Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
57.



Pagi-pagi sekali Lily bangun, setelah beristirahat di penginapan dekat bandara, hari ini ia melanjutkan perjalanan menuju kota B, sesuai instruksi Ken, dia tidak tahu kalau kakaknya Ken ternyata tinggal di kota lain bukan di ibu kota.


Saat memasuki pesawat, Lily merasa pesawat yang ditumpanginya kecil, awak pesawat juga tidak banyak, masih ada beberapa kursi yang kosong, tak berapa lama pesawat itu segera lepas landas, suaranya begitu keras terdengar, Lily merasa takut dan tak terasa tangannya mencengkeram lengan penumpang di sebelahnya. Hingga pesawat itu tenang di udara Lily baru tersadar.


''Sorry'', ucap Lily malu.


''It's ok'', jawabnya singkat, pria itu terkesan cuek, namun tidak mengurangi kewibawaanya.


Hingga satu jam perjalanan, pesawat sudah bersiap mendarat di bandara tujuan, lagi-lagi suara pesawat begitu keras, membuat Lily kembali mencengkeram lengan pria yang duduk disampingnya, hingga pesawat itu benar-benar berhenti.


''Sorry'', ucap Lily lagi.


Pria itu hanya tersenyum, dan berdiri bersiap akan turun dari pesawat.


Lily berjalan keluar bandara, dia melihat ke arah orang -orang yang membawa kertas bertuliskan nama untuk menjemput, namun tidak ada nama dirinya. Dia juga tidak melihat kakaknya disana, Lily berdiri menunggu disana, beberapa sopir taxi menawarinya untuk naik taxi mereka.


Lily melihat pria yang duduk di sampingnya tadi mengobrol dengan seseorang. Ken bilang Lily akan di jemput oleh assistenya yang bernama Aldo.


Aldo berjalan memasuki bandara di pintu penjemputan, dia melihat dokter Fahri berjalan keluar bandara.


''Dokter Fahri!!!! seru Aldo saat berpapasan dengan dokter Fahri yang baru keluar dari bandara.


Merasa ada yang memanggil namanya, dokter Fahri menoleh ke sumber suara.


''Aldo, apa yang kau lakukan disini???


''Saya sedang menjemput keluarga boss'', jawabnya sopan. Sejak kejadian di pantai dan perselisihanya dengan dokter Reisa waktu itu, Aldo dengan dokter Fahri sering bertemu di rumah sakit saat menemui dokter Reisa, yang sedang koas di rumah sakit yang sama dengan dokter Fahri. Aldo dan dokter Reisa memang semakin dekat, dan dokter Fahri sudah tahu itu.


''Oh ya, bagaimana kabar Arrumaisha dan si kembar??


''Nona dan anak-anak baik dan sehat, dokter dari luar kota???, saat bertemu Aldo dokter Fahri selalu menanyakan kabar Arrumaisha dan kedua anaknya pada Aldo, meskipun dia masih berharap pada Arrumaisha, namun dia juga tidak tega jika Arrumaisha kehilangan hak asuh atas kedua anak kembarnya, jika menolak untuk rujuk dengan mantan suaminya. Dokter Fahri memilih untuk tidak membebani pikiran wanita yang telah membuatnya jatuh cinta itu, berusaha untuk tidak egois dan memaksanya hanya akan membuatnya menderita.


''Senang mendengarnya, ya saya baru pulang seminar di ibukota, kalo begitu saya duluan'', pamit dokter Fahri.


''Iya silahkan dok!!! mereka segera berpisah, Aldo segera masuk ke ruang penjemputan, ia mengeluarkan kertas yang di lipat dari sakunya dan membukanya, ada tulisan Lily tertera disama.


Lily segera menghampiri Aldo yang memegang kertas bertuliskan namanya, ''Hi, are you Aldo???, tanya Lily.


''Yes, are you miss Lily???.


Lily tersenyum senang.


''Wellcome miss Lily'', ucap Aldo dia membawa Lily ke tempat kendaraannya di parkirkan.


Tidak ada obrolan antara keduanya, Aldo fokus menyetir dan Lily sangat antusias dengan perjalanan untuk bertemu kakaknya Ken, Lily begitu menikmatinya, sepanjang jalan yang ia lalui banyak terdapat pohon-pohon besar dan rindang, udara juga terasa sejuk, tidak ada bangunan yang menjulang tinggi seperti yang di lihat di ibukota, semakin jauh meninggalkan bandara jalan seperti menuju hutan, tidak ada lalu lalang kendaraan, Lily membuka kaca jendela menikmati udara yang sejuk, hingga tak terasa dua jam perjalanan sampai di rumah.


