
Mereka telah sampai di penginapan yang telah di pesan oleh Aldo, sebenarnya Ken ingin langsung mengajak Arrumaisha jalan-jalan terlebih dulu, tapi melihat kondisinya yang lemas dan pucat, Ken langsung membawanya ke penginapan.
Arrumaisha masih tertidur di mobil, dengan pelan Ken membangunkanya, Ken berfikir untuk segera cek in, agar Arrumaisha bisa segera istirahat dengan nyaman.
''Honey kita sudah sampai'', ucap Ken dengan lembut
Arrumaisha membuka matanya dengan berat, ''dimana ini??, tanyanya dengan sangat berat, ia merasa baru mau tidur tapi kaget karena Ken membangunkannya.
''Kita sudah sampai di penginapan, ayo turun!!!,ajak Ken
Arrumaisha berusaha membuka matanya yang berat, merasa lemas dan tidak bertenaga, mungkin karena perutnya kosong.
''Sebaiknya kita makan dulu, semua yang kau makan tadi pagi kau muntahkan, kamu sangat pucat dan seperti tak bertenaga, aku juga sudah lapar'', ucap Ken
''Bisakah makananya diantar ke kamar, aku ingin segera istirahat'', ucapnya lemas.
''Baiklah, kalau begitu tunggu disini, aku akan cek in dulu'', Ken segera keluar dari mobil untuk cek in, hingga beberapa menit kemudian ia kembali menghampiri Arrumaisha.
Seorang pegawai penginapan datang membawa buggy car menghampiri mereka, Ken membantu Arrumaisha duduk di buggy car, kemudian ia duduk disampingnya, dan akhirnya mereka tiba disebuah private village yang letaknya terpisah dari hotel. Pegawai itu mempersilahkan mereka masuk dengan sopan dan ramah, lalu meninggalkan mereka.
Villa yang tidak terlalu luas namun besar jika hanya di tempati berdua, dilantai bawah terdapat sofa yang cukup untuk sekeluarga, dan juga area kichent yang langsung menghadap ke kolam renang pribadi, diatas ada beberapa kamar.
Ken nampak puas dengan private village yang di pesan Aldo, dia benar-benar bisa di andalkan batin Ken, ''apa kau mau langsung beristirahat, sepertinya kamarnya ada diatas'', ucap Ken
Arrumaisha hanya menganggukkan kepalanya, dia hanya butuh beristirahat di tempat yang nyaman sekarang.
Melihat Arrumaisha yang lemas Ken langsung membopongnya menaiki tangga menuju kamar untuk beristirahat, Ken membaringkan Arrumaisha di ranjang, melepaskan sepatunya, menyalakan pendingin ruangan, dan menyelimutinya, ia duduk di sisi ranjang menggosokan tangan mereka berdua untuk menyalurkan kehangatan, hingga Arrumaisha terlelap. Ia tidak menyangka kencan pertamanya dengan Arrumaisha malah membuatnya mabuk perjalanan.
Ken merasa sangat lapar, mereka telah sampai di pulau sebrang saat siang hari, Ken masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri, sampai beberapa saat ia keluar, terlihat Arrumaisha masih terlelap, kemudian ken menekan tombol telefon yang ada di nakas untuk layanan hotel. Ia memesan beberapa menu makanan, agar saat Arrumaisha terbangun bisa segera mengisi perutnya yang kosong.
Ken bersandar di ranjang di sisi Arrumaisha yang tak terganggu, ia memandangi wajah mantan istrinya dan teringat kata-kata putranya saat dulu mamanya jika sakit akan tidur lama tidak bangun-bangun. Dalam hatinya ia sangat menyesalinya telah membuatnya seperti ini, dia melihat dada Arrumaisha yang bernafas dengan teratur, ia berfikir perempuan yang sudah melahirkan kedua anaknya mungkin benar-benar hancur karena kepahitan hidup yang terus dirasakanya sejak di tinggal kedua orang tuanya. Namun ia juga tidak bisa membalikan semuanya dari awal, Ken hampir saja terlelap saat bunyi bel pintu mengaggetkanya, Ken buru-buru keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah, dan segera membukakan pintu, terlihat pelayan hotel membawa makanan yang di pesan Ken, dan ia memintanya menaruh di meja
Pelayan itu segera melaksanakanya, menata menu di meja, mereka berbincang sebentar lalu pergi, Ken segera meninggalkannya. Ken kembali ke atas mengambil ponselnya dan menghubungi Aldo untuk menayakan keadaan kedua anaknya, dan setelah mendengar suara mereka di telfon Ken merasa lega. Ken kembali membaringkan tubuhnya dengan sangat hati-hati di ranjang, sudah hampir satu jam Arrumaisha belum bangun, memandangi mantan istrinya yang tertidur pulas, ia lapar tapi tak ingin makan sendirian, hingga akhirnya ia tertidur pula.
