
Zuu menolak bantuan dari mereka berdua.
" Tidak-tidak. Aku baik-baik saja. " sahut Zuu.
Zuu langsung berdiri dan berbaring kembali diatas Ranjang dengan mengatakan.
" aku hanya merasa haus saja, dan meminum air ini. " sahut Zuu kembali sambil minum.
Zuu meletakkan kembali sebotol air itu diatas Meja, ia tidur kembali. Lee bertanya.
" Kau saat ini tengah sadar kan? " terheran-heran.
Zuu berdeham menyahut sambil tidur.
" Hem... Selamat malam. " sahut-Nya.
Lee dan Amerta begitu kebingungan dengan tingkah Zuu. Mereka berdua pun melanjutkan tidur-Nya. Pagi tiba, Zuu bangun dengan melotot secara tiba-tiba karena, terkejut dari dalam mimpinya. Ia langsung menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
" tadi itu aku bermimpi apa? Kenapa akhirnya sangat mengejutkan. Sehingga, aku bangun dengan cara seperti ini? " gundah.
Zuu langsung melihat ke bagian samping bawah Ranjang-Nya, untuk mengecek Lee dan Amerta. Saat melihat kesana-kemari, ternyata mereka berdua sudah tidak ada di tempatnya masing-masing.
" benarkah? Setega inikah mereka meninggalkan orang yang tengah sakit dengan keadaan lingkungan berantakan begini? Apa maksud mereka itu menyuruh-Ku untuk membersihkan semua ini!! Arghhh " geram Zuu.
Ia pun bangun dari Ranjang, dan membersihkan Ruangan-Nya itu dengan kesal. Ditengah berbenah tiba-tiba telepon Zuu berdering, saat ia melihat-Nya ternyata itu adalah sebuah panggilan suara dari Lee.
" haha... Menyebalkan. Jika, memang benar-benar pergi maka, pergilah dengan benar jangan setengah-setengah begini! Untuk apa kau melakukan ini hah Lee!! Pergi saja selamanya tak usah kembali lagi. " dongkol-Nya dengan belu-belai kepada telepon.
Tidak lama kemudian Lee mengirimkan pesan chat kepada Zuu. Ia pun melihat pesan dari Lee karena rasa penasaran juga.
" apa ini? " tanya Zuu sambil mengambil telepon-Nya.
Lee mengirimi pesan bahwa, ia pergi lebih dulu pagi ini, dan akan segera datang kembali ke tempat Zuu berada.
" aku sama sekali tidak mengharapkan dia datang kembali. " gumamnya Zuu dengan rentan hatinya.
Disaat berbenah di bagian Meja Zuu menemukan selembar kertas catatan yang terjatuh yang tidak disengaja tersenggol oleh-Nya. Zuu melihat dan ternyata itu adalah catatan yang berisi ungkapan rasa sayang Zuu kepada Ibu-Nya, disitu juga tertulis bahwa Zuu berjanji akan membuatkan semangkuk sup buncis lezat dan membuatkan kue besar untuk Ibunya yang dibuat khusus oleh Zuu sendiri tanpa campur tangan. Jika, Zuu berhasil menjadi juara di kompetisi menari kemarin. Ia merasa kecewa dengan dirinya sendiri dan juga termenung, karena hal itu. Zuu menghela nafas dalam-dalam kemudian sigap melanjutkan pekerjaan-Nya itu. Selesai sudah. Kemudian, ia langsung pergi ke Meja untuk belajar. Waktu terus berjalan Lee pun datang. Saat ia melihat Zuu yang tengah belajar sontak langsung terkejut, karena sangat langka sekali ia bertingkah seperti itu, Lee pun menghampiri dan membelai-Nya.
" Eum... Wah sangat luar biasa, sekarang adik manis ini sudah mulai semangat untuk meraih kesuksesan-Nya. " membelai.
" Turunkan tangan-Mu Lee su!! " bentak-Nya.
" Wah haha... Apa kau semarah itu pada-Ku? " membelai kembali.
" Mati saja sana. " cela Zuu.
" Apa ini?? Kau memakan cemilan kembali Zuu?? " terkejut.
