Blue Love

Blue Love
Masalah di Hotel



" Kakak mengetahuinya? " tercengang.


" Hah!! Kau bertanya seperti itu? " terkejut.


" Ah tidak, maksud-Ku. Kenapa Kau berkata begitu? " gugup.


" Tenang saja, hahaha... Bersenang-senanglah. " terbahak-bahak.


" Ada apa dengannya.? " kebingungan.


Lee berhenti.


" Cepat pindah ke Depan. Aku katakan pada-Mu, ini bukan taksi. Mengerti? " ujar Lee.


Zuu pun turun dan duduk di Kursi Depan.


" Heh... " kesuh Zuu.


" Ada apa? " tanya Lee.


" Tidak ada. " sahutnya.


Sampainya di Depan Kamar Hotel.


" Kak. Dimana aku harus memasak makanan ini? " lesunya.


" Haha... Apa Kau tidak bisa menyimpan itu untuk besok? " tertawa.


" Tidak bisa, perutku lapar. Aku ingin makan, cepat beritahukan. " sahutnya.


Lee pun menyahut sambil masuk ke Dalam Toilet.


" Minta saja pelayan Hotel ini untuk mengurusnya. " jawab Lee.


" Apa Kau bercanda! Ini itu Hotel bukan Warung!! " lantangnya.


Tidak ada sahutan dari Lee, karena ini semua demi berperikeperutan, Zuu pergi ke Bawah kembali dan meminta tolong kepada para pelayan Hotel untuk membantunya.


" Permisi. "


" Ada perlu yang kami bantu? " sahutnya.


" Euh... Iya, aku sangat membutuhkan bantuan dari Kalian. " tergagap-gagap.


" Mmm... Baik, apa itu Kak? " tanyanya.


Zuu menyodorkan makanan mentah kepada pelayan Hotel itu.


" Tolong buatkan aku makanan yang enak dari semua bahan di Dalam Kantung ini. " sigapnya.


" Hah? Kenapa harus repot-repot membeli makanan ini? Langsung saja katakan keinginan makanan Kakak, Kami akan menyediakannya. " kritiknya.


Zuu sigap menyelang.


" Tidak-tidak. Aku ingin makan gratis, jadi masakan ini untukku. " selangnya.


" Oh... Meski begitu, Kakak akan tetap membayar jasa untuk memasak ini. Bagaimana " ujarnya.


" Hah! Tapi, makanan ini punyaku. Kenapa aku harus tetap membayarnya. "


Kemudian dari Belakang terdengar suara tertawa seseorang menghampiri Zuu yang ternyata itu adalah Lee dengan datang mencela.


" Ahaha... Itu sangat membuat-Ku konyol haha... Zuu apa kau hanya memikirkan sebuah makanan saja? Lalu dimana pikiran-Mu untuk orang lain? " terbahak-bahak.


Zuu langsung menarik kerah baju Lee dengan berkata.


" Bosan hidup?? " kecamnya.


" Ah tidak. Hehehe... Aku hanya bercanda. " menahan tawa.


" Aku tidak suka jika, sesuatu yang membuat orang meresahkan masih hidup disini! " kecamnya.


" Ahaha... Itu tidak benar bukan. " tersengeh.


Zuu memesan makanan kepada pelayan Hotel itu untuk dibawa ke Kamarnya.


" Room Service Menu, Kamar 121 " ujar Zuu.


Zuu menarik Lee keluar dari Dalam Hotel. Lee bertanya kemana Dia akan membawa Lee, tiba sudah disebuah Restoran. Zuu terus menarik Lee hingga di Meja Makan.


" Zuu, untuk apa kita kemari hah? " kebingungan.


" Untuk apa lagi kita kemari selain makan. " sahutnya.


Pelayan datang dan mencatat menu yang dipesan oleh Zuu.


" Banyak sekali!! Hey untuk apa kau memesan semua itu! " tercengang bengang.


" Kau pikir itu untuk apa selain dimakan " jawab Zuu.


" Bukankah tadi kau sudah memesan Room Service Menu? Kenapa malah makan disini.? "


" Itu untuk hidangan penutup, lagi pula jumlah memesan untuk di Kamar tidak bisa banyak. Jadi kupuaskan disini. " sahutnya kembali.


Lee hanya menatap Zuu dengan rasa heran juga dongkol. Makanan pun tiba Zuu memakan banyak makanan.


" Kenapa diam saja? Ayo cepat habiskan. " tegur Zuu.


" Tidak. Kalori-Ku sudah cukup. " sahutnya.


" Kau tahu, orang yang rugi itu seperti apa? Dia hanya memikirkan sesuatu hal yang tidak berguna. Dan kau itulah salah satunya. Hey Tuhan sudah memberikan makanan yang banyak dan inikah yang kau lakukan sebagai penerimaan. " celanya.


" Mungkin aku denganmu itu berbeda. " sahutnya.


Zuu tersedak.


" Ukhuk... Apa!! " terkejut.


" E... Euh... Maksud-Ku memang benar begitu. Berbeda karena kau rakus tapi tubuh-Mu tetap ideal dan cantik. Sedangkan diriku menjadi rakus saja tidak mampu. " sigap.


