Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
87.



Semalaman Ken tidak tidur, ia memandangi wajah istrinya yang terkulai lemas karena perbuatanya, wanita itu masih tertidur dengan lelap, tak peduli sinar pagi sudah menerobos melalui jendela, istrinya yang biasanya akan bangun lebih awal saat di rumah, itu tak terganggu, dengan lembut ia membelai wajah istrinya, menyingkirkan anak rambut yang berantakan, dan membetulkan selimut, menutupi tubuh istrinya yang polos, kedua anaknya yang tidur di ranjang tambahan juga mulai bangun.


''Mami'', suara khas anak-anak itu membuat Ken segera menghampirinya


''Slamat pagi jagoan papa, sudah bangun???


Pria kecil itu hanya mengangguk, '' mami kemana???, ia tidak melihat kebaradaan mama kesayanganya.


''Mami masih tidur, jangan ganggu mami''.


''Kenapa mami belum bangun??, apa mami sedang sakit??, tanya gadis kecil itu ikut terbangun.


''Mami tidak apa-apa, sepertinya mami lelah, ia baru saja tidur, jadi kalian berdua jangan mengganggunya, bagaimana kalau kita turun dulu, apa kalian mau berenang???


Kedua bocah itupun mengangguk dan Ken segera menggendong kedua anaknya menuruni tangga, agar tidak mengganggu mamanya yang baru saja tidur menjelang subuh, di bawah terlihat nyonya Sophia sedang menikmati segelas teh dan Lily terlihat di dapur membuat sarapan. Meskipun Lily bukan putrinya dan merupakan anak dari mantan suaminya, mereka terlihat baik-baik saja, ibunya itu sedikit mirip dengan istrinya, sabar dan bijaksana.


''Duduk disini, papa akan ambilkan sarapan untuk kalian'', ucapnya mendudukan kedua anaknya dekat nyonya Sophia.


''Cucu grandma sudah bangun'', serunya sembari mengelus rambut kedua cucunya, ''Apa mama kalian masih belum bangun??


''Mami masih tidur grandma'', jawab pria kecil itu


''Kata papa, mama kelelah dan baru saja tudur menjelang pagi'', jelas gadis kecil itu


Nyonya Sophia tersenyum mendengarnya, ''kalau begitu biarkan mama istirahat, jangan mengganggunya, kalian main di bawah ditemani grandma dan tante Lily''.


''Kami mau berenang grandma''.


''Boleh, tapi sarapan dulu ya


Kedua anak itu mengangguk


''Slamat pagi keponakan tante, sarapanya sudah siap'', ucap Lily, gadis itu membawakan susu dan roti untuk keponakanya.


''Terimakasih tante Lily'', kedua anak itu segera meneguk susu yang di bawa Lily dan menyantap sarapanya, setelah itu menarik tangan Lily untuk menemaninya berenang.


Ken menghampiri nyonya Sophia yang sedang melamun sembari mengamati kedua cucunya.


''Suasana alamnya sangat indah dan sejuk, tidak polusi dan juga tidak macet, bagus untuk berbulan madu, ngomong-ngomong kalian mau berbulan madu kemana???.


''Sebenarnya aku ingin mengajaknya ke negara kita mom, Isha dan anak-anak sama sekali tidak tahu asal usul kita, tapi beberapa pelangganya sudah menunggunya, aku berencana untuk mengajak anak-anak juga, tapi saat ini mereka masih harus sekolah, mungkin nanti saat anak-anak libur kami bisa pergi bersama, sekalian mengantar Lily pulang''.


''Kau tahu istrimu tidak ingin pelangganya kecewa, dia itu pekerja keras dan bertanggung jawab, sepertinya sekarang harus menambah pegawai untuk membantu mengurus toko kueya, jadi istrimu tidak harus mengelolanya sendiri, jika ingin bepergian jauh, ia tidak akan kuatir, dan dia juga tidak akan kelelahan, kalian sudah menikah dan masih muda, kedua cucu mommy juga sudah pintar, mereka juga sangat menginginkan memiliki adik bayi, jadi tidak perlu menunda untuk menambah anak lagi''.


''Aku juga tidak ingin menundanya, tapi sepertinya Isha tidak ingin memiliki anak lagi, ia masih trauma dengan kehamilannya dulu''.


