Blue Love

Blue Love
Menjauhlah wahai bala! #2



Di tengah-tengah berlari sembari membawa es krim tadi tiba-tiba,


" Brak... " menabrak


Sibuknya berlari sehingga Zuu tak sengaja menabrak seseorang. Karena ulahnya membuat es krim mengenai wajah orang itu.


" akh...! " keluh Zuu.


" Aduh! " kejutnya.


Saat Zuu menoleh, sontak mereka berdua terkejut, ternyata ia adalah Lee.


" Kak Lee! " membeliak.


" Zuu!! " seru Lee.


" Grrr!! Hey kau ini mana saja hah!!? Hiks... Kau seakan-akan seperti ingin membunuh-Ku Lee su!! " ucapnya sedih hati.


Lee yang merasa mengerti pun minta maaf.


" Maafkan aku, sungguh... Tad..., " ungkapannya terhenti.


" Hey berandal!! Berhenti di situ!! " teriak orang tadi itu murka.


Lee terkejut-kejut.


" Siapa pria itu?? Kenapa dia berlari menuju kemari? " bertanya kebingungan.


" Lari ayo cepat lari Kak. " gesa-Nya panik.


Saat Zuu hendak lari, tangannya ditarik oleh Lee.


" Kau ini mau kemana?? Kenapa susah payah berlari, ayo masuk. " ajaknya.


" Oh, oh! Kenapa tidak bilang dari awal, ini bagus. " ujarnya.


Mereka berdua masuk dan Lee lekas menyalakan mesin mobil dan sigap pergi dengan kecepatan penuh. Zuu akhirnya bisa bernapas lega.


" Ada apa sebenarnya hey? Kenapa kau bisa di kejar pria berbadan besar itu?? Masalah apa lagi yang telah engkau perbuat Zuu? " tuduhnya.


" Masalah apa maksud-Mu hah!!? " gusar-Nya sembari memegang kerah baju Lee dengan erat.


" Hey, hey, hey, apa ini?? Lepaskan. " suruhnya panik.


Berang Zuu semakin menjadi dan semakin menarik kencang seraya mengatakan.


" Jika saja kau itu benar-benar bukan pria lancung, mungkin aku bisa berkehidupan dengan ketentraman!! Kau menjengkelkan Lee su!!! " murka-Nya.


" Hey, hey, lepaskan! Aku sedang menyetir Zuu! " tegur ajar-Nya.


Zuu melepaskan cengkeraman-Nya itu. Ia berusaha berdesah untuk meredamkan kesalnya.


" aku bersungguh-sungguh tidak bermaksud menyulitkanmu Zuu, aku minta maaf. " tutur katanya.


" Terserah. Akh... " sahutnya merintih kesakitan.


Mendadak kepala Zuu kembali terasa sakit. Lee yang melihat sigap khawatir dan bertanya.


" Hey ada apa?? Sakit-Mu kembali datang? "


Tidak ada sahutan dari Zuu, itu malah semakin membuat Lee panik juga gelisah resah dan bercakap terus-menerus tak keruan. Kemudian,


" oi!! " serunya membentak.


Langsung Zuu pukul wajah-Nya Lee menggunakan telapak tangan.


" Aaarrggh...!!! Kau ini bisa diam tidak hah!!? Semakin kau mengencangkan suaramu kepala-Ku semakin berdengung!! Kau ingin membuat kepala-Ku pecah hah!!? Menyetir saja dengan benar!! Agar aku bisa segera beristirahat. " tegur ajar-Nya.


" Kau juga yang salah, aku memanggil tidak ada sahutan. Jika sakit-Mu benar-benar berat, bagaimana kita ke rumah sakit saja. " sarannya.


Zuu menyahut.


" Tidak perlu ahh... Memangnya kau punya uang untuk membayar biaya-Nya hah? Sudah, aku hanya perlu berbaring sejenang saja itu pasti akan menghilangkan rasa sakitnya. " ujarnya.


" Tapi..., " ucapnya terselang.


" Tapi apa lagi hah?? Cepat jalankan mobil ini dengan cepat!!! " bentaknya.


Sigal Lee pun langsung mengencangkan kelajuannya. Zuu bertanya lesu sembari memegang kepala juga memejamkan matanya.


" oh ya, darimana kau mendapatkan mobil ini kembali? Hasil pinjaman? "


" Euu... Iya. " sahutnya.


" Temanmu sepertinya sangat dermawan yah? Begitu pun kalian sepertinya dekat sekali. Tapi apapun itu, kau juga mengetahui terlalu sering meminjam adalah hal yang buruk? Maksudnya, membuat siapapun tidak nyaman hati. Yah... Pada intinya sadar dirilah. " sindirnya meracau.


" Emm... Aku mengerti. " jawab Lee.


" Ah tidak perlu, aku bisa berjalan sendiri. Lagi pula ini hanya sakit kepala bukan sedang mabuk. " elak-Nya. Sembari turun dari mobil. Zuu langsung menggeblak diri ke kursi panjang di ruang tengah. Lee bertanya kembali.


