
Ia malah terdiam lagi.
" Kau mengerti maksud-Ku bukan? Kondisi sekarang semuanya sudah kembali seperti dulu. Kau tidak ingin tinggal bersama keluargamu? " ujarnya.
" Oh sebelum-Nya aku tidak berpikir hingga kesana, tetapi sepertinya kau memang benar. Aku hanya perlu memutuskannya saja dan semua akan selesai dengan damai. " sahutnya.
Kemudian Leon pun berpamitan kepada Zuu.
" Senang sekali berakhir dengan baik. Aku akan pergi untuk mengurus pembayarannya, setelah itu aku langsung pulang. " ujarnya.
" Terima kasih banyak atas bantuan-Nya Kak, sungguh ini sangat berarti bagi aku. " ucapnya.
" Tidak apa-apa, ini bukan masalah. Aku pergi. " sahutnya lekas keluar.
Lama waktu berselang Lee masih terlihat belum sadar juga. Seiring berjalannya masa, ia hanya bisa menatap Lee sembari duduk dengan penuh kebimbangan tak keruan karena sekonyong-konyong saja teringat ucapan Leon tadi.
" Aku bersungguh-sungguh, hal itu baru aku sadari setelah sekian lamanya bersama pria ini. Maksudku... Rasanya untuk berkeputusan sekarang sangat sulit. Tapi, jika aku pikirkan kembali ini adalah takdir yang baik bagi kami berdua! Sekian lama juga aku dengannya menunggu momen ini segera datang, tapi entah kenapa aku merasa tidak baik-baik saja. " gumamnya.
Sontak air mata Zuu menetes dengan sendirinya karena perasaan sakit yang menggigit di dalam hatinya.
" akh!!! Aku tidak menyukai keberadaan seperti ini sungguh!! " kesalnya mengantuk-antukkan kepala ke ranjang.
Tak lama berselang, keluhannya terhenti seketika karena tiba-tiba perut Zuu terasa lapar, ia mendongakkan kepalanya.
" aaaaaaah... Sejujurnya saja sejak pagi aku belum makan, rasa sakitnya telah tiba sekarang. " keluhnya.
Kemudian Zuu memeriksa sakunya untuk melihat apakah masih ada uang yang ia miliki atau tidak.
" wah!! Sulit aku duga! Ternyata aku masih menyimpan uang di dalam sini. Ohh!! Bukankah ini sisa dari ongkos pagi tadi... Hahaha... Beruntung sekali. Kak Lee su sepertinya masih terlihat menikmati istirahat-Nya, sebelum ia sadar sebaiknya aku pergi ke luar terlebih dahulu untuk mengisi perut ini, agar dikemudian nanti aku tidak menyusahkannya. " ujar Zuu beranjak berdiri.
Lama berkeliaran di luar mencari makanan alhasil Zuu mendapatkan yang diinginkannya dan lekas kembali menuju ruangan Lee. Zuu pun langsung menyantap makanan tersebut. Di sela-sela makan ia bergunyam sejenak karena pandangan teralihkan ke kondisi Lee saat ini dan jelas sekali itu membuat Zuu termenung.
" aku tidak mengira ini akan cepat terjadi, padahal Lee berucap bahwa para pengawas itu datang di malam nanti, tapi takdir berkata lain. Keadaan di tempatkan dengan sangat cepat. Kita tidak tahu bagaimana Tuhan nanti membawa kehidupan seorang manusia. Aku sangat berharap semuanya baik-baik saja bagiku maupun untuk Lee. "
Tiba-tiba,
" Tuk, tuk... " suara pintu di ketuk.
" Kreeek... " pintu di buka.
Sontak Zuu terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu, dan ternyata orang yang masuk itu adalah seorang perawat rumah sakit. Saat melihat kehadiran Zuu disana entah kenapa perawat itu malah terpaku sejenak mungkin karena terkejut. Kemudian ia berkata sembari berjalan.
" Selamat malam adik, permisi sebentar. " ujar perawat sembari berjalan masuk dengan membawa lori yang di penuhi obat-obat.
" Oh malam, ada apa suster? " tanya Zuu.
" Tidak ada, kedatangan saya kemari hanya ingin memberikan sebuah suntikan kepada pasien. " sahutnya.
Di sela-sela melakukan tugas perawat itu membuka pembicaraan.
" wah... Ternyata adik ini sangat memperhatikan sekali terhadap kakaknya. Anggota keluarga lainnya tidak terlihat dimana mereka? " sanjungnya bertanya.
