
Arrumaisha terdiam mendengar ucapan Lily, dia memang tidak tahu tentang masa lalu mantan suaminya, bahkan hanya sepenggal cerita yang tidak lengkap, saat mantan ibu mertuanya yaitu nyonya Sophia datang, ia memintanya untuk rujuk, dan sekarang saudara perempuan mantan suami yang bahkan baru satu hari datang dan tinggal di rumahnya memintanya untuk tidak melepaskan Ken yang sudah bercerai denganya, Arrumaisha merasa sangat dilema dengan keadaanya sekarang, dia tidak tahu harus menjawab apa.
''Maaf mungkin aku terlalu ikut campur, tapi sungguh, melihat Ken yang sekarang, bisa tertawa bersama kalian dan hidup bersama ibunya, itu pasti membuatnya sangat bahagia, dulu dia tidak pernah tersenyum, waktunya di habiskan untuk bekerja, saat aku kecil seumuran Ryube, sering kali diam-diam membawakan makanan untuknya, dan jika ketahuan ibuku, dia yang akan kena marah, setiap hari belajar di perpustakaan rumah hingga tertidur, saat itu aku tidak tahu kenapa ibuku memperlakukannya berbeda dengan kami, mommy bilang jika dia anak yang di tinggalkan oleh ibunya. Aku tahu dia sangat sedih saat itu, daddy sangat sibuk hanya saat pagi saja kita bertemu. Tapi sepertinya sekarang dia telah menemukan hidupnya yang sudah lama hilang disini bersama kalian''. Lily bercerita masa lalu bersama Ken.
Bip...... bib.... bunyi alarm menandakan kue sudah waktunya mengangkat.
''Sepertinya sudah mateng'', ucap Arrumaisha.
''Wah cantik sekali, aku tak sabar ingin makan bersama'', ucap Lily.
''Ayo kita kembali ke rumah'', ajak Arrumaisha
Lily mengangguk dan mengikuti Arrumaisha kembali ke rumah.
''Mami, mana kuenya??? kedua anak itu segera mendekati Lily yang membawa kue.
''Waaaah, sepertinya enak'', ucap Ken menghirup aroma kue yang di bawa Lily.
Lily segera memotong kue yang dibawanya mereka segera menikmatinya bersama, ''bagaimana???, tanya Lily
''Hemmm, ini sama persis dengan kue buatan mami'', ucap Ryuna
''Tentu saja ini kan resep dari mama kalian'', jawab Lily.
Arrumaisha ikut mengobrol sebentar, lalu dia undur diri ke kamarnya. Ia membersihkan diri dan kemudian menyandarkan badannya disandarkan tempat tidur, ia terus memikirkan cerita Lily tentang masa lalu Ken, hingga istirahat siang tak bisa memejamkan mata.
''Mama kemana??? Ryube baru menyadari jika mamanya sudah tidak berada bersamanya.
''Mami ke kamar, mami pasti lelah, tadi banyak pesanan dan masih mengajari tante Lily buat kue'', ucap Lily.
Gadis kecil itu sedikit kecewa, dia bersandar di sofa.
''Be kenapa??? tanya Lily
''Mama'', wajah Ryube seperti ingin menangis.
''Be mau ke kamar mama??, tanya Lily lagi
Gadis kecil itu mengangguk, ''papa...'', panggilnya.
''Papa, Be mau mama'', teriaknya lagi.
Dari ruang kerja Ken bisa mendengar putrinya memanggilnya. Setelah menghabiskan sepotong kue tadi Ken ke ruang kerjanya, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, Ken segera bergegas keluar.
''Ada apa sweetheart panggil papa'', tanya Ken mendekati putrinya yang masih bersandar di sofa.
''Be mau ke kamar mama''.
''Be kan bisa ke kamar mama sendiri'', ucap Ken berjongkok di depan putrinya.
''Mau sama papa, gadis kecil itu langsung mengalungkan tanganya ke leher Ken, dengan segera Ken menggendongnya dan membawanya ke lantai atas menuju kamar Arrumaisha.
Arrumaisha tidak menyadari kehadiran Ken dan putrinya, dari pintu Ken mengawasi mantan istrinya yang seperti sedang memikirkan sesuatu. Ken mengetuk pintu yang sedikit terbuka itu dan membuat Arrumaisha tersadar dan menoleh ke arah mereka.
''Mama'', Ryube langsung condong memeluk mamanya meski masih dalam gendongan Ken. ''Mama kenapa meninggalkan Be'', ucapnya sambil memeluk leher Arrumaisha dan duduk di pangkuanya.
''Be mau sama mama dan papa''.
''Kenapa?, mama kan tidak kemana-mana sayang!!!, tanya Arrumaisha.
''Be tidak mau kalau mama sama papa bercerai, Be takut tidak bisa bertemu lagi sama mama dan papa'', ucap Ryube sedih, gadis itu memegang tangan kedua orang tuanya Ken duduk di pinggiran ranjang dekat mereka berdua.
Arrumaisha dan Ken seketika terdiam dan saling memandang.
''Sejak pulang sekolah tadi dia terlihat murung dan langsung mencarimu'', jelas Ken.
''Kenapa Be bicara seperti itu??, apa ada yang terjadi di sekolah tadi??? tanya Arrumaisha kuatir.
