
Nyonya Sophia terlihat sibuk di dapur, bahkan tadi dia ikut assisten rumah tangga pergi belanja ke pasar desa pagi-pagi sekali dan sekaligus jalan-jalan pagi
''Mom.....!!!!, apa yang mommy lakukan di dapur sepagi ini??, sapa Arrumaisha yang datang ingin menyiapkan sarapan paginya.
''Pagi sayang!!!!, kau sudah bangun!!, apakah tidurmu nyenyak??, aku sedang menyiapkan sarapan dan bekal untuk ke pantai'', jawab nyonya Shopia.
''Mommy tidak perlu repot membuatnya sendiri!!
''Tidak apa-apa sayang, sudah lama mommy tidak pernah menyiapkan sarapan dan bisa makan bersama seperti semalam, mommy sangat menikmatinya'', terimakasih sudah memberi kesempatan mommy untuk bertemu cucu-cucu mommy disini dan menerima mommy disini''.
''Mommy boleh kapan pun menemui mereka, kami juga senang mommy disini, bukankah mereka minta mommy tinggal disini, aku tidak keberatan, rumah ini cukup untuk kita tinggali bersama''.
''Terimakasih sayang, kau sangat baik, mommy sangat terharu mendengarnya, mommy tidak tahu bagaimana putraku dulu memperlakukanmu, maafkan putraku Ken, mommy tidak tahu bagaimana dia dibesarkan, dan bagaimana dia menjalani hidupnya, mommy kehilangan hak asuh dia sejak umurnya lima tahun. Mommy tidak pernah melakukan apapun untuknya, mommy hanya ingat saat dia masih balita''.
''Sudahlah mom, jangan diingat lagi, itu hanya akan membuat kita sedih, aku sudah memaafkanya, mommy masak apa???
''Mommy masak kesukaan Ken, mommy tidak tahu apakah dia masih menyukainya atau tidak, dan membuat sandwich untuk bekal nanti, apa cucu cantik mommy sudah sehat??
''Ya, dia sudah tidak panas lagi, dia sedang bermain ditemani papanya. Arrumaisha membantu menyiapkan sarapan bersama nyonya Sophia.
Tak berapa lama Reisa datang dan menyapa mereka.
''Slamat pagi!!, sapa dokter Reisa, wahhhh aku kesiangan ya!!
''Pagi Rei!!, bagaimana tidurmu semalam?
''Isha, rumahmu sangat nyaman, udara disini juga sejuk, membuatku malas untuk bangun!!
''Kalau begitu tidur lagi saja, ini kan akhir pekan, kau tidak harus pergi ke rumah sakit untuk bekerja''.
''Kita kan mau pergi ke pantai, nanti kalau siang berangkatnya aku takut panas, hari ini terlihat cerah''.
''Slamat pagi nyonya Shopia!! anda sedang memasak apa??.
''Pagi dokter Reisa, hanya masakan kesukaan Ken saat kecil, juga sandwich untuk bekal kita nanti.
''Wah sepertinya enak??
Tak berapa lama Aldo menghampiri mereka di dapur, dia baru selesai berolah raga dan ingin mengambil air minum, keringatnya membasahi wajahnya. Reisa buru-buru mengalihkan pandanganya, dia mengabaikan Aldo yang terlihat keren dengan pakaian olah raganya.
''Slamat pagi Nyonya Sophia, nona Isha, dokter Rei??? sapanya ramah.
''Kau habis berolah raga pagi Aldo?, ucap nyonya Shopia.
''Iya nyonya, udaranya di sini masih bersih tidak seperti di ibukota, bising dan berpolusi, apa nyonya suka dengan suasana disini??.
''Sepertinya begitu, bersiaplah kita akan pergi ke pantai hari ini.
''Baik nyonya, saya permisi'', Aldo mengambil satu botol air mineral dan kemudian berlalu.
Tak berapa lama Ken dan kedua anaknya turun, wajahnya begitu berseri, dia tersenyum dan menyapa mereka di dapur, Arrumaisha memalingkan mukanya, tak ingin melihat Ken.
''Pagi mommy''.
''Halo sayang apa cucu grandma yang cantik sudah sembuh???
''Be sudah sembuh grandma, Be boleh ikut ke pantai kan??, ucapnya
''Tentu saja, tapi sebelum itu kita harus sarapan dulu, ayo duduklah, grandma memasak untuk kalian, ini makanan kesukaan papa kalian saat kecil'', jelas nyonya Shopia.
Mereka segera menyantap makanan yang tersaji di meja, Aldo yang tadi pergi untuk membersihkan diri, segara bergabung bersama mereka.
Sedangkan Aldo menatap gadis cantik yang duduk di seberangnya tak terganggu, sejak pertemuan kemarin mereka saling mengacuhkan.
''Isha, semalam senior menghubungiku, katanya hari ini dia akan menyusul kesini, aku bilang padanya kita akan pergi ke pantai, jadi nanti kita bertemu disana, tidak perlu menunggunya'', ucap Reisa yang duduk disampingnya
Hukk.... hukk....huk..., tiba-tiba Ken tersedak dan menatap mantan istrinya, seketika dia merasa tidak berselera melanjutkan sarapan paginya.