''Ken stay here???


''Yes miss, come in please!!!jawab Aldo


Lily turun dan melihat rumah berlantai dua, rumahnya tidak sebesar rumah orang tuanya di Canada. Namun rumah itu terlihat nyaman, Aldo membawakan koper milik Lily masuk ke dalam rumah, Lily mengikutinya dari belakang.


Saat sampai di dalam rumah, tidak nampak Ken disana, rumah itu sepi hanya terlihat pelayan yang sedang bekerja membersihkan rumah.


''Where is Ken???, tanya Lily.


''Mr. Ken going to pick up the kids from school'', jawab Aldo.


''What....????, whoes kids???? tanya Lily.


Belum sempat Aldo menjawab nyonya Sophia datang dari belakang ''are you Lily??.


''Yes I'am''.


Wajah Lily seketika berubah, selama ini dia tidak pernah tahu cerita tentang ibu dari kakaknya Ken, dia hanya tahu dirinya dan Ken lahir dari ibu yang berbeda, dan tak di duga dia akan bertemu disini.


''Hello Mrs. Sophia, how are you??? sapa Lily Sopan.


''I'm fine, sit down please!!!


''Thank you, nice to meet you''.


''Nice to meet you too''.


''How was your trip???, tanya nyonya Sophia


''Not so bad!!.......


Mereka berdua mengobrol, Aldo langsung meminta pelayan menyajikan minuman untuk Lily, tak berapa lama Ken datang bersama kedua anaknya dan langsung masuk ke rumah.


''Lily....!!! panggil Ken


''Ken....!! Lily langsung memeluk Ken dan menangis, ''I miss you'', ucapnya rapuh.


Ryuna dan Ryube melongo melihat wanita asing sedang memeluk papanya dan menangis, dia mendekat ke nyonya Sophia''.


''Grandma, siapa dia???? tanya Ryube penasaran.


''Dia saudaranya papa kalian, aunt Lily'', jelasnya


''Apa aunt Lily datang dari luar negeri???, tanya Ryuna juga penasaran.


''Apa aunt Lily akan tinggal disini bersama kita?? tanya Ryube lagi.


''Iya'', jawab nyonya Sophia sekaligus untuk pertanyaan kedua cucunya.


Tanpa mereka sadari Arrumaisha sudah berdiri di sana, tidak tahu kenapa dadanya berdesir melihat mantan suaminya memeluk wanita lain, perasaan tidak suka menyeruak kedalam lubuk hatinya.


''Mami....., kami sudah pulang??, sapa Ryuna mengagetkannya.


Ken mendengar putranya memanggil maminya, segera melepas pelukan Lily.


''Honey, kenapa berdiri di situ, ini dia Lily, Lily she is Arrumaisha, she's my wife''. Ken mengenalkan mereka berdua.


Arrumaisha sedikit kaget saat Ken mengenalkan dirinya sebagai istrinya, begitu pula nyonya Sophia, namun ia segera menyambutnya dengan ramah.


''Anak-anak, sapa aunt Lily, dia tante kalian, adiknya papa!!!, seru Ken.


''Papa punya adik????, tanya Ryube sang putri.


''Ya sweetheart, tante Lily adiknya papa'',jawab Ken meraih putrinya mendudukanya dipangkuan, dan duduk di sebelah Arrumaisha.


''Mama...., kenapa papa punya adik??, kenapa Be sana Yuna gak punya adik??, Be juga mau punya adik'', rengeknya pada sang mama, ''Leyuna kau mau tidak punya adik???.


'' Iya aku mau satu ya mami, biar ada teman main bola'', pria kecil itu langsung duduk di pangkuan maminya.


Arrumaisha membelai kepala putranya, dia tidak tahu harus menjawab apa.


Nyonya Sophia tersenyum, ia begitu berharap anak dan mantan menantunya segera rujuk, bahkan Aldo ikut tersenyum mendengarkan celoteh kedua anak kembar itu.


Lily memandang Ken dengan tatapan yang tidak mengerti, ''You have to explain to me!!!


Ken hanya mecebikan bibirnya dan menaikkan bahunya.