''Mommy sudah bisa menduganya, dia punya pengalaman buruk saat hamil, kau bahkan tidak tahu perbuatanmu akan menghasilkan anak-anak yang pintar dan manis seperti mereka, saat wanita sedang hamil dia akan mudah lelah, dan selalu ingin diperhatikan, apalagi saat itu Isha hamil anak kembar, bebanya sangat berat, mommy tidak bisa bayangkan bagaimana dia dulu menjalani kehidupannya sendirian, mommy minta perlakukan istrimu dengan baik, dia telah banyak berkorban''.


''Aku tahu mom, jika aku bisa aku ingin kembali dari awal, tapi semua sudah terjadi, sekarang hanya bisa memulai kehidupan baru denganya'', ucapnya terlihat penuh penyesalan.


''Haaahhh, apa kau tahu mommy merasa sangat lega sekarang, sebelum kalian memutuskan untuk kembali menikah, mommy sangat kuatir, beberapa kali mommy bicara denganya tentang hubungan kalian dan dia hanya diam saja, mommy yakin dia telah banyak berfikir dan penuh pertimbangan, dia wanita yang memiliki pendirian kuat, tidak mudah tergoyahkan, dia juga sangat bijaksana, mommy yakin meski sekarang dia memutuskan menerimamu kembali karena anak-anak, seiring berjalannya waktu dia akan mencintaimu, kau harus lebih sabar menghadapinya, sedikit menurunkan egomu, dan mau mengalah, kau pasti akan memenangkan hatinya, mommy harap kalian akan bahagia bersama selamanya''.


''Terimakasih mom, lalu bagaimana dengan mommy sendiri??, apa tidak ada yang ingin mommy bicarakan denganku tentang semalam??, Ken sangat penasaran hingga tak mau menunggu wanita paruh baya itu mengatakanya lebih dulu.


Haaahhhh, ''apa dokter Fahri memberitahumu???, tanya nyonya Sophia


''Sedikit, tapi aku mau dengar dari mommy langsung''.


Nyonya Sophia menarik nafas dalam, sebelum akhirnya memulai bicara.


''Mommy sudah tidak muda lagi Ken, mommy tidak pernah berfikir untuk menikah kembali selama ini, bercerai dengan daddymu dan berpisah denganmu adalah hal terberat yang pernah mommy alami, dan tiba-tiba sekarang teman mommy mengajak mommy untuk menikah dan menikmati masa tua bersama, menurutmu mommy harus bagaimana??,


Ken diam saja, dia juga tidak tahu harus bagaimana.


''Dokter Burhan kehilangan istrinya saat ia sedang menjadi relawan, istrinya meninggal saat melahirkan dokter Fahri, mommy sangat kasihan melihat dokter Fahri, ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, dia tumbuh bersama kedua kakak perempuanya, dan sekarang ia dalam masa yang sulit, melihat keadaannya kemarin, mommy benar-benar kuatir, cintanya kepada istrimu begitu besar dan tulus kepada anak-anak, dia pasti sangat kaget tiba-tiba menyaksikan pernikahan kalian kemarin, hingga tidak kuat dan jatuh. Mommy tidak tahu keadaanmu dulu saat jauh dari mommy seperti apa, kau sedikit lebih beruntung jika dibandingkan denganya''.


''Lalu apa keputusan mommy??, apa mommy akan menerimanya atau tidak''. tanya Ken lagi


''Mommy belum bisa memutuskan, mommy baru beberapa bulan bertemu denganmu dan juga anak istrimu, semua membuat mommy terkejut, mommy tidak tahu apakah mommy harus menerimanya atau menolaknya, sekarang mommy sangat menikmati hidup disini bersama kalian, melihat cucu mommy tumbuh dengan baik, patuh dan penuh perhatian, mereka sangat pintar''.


''Kami juga senang jika mommy mau tinggal bersama kami, karena itu adalah harapanku dari dulu, tapi mommy bisa menentukan kebahagiaan mommy sendiri, kami tidak akan memaksa ataupun melarang mommy, aku sudah bicara dengan istriku semalam, jika mommy merasa akan bahagia bersamanya, kami tidak akan melarang mommy meraih kebahagiaan mommy, lagi pula pulau ini tidak begitu jauh, hanya perlu menyebrang, kita sudah bisa bertemu dan mungkin ia adalah jodoh mommy'', ucap Ken


Nyonya Sophia tidak menyangka putranya akan bicara seperti saat ini, ia bahkan belum memutuskan, apakah akan menerima dokter Burhan dan menikah. ''Terimakasih Ken, mommy perlu waktu untuk berfikir''. ucapnya terharu