Zuu tidak menyahut ujaran dari perawat tersebut, ia malah bertanya balik
" Apakah pria ini tidak akan meninggal sekarang bukan suster? " ucapnya.
" Haha... Kenapa berpikir seperti itu? " herannya geli hati.
" Aku berpikir, jika hanya di berikan sebuah suntikan terus menerus apakah akan menyembuhkan-Nya? Seharian penuh mungkin saja dia belum makan, ditambah dengan kondisinya yang sekarang sedang sakit, apakah pria ini akan baik-baik saja? " tanyanya kebingungan.
" Haha... Kenapa kamu bisa berpikir begitu, kami juga tidak sembrono dalam memberikan obat kepada pasien. Bahkan kami sudah berpendapat menjadikan pasien adalah jantung kami sendiri yang sepatutnya diberi kasih sayang juga dijaga. Ini hanya obat penambah stamina agar di pagi nanti saat dia bangun energinya tidak terlalu lemas. Oh ini juga, aku ingin menitipkan padamu untuk memberikan-Nya saat terjaga kembali, sebab saat ia sadar tadi, nafsu makan-Nya sangat lemah, tolong untuk..., " nasihatnya terselang.
" Hah!? " kejutnya.
" sebelumnya dia sudah bangun? "
" Dia hanya membuka matanya sebentar lalu kembali tidur, tapi tak perlu di khawatirkan apapun yang terjadi sebab, setidaknya dia sudah cukup memasukkan makanan meski sedikit, untuk sekarang biarkan dia istirahat saja, obat yang aku suntikan tadi ingsha Alloh Akan menambahkan kekuatan-Nya. Kamu mengerti kan apa yang aku ucapkan tadi? " tegasnya.
Zuu terdiam sejenang sembari memikir dalam-dalam tak lama kemudian Zuu menyahut perawat tersebut.
" Oh tentu aku mengerti. Terima kasih banyak. "
Setelah usai mengerjakan tugas-Nya, entah kenapa dengan perawat itu malah meminta mengambil foto bersama Zuu.
" Oh, sebelumnya aku ingin mengajak-Mu berfoto berdua denganku. Bolehkah? " tanyanya.
Zuu yang merasa aneh pun jelas bertanya.
" Eh? Dengan sebab apa suster ingin mengambil gambarku? "
" Hehe, sejujurnya aku sudah tertarik setelah melihat paras wajahmu yang sangat cantik tadi, itu alasannya mengapa aku tadi tertegun sebentar. Sekejap mata dirimu terlihat seperti seorang aktris dan model aku tidak berbohong ini sungguhan! Meski tidak dapat berpotret bersama aktor sesungguhnya, dengan jadi-jadian pun itu akan berharga bagiku. Jika kamu berkenan tidak keberatan, bolehkah kita meluluskan keinginan-Ku ini? sahutnya bersemangat.
" Oh benarkah?? Wah... Aku tersanjung, sungguh! " harunya sembari menutup mulutnya.
" tapi sejujurnya saja, kamu bukan orang pertama yang mengatakan begitu haha... Memang banyak sekali manusia berucap bahwa paras wajahku ini sangat mematikan kepada siapapun yang melihatnya haha... " besar hati.
Seketika perawat itu langsung merasa risih akan perkataan yang dikeluarkan oleh Zuu.
" Benarkah?? "
" Haha... Tentu saja. " sahutnya.
" Jika kebenarannya memang begitu aku tidak jadi mengambil gambar dengan-Mu maaf. Aku ingatkan sekali lagi jaga baik-baik pria ini! " tegas bergasnya dengan sinis.
Kemudian ia malah meninggalkan Zuu begitu saja dengan pengakhiran yang kurang baik. Tiba-tiba,
" Ha... Haha... Ha... Keh, keh... " gelakak.
Sontak Zuu terkejut juga ternganga ketika melihat Lee tersadar dengan terkekeh-kekeh menertawakan dirinya.
" Wah... Ternyata kau sudah sembuh?? jadi dari tadi lamanya tidur kau hanya berpura-pura?? wah... luar biasa, sangat sulit diduga... ha... " murka-Nya mengolok-olok.
" Ha... lepas sekali rasanya melihat tingkahmu Zuu haha... Aku benar-benar berpikir, bagaimana bisa ada manusia yang hidup seperti dirimu. " ejek-Nya.
Sontak marah Zuu semakin meledak-ledak dan menghantam Lee.
" Lee su!!! " teriaknya sembari menjambak-jambak rambutnya.