''Tadi teman Be cerita, kalau papa dan mamanya sudah benar-benar bercerai, sekarang dia tidak bisa bertemu lagi dengan papanya, sekarang dia hanya tinggal dengan mama dan neneknya saja, Be gak mau mama sama papa bercerai terus papa pergi lagi, Be gak mau seperti dulu, selalu ditanya papa Be dimana??, ibu guru juga tanya papa Be dimana??, pokoknya Be tidak mau kalau mama sama papa bercerai'', ucapnya, mata gadis itu berkaca-kaca air matanya menggenangi bola matanya yang bulat.
Be, papa dan mama tidak akan berpisah, selamanya papa dan mama akan ada untuk kalian berdua, menemani kalian, Be tidak perlu takut lagi, jika papa pergi itu karena ada pekerjaan yang harus papa kerjakan di kantor pusat di ibukota, papa janji tidak akan meninggalkan kalian lagi'', ucap Ken sambil membelai putrinya, ia merasa sangat bersalah, sebagai seorang ayah, seharusnya dia menjaga dan melindungi anak istrinya, tapi kenyataanya dia telah melukai anak -anak dan mantan istrinya.
Arrumaisha hanya terdiam, dan memeluk putrinya, dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan pada putrinya. Kenyataan dirinya sudah bercerai dan bukan cuma nyonya Sophia, Lily ataupun Ken sendiri yang meminta rujuk, bahkan sekarang putrinya, tidak ingin kedua orang tuanya bercerai, dan sekarang semua bergantung pada keputusanya.
Ken tahu jika Arrumaisha belum bisa menerimanya, semua tidaklah mudah bagi Arrumaisha, perempuan di depanya telah menderita karena dirinya hingga wanita itu bisa di bilang mati rasa. Ken mengenggam erat tangan Arrumaisha agar tidak memberi tahu kedua anaknya tentang perceraian yang tentu akan melukai mereka.
''Sayang, selamanya mama selalu ada untuk Ryube dan Ryuna, kalian tidak perlu takut lagi, sekarang papa juga bersama kita disini, tetapi papa juga punya pekerjaan di ibukota, jadi terkadang kita harus hidup terpisah'', ucap Arrumaisha sambil membelai putrinya.
Tiba-tiba Ryuna mendorong pintu yang tertutup dan masuk, ''mami..., Be kenapa menangis??.
''Tidak apa-apa sayang, Be mau tidur saja'', jawab Arrumaisha tak ingin membuat putranya bertanya macam-macam. ''Apa kau mau tidur disini juga???.
''Bolehkah?? Ryuna sangat senang, tapi dia juga melirik papanya.
''Tentu saja, sesekali tidak apa-apa'',jawabnya membuat Ryuna langsung naik ke ranjang.
Kali ini Ken tidak berkomentar, kedua anaknya memang dekat dengan mamanya dan itu karena dirinya tidak pernah ada selama hampir lima tahun ini, mengingatnya hanya membuat Ken merasa sangat sakit dan bersalah.
''Mami..., bolehkah aku tanya sesuatu???
''Tentang apa??
''Kenapa grandma Sophia tidak tinggal dengan grandpa, apa mereka bercerai seperti mama dan papanya temanku, apa dulu saat aku dan Be kecil, mami sama papa juga bercerai, sehingga tidak tinggal bersama???
Arrumaisha dan Ken lagi-lagi tercengang, hari ini anak-anaknya membuat pasangan yang sudah berpisah itu merasa semakin bersalah, sebagai orang tua mereka mungkin sangatlah egois dengan pendirianya, Arrumaisha yang bertekat tak ingin menikah lagi dan ingin membesarkan kedua anaknya sendiri, dan juga Ken yang tiba-tiba datang ingin rujuk karena ingin menebus kesalahan dimasa lalu, meskipun dia tahu mungkin tidak ada cinta diantara mereka lagi.
''Apa sekarang kalian berdua merasa sudah besar??, tanya Arrumaisha.
''Kedua anak itu menggeleng, ''kami baru mau lima tahun iyakan???, seru Ryube
''Lalu kenapa hari ini kalian bertanya seperti itu???, Ken tak ingin putranya semakin penasaran dan terus bertanya. ''Papa minta maaf jika terkadang harus meninggalkan kalian, papa sudah memberitahu kalian jika papa punya pekerjaan di ibukota dan terkadang harus papa sendiri yang mengurusnya, papa akan berusaha meluangkan waktu lebih banyak bersama dengan kalian, papa sudah memberitahu kalian berdua waktu itu'', jelasnya.
''Aku mengerti, itu artinya papa akan sering pergi ke ibukota meninggalkan kami kan????, haaahhhh aku ingin sekali cepat besar agar jika papa pergi aku bisa menjaga mami dan juga Be, bahkan sekarang aku belum lima tahun'', ucap Ryuna lucu dan membuat Arrumaisha dan Ken tersenyum.
''Meskipun kau belum lima tahun, papa bangga padamu, kamu harus menjadi seorang pria yang bertanggung jawab dan kuat sehingga bisa melindungi mami dan juga Ryube'', ucapnya pada putranya, Ken memeluknya dari belakang dan mengecup kepala putranya.
''Ahhhh papa, aku tidak suka di peluk'', Ryuna berusaha melepaskan pelukan papanya namun Ken malah menggelitiknya, membuat pria kecil itu meronta geli, dan mereka tertawa bersama.