Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
46.



Mereka telah sampai di pantai, Reisa langsung menarik sahabatnya ke tepi pantai, kedua anaknya mengikutinya, Reisa berkali-kali mengambil gambar foto sahabatnya bersama kedua anaknya dan juga dirinya, dia langsung mempostingnya di media soasialnya. Kedua perempuan muda itu tertawa lepas dan terlihat gembira, Reisa tidak mempedulikan Aldo dan Ken yang melihat keseruan mereka, dua sahabat yang sudah lama tidak saling bertemu, Reisa dan Arrumaisha begitu senang. Ken melihat mantan istrinya dengan rasa bersalah, mantan istrinya itu bisa tertawa lepas bersama sahabatnya, tidak seperti saat bersamanya, Reisa mengajaknya berteriak melepaskan beban hidupnya, dan semua diikuti kedua anaknya.


''Isha, ayo kita teriak, lepaskan semua bebanmu, mulai sekarang hanya ada kebahagiaan, tidak ada lagi penderitaan'', ucapnya.


Ken mengawasi kedua anaknya di bantu Aldo, dan membiarkan mantan istrinya untuk bersenang-senang dengan sahabatnya.


Nyonya Sophia memilih menggelar tikar dan berjemur di tepi pantai, sambil melihat kedua cucu kembarnya yang sedang asyik bermain air.


Tak berapa lama, dokter Fahri telah sampai di pantai dan langsung menuju ke tepi pantai menghampiri mereka.


''Hai, apa kabar semua? kalian seru sekali!! sapa dokter Fahri dengan ramah, tersenyum pada semua orang.


''Halo senior??, sapa Reisa


''Halo kak, apa kabar??.


''Baik, bagaimana kabarmu, kau sudah bisa beraktifitas seperti biasa??.


''Ya, aku sudah mulai beraktifitas kembali'', jawab Arrumaisha


''Syukurlah, jangan lupa kau harus tetap menjaga kondisimu, agar tidak sampai jatuh sakit lagi!!!!.


''Terimakasih perhatianya''.


''Jangan sungkan, kalau ada keluhan bisa menghubungiku kapanpun''.


Arrumaisha mengangguk mengerti, hari ini dia begitu senang, teman-temanya begitu perhatian, mereka telah berhasil meraih impianya namun tidak melupakan dirinya yang tidak bisa menggapai impianya sendiri, dia ikut senang melihat kesuksesan sahabat dan seniornya.


Mereka bertiga terlihat akrab, dokter Fahri dengan terang-terangan menunjukan rasa sukanya pada Arrumaisha di depan Ken, terlebih saat mereka bertiga berfoto dengan, dokter Fahri juga berusaha mengambil simpati kedua anak Arrumaisha, Ken sangat cemburu melihat keakraban mantan istrinya di depan mata dengan seseorang yang menjadi rivalnya, bahkan dokter Fahri tidak sungkan mengajaknya berfoto bersama Arrumaisha dan kedua anaknya dengan dukungan Reisa. Terlebih sikap Reisa yang seakan sengaja mendekatkan Arrumaisha dengan seniornya.


Aldo tahu bosnya saat ini sedang tidak baik-baik saja, sejak dokter Fahri datang menyapa mereka, wajahnya terlihat tegang bahkan sesekali tangannya mengepal erat, menahan emosinya. Tiba-tiba Aldo menarik tangan dokter Reisa dan membawanya sedikit menjauhi mereka.


''Dokter Riesa, ada yang ingin aku bicarakan denganmu!!!!ucap Aldo langsung menarik tangan Reisa.


''Dokter Reisa, jangan membuat suasana jadi panas!!! ucap Aldo


''Disini memang sudah mulai panas, kau ini kenapa?? seenaknya sendiri'', ketus Reisa


''Dokter Reisa, saya tahu anda sengaja melakukan ini!!! seru Aldo


''Melakukan apa???.


''Jangan berpura-pura tidak tahu, saya tahu anda sengaja memprovokasi hubungan mereka!!! suara Aldo terdengar meninggi


''Apa maksud anda??, jangan berfikir anda sangat mengenal saya!!, Reisa tidak kalah ketus.


''Saya memang tidak begitu mengenal anda, tapi jika anda sengaja memprovokasi hubungan nona Arrumaisha dengan tuan Ken dan dokter Fahri, saya juga harus ikut campur tangan''.


