Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
103.



Waktu telah menunjukan jam 11 siang, ini adalah akhir pekan, hari yang begitu di nanti kedua anak kembar Arrumaisha, setiap akhir pekan pamanya yaitu dokter Fahri akan menjemputnya untuk diajak menginap dirumahnya dan bermain di pusat kota B, tapi sudah dua minggu pamanya tidak datang mengunjunginya.


''Papa, apa paman akan kemari???, tanya putri kecilnya


''Papa tidak tahu'', jawabnya dengan santai, setelah mengunjungi proyek pembangunan hotelnya, ia segera kembali untuk menjemput kedua anak kembarnya di sekolah.


Gadis itu merasa tidak puas dengan jawaban papanya dan cemberut.


''Kenapa putri papa cemberut begitu??


''Papa, bolehkah Be menelfon paman??


''Be, jika paman tidak datang berarti dia sedang sibuk dengan pekerjaanya''.


''Tapi besok kan hari libur pa, biasanya paman akan datang mengajak kita menginap di rumahnya, atau mengajak kita mengunjungi grandma dan kakek'', ucapnya lagi.


''Apa kalian rindu dengan grandma dan kakek???.


''Ya kami sangat rindu, kenapa grandma dan kakek tidak tinggal bersama kita saja, kalau paman libur panjang, pasti dia akan mengajak kita mengunjunginya''. ucap gadis kecil itu dengan wajah cemberut.


''Mungkin paman tidak kemari karena marah sama papa, papa selalu memaki paman'', ucap putranya itu membuat Ken membeliakan matanya dan tersenyum.


''Hai kalian kenapa begitu, papa pernah bilang jauhkan mama dari pria manapun, papa bersikap seperti itu demi kebaikan keluarga kita''.


''Kenapa, paman kan tidak jahat???, ucap putrinya.


''Paman Fahri sangat baik, dia yang menolong mami saat mami sakit, tapi papa sering memakinya dan mengatai paman jomblo, apa itu jomblo???, tanya putranya tak terima dan membuat sopirnya ikut tertawa lirih.


Ken tersenyum mendengar ucapan putranya itu, ''jomblo itu orang yang tidak memiliki pasangan, papa hanya bercanda bukan memakinya atau marah padanya''. jelasnya


''Apa tidak boleh menjadi jomblo, apa semua orang harus punya pasangan???, tanya putrinya itu.


Ken mendudukan putrinya di pangkuanya.


''Boleh saja, mau jomblo atau memilih menikah dengan orang yang kita cintai adalah hak setiap orang''. jawabnya


''Seperti papa yang menikah dengan mama???, tanya putrinya menggemaskan


''Ya, papa tidak mau hidup sendirian, papa ingin hidup selama-lamanya dengan mama dan juga bersama kalian, bahagia bersama mama dan anak-anak papa'', jelas Ken membuat kedua anak itu terdiam sesaat.


''Kenapa paman jomblo dan tidak mencari pasangan seperti papa??


''Mungkin paman belum menemukanya'', jawab Ken


''Apa sulit menemukanya??, ucap putranya


''Saat kalian sudah dewasa kalian akan tahu, dan papa harap saat itu tiba kalian akan memberitahu mama dan papa, jangan mengambil keputusan sendiri, itu akan menyakiti hati mama sebagai ibu yang melahirkan kalian, papa tidak ingin kalian membuat mama kuatir dan bersedih, mamalah yang berjuang sendiri saat kalian lahir, apa kalian mengerti??.


Kedua anak itu mengangguk lalu menggeleng, dan tak berapa lama mereka telah sampai di rumah.


Rumah terlihat sangat sepi, kedua anak itu memanggil-manggil mamanya tapi tak ada sahutan dari dalam, Ken tidak tenang ia segera masuk mencari keberadaan istrinya.


''Honey......''!!!, panggilnya


''Mami kami pulang!!!!, seru putranya memanggilnya


Ken tidak melihat keberadaan istrinya di dalam rumah, membuat jantungnya berdebar-debar, baru kali ini Ken meninggalkanya sendirian, dalam waktu setengah hari saja, tapi hatinya tidak tenang, is segera membuka pintu kamar, dan terlihat istrinya sedang tidur, seketika ia merasa lega dan segera menghampiri istrinya lalu mengecup keningnya, menyentuh perut buncitnya dengan lembut, lalu segera keluar agar teriakan kedua anaknya tidak membangunkan istirahat siangnya.


''Shuuuttt, mami sedang tidur'', ucapnya pada kedua anaknya


''Apa mami sedang tidak enak badan pa??tanya putranya kuatir


''Mami tidak apa-apa, hanya saja sekarang mami mudah lelah dan harus beristirahat''.


''Apa karena di perut mama ada tiga adik kami, jadi mama kelelahan, kasihan sekali mama''. ucapnya sedih.


Ken tersenyum mendengarnya, '' bukankah kalian sangat menantikanya??.