''Hati-hati Ken, kau ini kenapa??,ucap nyonya Shopia sambil menyodorkan air minum dan segera di minumnya.
''Benarkah, memangnya dia tidak sibuk??, Arrumaisha tidak menghiraukan Ken yang baru saja tersedak mendengar ucapan dokter Reisa.
''Ini hari libur, dia bukan robot, kurasa dia juga butuh menghirup udara segar''.
Setelah selesai sarapan, mereka bersiap menuju pantai yang jaraknya sekitar satu jam perjalanan.
Arrumaisha mengenakan dress warna putih dengan topi dan sandal, terlihat natural dan sederhana, semua tak luput dari pandangan Ken, pria itu rasanya enggan pergi dan malas jika harus bertemu dengan dokter Fahri, dia tahu kalau dokter Fahri menyukai mantan istrinya.
''Isha, aku sengaja mengatakan tadi, aku ingin tahu reaksi mantan suamimu, bagaimana jika bertemu rivalnya, kau harus memberi pelajaran padanya, dia telah membuatmu kehilangan masa mudamu dan juga menelantarkanmu, kau harus lihat apa dia bersungguh-sungguh menyukaimu atau karena ada hal lain, kau harus memanas-manasinya hari ini'', bisiknya saat hendak berangkat.
''Kau ini Rei, apa dia benar-benar akan menyusul??.
''Ya dia mengatakannya semalam, ini kesempatanmu, senior bukan pria yang buruk, kamu adalah perempuan yang disukainya dari dulu, jika mantan suamimu tidak serius ingin rujuk denganmu, dokter Fahri bilang akan mengejarmu, tapi kalau dia bersungguh-sungguh mencintaimu, dia akan merelakanmu untuk rujuk kembali, kau harus bekerjasama hari ini''.
''Jangan bercanda Rei???
''Aku sedang mebantumu, senior tidaklah buruk, dia bersedia menerimamu apa adanya dan juga anak-anakmu, atau kau masih mengharap cinta mantan suamimu?, Isha kau berhak mendapatkan cinta dan bahagia bersama orang yang menyayanginmu
''Tapi aku tidak ingin keduanya, mereka berdua berhak mendapatkan wanita impiannya, aku hanya ingin hidup dengan kedua anakku''.
''Isha, kau masih muda dan cantik, jika ada laki-laki yang mencintaimu dengan sungguh-sungguh, kenapa tidak membuka hati, kau tidak harus menanggungnya sendiri''.
''Ahhh sudahlah, kita berangkat sekarang, mereka sudah menunggu!!!
Ken telah mendudukan kedua anaknya di mobil bersama nyonya sophia.
''Aldo kau bawa mobil dengan dokter Reisa, aku akan bawa keluargaku''.
''Baik tuan'', Aldo menurut, dia seperti mendapat kesempatan bicara berdua dengan dokter Reisa, dokter Reisa telah membantunya memberikan informasi tentang Arrumaisha kala itu, Aldo juga telah membuat dokter Reisa jatuh cinta padanya, namun kemudian Aldo tidak pernah muncul lagi, setelah mendapatkan informasi yang dia mau, dia tidak menepati janjinya.
''Kenapa tidak menggunakan satu mobil saja??? tanya Arrumaisha.
''Agar tidak terlalu sesak??, jawabnya membukakan pintu depan untuk mantan istrinya.
''Kenapa mommy di belakang??
''Dia ingin duduk bersama cucunya, ayolah!! seru Ken. Arrumaisha segera masuk dan duduk di kursi samping kemudi.
Saat dalam perjalanan Aldo berada di belakang mobil Ken, sambil menyetir dia memberanikan diri untuk bicara dengan dokter Reisa.
''Dokter Reisa tolong maafkan saya, karena belum sempat memberituhu dokter jika saya sudah menemukan nona Arrumaisha, tolong jangan acuhkan saya, saya sangat tidak nyaman, kita saling kenal tapi seperti tidak kenal''.
''Tuan Aldo, saya memang bukan siapa-siapa anda, anda mendekati saya karena ingin tahu informasi tentang sahabat saya kan??, saya hanya tidak suka dengan orang yang tidak bisa menepati janjinya, tidak perlu merasa tidak enak'', ucapnya ketus.
''Apa anda akan kembali ke ibukota setelah selesai???
''Saya belum tahu, lagi pula itu bukan urusan anda, tidak perlu begitu perhatian pada saya'', ucapnya sambil melihat keluar.
''Dokter Rei, aku tahu anda marah dan kecewa pada saya, saya hanya belum sempat memberitahu anda, karena saya sangat sibuk, bisakah kita berteman dengan baik sekarang??.
Reisa menoleh, matanya mengernyit, ''saya tidak suka berteman dengan orang yang suka ingkar janji, terlebih itu laki-laki'', dokter Reisa semakin kesal, udara dalam mobil terasa panas, padahal hari masih pagi, tapi pria disampingnya membuatnya kesal dan gerah.