
Semua duduk mengelilingi meja makan, suasa makam malam tampak ramai, setelah tadi Arrumaisha mengenalkan Reisa pada nyonya Shopia, mereka makan dengan tenang sambil mengobrol.
Nyonya Shopia nampak begitu menikmati makan malamnya, dia dengan tenang dan anggun mencoba setiap menu yang di hidangkan, sudah sangat lama baginya tidak pernah makan bersama seperti ini, nyonya Shopia selalu makan sendiri di rumah, karena dia hanya tinggal sendiri, saat hari libur dia akan mengunjungi anak-anak di pantai asuhan, sejak dia bercerai dengan suaminya yaitu papanya Ken dan hak asuh Ken jatuh pada suaminya, dia hidup sendiri, setiap hari di habiskan bekerja di rumah sakit, saat Ken sudah tumbuh besar sesekali secara diam-diam menengok ibunya.
''Grandma Sophia apa suka dengan masakan mamaku?, tanya cucu perempuanya.
''Apa semua ini masakanmu sayang??, tanyanya pada Arrumaisha.
''Tidak semuanya, tadi Rei juga membantu memasak, makanlah lebih banyak jika grandma suka!!! ucapnya sopan.
''Kau juga harus makan lebih banyak sayang, lihatlah badanmu sangat kurus, ku dengar dari Ken kau baru melakukan operasi bulan lalu, jangan melakukan hal yang berat dulu''.
''Benar Isha, kau dulu tidak sekurus ini, dulu badamu lebih berisi, kau pandai memasak dan juga pandai membuat kue, tapi kenapa badanmu justru menjadi kurus, apa kau salah makan??, timpal Reisa.
''Kau tidak perlu bekerja terlalu berat sayang, anak-anak adalah tanggung jawab papanya, sekarang waktumu lebih banyak luangkan untuk merawat dirimu sendiri, mommy akan mendukungmu'', ucap nyonya Sophia.
''Terimakasih perhatianya ma'' Arrumaisha merasa tenang, meskipun wanita di hadapanya hanya mantan mertua tapi sepertinya sangat perhatian, dia merasa seperti memiliki ibu lagi, sudah lama tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
''Nyonya Shopia, anda sangat fasih menggunakan bahasa kami'', sanjung Reisa
''Benarkah, trimakasih dokter Reisa, saat Ken mengawali bisnis di ibukota, aku bertanya-tanya kenapa harus disana, kenapa tidak memilih dekat dengan mommy saja, lalu aku mulai belajar bahasa sini, mommy berfikir suatu saat akan mengunjunginya dan ternyata itu sangat berguna sekarang''.
''Aunty Reisa apa aunty jadi menginap di rumah kami??, tanya Ryuna setelah menyelesaikan makannya.
''Eemmmmm, jadi tidak ya???, goda Rei
''Aunty, kata mama kalau sudah berjanji tidak boleh mengingkari'', ucap Be yang sudah mulai cerewet.
''Kalau begitu bolehkah aku tidur di kamar Be??
''Boleh'', aku akan tidur sama mama dan papa, aku kan masih sakit'', ucapnya langsung membuat wajah Arrumaisha membeku, berbeda dengan Ken yang tersenyum senang di sudut bibirnya, setidaknya putrinya ada di pihaknya.
''Aku juga mau tidur sama mami dan papa, bolehkan mami? biar uncle Aldo tidur di kamarku saja.
''Terimakasih, aku bisa tidur di mana saja'', ucapnya sambil menatap Reisa yang duduk berhadapan denganya, tapi Reisa tetap cuek seolah tidak mengenalnya.
''Disini kan masih ada beberapa kamar, bisa pilih tidur di mana saja'',ucap Arrumaisha
''Oh ya Rei besok jadi pergi ke pantai tidak??, tanyanya pada sahabatnya yang duduk disampingnya.
''Jadi dong, sudah lama aku tidak main ke pantai, mumpung sudah sampai sini, aku penasaran dengan pantai yang ada disini, nyonya Shopia apa anda mau pergi bersama besok, saya dengar pantai disini masih asli'', ajak Reisa.
''Boleh juga, grandma juga sudah lama tidak pergi ke pantai''.
''Mama apa Be boleh ikut??
