
Semua berkumpul mengelilingi meja yang telah di siapkan di halaman villa, para pramusaji hotel menyiapkan beraneka menu masakan, kedua anak itu masih asyik bermain, sedang orangtua dan keluarganya mulai menyantap makanan yang di hidangkan.
''Anak-anak, mainya berhenti dulu, sekarang saatnya makan'', Ken memanggil kedua anaknya.
''Mami setelah makan kita boleh main lagi kan??, tanya pria kecil itu.
''Tentu saja, kalian boleh main sampai puas, sekarang waktunya makan''.
''Terimakasih mami, ucapnya sambil mencium pipi Arrumaisha.
''Trimakasihnya sama papa, papa yang sudah menyiapkan acara ini untuk kalian'', ucapnya
''Terimakasih papa'', ucap kedua anak itu hampir bersamaan dan memeluknya bergantian.
''Sama-sama, apa kalian suka??,
Kedua anak itu mengangguk dan duduk di kursi disisi kedua orang tuanya.
''Slamat ulang tahun untuk kalian berdua ya, tapi tante Reisa belum beli hadiahnya, ngomong-ngomong kalian mau hadiah apa???, tanya Reisa
''Be tidak mau hadiah dokter, Be mau punya a...dik saja'', ucap gadis kecil itu terbata, sembari menoleh pada mamanya dengan penuh harap.
Arrumaisha membelikan matanya, namun ia tidak berkomentar.
''Waaahhh kalau itu mintanya sama mama dan papa ya'', jawab Reisa sembari tersenyum
''Sudah, tapi papa bilang mama habis operasi jadi belum boleh punya adik'', ucap gadis itu cemberut.
''Oooo ya???, apa kalian sudah siap jadi kakak???,tanya Lily
''Kami tidak nakal, iyakan Be??
Gadis kecil itu mengangguk, ia sibuk mengunyah.
''Benarkah, lalu siapa yang kemarin merengek dan menangis mencari mama???, tanya Lily lagi.
Gadis kecil itu seketika berhenti mengunyah, ''Be tidak bisa tidur kalau tidak ada mama'', ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya terlihat lucu, membuat semua tertawa.
''Lalu bagaimana nanti kalau sudah punya adik???, tanya nyonya Sophia.
''Nanti aku akan menemaninya bermain'', ucap gadis itu bersemangat
''Aku akan menjaganya, kami bisa berbagi kamar tidur, berbagi semua'', ucap pria kecil itu dengan senang.
Ken tersenyum mendengarnya, putranya itu lebih mandiri dan penyayang, terkadang juga sangat dewasa.
''Tante Rei, kenapa kalau habis operasi tidak boleh punya adik??, tanya pria kecil itu penasaran.
''Biar luka habis operasinya benar-benar sembuh dulu, mama harus sehat dan kuat'', jawab Reisa singkat, namun cukup membuat kedua anak mengerti.
Mereka melanjutkan menyantap berbagai menu yang disajikan oleh pramusaji.
Seorang pramusaji datang membawa dua kue ulang tahun, kedua anak itu sangat senang satu kue dengan karakter salju dengan lukisan wajah mereka diatasnya, dan satu kue dengan karakter superhero, mereka sangat bersemangat merayakan ulang tahun kedua anak kembar itu.
Beberapa kali Aldo mengabadikan acara mereka, hingga acara potong kue, lalu kedua anak itu kembali bermain.
Hemmm, ''ada sesuatu yang ingin aku katakan'', tiba-tiba Ken menghentikan kegiatan makan mereka.
Mereka semua terdiam melihat Ken yang terlihat serius.
''Besok kami akan menikah disini'', ucap Ken menggenggam tangan Arrumaisha dengan erat
''Are you serius???, nyonya Sophia kaget, karena yang dia tahu mereka pergi untuk berkencan.
''Yes mom, kami akan rujuk''.
''Maksudnya??, kalian belum menikah???,tanya Lily yang tidak faham.
''Kami sudah menikah beberapa tahun lalu Lily, tapi kami berpisah saat itu, tanpa aku tahu aku memiliki anak-anak'', jelas Ken.
Lily tidak mengerti, dia mengernyit, ''bagaimana bisa??, bukankah dulu kau bertunangan dengan Rachel??, kau menikah saat sudah bertunangan dengan gadis lain???, tanyanya begitu penasaran.
