
''Ayo kita pergi jalan-jalan, kau belum pernah datang ke sini kan??, ajak Ken dia begitu senang setelah mendengar Arrumaisha setuju untuk rujuk walaupun dengan syarat, dia yakin di dalam hatinya tidak akan melepaskan istri dan anak-anaknya, dan ini adalah kesempatan dia satu-satunya jalan untuk kembali pada mantan istrinya.
''Aku sangat merindukan anak-anak, apa mereka baik-baik saja, aku tidak bawa ponsel'',keluh Arrumaisha.
''Aku sudah menelfonya tadi saat kau tertidur tadi siang''.
''Benarkah, bagaimana mereka??, rewel tidak??
''Tenanglah Honey, ada mommy dan Lily juga Aldo''.
''Tetap saja aku kuatir, kita meninggalkan mereka tanpa memberitahunya''.
''Percayalah mereka akan baik-baik saja, apa kau mau berbicara dengan mereka??.
Arrumaisha mengangguk, Ken mengeluarkan ponselnya dari saku dan mencari kontak Aldo dan segera menekan tombol pemanggil.
Dreeeeetttttttt
Aldo merogoh ponsel di sakunya dan melihat panggilan masuk dari Ken, ia langsung menekan tombol hijau ''iya tuan'', jawabnya langsung, ia sedang sibuk di depan laptopnya.
''Apa kau di rumah??
''Iya tuan, saya di rumah'',jawab Aldo
''Dimana anak-anakku, suruh mereka mengambil ponsel di kamar, mamanya mau menelfon''.
''Baik tuan, Aldo segera bergegas memberitahu Ryuna dan Ryube yang sedang berada di lantai bawah dengan Lily dan nyonya Sophia, gadis kecil itu segera berlari ke kamar untuk mengambil ponselnya.
Ken berbicara sebentar dengan Aldo lalu segera mematikan ponselnya, dan memberikan ponselnya pada Arrumaisha untuk menghubungi kedua anaknya.
****
Dreeeeettttt
''Halo mama, mama pergi kemana??, kenapa tidak ajak Be??, tanya gadis kecil itu dengan wajah cemberut, ia langsung bicara saat wajah mama terlihat di layar.
''Iya kenapa mami tidak bilang mau pergi kemana'', tanya putranya.
Terlihat jelas kedua anak itu tidak bersemangat, ''Maaf sayang, mama dan papa ada urusan, tidak bisa mengajak kalian ikut serta'', jawab Arrumaisha
''Mami, apa mami lupa besok, maksudku besoknya lagi adalah ulang tahunku dan juga Be yang ke lima, aku sudah menghitungnya, apa mami akan segera pulang??, tanya Ryuna
''Iya, apa mama lupa hari ulang tahun kami, Be belum pernah merayakannya bersama papa dan grandma juga tante Lily'', ucapnya sedih
''Mama tidak lupa sayang, nanti kalau urusan papa dan mama sudah selesai, kita akan segera pulang, dan kita bisa merayakan ulang tahun kalian bersama'', jelas Arrumaisha
''Mami janji ya, segera pulang aku sangat kuatir, apa mami dan papa akan menginap??
''Sepertinya begitu, karena perjalanannya jauh kita harus menginap, kalian jangan merepotkan grandma dan tante Lily ya, jangan keluar dari rumah, berangkat dan pulang sekolah sama uncle Aldo, ok''.
''Baik mami, aku sangat merindukanmu''.
''Ohhh, kau manis sekali, mami juga sangat merindukan kalian berdua sayang''.
''Mama, Be tidak mau hadiah boneka lagi, Be mau adik yang bisa jalan bukan boneka'', ucap Ryube
Arrumaisha membeliakan matanya, sedangkan Ken tersenyum penuh kemenangan lalu mencium perut Arrumaisha beberapa kali, sedari tadi ia diam mendengarkan percakapan mereka, dan tidak menduga kedua anak kembarnya mempunyai pemikiran yang sama, mungkin mereka anak kembar jadi memiliki ikatan batin yang kuat, batin Ken.
''Kalau itu, mami tidak bisa janji sekarang sayang, tapi mami akan carikan hadiah yang bagus untuk kalian, ok!!!, seru Arrumaisha
Kedua anak itu menggelengkan kepala.
''Mama teman kami punya adik yang lucu tiap hari ikut bermain disekolah, Be sangat ingin memilikinya satu saja, kenapa tidak bisa???
Arrumaisha tidak bisa memberi pengertian lagi pada kedua anaknya, terdengar tawa Lily dan nyonya Sophia disana, dia terdiam lalu Ken segera mengambil alih ponselnya.
''Baby, perut mama kan habis di operasi, jadi belum bisa punya adik, kalian banyaklah berdoa agar mama sehat terus, biar nanti kalian bisa punya adik, apa kalian mengerti???, ucap Ken sambil membelai rambut Arrumaisha.
