
Gelap itupun terus menyelimuti hari Lee, dengan berjalan perlahan kaki-Nya terhenti karena terkejut. Ia akhirnya menemukan Zuu tapi sayangnya dalam keadaan tengah dicium oleh seorang Pria, hati Lee teramat sakit melihat momen itu. Ia pun langsung memalingkan badan, dan merasakan kembali luka-luka yang berada di tubuh-Nya itu. Lee memutuskan pergi kembali ke Rumah. Ia berhenti sejenak dan masuk ke sebuah toko ponsel untuk menjual telepon genggam milik-Nya. Uang itupun Lee gunakan agar bisa membayar ongkos kendaraan umum. Sampai-Nya di Rumah, Lee langsung masuk ke dalam Kamar-Nya dan menggerutu sendiri karena rasa kesal juga kecewa kepada Zuu.
" seharusnya itu tidak Ku-lakukan tadi, Aaarrggh...!! Huh... Apa yang baru saja aku lihat?!!!! Huh... Huh... " Lee berdesah.
" siapa pria yang bersama-Nya? Jika saja Ibu Zuu melihat kejadian tadi, aku amat yakin dia akan mencabut ucapan-Nya. Lebih menjijikkan siapa? Aku dengan pria itu? Sangat memalukan. " cela Lee dengan terus mendesah.
" aaarrggh... Menyebalkan!! Bahkan diriku saja belum pernah merasakan sedikit pun perhatian dari-Nya, tanpa diundang Pria itu dengan mudah mendapatkan sebuah ciuman dari Zuu?? Aaarrggh!! Hiks, Hiks... Kenapa kau sangat tidak bertindak adil padaku?? Kenapa Zuu!!!? " teriak-Nya dengan geram.
Dimalam yang penuh kegelapan itupun, Lee terus menerus mengeluarkan air mata dengan menggerutu juga merintih dan mengusap kembali tetesan air yang mengalir itu.
" ini ada apa lagi?? Hiks... Kenapa kau terus keluar seperti ini?? Hentikan!! Aku perintahkan untuk berhenti sekarang juga!!! Hiks... " jengkel-Nya.
Waktu pun menunjukkan pukul 02:46 pagi. Terdengar suara pintu depan dibuka. Dan ternyata itu adalah Zuu, ia pun naik ke atas untuk tidur. Tiba-Nya di dalam Kamar, ia melihat Lee yang tengah amat lelap tidur, Zuu merasa kesal karena keberadaan Lee diatas Ranjang sana.
" Pria ini??? Bagaimana bisa dia tidur dengan lelap dalam keadaan tubuh kotor seperti itu bahkan, ia masih memakai sepatu-Nya diatas ranjang. Huh... " Zuu berdesah.
Ia pun membangunkan-Nya dengan cara mematikan lampu Kamar, dan mengeluarkan suara-suara mengerikan. Seperti hihihi... Saat Lee terbangun karena mendengar suara aneh itu pun sontak terkejut karena disekeliling sangat gelap.
" kenapa lampu-Nya mati?? " Lee kebingungan juga panik ketakutan.
Ia pun bangkit dari tidur dan mencoba untuk menyalakan kembali lampu-Nya, ia berjalan dan berjalan. Saat lampu itu hidup kembali, Lee pun berbalik badan dan Zuu dengan pas-Nya berdiri di belakang Lee.
" Aaarrggh...!! " kejut Zuu.
Seketika Lee terperanjat ke belakang, ia pun langsung kaku juga terengah-engah ketakutan. Zuu tergelak-gelak dengan ekspresi-Nya, seketika yang lebih mengejutkan bagi Lee adalah ternyata itu adalah Zuu. Ia pun langsung membentak dengan murka.
" Hey Zuu!! Apa yang kau lakukan hah!!? Kau b****!! Kau sudah tidak waras hah!!? " cela-Nya dengan berteriak.
Zuu yang mendengar pun langsung terjegil juga tercengang. Ia merasa tidak menyangka Lee berkata kasar seperti itu kepada-Nya.
" Apa!!? Baru saja kau mengatakan apa?? " tanya Zuu dengan ternganga.
" Apa perkataan-Ku kurang tegas di telinga-Mu?? Kau b**** sekali sangat pa*** sekali kau s****!! Kenapa kau bisa datang kesini hah!! " cela Lee kembali dengan lantang dihadapan wajah Zuu.
