Blue Love

Blue Love
Apa yang akan terjadi?



" Kau masih ingat dengan orang-orang yang menghadiri di pernikahan kita waktu itu? " tanya Lee dengan menegangkan.


" Oh aku ingat, aku ingat. Sangat jelas sekali wajah mereka dikepala-Ku. " sahut Zuu dengan tegang juga.


" Tidak Ku-sangka, ternyata mereka semua sampai detik ini masih memantau kita, mereka bersikeras setiap 3 hari sekali datang ke Rumah ini untuk melihat, apa disini ada kita berdua atau tidak. Dan bukan hanya Rumah-Ku saja yang diteror oleh mereka, tapi Rumah Ibu-Mu juga. Mereka semua memang kacau sekali. " ujar Lee dengan kesal hati.


" Apa? Oh benarkah? Aku harap mereka baik-baik saja. " sahut Zuu dengan masygul.


" Selama 1 tahun belum tiba, mereka akan terus begitu. " ujar Lee kembali.


Zuu semakin panik juga takut dengan perkataan Lee.


" 1 tahun?? Lalu, bagaimana cara kita menghindari mereka dengan waktu selama itu? Lalu, bagaimana jika mereka datang kemari nanti? " tanya Zuu dengan bimbang.


" Mereka sudah datang kemarin, jadi tenanglah. Mungkin, mereka kembali lusa, kita masih mempunyai waktu berpikir juga beristirahat bagaimana cara mengindari mereka nanti. Ayo masuk. " ujar Lee kembali seraya berjalan masuk ke dalam Rumah.


Meski begitu, Zuu masih tetap saja di kelilingi kegundahan.


" Bagaimana dia bisa setenang itu, aku merasa seakan-akan saat ini sedang berjalan di Hutan yang gelap, entah apa yang akan terjadi nanti di tengah perjalanan kami. Hah!! Semoga saja semuanya baik-baik saja. " gumam Zuu dengan berdesah juga khawatir.


Zuu pun mengikuti Lee masuk ke dalam Rumah.


Saat Zuu melihat isi dari Rumah Lee, betapa tercengang bengang-Nya ia dikejutkan dengan ruangan utama yang berdesain sangat cantik.


" wow!! Hey Kak, apakah kau menyukai hal yang bertema kegelapan? Wow lihat ding-ding juga lukisan itu, mereka mengeluarkan cahaya yang sangat indah. Wah..., apapun itu ini sangat keren. " puji-Nya Zuu dengan senang hati.


Lee pun langsung menyalakan lampu-Nya dan mengatakan.


" Aku belum menyalakan lampu-Nya, itu sebabnya ini gelap. " sahut Lee risi.


Seketika Zuu langsung tertawa karena malu.


" Oh seperti itukah? Hehehe... Tapi, meski dinyalakan lampu-pun ini tetap cantik. " tersengih.


" Huh... Carilah tempat yang nyaman untuk kau beristirahat. " ujar Lee dengan lesu.


" Lalu kau mau kemana? " tanya Zuu dengan kebingungan.


Lee tak menghiraukan ucapan Zuu, ia malah berjalan dengan keluh kesah.


" ada apa dengan-Nya? Mungkinkah? Ruangan Kamar ada di atas? " gumam-Nya.


Zuu pun naik ke lantai atas untuk mencari sebuah kamar. Ia membuka salah satu Pintu dan melihat-Nya dari luar.


" ruangan apa ini? Oh... Ruangan olahraga! Wah... Ternyata ia memiliki tubuh yang bagus itu dari hasil ini, keren sekali. Tapi, sekarang ia terlihat seperti berbeda dari sebelumnya, ia tampak rampis. Apakah itu karena aku? " gumam Zuu kebingungan.


Ia pun menutup kembali pintu itu dan mencari Ruangan yang benar. Zuu membuka pintu kembali dan terkejut juga terbatuk-batuk karena banyak sekali debu dimana-mana.


" ruangan apa ini? Kenapa kotor sekali!? Uhuk... Uhuk... Jika memang tidak diperlukan kenapa dibagun!!? pria macam apa dia ini? " geram Zuu.


Zuu menutup kembali dan lanjut mencari kamar. Dan ia terus melakukan hal yang sama tapi, ia tak menemukan-Nya bahkan satu kamar-Pun.