''Kamu bilang masih sakit, berarti harus tinggal di rumah'', ucap Ryuna
''Papa Be mau ikut!!, rengeknya cemberut
''Besok kita pergi bersama-sama, semua boleh ikut, sekarang Be minum obatnya dan lekas istirahat biar besok kita bisa main bersama".
''Be kalau masih minta tidur sama papa mama kapan punya adik'', ucap Reisa menggoda sahabatnya
Arrumaisha membelikan matanya, beranjak mengambil obat untuk putrinya.
Nyonya Sophia tersenyum mendengarnya??
''Dokter Reisa, apa sudah punya kekasih, apa sudah ada rencana untuk menikah??, tanya nyonya Sophia.
''Saya masih fokus koas nyonya, saya tidak ingin terburu-buru menikah dan salah memilih pasangan yang pada akhirnya bisa menghancurkan diri saya sendiri'', ucapnya sangat yakin.
Ken dan Aldo diam menyimak perbincangan nyonya Shopia dan Reisa, meskipun kata-kata Reisa sedikit menyinggung Ken tadi.
''Dokter Reisa ternyata sangat dewasa dalam berfikir, pria seperti apa yang anda inginkan??? tanyanya lagi.
''Saya belum tahu, tapi saya tidak ingin satu profesi yang sama'', jelasnya.
''Kenapa??
''Karena papa dan mama saya sama-sama dokter, tiap hari saat berkumpul bersama yang di bahas tidak jauh-jauh dari rumah sakit dan pasien, sangat membosankan''.
Entah kenapa mendengar jawaban Reisa tadi, Aldo merasa lega, sedari tadi dia merasa canggung dengan gadis yang duduk berseberangan denganya, bagaimanapun Aldo pernah merayunya untuk mendapatkan informasi tentang Arrumaisha, dia juga tidak menepati janjinya untuk memberitahu kalau sudah menemukan orang yang dia cari, Aldo mengingat ucapan Ryube tadi tentang janji yang harus di tepati, dia tahu gadis di depannya sedang kesal dengannya karena tidak menepati janjinya.
''Jagoan mau uncle ajari sesuatu tidak?? tanyanya pada Ryuna, dia sudah selesai makan dan belum ingin istirahat, saat sedang tidak banyak kerjaan dan libur kerja, dia sedikit menghabiskan waktu untuk bermain game.
''Ajari apa uncle??
''Belajar sesuatu'', bisiknya pada bocah tampan itu. Sesaat Aldo menatap Reisa yang sedang berbincang dengan nyonya Shopia. Sebenarnya Aldo hanya tidak tahan berada di depan Reisa, entah kenapa melihat Reisa yang kesal padanya membuatnya ingin memeluknya. Ryuna langsung mengikuti Aldo.
Arrumaisha datang membawa obat untuk putrinya, dia mengambil syrup obat dengan sendok takar, putrinya sangat tidak suka minum obat, gadis kecil itu langsung pindah ke pangkuan papanya.
''Mama sampai kapan Be minum obatnya?? tanya Be
''Kalau sudah sembuh tidak perlu minum obat lagi sayang'', Arrumaisha membungkuk saat mau menyuapkan obat untuk putrinya. hembusan nafasnya terasa menyapu wajah ken dengan lembut.
''Sekarang waktunya Be istirahat'', Ken menggendong putrinya membawanya ke kamar mamanya''
''Papa Be mau sama mama juga''.
''Be ditemani papa dulu ya, mama masih menemani grandma dan aunty Reisa''. Arrumaisha tidak tahu harus beralasan apa, dia tidak ingin satu kamar dengan mantan suaminya.
''Sayang temani saja putrimu, ada dokter Reisa yang menemani mommy'', ucap nyonya Shopia
''Iya tidak apa-apa Isha, buatkan aku keponakan lagi ya'', hahaha..... Reisa tertawa nakal, ucapanya masih bisa di dengar Ken yang lebih dulu meninggalkan mereka.
Arrumaisha melotot pada Reisa ''Maaf ma, Rei aku temani Be dulu ya??, pamitnya kemudian.
''Ok!!!, ucapnya sambil mengacungkan jempolnya.
Arrumaisha melangkah menaiki tangga mengikuti putrinya dan mantan suaminya ke kamarnya