
Zuu merasa khawatir juga tidak enak hati. Ia pun sedikit mengerti apa yang dimaksud ucapan Lee tadi, Zuu mengatakan kembali.
" apa kau sudah mempunyai keputusan untuk persoalan kita? Apa kau akan menceraikan aku? Euh... Tunggu sebentar, jika rasa itu timbul karena persoalan pagi tadi, aku tak akan menerima keputusan-Mu. Mohon maaf, tapi aku tak bisa menerima sebuah tindakan apapun jika dalam keadaan kepala juga hati sedang panas. Sebaiknya kau tak usah berkata apapun. " ujar Zuu dengan merepet seraya kembali makan dengan wajah gelisah.
Lee yang melihat ekspresi Zuu pun tertawa karena ujaran-Nya.
" Hahaha... Kenapa wajah-Mu begitu hah? Hahaha... Itu sangat lucu. Huh... Dengar, siapa yang ingin mengatakan itu? Kau ini memang suka sekali bertanya dengan tiba-tiba, dan menjawab dengan sendirinya, pemikiran-Mu sangat jauh. Bahkan, aku sama sekali tidak pernah sedikit pun berpikiran ke arah sana. Tapi, apakah kau sangat takut jika aku tinggalkan? " tanya Lee dengan wajah angkuh.
Zuu yang tidak menerima ucapan Lee pun mengelak.
" Apa maksud-Mu hah? Benar, aku takut ditinggalkan oleh-Mu jika, kau berkeputusan hal itu dalam keadaan tidak sehat, maka dari itu aku menolak. Aku hanya takut akan terjadi sesuatu yang mengerikan jika, berkeputusan dalam keadaan suhu panas. " sahut Zuu dengan masam wajah.
Lee pun tersengih, dan berkata kembali.
" Aku ingin mengatakan bahwa, aku tidak bisa berkehidupan seperti ini kembali, maksud-Ku..., pada biasanya aku selalu memberimu apa yang diinginkan tapi, untuk sekarang aku tidak bisa melakukan itu lagi. " ujar Lee.
Zuu pun terheran-heran kembali.
" Ouh, seperti itu. Memang-Nya kenapa? " tanya Zuu dengan makan.
" Aku kehilangan pekerjaan-Ku. " sahut Lee dengan muram.
Zuu sontak terkejut.
" Hah?? Ada apa ini? Kau melakukan kesalahan Kak? " tanya Zuu kembali dengan menjegil.
Lee yang tidak menerima pun mengatakan kembali dengan dongkol.
" Apa maksud-Mu hah? Mudah sekali kau mengatakan itu, berpikirlah! Aku seperti ini karena-Mu! Hey, lupakah dengan kejadian waktu kau memukuli seorang wanita, itu terakhir kalinya aku mendapatkan pekerjaan baru dengan keuntungan yang besar, dan sekarang aku mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang baik. Huh... " gerutunya Lee dengan berdesah.
Zuu pun terdiam dan meminta maaf kembali.
" Aduh, apa yang telah aku katakan!! Kak Lee marah pada-Ku karena hal itu! Kenapa aku malah mengingat-Nya kembali akan hal itu. " gumam Zuu dengan geram sendiri.
" maafkan aku Kak, sungguh aku tidak bermaksud menyusahkan-Mu. " ujar Zuu sambil makan.
" Sekarang aku juga tak mampu untuk membayar penginapan itu lagi, biaya-Nya sangatlah besar. " gerutu Lee dengan lesu.
Zuu pun terhenti makan dan bertanya kembali kepada Lee dengan perlahan.
" Lalu, apa yang akan Kakak lakukan? " ujar Zuu.
" Euuu... Sebenarnya aku juga sangat berat sekali mengatakan ini. Aku berpikir... Bagaimana jika, kita pindah ke sebuah Rumah. Eh, maksud-Ku..., aku akan pindah ke Rumah. Bagaimana dengan dirimu? " tanya Lee dengan canggung.
" Kenapa bertanya seperti itu? Jika kau pergi ke sana, maka aku juga akan ikut. " sahut Zuu sambil makan.
Lee merasa senang dengan tanggapan-Nya Zuu, ia tersenyum melihat ke arah Zuu.
" apa kau berniat pergi tanpa aku? " tanya Zuu dengan mendongakkan kepala-Nya.