" ruang pakaian Lee "


" perpustakaan "


" ruang peliharaan "


" ruang apa ini? Aromanya seperti di Rumah Sakit? Ah entahlah! " geram Zuu.


Zuu pun merasa kesal juga marah pada akhirnya ia menutup salah satu pintu itu dengan keras. Blam!!


" Aaarrggh!! Semua barang yang ia perlukan dirancang dengan terpisah seperti ini! Benarkah?? Hah!!! Kau sangat menjengkelkan Lee su! Banyak sekali ruangan tapi tidak ada satupun tempat istirahat yang aku temukan! Apa ini? Dia menyebut ini Rumah!!? " dongkol Zuu dengan berusaha berdesah.


Ia pun memutuskan untuk pergi ke lantai bawah untuk mencari Lee. Zuu terus berjalan juga berlarian dengan berteriak memanggil Lee, tapi Lee sama sekali tidak keluar. Dan itu sangat membuat Zuu semakin murka dan berprasangka buruk terhadapnya.


" tunggu-tunggu, apa dia itu sebenarnya sudah menjebak-Ku? Dasar si pria tua itu!! Setelah aku melihat wajah-Mu lagi nanti... Akan Ku-buat kau tak bisa lagi melihat matahari esok! Lihat saja kau Lee su!! " cela-Nya dengan kesal hati.


Zuu pun berlari ke arah pintu dan keluar untuk mencari Lee dengan berteriak kembali.


" Lee su!!! Lee su!!! Dimana kau hah?? Hahaha... Lee su oh Lee su si tampan manis, dimana kamu suamiku... " teriak-Nya dengan manis.


" Lee su!!! Dimana kau?! Ku-buat kau tak bisa bernapas kembali nanti agar kau tidak bisa mencium aroma bau angin-Ku lagi!! Lee su!! " lantang-nya.


Siapa sangka karena terlalu keras-Nya suara Zuu, ternyata terdengar oleh salah seorang pria yang berada disana entah siapa mereka datang ke Rumah Lee, saat Zuu menyadari itu, ia seketika terkejut dan bersembunyi dibalik tembok.


" siapa mereka?? Kenapa malam buta begini ada orang di Rumah Lee. " gumam Zuu dengan panik.


Tiba-tiba Zuu teringat dengan ucapan Lee, dan ia baru tersadar.


" tunggu-tunggu! Apakah mereka itu..., " duga Zuu dengan panik.


Ia pun menoleh sedikit dari balik tembok itu, dan ternyata memang benar, mereka adalah orang-orang yang mendorong-dorong Zuu dengan Lee menikah di waktu itu. Zuu sangat terkejut juga panik, dan bergegas pergi ke dalam Rumah kembali. Ia berlari kesana kemari untuk bersembunyi.


" hiks... Lee su kau dimana? Kenapa kau amat tega sekali berbuat seperti ini kepada-Ku? Meski aku banyak sekali menyusahkanmu tapi, bisakah kau tidak membalasnya sekarang? Aku belum siap untuk masuk penjara... Hiks... " rintihan Zuu seraya berlari-lari.


" apa aku disini saja untuk bersembunyi? Ah tidak-tidak! Ini terlalu cepat untuk ditemukan, lebih baik aku kembali saja ke lantai atas, meski pada akhirnya begitu... Tapi setidaknya aku bisa lebih sedikit menghirup udara luar hiks... Hiks... " rintihan Zuu kembali dengan susah hati.


Zuu naik ke atas dan mencoba untuk bersembunyi.


" pada biasanya ruangan tersudut itu paling menguntungkan untuk seseorang yang sedang mendesak. Semoga saja. " gumam Zuu kembali dengan bergesa-gesa berlari ke arah pintu sudut dan masuk ke dalam Ruangan tersebut.


Zuu menutup pintu itu dengan keras sehingga menimbulkan seseorang mendengar kembali.


" Suara apa itu? " salah satu pengawas itu dengan terkejut.


Zuu semakin ketakutan juga gelisah, ia bingung apa yang harus dilakukan oleh-Nya. Tiba-tiba, seseorang memanggil Zuu dengan kesal.


" Zuu!! " lantang-Nya.


Zuu menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Lee yang tengah tidur dan terbangun oleh-Nya.