Arrumaisha perlahan membuka mata, setelah hampir dua jam ia tertidur dengan nyenyak, ia merasa ada yang menekan perutnya, merasa sangat lapar dan haus, melihat kelangit-langit dan menyadari ia sedang tidak di kamarnya, meneliti ke setiap sudut, meraba perutnya yang berbunyi, namun tangan yang kokoh sedang memeluknya dengan erat, dengan pelan menyingkirkan tangan itu, namun suara seseorang yang memeluknya mengagetkannya.
Arrumaisha mengangguk malu, mendapati dirinya tidur berdua dengan mantan suaminya di siang hari, tadi dia tidur seperti orang mati. Tiba-tiba perut laparnya berbunyi begitu saja
''Sudah lebih baik??, sebaiknya kita makan dulu, aku sudah pesan makanan sejam yang lalu'', ucap Ken segera bangkit.
Arrumaisha segera ikut bangkit dan berdiri, badan kurusnya tiba-tiba tidak seimbang dan hampir jatuh, dengan sigap Ken menangkapnya,'' kau harus makan yang banyak sekarang, kalau tidak bagaimana kita akan berkencan'', ucap Ken langsung membopongnya membawanya turun untuk makan, Arrumaisha seperti anak kecil, merasa begitu di perhatikan, mengalungkan kedua tanganya di leher Ken.
''Maaf'', ucapnya.
''Aku tidak tahu kalau kau tidak pernah naik kapal laut, ku harap kau tidak akan sakit'', ucapnya lalu mendudukannya di kursi, terlihat di meja makan penuh dengan makanan dan buah segar.
''Kau pesan makanan sebanyak ini??, tanyanya
''Sepertinya ini sudah dingin, biar aku pesan lagi'', ucap Ken
''Tidak usah, tidak apa-apa makan ini saja, supnya kan bisa di panaskan disini!!!
Arrumaisha hendak berdiri, Ken langsung melarangnya, ''duduklah biar aku yang panaskan supnya'', ucapnya
Arrumaisha pun menurut, dia memang tidak bertenaga untuk melakukan apapun, dan Ken sangat mengerti keadaannya, pria itu begitu perhatian, ia memandangi punggung mantan suaminya yang sedang menghangatkan sup, dan tersenyum sendiri.
Beberapa menit kemudian selesai dan mereka mulai menyantap makanan di meja, Arrumaisha makan dengan lahap dan sangat menikmati, dia benar-benar lapar, ia menyeruput kuah sup langsung dari mangkuk, dan membuat ia berkeringat, Ken tersenyum melihatnya, menurutnya mantan istrinya punya sisi lain yang unik, tingkahnya tidak di buat-buat dan apa adanya, semakin membuat Ken jatuh cinta, hingga akhirnya mereka menyelesaikan makan,siang, terdengar suara bell lagi.
''Siapa???, tanya Arrumaisha
''Tunggu disini'', Ken segera membuka pintu seseorang datang memberikan beberapa kantong belanja pada Ken, kemudian berlalu setelah Ken memberikan tips padanya. Ken membawa masuk beberapa kantong itu dan menaruhnya di kursi.
''Apa itu??, kau belanja??, tanya Arrumaisha
''Aku minta pada karyawan hotel untuk membelikan pakaian ganti untuk kita dan juga perlengkapan lainya, aku tidak tega meninggalkanmu sendiri di vila, jadi aku minta tolong pada karyawan hotel untuk membelinya'', jelasnya.
Arrumaisha segera mencuci tangan dan ingin segera melihat apa yang dibeli karyawan hotel untuknya.