
Setelah puas bermain di pantai, Arrumaisha mengajak dokter Fahri untuk singgah di rumahnya, dia menelfon pelayan di rumahnya untuk menyiapkan makanan untuk makan bersama semuanya, meskipun sedikit tidak enak dengan mantan suaminya, tapi Arrumaisha juga tidak ingin membuat teman-temanya kecewa, terlebih anak-anak telah menawarinya untuk singgah ke rumahnya, waktu dirinya masih di rawat di rumah sakit. Setelah makan bersama di rumahnya, dokter Fahri dan Reisa pamit pulang. Mereka berdua adalah temannya yang tersisa dan peduli padanya, meskipun dokter Fahri memiliki maksud tersendiri.
Kedua anak Arrumaisha juga sangat senang dan begitu hormat pada teman mamanya, dokter Fahri juga membawakan banyak mainan untuk mereka.
Walaupun tadi sempat terjadi perdebatan kecil antara Aldo yang memaksa mengantar pulang Reisa, tidak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya dan assisten mantan suaminya itu, dan pada akhirnya Reisa mengalah dan membiarkan Aldo mengantarkanya pulang kembali ke kota B.
Arrumaisha sangat lelah, dia tidak bisa tidur dan gelisah malam ini, setelah menidurkan anak-anaknya di kamarnya, Arrumaisha pergi ke kamarnya mencoba memejamkan mata namun tidak juga tidur, akhirnya dia turun mengambil segelas air dan berjalan ke balkon, dia berdiri melihat gelapnya malam. Balkon yang dulu merupakan rumah tempatnya tinggal bersama kedua anaknya bertahan dari panas dan hujan, jerit, tawa dan air mata selama lima tahun dia rasakan bersama, tanpa seorangpun yang tahu. Sudut rumah itu menjadi tempat paling nyaman baginya.
Ken sendiri pergi ke kamarnya setelah melihat kedua anaknya tidur, rasa cemburunya membuatnya diam dan memilih menyibukan diri dengan pekerjaan. Malam terasa begitu sepi, mungkin karena lelah seharian bermain di pantai, Arrumaisha membaringkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di balkon, satu-satunya sofa yang dimilikinya itu tetap diletakan disana, setelah puas menikmati gelapnya malam hingga akhirnya dia terlelap disana.
Pagi masih gelap, panggilan azan subuh mulai berkumandang, udara pagi yang sejuk dan masuk dari jendela balkon membuat tubuh kurus itu meringkuk memeluk tubuhnya, sayup-sayup terdengar suara bocah kecil memanggilnya, namun matanya masih enggan terbuka.
''Mami....'' suara pria kecil memanggil mencari ibunya di kamar, namun kamar itu kosong, dia membuka kamar mandi mamanya, namun juga kosong, buru-buru dia keluar menuruni tangga dan bertabrakan dengan papanya.
''Hai jagoan, pagi sekali kau sudah bangun???
''Papa mami tidak ada di kamar, tadi aku bermimpi mami pergi meninggalkanku, lalu aku bangun terus ke kamar mami, mami benar-benar tidak ada, aku juga sudah mencarinya di kamar mandi tapi mami tidak ada disana'', jelasnya dengan kuatir.
''Mungkin mami tidur bersama Be, apa kau sudah melihatnya?
Putranya, menggelengkan kepala. ''Kita lihat saja dulu!!, Ken mengendong putranya berjalan ke kamar putrinya Ryube dan membuka pintu perlahan, namun hanya terlihat putrinya yang masih tidur nyenyak.
Ken keluar dan menutup pintu perlahan dan melihat sekeliling, jendela di balkon nampak terbuka, Ken segera berjalan ke arah balkon dan terlihat mantan istrinya meringkuk di sofa, Ryuna segera minta turun dari gendongan papanya.
''Mami!!!!, panggil bocah kecil itu dan langsung memeluknya, ''kenapa mami tidur disini???, suara bocah itu membuatnya menggeliat.
''Kenapa tidur disini????, suara berat pria itu membuatnya membuka mata seketika, tangan Ken menyentuh kening Arrumaisha dengan lembut.
Arrumaisha buru-buru duduk dan meraih putranya lalu memeluknya, kenapa kau bangun pagi sekali???, ucapnya sambil menguap.
''Aku takut, mami tidak ada di kamar tadi, aku bermimpi mami pergi meninggalkanku''.
''Mami tidak akan meninggalkanmu, apa kau mau tidur lagi sayang?
''Aku mau tidur dekat mami!!, jawabnya dengan lesu.