''Kenapa saya harus memprovokasi, saya tahu anda ada di pihak tuan Ken, bahkan anda siap melakukan apapun demi tuan Ken, karena dia atasan anda, tapi saya tidak peduli itu, saya hanya ingin sahabat saya hidup bahagia, dokter Fahri bukan orang jahat ataupun buruk rupa, dia mencintai Arrumaisha sejak awal pertama bertemu di kampus, dia juga orang yang mapan, dia juga mau menerima anak-anaknya jika Isha menerimanya, apa yang sudah kalian lakukan lima tahun ini, jika kalian orang yang baik dan punya hati kenapa harus menghancurkan kehidupan seorang gadis yatim piatu, kenapa baru sekarang ketika ada orang lain yang mencintainya dengan sungguh-sungguh, anda tidak terima. Anda bukan siapa-siapanya Isha''. Reisa bicara meluap-luap membuat Aldo terdiam, dia tidak menyangka gadis yang ditemui beberapa tahun lalu begitu berani dan berbicara dengan terus terang.


''Tuan Aldo, saya tahu anda banyak terlibat sejak awal hubungan mereka, apa anda pernah berfikir di pihak Arrumaisha, dia kehilangan masa depannya, dia tidak bisa menggapai impianya, dan mengorbankan hidupnya untuk anak-anak yang tidak berdosa, apa anda pikir Isha masih mau menerima permintaan rujuk tuan Ken, meskipun tuan Ken memberikan tempat tinggal dengan fasilitas yang mewah, serta menjamin kehidupan dia dan anak-anaknya, itu tidak akan pernah bisa mengembalikan semuanya ke awal. Arrumaisha sudah sangat menderita sebelumnya, dia kehilangan kedua orang tuanya, dan berusaha belajar dengan giat untuk meraih impianya dengan beasiswa, namun datang kalian mengusiknya, hingga akhirnya dia pergi jauh hingga kesini, hidup menderita sendiri disini, bahkan meski sekarang dia tinggal di rumah yang mewah sekalipun, dia merasa hanya memiliki sedikit tempat disana. Tuan Ken hanya masa lalunya, jika dia berfikir ingin rujuk karena ingin anak -anaknya bahagia, silahkan melakukan tanggung jawabnya. Arrumaisha berhak hidup bahagia bersama pria yang dia sukai dan menerima dia apa adanya beserta anak-anaknya''.


''Dokter Rei, anda tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi pada mereka, pernikahan mereka hanya sebuah perjanjian, mereka tidak saling mencintai sebelumnya'', ucap Aldo spontan


''Anda tahu mereka tidak pernah saling mencintai dari awal, hanya sebuah perjanjian, kenapa harus mendukungnya untuk rujuk???, Reisa sangat geram dengan Aldo.


Aldo kehabisan kata-kata untuk menjelaskan, dia tadi sudah keceplosan bicara, ''Tuan Ken sudah berubah sejak dia tahu telah memiliki anak-anak, karena masa lalunya dia juga tidak ingin anak-anaknya merasakan penderitaan, makanya dia ingin rujuk dengan nona Arrumaisha, dia ingin bertanggung jawab dan ingin mendapat kesempatan memulai kehidupan yang baru bersama mereka, tentu saja saya akan mendukungnya, demi kebaikan keluarga itu, saya pastikan akan menyingkirkan siapun yang menghalangi niat baiknya'', jelas Aldo kemudian.


''Silakan saja, itu hak dia dan perlu kalian tahu Arrumaisha berhak memilih pria manapun yang bisa membahagiakanya, dan jangan menggertak saya, saya bukan Arrumaisha yang hatinya penuh kesabaran dan tidak akan pernah membalas jika disakiti sekalipun''. ucapnya tegas sampai membuat Aldo mengernyitkan dahinya.


''Tuan Aldo biarkan kami bersenang-senang sekarang, maaf jika saya tidak setuju dengan pendapat anda'', Reisa berbalik meninggalkan Aldo yang masih terdiam mencerna kata-kata gadis di depanya, namun kemudian dia menarik tangan kiri Reisa sehingga membuat gadis itu berbalik lagi dan menabrak dada Aldo, bibir mereka begitu dekat, dan entah keberanian datang dari mana Aldo langsung mencium bibir Reisa yang sedikit terbuka dan terlihat kaget ingin memakinya.


Reisa tidak bisa menghindarinya, semua begitu tiba-tiba, dia membeku seketika, sekujur tubuhnya menjadi panas, wajahnya terasa tegang. Sesaat mereka terbawa suasana, entah kenapa mereka berdua sama-sama menikmatinya, bahkan Aldo berani bermain-main dengan lidahnya, dan menggigit bibir Reisa dengan lembut.


Sesaat kemudian mereka tersadar, Reisa segera melepaskan diri dari Aldo, dan dia langsung menampar pipi kiri Aldo dengan tangan kananya, ''anda sangat kurang ajar dan tidak tahu sopan santun'', ucapnya lalu meninggalkan Aldo yang diam mematung merasakan panas di pipinya.