" Kau yakin tidak ingin ke rumah sakit saja Zuu? " tegur-Nya.


" Tidak. " sahut Zuu lesu.


" Baiklah terserah, aku sudah berusaha keras mengerti! " ujarnya


Zuu tidak menyahut.


" huh... Aku akan pergi ke kamar mandi. " ucapnya kembali.


Ia berusaha untuk tidur tapi nyatanya rasa sakit si kepala terus menghantam.


" Aaarrggh... Sakit!! Aku benar-benar tidak bisa tidur jika dalam keadaan seperti ini! Grrr... Aku harus tidur sekarang untuk memulihkan tubuh kembali. " kata Zuu geram hati.


Alhasil meski banyak sekali ombak yang terus menerjang Zuu akhirnya ia bisa tertidur juga. Lama waktu berjalan tiba-tiba,


" Aaaaaaah...!!! " teriak-Nya.


Ternyata Zuu terbangun karena ditimpa mimpi buruk, dan berusaha mengendalikan napasnya secara perlahan.


" huh...ha... "


Tiba-tiba,


" ha!!! " kejutnya.


Saat Zuu menoleh ke samping ternyata Lee di sebelah-Nya, yang membuat ia lebih terkejut-kejut adalah wajah begitu pun juga tubuh Lee basah kuyup sigap ia bertanya.


" ka... Kau kenapa?? Bagaimana bisa tubuhmu begitu sangat basah tak terkira. "


" Huh... Selayaknya aku yang bertanya, ada apa dengan-Mu? " ucapnya lembut, berdesah.


" Hah?? " kebingungan.


Seketika Lee murka.


" Hey Zuu!!! Kau ini sungguh-sungguh menyusahkan orang lain yah! Aku baru selesai membersihkan badan karena ulahmu tadi, sekarang kau juga berulah hal yang sama??! " merentan hati.


" Aku tidak tahu apa maksud-Mu, hey memangnya apa salah-Ku hah!? Kenapa kau tampak begitu kesal padaku. " tangkisnya.


Sontak pernyataannya sangat sulit dipercaya oleh Lee.


" Wah... Haha... Gila!! Apa ini?! Huh... Ha... Aku tidak bisa menahannya lagi, tunggu sebentar. " ujar Lee berdesah dan pergi.


Sekonyong-konyong terdengar oleh Zuu teriakan seseorang dengan lantang, dan jelas sekali ia menduga itu adalah Lee. Bukan hanya sebuah teriakan yang dengar, tetapi ia juga mendengar berbagai saling berjatuhan.


" Gedebug!... Gedebum!... Gedebug!... Gedebum!... "


" Hey apa yang tengah kau lakukan hah!!? " teriaknya juga.


Ia pun keluar kembali dari ruangan itu dan menghampiri Zuu dengan tersenyum riang.


" apa yang baru saja terdengar oleh-Ku? " tanyanya.


" Tidak ada. Aku akan ambilkan air kembali untuk-Mu yah, tunggu sebentar. " belu-belainya.


" Ada apa dengan-Nya? " linglung.


Lee kembali tiba sembari membawa wadah yang berisi air, ia pun duduk. Kemudian Lee hendak mengompres kepala Zuu, ia dihentikan.


" eh tunggu, apa ini?? " selang Zuu.


" Memang-Nya apalagi yang kau lihat? Tentu saja ini sebuah kompresan. " kesalnya.


" Aku tahu itu. Kau ini tidak pernah merasakan rasanya belajar atau bagaimana hah!? Aku ini tidak demam!! Kenapa kau malah mengompres! " sindirnya.


" Wah haha... Justru ini sebaliknya, sebenarnya yang tidak mengetahui sebuah pelajaran itu aku atau kau! Memangnya setiap orang yang mengenakan kompres hanya untuk demam saja? Ini air dingin, aku membaca artikel di internet, salah satu untuk bisa mengurangi rasa sakit kepala ialah di kompres dengan menggunakan air dingin. " tangkis Lee.


Zuu seketika merasa malu sendiri.


" O...oh benarkah?? " ujar tergaguk-gaguk sigap memeriksa air itu.


" Kenapa?? Haha... Ini membuat-Ku tergelak-gelak seumur hidup. " ejeknya.


" Apa maksud-Mu? " tersenggol.


" Benar, hadeh... Kenapa kau begitu sangat bebal dihadapan-Ku yah? Bukankah kau itu wanita terpintar di sekolah-Mu? " mengolok-olok.


Seketika Zuu terpaku dan berusaha melawan ejekan Lee.


" S...siapa yang mengatakan itu? Aku belum pernah berucap begitu padamu. " elak-Nya.


" Haha... Benarkah? Memangnya sifat-Mu hanya bisa diketahui oleh dirimu sendiri? " olok-olok Lee kembali.