
Mereka berpisah di halaman parkir mall, tak lupa Arrumaisha memberikan kue buatanya untuk sahabatnya, Reisa begitu senang, padahal kemarin dia baru berbincang di telfon, tidak disangka malah bertemu secara kebetulan. Reisa tersenyum sendiri mengingat pertemuanya dengan Arrumaisha serta keluarganya tadi siang, dia merasa malu karena ketahuan berkencan dengan asisten mantan suami sahabatnya, namun ia juga lega karena tidak perlu lagi menyembunyikan hubungan mereka lagi.
''Kenapa??? tanya Aldo mengagetnya, saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
''Apanya yang kenapa???, tanya Reisa balik
''Kenapa senyum-senyum sendiri, memangnya ada yang lucu dengan kue itu???
''Tidak, aku senang saja dapat kue kesukaanku'', jawabnya cuek dan mencomot sepotong kue lalu memakanya sendiri, ''apa kau mau??? tawar Reisa
''Tidak, apa kau memintanya???
''Tidak, aku hanya bilang rindu makan kue buatanya, aku tidak tahu kalau Isha akan datang dan membawakan kue untukku''.
''Apa kau tahu, nona Isha sangat sibuk, tiap hari dia bangun lebih awal dari pada yang lain untuk membuat kue, dan sekarang dia jauh-jauh datang kesini untuk mengantarkan kue padamu, jangan merepotkan nona Isha, kalau kau mau kau bisa berkunjung kesana, sekalian mengunjungiku''.
''Aku tahu, aku kan tidak minta, kenapa aku harus mengunjungimu, aku tidak pernah memintamu menemuiku jika kau keberatan, aku tahu kau tiap hari sibuk'', jawabnya begitu santai namun membuat Aldo kecewa.
''Kau tidak suka aku datang menemuimu??? tanya Aldo pura-pura ngambek.
''Aku tidak bilang tidak suka, tapi kalau kau merasa keberatan menemuiku untuk apa datang??
''Tentu saja untuk berkencan'', jawabnya kesal
Reisa tersenyum melihat Aldo yang kesal karena jawabanya, ''oh ya kue ini terlalu banyak jika ku makan sendiri, aku akan membaginya dengan dokter Fahri''.
''Kenapa kau harus membaginya dengan dokter Fahri??? Nona membuat itu untukmu, bukan untuknya'', Aldo tidak suka dengan sikap Reisa kali ini.
''Ya tidak apa-apa, sayang kan kalau tidak habis, kue ini tidak tahan lama, lagi pula senior pasti suka mendapat kiriman kue dari gadis pujaanya'', jawab Reisa tak peduli.
''Dokter Reisa...., sebenarnya kau ada di pihak siapa??, kau tahu tuan Ken dan dokter Fahri adalah rival, tuan Ken sudah berusaha untuk bisa segera rujuk dengan nona Isha, aku juga tahu dokter Fahri sangat mengaguminya, mungkin nona Isha adalah cinta pertama dokter Fahri, sehingga dia terus mengejarnya meski tahu nona sudah punya anak, apa kau memikirkan bagaimana nasib anak-anak nona jika dia menikah dengan dokter Fahri ataupun pria lain???, ucap Aldo tidak setuju
Aldo diam saja tidak menjawabnya.
''Apa baiknya tuan Ken, aku juga tidak mengenal tuan Ken, bagaimana dulu dia bisa memperlakukan Arrumaisha dengan sangat tidak baik, hingga membuatnya hampir mengahiri hidupnya jika tidak mengingat ada anak-anak yang tidak bersalah di dalam rahimnya, mungkin dia tinggal cerita, dan anak-anak yang tak berdosa itu tidak akan pernah ada, dia harus berjuang melahirkan dan merawat sendiri anak-anaknya, dia menderita sendiri tanpa tahu harus meminta tolong pada siapa dan dia harus merelakan dan mengubur cita-cita dan kehilangan masa mudanya, jika Isha dan tuan Ken rujuk tentu sangat baik untuk anak-anaknya, tapi apa kau tahu bahwa Isha takut untuk rujuk dengan tuan Ken, sedangkan dokter Fahri, dia masih lajang dan dengan sabar menunggu keputusan Isha, meskipun Isha sudah menolaknya, dia juga tahu anak-anak akan lebih baik tumbuh bersama kedua orang tuanya, tapi jika mereka tidak jadi rujuk, doktet Fahri akan menerima Isha dan anak-anaknya, bahkan dia tidak akan membiarkan Isha kehilangan hak asuh kedua anaknya, jadi kenapa harus meragukan ketulusanya'', jelas Reisa membuat Aldo terdiam.
