinya Ken tidak pernah memakan masakanya dan selalu menyuruhnya membuangnya, namun Arrumaisha membungkusnya dan memberikanya pada orang yang tidak mampu yang ditemuinya di jalan saat berangkat ke kampus.


Mereka berempat duduk dilantai beralaskan karpet mengelilingi meja yang ada di ruang keluarga.


Arrumaisha mengambilkan makanan untuk putra putrinya, terlebih dahulu.


''Maaf aku tidak tahu anda mau makan bersama atau tidak, beginilah kami'', ucap Arrumaisha


''It's ok'', jawab Ken terbata, dia ingat dulu selalu menolak masakan Arrumaisha tapi sekarang dia memakan dengan lahap.


''Papa suka masakan mami???, tanya Ryuna, ''masakan mami itu enak pa, aku selalu menghabiskannya'', ucap Ryuna lagi


''Iya enak sayang, papa boleh nambah??


''Aku yang ambilkan untuk papa!!, ucap Ryube gadis kecil itu mengambilkan menu dan menaruh di piring papanya kemudian Ryube menyuapkan ke mulut papanya sambil tersenyum.


''Terimakasih sayang'', Ken berkaca-kaca.


''Papa jangan menangis, kami cenang bisa makan besama papa, iya kan ma??, Ryube menghapus air mata Ken lalu mencium pipinya.


''Iya sayang, habiskan makanmu'', jawab Arrumaisha sambil tersenyum.


Ken terkesima melihat senyum tulus Arrumaisha, jantungnya bahkan berdebar saat menatapnya. Hatinya berdesir, entah apa yang dirasakanya saat ini.