Cheese And Chocolate

Cheese And Chocolate
47.



Reisa meninggalkan Aldo, setelah menamparnya begitu saja, ia sangat kesal dengan tindakan Aldo yang tak terduga.


Aldo berdiri terpaku, memegang pipinya yang terasa panas, Reisa menamparnya dengan sekuat tanganya tanpa bisa di hindari oleh Aldo, dia tidak menyangka Reisa akan menamparnya dengan tiba-tiba.


Meskipun mereka bertiga tidak mendengar apa yang Aldo dan Reisa bicarakan, namun mereka bisa melihat tadi saat mereka berciuman, Arrumaisha dengan segera menutup mata kedua anaknya, dan mengalihkanya untuk bermain lagi.


Reisa memilih duduk di samping nyonya Shopia yang sedang berjemur.


Sepertinya Aldo memiliki perasaan untukmu dokter Rei, sudah lama dia bekerja sama dengan putraku Ken, dia tidak pernah dekat dengan seorang perempuan, setiap hari hanya dihabiskan dengan bekerja, terlebih selama lima tahun terakhir, saat putraku sedang mengalami depresi, dia yang memegang kendali perusahaan, hingga akhirnya putraku kembali kesini'', ucap nyonya Sophia


''Anda salah paham nyonya, ini tidak seperti yang anda lihat'', ucap Reisa


''Benarkah, sepertinya dia sangat cemburu dengan kehadiran pria itu''.


''Dia senior saya dan Arrumaisha, senior datang kesini khusus untuk Arrumaisha, dia ingin mengejar cinta lamanya kembali, dia juga yang melakukan oprasi pada Arrumaisha beberapa bulan lalu'', nyonya Sophia sedikit kaget, namun kemudian dia bersikap biasa.


''Arrumaisha gadis yang baik, sederhana dan kuat pendiriannya. Aku baru tahu putraku memiliki anak denganya, tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya, sekarang putraku juga ingin mendapatkan keluarganya kembali, aku juga berharap mereka berdua bisa mendapatkan kebahagiannya''.


''Tadi anda bilang tuan Ken pernah depresi?? apa yang terjadi padanya?? tanya Reisa.


''Haahhhhh, nyonya Sophia terdiam lama, sebelum memulai bercerita, ''sebagai seorang ibu aku tidak tahu bagaimana kehidupan putraku satu-satunya, aku kehilangan hak asuhnya sejak dia berusia lima tahun, dia tinggal bersama keluarga daddynya dan ibu barunya, sejak saat itu kami hampir tidak pernah bertemu, keluarganya tidak mengijinkan kami untuk bertemu, saat remaja dia mencariku dan menemuiku secara diam-diam hingga dewasa dan akhirnya dia berani menemuiku secara langsung. Pernikahan dengan Arrumaisha aku juga tidak tahu, Ken bilang mereka menjalani hidup masing-masing selama bersama, tapi dia menberitahuku alasanya, dan setelah mereka bercerai dia kembali ke negara kami dia bilang akan menikahi tunanganya, namun tidak disangka tunangan Ken berselingkuh dengan saudara tirinya, mereka terlibat pertengkaran, dan akhirnya tunangannya meninggal saat ingin melindunginya. Selama lima tahun ini dia tidak pernah menemuiku, hanya memberi kabar kalau dia sibuk dengan pekerjaanya, tapi kemarin saat aku mengunjunginya di ibukota, dia berkata jujur tentang semuanya. Dia juga baru tahu jika telah memiliki anak dengan Arrumaisha, dia begitu bersemangat ingin rujuk dan hidup bersama anak-anaknya, dia tidak ingin anak-anaknya akan mengalami hal yang serupa dengan yang dia alami, dia sangat menyesali apa yang pernah dia lakukan dulu pada wanita yang telah melahirkan kedua anaknya, aku tahu Arrumaisha bersikap begitu lembut namun dingin, karena tidak ingin anak-anaknya tahu yang sebenarnya, mereka masih kecil, aku juga melihat kekuatirannya'', wajah nyonya Shopia terlihat begitu sedih, meski pandanganya tidak beraling dari cucunya yang asyik bermain.


