
''Waaahhhh....'' guman spontan perawat itu terkagum melihat wajah tampan Ken
''Kenapa??? tanya dokter Fahri
''Mantan suaminya tampan ya dok, gennya juga kuat, anak-anaknya sangat mirip dengan papanya'', ucap perawat itu.
''Nona Arrumaisha juga cantik'', jawab dokter Fahri.
''Oh ya, dokter mengenal nyonya Arrumaisha ya??, tanya perawat itu lagi.
''Ya, dia juniorku dulu saat di universitas, hanya saat semester pertama sering bertemu tapi kemudian tidak tahu kabarnya''.
''Nyonya Arrumaisha itu dokter dok??, tanya perawat
''Dulu dia masuk kedokteran umum, tapi setelah itu aku ke luar negeri dan tidak tahu kabarnya lagi, dan baru bertemu disini'', jelasnya.
''Sayang sekali dok, sudah ada yang punya''.
''Dia punya anak-anaknya, mereka sudah bercerai, pria itu hanya mantanya'', ucap dokter Fahri.
''Dokter naksir ya sama dia????
''Sama siapa???
''Nyonya Arrumaisha??
''Suster, kok jadi bahas dia sih, kembali ke pekerjaanmu''.
''Baik dok, tapi emang bener dok pria itu hanya mantan, masih ada kesempatan'', perawatan itu tersenyum.
Dokter Fahri merasa malu saat isi hatinya di tebak oleh perawat yang sudah biasa mendampinginya, mereka sudah biasa mengobrol saat sedang santai. Dulu saat pertama kali bertemu di kampus dokter Fahri memang menyukainya dan mengingatnya hingga sekarang, dan saat pertama bertemu di rumah sakit dirinya begitu senang dan bersemangat, meskipun dia tahu wanita yang disukainya kini telah mempuanyai anak dan bercerai dari suaminya. Entah apa yang dipikirkan dokter Fahri, dia sendiri tidak tahu.
Sementara Ken dan Aldo serta kedua anaknya masih menunggu Arrumaisha keluar dari ruang operasi.
''Papa Be lapar'', ucap Ryube sambil memegang perutnya.
''Aku juga pa'', timpal Ryuna
''Ahhh iya, papa lupa kalian belum makan dari tadi'', Ken benar-benar lupa kedua anaknya belum makan siang ini, bahkan sudah lewat waktunya makan siang.
''Be sama Yuna mau makan apa??
''Aldo belikan makanan untuk mereka!! ucap Ken.
''Kalian mau makan apa?? ,tanya Aldo pada kedua anak itu.
Kedua anak itu tidak menjawab, dia tidak tahu mau makan apa, karena selama ini mamanya selalu memasak untuknya dan tidak pernah diajak makan di luar.
''Be dan Yuna mau makan apa??? tanya Ken lagi sambil berjongkok di depan kedua anaknya.
''Gak tahu pa, mami biasanya masak untuk kita makan'', jawab Ryuna.
''Sekarang sedang tidak di rumah, mama lagi sakit, jadi makannya beli diluar ya''.
''Aku mau yang kaya di tv pa??, ucap Ryube
''Apa itu?? tanya Ken
'' Pizza sama bugel'', jawab Ryube cepat
''Kalau begitu kalian beli bersama uncle Aldo saja, papa biar tunggui mama disini''.
''Boleh pa??, tanya Ryuna
''Boleh tapi kalian tidak boleh jauh-jauh dari uncle Aldo'', ucap Ken, kedua anak itu mengangguk.
Aldo membawa pergi kedua anak kembar itu, sedang Ken masih duduk di depan ruang operasi.
Tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka, dua orang perawat mendorong ranjang terlihat Arrumaisha terbaring disana dan masih terpejam. Ken mengikuti kedua perawat yang membawa mantan istrinya ke ruang perawatan.
Ruang perawatan Arrumaisha tidak terlalu besar, sedang Ken membawa kedua anaknya.
''Suster apa ini ruang yang di pesan istri saya??, apa ada ruang yang lebih besar dan ranjang tambahan??, tanyanya pada perawat
''Nona Arrumaisha memang memesan ruang kelas 1, tapi kalau mau pindah ke ruang yang lebih besar bisa tanya bagian informasi melalui sambungan telepon dari sini atau bisa ke bagian informasi langsung di depan'', jawab perawat itu.
''Ok trimakasih'', jawab Ken
Ken menekan telepon ke bagian informasi dan meminta untuk memindahkan Arrumaisha ke ruang perawatan yang lebih besar.
Ken duduk di samping Arrumaisha, memandangi wajah mantan istrinya yang masih tertidur, wajahnya pucat, tubuhnya kurus, tanganya terulur membelai wajah yang tenang dalam pengaruh obat, kemudian memegang tanganya, mencium telapak tangannya.