Mungkin benar apa yang di katakan Reisa, tapi entah kenapa Aldo tidak bisa menerima alasan Reisa.
''Kau tahu dari mana jika nona Isha takut untuk rujuk dengan tuan Ken??? tanya Aldo
''Dia memberitahuku, sebenarnya dia sangat dilema, nyonya Sophia memintanya untuk rujuk, Lily juga memintanya untuk tidak melepaskan tuan Ken, dan mau tidak mau dia harus tinggal satu atap dengan mantan suaminya demi anak-anaknya, meskipun tuan Ken telah memberikan kehidupan yang layak untuknya, bukankah itu sudah seharusnya, itu tanggung jawab sebagai seorang ayah''.
''Mungkin kau benar, kau sangat realistis Rei, tapi bisakah kau tidak membuat mereka semakin salah paham, jika kau memberikan kue itu pada dokter Fahri, dia bisa saja berfikir kalau nona Isha memberikan harapan padanya, padahal kau tahu nona Isha sudah menolaknya, kau juga benar bahwa memberikan kehidupan yang layak pada nona dan anak-anaknya adalah taggung jawab tuan Ken, tapi tuan Ken sudah sangat berusaha memberikan yang terbaik bagi nona dan anak-anak, bahkan dia rela meninggalkan rapat penting dan harus kehilangan beberapa tender saat tahu putrinya sakit dia langsung minta kembali kesini, mungkin yang dilakukan tuan Ken tidak akan pernah bisa sebanding dengan pengorbanan nona Isha, tapi sebagai orang terdekatnya tentu aku ingin yang terbaik untuk semua, baik untuk tuan Ken, nona Isha dan juga anak-anaknya, jika mereka bisa bersatu kembali, bukankan itu akan lebih baik'', ucap Aldo begitu bijaksana
''Ya kau benar, kau sangat bijaksana menyikapinya, apa kau memang seperti itu, sehingga tuan Ken selalu mengandalkanmu???
''Aku sudah lama bekerja padanya, sejak awal mendirikan perusahaan di ibukota dan sekarang tuan Ken memperluas bisnisnya kesini''.
''Dia punya bisnis disini??
''Ya, tuan Ken sedang membuka hotel di sini karena di tempat tinggal dekat rumah nona hanya ada satu penginapan kecil, tapi ada bisnis lain yang lebih besar lagi yang tuan Ken miliki disini, sepertinya nanti Ryuna dan Ryube akan mewarisi kekayaan bisnis papanya'', jelas Aldo
''Oh ya, bisnis apa??, apa Isha tahu bisnis yang dijalankan suaminya??
''Nona Isha hampir tidak pernah bertanya tentang pekerjaan suaminya, dia bahkan baru tahu melalui internet jika suaminya adalah seorang pengusaha dan pembisnis, dan itu yang membuat tuan Ken sangat sedih dan merasa bersalah, selama hampir lima tahun nona hidup menderita bersama kedua anaknya, dia sama sekali tidak pernah mencari tahu siapa tuan Ken dan memintanya bertanggung jawab, setidaknya untuk nafkah mereka, akan tetapi nona malah memilih hidup menyendiri disini jauh dari hingar bingar ibukota, nona hanya fokus bagaimana caranya bertahan hidup dan membesarkan kedua anaknya, saat itu ketika nona menjalani oprasi tanpa memberitahu tuan Ken dia sangat panik, mereka baru bertemu beberapa bulan dan tiba-tiba nona menitipkan kedua anaknya tanpa memberi tahu jika akan oprasi, untuk itu aku minta padamu sayang, bantu aku menyatukan keluarga mereka, bukankan ada pepatah, ''cinta akan tumbuh seiring berjalanya waktu dan cinta itu ada karena terbiasa''.
Reisa diam memahami apa yang di sampaikan Aldo, dan ia semakin mengaggumi sikap bijaksananya, "aku tahu, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya, kau juga tidak bisa menjamin hubungan mereka nantinya akan seperti apa".
Aldo menggenggam tangan Reisa dengan tangan kirinya, "tidak ada salahnya kita membantu menyatukan mereka, selebihnya kita serahkan pada sang pencipta, pemilik hidup", lalu Aldo mencium tangan kanan Reisa dan membuatnya luluh.