''Arrumaisha berhak untuk hidup bahagia dengan pilihannya, sebagai teman saya juga tidak tahu banyak bagaimana kehidupannya setelah dia menikah. Dia menyimpanya dengan rapat, seperti tak ingin membukanya lagi, jika mereka kembali bersama itu baik untuk anak-anak, tapi mereka tidak pernah saling mencintai, seiring berjalannya waktu apa mereka akan bisa saling mencintai, meski saya belum pernah menikah, tapi apakah hubungan yang tidak ada rasa cinta diantara keduanya akan bisa bertahan, mereka hanya akan saling mengorbankan perasaan masing-masing'', ucap Reisa.


''Apa menurut dokter Reisa, putraku tidak pantas untuknya'', tanya nyonya Sophia


''Saya tidak bilang begitu nyonya, semua tergantung Arrumaisha, jika memang dia menerima untuk rujuk, tentu dia sangat mempertimbangkannya, tapi jika dia menolak, itu juga hak dia, tentu saya berharap yang terbaik untuknya dan kebahagiaan dia serta anak-anaknya, bukankah setiap orang berhak mendapat kesempatan, saya tidak ingin dia lari lagi dari kenyataan dan mengambil keputusan sesaat'', jawab Reisa.


''Dokter Reisa sangat bijaksana'', puji nyonya Shopia.


''Nyonya Sophia bisa saja, sebenarnya saya orang yang sulit memiliki teman, tapi sejak mengenal Arrumaisha, saya merasa memiliki teman yang nyaman untuk bicara, namun sayang itu tidak lama, karena dia menghilang begitu saja, dan sekarang bertemu denganya dengan keadaan yang berbeda, dulu saat awal bertemu tidak tahu kenapa bisa langsung akrab, tapi badanya tidak sekurus sekarang, saya rasa lima tahun ini dia telah mengalami banyak hal''.


Sementara itu, Arrumaisha masih menemani kedua anaknya bermain air di tepi pantai bersama Ken dan dokter Fahri, dia bingung harus menghadapi dokter Fahri, disisi lain dia merasa tidak enak dengan mantan suaminya. Tadi saat ada Reisa dia tidak secanggung sekarang, Reisa malah memilih duduk bersama mantan ibu mertuanya setelah bicara dengan Aldo.


''Sayang ini sudah panas, kita istirahat dulu ya'', bujuknya pada kedua anaknya.


''Mami istirahat saja sama grandma, kami ditemani papa saja'', ucap putranya.


''Istirahatlah, aku akan mengawasinya'', ucap Ken


''Baiklah'', Arrumaisha meninggalkan Ken bersama kedua anaknya, dia benar-benar dalam situasi yang tidak nyaman diantara mantan suami dan dokter Fahri yang berusaha mendekatinya.


Dokter Fahri buru-buru mengejar langkah Arrumaisha.


''Isha, ada yang ingin aku bicarakan berdua denganmu!! seru dokter Fahri.


Arrumaisha berhenti melangkah dan menoleh ''Ada apa kak???


''Isha, aku minta maaf membuatmu dalam situasi yang tidak nyaman di depan mantan suamimu, aku memang sengaja datang kesini untuk menemuimu'', ucap dokter Fahri.


''Kak Fahri bukanya ingin bermain ke pantai juga???, tanyanya berbasa-basi


''Itu hanya alasanku, ada yang ingin aku katakan padamu, ini tentang perasaanku, sudah lama aku menyukaimu, sejak pertama kali kita bertemu di kampus, tapi karena waktu itu aku akan melanjutkan keluar negeri, aku mengurungkannya, aku tidak mau kau berfikir aku tidak serius, hingga aku pulang dan langsung mencarimu ke kampus, tapi kau tidak ada, aku bertemu Reisa dan menanyakan kabarmu, akhirnya aku bekerja di kota ini sekaligus ingin mencarimu'',jelas dokter Fahri


''Kak aku.......''!!!!!!


''Jangan menjawabnya sekarang, aku melihat datamu waktu itu dan kau sudah bercerai, aku tahu mantan suamimu datang memintamu rujuk, tapi Isha aku benar-benar menyukaimu, aku bisa menerimamu dan kedua anakmu, aku ingin menikahimu, aku mau kau memikirkanya dan aku akan menunggu jawabanmu''.


Arrumaisha terdiam menatap dokter Fahri yang menatapnya dengan penuh harap.