" Euh... Emm... " kebingungan.


Lee menghela nafas dengan mengelus-elus dada.


Selesai makan mereka masuk ke Dalam Kamar. Lee mencuci muka dan Zuu makan yang di pesannya tadi. Zuu tersedak karena Lee keluar dari Toilet depan rusuh.


" Zuu tolong!! Zuu tolong!! Mataku perih!! " rintihnya.


" Kau ini kenapa hah!!? " bentaknya.


" Mataku. Cepat carikan air! "


" Kenapa tidak bilas di Dalam? " sahutnya.


" Airnya tiba-tiba habis kembali. "


" Apa!! " lantangnya.


Zuu menarik kaos Lee dengan mengatakan.


" Apa kau menghabiskan air itu semua!! Hey aku bahkan belum memakainya malam ini!! " bentaknya kembali.


" Tidak... Aku tidak tahu!! Mataku lihat " belainya.


Zuu seketika panik.


" Euh... Lalu apa yang harus Ku-lakukan? " panik.


" Tolong ambilkan air untuk-Ku sekarang. " lantangnya.


Zuu sigap mengambil air yang berada di Atas Meja dan langsung mengguyur ke Wajah Lee.


" Tunggu... Tunggu, Kenapa airnya beraroma? " herannya.


" Ini jus " sahutnya.


" Apa yang kau lakukan hah!! Apa kau tidak waras!! Aku menyuruh-Mu untuk mengambil air kenapa harus air jus yang dibawa? " bentak Lee.


" Ah kau ini tidak tahu berterimakasih. " lesunya.


" Ah... Mataku aneh, ini perih juga sangat lengket!! " dongkolnya.


Zuu langsung mencari air dan memberikannya kepada Lee.


" Ini Kak " panik.


" Air? " ragunya.


" Iya... Itu air sungguhan. " sahutnya.


Lee mengguyur Wajahnya dengan air itu. Dan karena terlalu lama bertingkah mata Lee memerah.


" Kak. Matamu jadi merah. " ujar Zuu.


" Benarkah?? " terkejut.


Lee langsung melihatnya di Depan Cermin.


" Ahh... Kau benar. " sahutnya.


" Aku akan masuk ke Kamar Mandi. " ujar Zuu.


" Untuk apa? Bukankah airnya tidak ada, secepat itu memori-Mu menghilang. " celanya.


" Ahh... Kau benar. Apa aku harus meminta bantuan? " tanyanya.


" Sudah tidur saja, mungkin besok akan lebih bagus. " sahutnya.


Zuu merasa kesal tetapi, ia juga bingung. Akhirnya pun menerima kenyataa. Zuu hanya berganti pakaian saja, ditengah berganti mendabak lampu Kamar mati. Seketika membuat Zuu terkejut dan berteriak.


" Ahh... Hotel ini menyedihkan!! Sudah tidak ada air, kenapa lampunya juga tidak mendukung. " resahan Zuu.


" Berhenti berteriak. Aku akan keluar dan bertanya apa yang terjadi. " sahutnya Lee.


" Kenapa Kau hanya bertanya apa yang terjadi? Hey benarkan ini!! " dongkol nya.


" Aku akan segera kembali. " teriaknya.


" Aku takut, ini malam yang buruk. Semoga itu tidak terjadi. " gumam Zuu.


Zuu duduk di Atas Ranjang ditengah menunggu pengembangan. Tiba-tiba Zuu mendengar sebuah lagu. Zuu pun merasa kebingungan dimana asal bunyi musik itu, Zuu turun dari Ranjang dan mencari. Dari mulai lemari sampai Bawah Meja bunyi suara itu menjadi perlahan. Zuu lelah dan berjalan ke Arah Ranjang, tiba-tiba suaranya mengeras dan mengeras saat Zuu mendekat ke Ranjang. Ternyata suara itu berasal dari Dalam kantung Lee. Bukankah Zuu tadi Duduk di Ranjang itu kenapa bunyi itu menghilang keras. Zuu sigap mengambilnya, dan itu adalah sebuah ponsel yang menunjukkan alarm tiba. Jelas sekali Zuu merasa kebingungan kenapa Lee memasang alarm di waktu malam begini, memangnya dia ini kelelawar di waktu seperti ini bangun dan berkeliaran. gumam Zuu.


Teman-teman ❣️Mohon maaf sebelumnya karena di Novel ini terdapat Bahasa-bahasa yang tidak patut untuk ditiru. ❌🙅


Harap bijak dalam berbicara di kehidupan nyata. ❣️


Ini hanya sebuah cerita khayalan Author. Mungkin, disetiap adegan dan cerita yang kita baca, ada buah yang harus kita petik dan akan berbuah manis, ada kalanya juga buah yang tidak harus kita ambil dan akan membuat kita busuk. Ahaha... Dicerita ini aku hanya mencocokkan saja antara pahit dan manis (^o^)/\=^._.^\= ∫ hanya sedikit mewarnai hidup kalian. Semoga kalian menyukainya. ❣️


......*I LOVE YOU ALL❤💕......


...♡♡♡♡*...