Kedua anak itu menurut dan mengangguk, tanda mengerti. '' Sekarang tutup telfonya papa masih ada urusan sama mama, i love you''. ucap Ken diakhiri.
''I love you'', jawab kedua anak itu
Ken segera menutup telfonnya dan mengajak Arrumaisha pergi menikmati indahnya malam berdua di pulau sebrang. Mereka seperti pasangan muda yang di mabuk cinta, Ken mengajaknya pergi ke sebuah mall untuk membeli kebutuhan, karena mereka berdua tidak membawa apapun, saat berjalan dan melihat aneka mainan dan pakaian anak-anak Arrumaisha langsung berhenti, dia teringat anak-anaknya, ia berfikir untuk membeli hadiah untuk mereka, tapi ia sendiri binggung, karena kedua anaknya meminta hadiah yang lain, yang tidak bisa diberikan sekarang.
''Kau mau beli untuk anak-anak??, tanya Ken
''Aku bingung mau beli hadiah apa untuk mereka??, jawabnya
''Beli saja mana yang kau suka, mereka pasti mau, untuk hadiah aku akan menyiapkanya'', jawab Ken.
''Menyiapkan apa??, setiap tahun kami hanya merayakan bertiga di rumah, aku juga tidak pernah memberikan hadiah yang mahal, ini pertama kalinya mereka ingin merayakan bersamamu dan juga grandma serta Lily, tapi kita masih disini sekarang, mereka pasti kuatir menunggu kita''.
''Aku sudah menyiapkan, nanti kau akan tahu, kau tidak perlu kuatir, belikan saja pakaian untuk acara mereka nanti''.
Arrumaisha pun memilih beberapa pakaian untuk kedua anak kembarnya, dengan sabar Ken menemaninya, karyawan melihatnya dengan wajah penasaran, meskipun begitu mereka tetap melayani dengan ramah, bagaimana tidak, pasangan yang memiliki banyak perbedaan itu meminta karyawan untuk mencocokan pakaian dengan warna yg sama untuk jenis kelamin yang berbeda.
''Maaf kak bajunya untuk usia berapa ya??, tanya seorang karyawan dengan sopan??
''Anak kembar kami usia lima'', jawab Arrumaisha.
''Ohhh, baik'', karyawan itu segera mencarikan beberapa motif pakaian untuk anak-anak, dan memadu padankannya.
Setelah selesai Ken membawanya ke sebuah toko yang kusus menjual perhiasan yang ada di mall itu. Ken meminta karyawan disana untuk mencarikan desain perhiasan untuk istrinya, selain itu juga memintanya untuk mencoba beberapa pakaian dengan brand ternama, Arrumaisha sangat tidak biasa dengan barang-barang mahal, karena dia hanya berada di rumah setiap hari, Arrumaisha menolak saat beberapa kali karyawan memintanya untuk mencobanya, akan tetapi Ken tetap membelinya, dia benar-benar mengikuti saran Aldo, selain itu saat ini ia merasa sangat bahagia karena akan segera rujuk, dan bisa memilikinya sepenuhnya, hidup bersama anak dan istrinya yang sudah menderita selama ini, saatnya sekarang anak dan istrinya harus hidup dengan lebih baik.
Setelah selesai, Ken membawa Arrumaisha ke sebuah pantai, suasana sudah gelap hanya lampu-lampu penerangan restauran yang justru membuat suasana semakin romantis, Ken mengajaknya makan malam, mereka duduk di meja yang sudah disiapkan di tepi pantai, menikmati makanan khas disana dengan alunan musik klasik, tiba-tiba Ken berjongkok di depan Arrumaisha, dan mengeluarkan kotak dari sakunya lalu membukanya, ''Honey aku memang bukan pria yang baik, trimakasih sudah bertahan hidup melahirkan dan merawat anak-anakku, terimakasih telah mau memberiku kesempatan sekali lagi untuk bersamamu, mau kah kau menikah denganku sekali lagi'', ucap Ken tanpa keraguan
Arrumaisha diam tertegun, ia tidak menyangka Ken akan melakukan ini, baru tadi sore mereka berbicara banyak berdua, ia pikir mereka butuh waktu berdua agar lebih memahami satu sama lain, tapi sepertinya Ken tidak ingin menunda lagi dan dia sangat serius saat mengucapkanya.
''Honey'', ucapnya lagi
''Apa harus sekarang???,tanya Arrumaisha, beberapa pasang mata melihatnya bahkan ada yang mengambil video mereka.
Ken tidak menjawab, ia masih berjongkok disana menunggu jawaban Arrumaisha, hingga beberapa lama Ken hampir putus asa.
''Yes'', ucapnya singkat,
Ken langsung memasangkan cincin itu di jari manis Arrumaisha lalu memeluknya erat dan menciumnya dengan lembut.
''Thank you honey''.