''Tidurlah sini, nanti mami bangunkan'', Arrumaisha mengendong putranya di pangkuanya dan membelainya dengan lembut, putranya dengan cepat memejamkan matanya.
''Kau tidur disini semalam???, kau langsung masuk ke kamarmu setelah anak-anak tidur, kenapa bisa tidur disini'', tanya Ken sedikit canggung.
Mereka berdua terdiam sesaat, tidak ada yang memulai bicara.
''Kau suka sekali menyendiri disini hingga tertidur, apa kamarmu tidak nyaman??, ucapnya kemudian dan duduk disampinya.
Arrumaisha hanya melirik saja, sebenarnya dia sangat tahu mantan suaminya selalu memperhatikannya secara diam-diam sejak mereka bertemu.
''Anak-anak sangat senang grandma datang, apa dia akan tinggal disini'', tanya Arrumaisha
''Apa kau keberatan??, tanya Ken
''Tidak sama sekali, rumah ini cukup besar, kalau grandma mau tinggal tidak masalah, aku memang tidak mengenalnya, tapi bukankah dia hidup sendirian diluar sana dan lagi dia sudah pensiun'', jawabnya.
Ken tersenyum, dia tidak menyangka mantan istrinya peduli dengan kehidupan mommynya yang seorang diri, ''kenapa kau peduli pada mommy??, tanyanya lagi.
''Grandma sudah tua, kudengar diluar negeri banyak orang tua yang tidak terurus karena anak-anaknya bekerja jauh ataupun karena sudah memiliki kehidupan sendiri, dan lagi....'', Arrumaisha tidak melanjutkan bicaranya.
''Dan lagi apa.... ???,Ken dibuat penasaran
''Tidak apa-apa'', ucapnya semakin membuat Ken penasaran. Arrumaisha tidak bisa mengungkapkanya, entah kenapa wanita yang baru dikenalnya dan di ketahui sebagai mantan ibu mertuanya itu begitu hangat dan lembut, mengingatkan pada sosok ibunya, dia tidak ingin nenek dari anak-anaknya hidup seorang diri di luar negeri, tidak ada yang mengurusnya, Arrumaisha tahu mantan ibu mertuanya tidak bahagia karena harus kehilangan hak asuh atas anaknya yaitu Ken.
''Kenapa?? beri aku alasan kenapa mommy harus tinggal disini bersama kalian, bukankah kau tidak ingin kita rujuk??.
Mata Arrumaisha melotot pada Ken, dia buru-buru menutup telinga putranya yang tidur di pangkuanya.
Ken menyadari ucapnya barusan, mantan istrinya tidak ingin anak-anaknya tahu tentang perceraian mereka yang tentu akan membuat anaknya sedih, ''maaf'', ucapnya perlahan.
''Bukankah kau dan grandma sudah berpisah sejak kau berusia lima tahun??, aku yakin dia sangat sedih saat itu, dan mungkin hingga sekarang dia pasti terluka hatinya, mungkin dengan dia tinggal disini melihat cucunya tumbuh besar, akan bisa sedikit mengobati luka hatinya, dia tidak akan merasa bersalah seumur hidupnya, lagi pula sepertinya grandma suka dengan suasana alam disini'', jawab Arrumaisha.
Ken terdiam mencerna kata-kata mantan istrinya barusan, apa yang dikatakan ada benarnya, Ken tidak menyangka mantan istrinya benar-benar punya hati yang tulus dan lembut, masih peduli dengan mommynya yang baru dia kenal sebagai mantan mertuanya, ada penyesalan di hati Ken, jika itu wanita lain belum tentu dia akan menerima mommynya, terlebih hubungan mereka sekarang sudah berakhir, bagaimana bisa mantan istri mau tinggal bersama mantan ibu mertua.
''Apa hanya itu alasanmu??, di dunia ini hampir tidak ada cerita seorang mantan istri tinggal bersama mantan ibu mertua, kecuali kalau kita masih bersama'', ucap Ken pelan tak ingin mendapat pelototan mata wanita disampingnya.
Arrumaisha tidak menjawab, memang benar apa yang dikatakan Ken, mungkin di dunia ini tidak ada cerita seperti itu, ''tidak apa-apa jika grandma mau, kalau kau tidak setuju itu terserah kamu'', ucapnya kemudian.
''Biarkan mommy sendiri yang putuskan, kalau dia mau tinggal disini bersama kalian, aku tidak keberatan, asal kau juga tidak keberatan, trimakasih sudah peduli padanya'', ucap Ken lega dia menatap wanita disampingnya dengan tatapan berbeda, matanya telihat begitu memujanya dan penuh cinta.