''Jangan bahas dia lagi, aku tak ingin mendengarnya, ada alasan yang tidak bisa kujelaskan padamu, tapi inilah keluargaku sekarang yang seharusnya aku perjuangkan, ini juga alasanku menolak permintaan daddy untuk bertunangan dengan wanita pilihannya, aku sudah punya keluarga, seperti yang kau lihat sekarang'', ucap Ken dengan yakin.
''Sorry Ken, kau tidak pernah memberitahu sebelumnya, bahwa kau sudah punya keluarga, bahkan kalian sudah memiliki anak-anak, apa daddy dan keluarga besar sudah tahu'', ucap Lily.
''Aku memang belum memberitahu mereka, tapi aku memberi tahu alasanku menolaknya''. jawab Ken
''Selamat tuan dan nona Isha, semoga keluarga anda selalu bahagia'', ucap Aldo menengahi perdebatan kakak dan adik itu.
''Aku yang harus berterimakasih padamu Aldo, semua ini berkat usaha dan kerja kerasmu'', ucap Ken tulus.
''Aku turut senang Isha, apapun keputusanmu, aku berharap itu yang terbaik, semoga kau bahagia bersama keluargamu'', ucap Reisa.
''Terimakasih Rei, aku juga berharap kalian berdua juga serius'', ucapnya
''Aku masih tidak mengerti, tapi aku ucapkan selamat, aku harap kau bahagia'', ucap Lily kemudian.
Nyonya Sophia menepuk pundak lily, ''Ini yang terbaik untuknya, aunty harap kau akan mendukungnya''.
''Lily apa kau sudah punya kekasih??, tanya Reisa mengalihkan pembicaraan.
Lily menggeleng dan cemberut, ia terlihat kesal mengingat perjodohan yang mungkin akan segera terlaksana.
''Mau aku kenalkan dengan seseorang???, ucap Reisa
Mereka saling pandang, Lily melirik Ken.
Ken mendesah, dia tidak tahu harus berbuat apa untuk saudara perempuannya itu??.
''Dengar sayang kau masih muda tidak ada salahnya saling mengenal, jika nanti tidak cocok, tidak usah berkomitmen untuk menikah, aunty dengar kau kabur dari rumah karena kau akan di jodohkan dengan pria pilihan keluargamu, tapi kau juga punya hak untuk menolak jika merasa tidak cocok atau ada pria yang kau sukai, kau tidak perlu membatasi diri'', ucap nyonya Sophia dengan lembut.
''Isha apa kau tak mengundangnya??, bisik Reisa pada sahabatnya itu.
Arrumaisha hanya menggeleng, ia tahu yang di maksud Reisa adalah dokter Fahri
''Harusnya kau mengundangnya biar sekalian kita kenalkan dengan Lily, apa aku yang harus memberitahunya??, ucapnya lagi.
''Aku dan dia tidak pernah ada hubungan apapun Rei, mungkin dia sangat tulus, tapi aku tak ingin ia kecewa, karena kami memutuskan untuk rujuk'', ucapnya.
''Justru itu ia harus tahu, agar dia berhenti mengharapkanmu''.
''Aku berharap dia bisa mengerti, aku hanya ingin anak-anakku bahagia dengan keluarga yang utuh, ini keinginan mereka dan ini untuk masa depannya.
''Baiklah mungkin lain kali saja'', ucap Reisa, sahabatnya sedang bahagia, ia tidak ingin hari bahagianya akan terganggu.
''Mommy juga mau bilang, mommy bertemu dengan teman saat kuliah dulu, dan kebetulan ia sedang menginap di penginapan ini, dia ingin mengajak mommy berkeliling pulau besok, tapi karena kalian akan menikah besok, mommy ingin mengundangnya datang di acara kalian saja, kalian tidak keberatan kan??.
''Mommy ada teman disini???, tanya Arrumaisha
''Ya, tidak sengaja tadi bertemu saat di lobi'', jawabnya
''Apa kau keberatan honey???, tanya Ken dengan lembut, tanganya membelai rambut Arrumaisha yang tergerai menutupi punggungnya yang terbuka.
''Tentu saja tidak??, aku hanya tidak tahu kalau mommy ada teman disini, sudah beberapa bulan disini, mommy tidak pernah mengunjunginya'', ucapnya tersenyum lembut
''Mommy juga tidak menyangka kalau akan bertemu di lobi tadi, dan dia masih mengingat mommy''.
Mereka melanjutkan mengobrol hingga larut, kedua anak kembar itu sampai lelah bermain dan tertidur dipangkuan kedua orang tuanya, satu-persatu beranjak untuk istirahat dan menyambut hari esok.