" Heem... Memang-Nya ada apa?? Apa ada masalah? Oh aku tahu, apa kau ingin memberikan-Ku makanan ringan yang banyak karena perilaku rajin-Ku ini hah Kak Lee? " bersemangat.
Seketika Lee langsung mengambil cemilan Zuu, jelas saja Zuu terkejut juga kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh-Nya.
" hey! Apa maksud-Mu mengambil makanan-Ku hah?? " lantangnya.
" Aku yang seharusnya bertanya, apa yang sedang kau lakukan hah? Kau ingin menyusahkan aku lagi?? Hey dengar, dokter memesan kepada-Ku untuk jangan memberikan-Mu makanan seperti ini dulu, kau masih dalam masa pemulihan. " sahut Lee.
" Uh... Lalu, aku harus makan apa hah? Aku tidak bisa belajar jika, cemilan tak ada disamping-Ku. " lesu Zuu.
" Tunggu. Aku akan membawakan-Mu makanan yang lebih bagus daripada ini. " sahut Lee kembali dengan berjalan keluar.
" Lalu, mau kau apakan cemilan-Ku itu? " tanya Zuu kembali.
" Akan Ku-buang ini. Tenang saja. " sahut-Nya kembali sambil berjalan.
Zuu menghela nafas karena rasa dongkol, ia menunggu kedatangan Lee. Zuu hanya memandang buku-bukunya saja karena merasa kurang bersemangat tak adanya makanan disamping-Nya. Tiba-tiba Lee datang kembali dengan membawa sekantung makanan dan sigap meletakkannya di Meja.
" ini. Makananlah. " ujar Lee dengan menyodorkan di hadapan muka Zuu.
Zuu langsung mengambil dan membuka kantung yang berisi makanan itu.
" Apa ini? Kau memberikan sebuah makanan seperti ini? Ahh... Aku tidak menyukai-Nya. " ujar Aku dengan masam muka.
" Aku sudah susah payah membelinya, cepat makan. " sahut Lee kembali.
Mau tidak mau akhirnya Zuu pun tetap memakannya. Lee beranjak pergi keluar tapi, Zuu menahannya dengan bertanya.
" Kakak mau kemana? " tanya Zuu sambil makan.
" Aku ingin pergi keluar untuk membeli obat yang diresepkan oleh dokter sebelum-Nya. Aku akan secepatnya kembali lagi dan memberikan obat-Nya padamu. " sahut Lee.
Lee pun menutup pintu dan pergi. Waktu terus berlalu akhirnya Lee kembali datang dengan membawa obat untuk Zuu, ketika ia masuk Lee melihat ke arah Zuu yang ternyata ia sudah tidur dengan pulas karena kelelahan berbenah tadi mungkin. Lee berjalan menghampiri-Nya, ia meletakkan obat Zuu di atas Meja, kemudian sigap membereskan buku-buku belajar Zuu. Disaat merapikan Lee tidak sengaja menyenggol buku Zuu dan berhamburan kertas keluar, iapun sigap mengumpulkan-Nya kembali, Lee melihat di salah satu kertas itu berisi ungkapan rasa Zuu kepada Ibu-Nya hari itu, kemudian ia membaca-Nya.
" ummah tolong dukung Zuu kecil ini, meski Zuu tidak pandai membuat-Mu senang disetiap waktu tapi, Zuu berjanji akan selalu membuat-Mu tertawa ketika melihat wajah anak kecil ini haha... Sebagai janji-Nya jika, aku menang di kompetisi menari nanti, aku akan membuatkan-Mu sup buncis yang lezat, juga kue yang besar. Akan Ku-buat semua itu sendiri. Meski, itu tidak seberapa tapi, aku ingin ummah menjadi orang yang pertama memakan masakan yang dibuat oleh-Ku sendiri, aku ingin merayakan hari ulang tahun-Mu menyatu dengan hari kemenangan yang aku nanti-nanti selama ini. Aku menyayangimu Ummah. " gumam Lee membaca catatan kecil itu.
...Love you all ❣️🖤...
...Terima kasih 😌🙏❣️...