''Maafkan aku, cepatlah pulih dan sehat, mari kita mulai hidup yang lebih baik, percayalah padaku, aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi, kau bisa mengandalkanku, berbagilah semuanya denganku, aku menyesali semua yang kulakukan padamu'', Ken bicara sendiri, kembali mengingat masa-masa bersama Arrumaisha.
Hampir satu jam akhirnya Arrumaisha bangun, perlahan dia membuka matanya, melihat ke langit-langin ruangan yang serba putih.
''Hai syukurlah, kau sudah sadar!!, suara yang begitu di kenal itu sedikit membuat Arrum kaget.
''Kenapa tuan disini??, di mana Ryuna dan Ryube???. tanyanya dengan suara yang lemah.
''Tenanglah, mereka sedang makan dengan Aldo, tidak perlu kuatir, mereka akan segera kembali''.
''Isha, harusnya kau memberitahuku kalau kau sakit, bahkan hal sebesar ini kau tak mau bicara padaku'.
''Maaf saya tidak ingin merepotkan anda tuan, bukan tanggung jawab anda mengurus saya, saya hanya meminta anda menjaga anak-anak''.
''Aku pasti akan menjaganya, mereka anakku juga, kau tidak perlu sungkan padaku'', ucap Ken lembut.
''Oh ya sebentar lagi kau akan dipindahkan ke ruang vvip, mereka sedang menyiapkanya, kamar ini tidak ada tempat untuk istirahat anak-anak, kami akan menemanimu disini sampai kau pulih''.
''Ada perawat yang akan mengurusku, anda tidak perlu melakukannya tuan''.
''Tidak Isha, jangan berkata seperti itu, biarkan aku menemanimu disini, anak-anak juga tidak bisa jauh darimu, mereka menangis menanyakanmu''.
''Bagaimana tuan tahu saya disini????.
''Maaf, aku meminta Aldo mengikutimu, kau bilang akan mengurus sesuatu yang penting, kau tidak mau aku mengantarmu, jadi aku minta bantuannya, maaf ya'', ucap Ken jujur.
Suasana menjadi hening dan canggung, mereka berdua diam dengan pikiran masing-masing.
''Aku akan menelfon Aldo dulu, tadi aku langsung kesini saat Aldo memberitahuku kau masuk rumah sakit, aku tidak membawa apapun, aku akan minta Aldo membelinya, apa kau mau sesuatu???.
''Tidak, terimakasih''.
Ken merogoh ponselnya disaku dan menghubungi Aldo untuk segera membawa anak-anaknya kembali ke rumah sakit.
Sementara Aldo mengajak si kembar Ryuna dan Ryube membeli makan yang dimintanya tadi di dalam sebuah mall di pusat kota itu, kedua anak kembar ini sangat senang ketika masuk ke dalam mall dan melihat banyak anak-anak seusianya sedang bermain ditemani orang tua mereka. Mereka duduk di restoran yang menyajikan makanan yang dimintanya tadi sambil melihat anak-anak yang sedang bermain di wahana permainan yang ada di mall tersebut.
''Hai apa kalian tidak pernah datang kesini sebelumnya???, tanya Aldo
Kedua anak itu menggeleng.
''Uncle bolehkan kami bermain seperti mereka'', tanya Ryuna.
''Aku juga mau main boleh ya'', timpal Ryube.
''Mama kalian sedang sakit, nanti kalau mama kalian sudah sembuh, uncle ajak kalian main, kalau terlalu lama papa dan mama kalian bisa kuatir''.
Aldo merasa kasihan dengan anak-anak bosnya yang tidak pernah bermain di wahana permainan yang ada di mall-mall layaknya anak-anak lainya.
''Sebentar saja uncle'', rayu Ryube.
''Baiklah, habiskan dulu makanan kalian, setelah itu kita main sebentar''. Aldo tidak tega menolak permintaan kedua anak bosnya, dan mereka segera bermain bersama anak-anak yang lain.
Dreetttt...dreettt....
Aldo melihat ponselnya yang bergetar, dia segera mengangkatnya
''Iya tuan!!
''Aldo kau dimana??, bawa anak-anak kembali ke rumah sakit, mamanya mencari mereka''.
''Si kembar masih ingin main tuan, mereka bilang belum pernah berkunjung kesini'', jawab Aldo
'' Ya sudah, ajak mereka kembali dan jangan lupa belikan perlengkapan ganti, kami akan menemani di rumah sakit sampai Isha di ijinkan pulang'', ucap Ken
''Baik tuan, Aldo mematikan ponselnya setelah Ken selesai menelfonya.
''Kalian dengar, mama kalian sudah sadar, kita harus kembali sekarang, lain kali kita main lagi kesini kalau mama sudah sehat''.
''Uncle janji ya'', ucap Ryube
''Iya uncle janji, anak pintar'', mereka pergi dari wahana permainan dan mencari perlengkapan yang di butuhkan bos dan keluarganya.