" Apa kau tidak bepikir terlebih dahulu dengan perkataan-Mu baru saja? " tanya Zuu kembali.
Lee seketika langsung tertawaan pahit.
" Itu sangat lucu. Memang-Nya apa yang harus aku pikirkan terlebih dahulu untuk berbicara padamu hah? Aku mengatakan itu dengan keadaan waras kau tahu? Hahaha... Aku bisa saja melakukan-Nya lebih dari itu. Kau pikir selama aku diam, berarti takut kepada-Mu begitu?? Itu lucu hahaha... Benarkah berpikir seperti itu? Hey Zuu, aku bukanlah tipe orang yang lemah dengan sebuah paras wajah seorang wanita, meski beribu-ribu gadis perawan cantik berhadapan dengan-Ku, itu sama sekali tidak berpengaruh untuk-Ku, kau harus tahu itu, aku sama sekali tidak tertarik dengan wajah yang menjijikkan seperti-Mu!! Sama sekali tidak bernilai!! A*** saja kau Zuu!!! " bentak juga cela Lee dengan lantang.
" aku sangat heran dengan siapapun yang menyukaimu, kenapa mereka bisa amat mencintai. Jika boleh aku berkata jujur, aku memang sempat juga menyukai-Mu. " ujar Lee dengan berdesah.
Sontak Zuu terkejut langsung melihat ke arah Lee.
" kenapa?? Kau ingin tahu alasan aku menyukai-Mu? Itu mungkin, karena memang wajah-Mu sangat cantik, huh... otak-Ku sedikit mabuk tolong dengarkan itu, jadi aku melihat siapapun yang berada didekat-Ku rasanya bisa berlebihan. " ujar Lee kembali dengan menghela napas.
" mungkin, waktu itu aku sangat bodoh bisa menyukai orang seperti-Mu, setelah aku mengetahui Zuu itu hanya bisa menyusahkan aku saja, disitulah kesadaran-Ku kembali normal. Ah!!! Aku merasa diriku gila bisa menyukai Zuu. " cela Lee kembali dengan berdesah.
Lee mencacat Zuu tiada henti sehingga, Lee terengah-engah juga berkeringat karena amat murka-Nya terhadap Zuu.
" ada apa? kau baru mengetahui karakter-Ku sekarang?? benar inilah aku. Jangan kau berpikir aku ini Pria yang pendek akal. Itu bukan aku, tolong katakan itu bukan aku. Hey Zuu, apa sekarang kau ingin mencekik-Ku? atau menusuk tubuhku? oh tunggu-tunggu, apa kau ingin membunuh-Ku? "oh tidak Zuu maafkan aku, sungguh ... aku tidak sengaja melakukan-Nya" Hahaha... sekarang dialog-Ku bukan itu, aku tidak memperdulikan-Nya lakukan hidup-Mu sendiri!! aku sudah terlalu lelah hidup bersama-Mu Zuu, berapa lama lagi aku harus menunggu ini!!! " bentak Lee dengan lantang.
Tubuh Zuu semakin gemetar dengan kencang karena suara Lee yang begitu keras, sehingga Zuu pun merasa ketakutan akan murka-Nya. Zuu hanya menundukkan kepala-Nya dengan menutup mata. Lee yang melihat tanggapan dari Zuu pun marah kembali karena ia berpikir Zuu tidak mendengarkan perkataan-Nya. Lee pun menggoyang-goyangkan bahu Zuu agar ia bisa sadar.
" hey Zuu!! apa kau tuli hah!!? kau mendengarkan-Nya kan?? kau menyadari-Nya kan?? jangan hanya diam saja!! kau memang benar-benar wanita tidak tahu diri! kau sama tidak berguna-Nya dengan ayah-Mu!! " bentak Lee kembali.
Keringat Lee sudah membasahi tubuh-Nya, ia benar-benar tidak berhenti terus mencacati Zuu.
" Aku tahu itu. " sahut Zuu dengan menunduk.
Lee pun terkejut dan tertawa pahit kembali.
" Hahaha... baru saja kau mengatakan apa? aku tahu?? hanya itu!!! " bentak Lee.
Zuu pun keluar dari Kamar. Tak lama kemudian Zuu kembali masuk ke dalam Kamar Lee.