''Iya pa, tapi kami tidak tahu kalau akan membuat mami kelelahan''.


''Tidak apa-apa, setelah mereka lahir, kalian harus memperlakukan mereka dengan baik, dan harus patuh pada mama, sebaiknya sekarang ganti baju kalian dan pergi istirahat'', Ken membawa kedua anaknya ke kamarnya di lantai atas, memastikan mereka untuk istirahat siang, setelah itu ia turun memasuki kamarnya, dan membersihkan diri berganti pakaian, memandangi wajah cantik nan lembut yang lelap tertidur, lalu ia ikut membaringkan tubuhnya di sisi istrinya, membelainya dengan penuh kasih sayang. Baru beberapa jam meninggalkan istrinya di rumah, ia merasa sangat merindukanya, melihat bibir Arrumaisha yang sedikit terbuka, membuatnya ingin menciumnya, ia langsung mencium bibir itu dengan lembut.


''Kau sudah pulang, apa anak-anak juga sudah pulang??.


''Mereka sudah beristirahat di kamarnya, apa kau kesepian sendirian di rumah??


Arrumaisha tersenyum, ''aku menunggumu lama dan membuatku mengantuk'', ucapnya cemberut.


''Kau seperti putrimu kalau cemberut begitu, sepertinya dia merindukan pamanya''.


''Benarkah, aku juga berharap dia datang kesini'', ucapnya


''Honey, jangan bilang kau juga merindukanya''.


''Kau ini selalu saja curiga padanya''. Arrumaisha begitu gemas dengan suaminya yang terkadang sangat menyebalkan karena kecemburuanya.


''Tentu saja, dia belum bisa move on darimu, aku harus hati-hati, dan menjauhkanmu darinya, dia memanfaatkan kedekatanya dengan anak-anak''.


''Sepertinya kau salah sayang, mungkin sebentar lagi dia akan segera menikah''. ucap Arrumaisha sembari membingkai wajah suaminya.


Ken mengernyit, ''siapa wanita yang mau menikah denganya''. sarkasnya


''Apa kau tidak suka mendengarnya''.


''Tentu saja aku senang, jika dia menikah mungkin tidak akan berkeliaran di sekitar kita''.


Arrumaisha tersenyum, ''apa kau tidak ingin tahu siapa wanita itu???.


''Siapa???, dia sangat membatasi berhubungan dengan wanita, asal bukan kamu saja, aku tidak akan keberatan''.


''Mana mungkin dia mau denganku, aku sudah punya dua anak dan sebentar lagi bertambah menjadi lima, dia akan kelelahan mengurus anak-anakku''.


''Tapi aku tidak, aku berharap memilik banyak anak darimu, setelah mereka lahir, kita bisa membuatnya lagi'', ucap Ken santai


''Ken!!!!, jangan gila, ku mohon ini sudah cukup'', Arrumaisha merajuk manja


''Bukankah itu sangat keren, tidak semua orang bisa mendapatkannya, bagiku ini anugrah, aku sangat bersyukur kau mau menikah denganku lagi''. Ken mencium bibir yang cemberut itu.


''Apa kau tidak ingin tahu siapa wanita yang akan segera menjadi istrinya''.


''Apa kau tahu??.


''Mbak Ratna!!!.


''What, are you serious honey???


Arrumaisha mengangguk, ''dokter Fahri akan memberikan prosedur pemasangan ring pada jantung ibunya secara gratis asal mbak Ratna mau menjadi istrinya''.


''No, kita harus menghentikanya''.


''Kenapa???


''Honey, jangan biarkan ia menikah karena perjanjian bodoh sepertiku, dia akan menyesal nantinya, apa kau mau melihat Ratna menderita karena menikah dengan syarat perjanjian, jika dia mau meringankan biaya pengobatan ibunya tidak harus memberinya syarat, apa kau tahu aku menyesalinya hingga sekarang''.


Arrumaisha memandangi wajah suaminya, Ken mungkin telah menyesali semuanya, sehingga suaminya menjadi kuatir jika ada keluarganya yang menikah karena sebuah syarat yang bisa membuatnya menyesal.


''Tapi aku bahagia sekarang hidup bersamamu, i love you'', ucapnya lalu mencium bibir suaminya.


Ken tertegun mendengarnya, tidak menyangka istrinya mengatakan itu padanya. Ia begitu berharap istrinya akan membuka hati untuknya.


''Katakan sekali lagi'', pintanya


''Aku mencintaimu, jangan pernah meninggalkan kami lagi''. ucapnya dan memeluk Ken


Ken memeluknya erat, ''aku sangat mencintaimu, tidak akan pernah meninggalkan kalian, terimakasih honey''. Ken merasa begitu bahagia sekarang, ia langsung mencumbu istrinya, membuat Arrumaisha tidak bisa menolaknya.


''Bolehkan????.


Arrumaisha mengangguk malu.