Saat Zuu melihat ke arah Lee, ia tak sengaja melihat Lee yang tengah menatap-Nya dengan tersenyum. Suasana pun menjadi canggung. Lee memalingkan wajah-Nya dengan mengatakan.
Zuu pun terkejut dengan kebingungan, kemudian ia langsung bertanya kembali.
" Apa kita akan pindah malam ini? " tanya Zuu.
" Tentu saja, itu adalah hal yang bagus. Jika, kita pindah esok hari, kita akan diperintahkan untuk membayar uang sewa kamar kembali. Kita pindah malam ini. " sahut Lee.
Setelah selesai makan, mereka pun pergi ke Hotel untuk lekas-lekas berbenah. Kemudian, masuk ke dalam mobil untuk pergi ke Rumah yang dituju oleh Lee. Malam hari terus mengikuti perjalanan mereka.
" aku minta maaf. " ujar Lee seraya menyetir.
Zuu kembali dibingungkan oleh-Nya.
" Euh?? Untuk apa? " tanya Zuu terheran-heran.
" Bukankah hari ini adalah hari libur-Mu? Aku sungguh minta maaf karena, tak bisa membawa-Mu pergi ke luar untuk berlibur. Aku tahu, teman-teman kau sekarang sedang bersenang-senang menikmati libur minggu ini. Aku yang seharusnya juga melakukan hal yang sama pada-Mu, pada kenyataannya tidak bisa. " ujar Lee dengan menengadahkan kepalanya.
Zuu yang melihat juga mendengar perkataan Lee pun teringat.
" Oh kau benar, aku benar-benar lupa akan hari libur sekarang. Pada biasanya, keluarga-Ku selalu pergi ke luar Rumah untuk berlibur bersama, karena sangat nyaman-Nya menikmati udara luar, kami sampai lupa akan adanya waktu. Meski waktu sudah melarut-Pun pada akhirnya, kami kekeh saja pulang harus pada hari itu. Hehe... Itu karena, Zeeland dan aku sangat tidak cocok untuk tidur bersama, aku yang sangat mudah kepanasan membutuhkan udara yang lebih, sedangkan adik-Ku adalah model orang yang mudah kedinginan. Itu sebabnya Ibu pulang, agar kita mendapatkan istirahat yang nyaman. Tapi, tahun lalu... Kami terpaksa menginap di Hotel karena, kondisi Ibu kami yang tidak memungkinkan untuk bisa berkendara. Apapun itu, kami sangat menikmati-Nya. " sahut Zuu dengan termangu.
" Menyenangkan sekali. " ujar Lee dengan tersengih.
" untuk liburan hari ini pasti... Sangat mengerikan. " ujar Lee kembali dengan menghela nafas.
Zuu pun langsung melihat ke arah Lee dengan menatap-Nya.
" Meski, liburan ini tak sama dengan hari libur biasanya, tapi hari ini sama sekali tidak mengecewakan hidup-Ku. Mereka sangat pandai sekali mewarnai kehidupan-Ku, aku mengira..., akan sangat sulit beradaptasi dengan mereka, tapi pada kenyataannya mereka sangat mudah sekali untuk didekati, pada awal aku bersekolah dulu, kami membutuhkan waktu yang lama untuk saling beradaptasi. Kau mengetahui Megan dan Min-ah? " tanya Zuu dengan melihat ke arah-Nya.
Lee pun mengangguk dengan mengatakan.
" Oh aku tahu, mereka juga sempat menyukai-Ku. Maksud-Ku salah satu dari mereka. " sahut Lee dengan angkuh.
Zuu sontak terkejut dengan terjengil mata sebelah.
" Hah!? Kenapa kau malah mengambil jalur yang itu? Tolong sesuaikan berbicara dengan tempat-Nya! Kenapa kau ini selalu saja membuat-Ku kesal. " tegas Zuu dengan dongkol.
Lee pun tertawa kecil.
" Hehe... Maafkan aku. Aku sangat mengenali dari salah satu-Nya, Megan sangat pecicilan sekali kepada-Ku, itulah kenyataannya. " sahut Lee kembali.
Zuu pun menatap Lee dengan tajam. Lee perlahan-lahan berhenti untuk tertawa dengan mendeham.
" maafkan aku. " sahut Lee kembali, terdiam.
" Dengarkan aku dulu bisa?? " tanya Zuu dengan geram.
" Tentu. " tersenyum sumbing.
" Sudahlah, suasana-Ku sudah rincu karena-Mu. " ujar Zuu dengan cemberut karena kesal.