
Zuu menjelaskan.
" Aku tidak akan ikut karena, ada urusan begitu. Mmm sungguh maafkan aku ya. " belai-Nya.
Arun pun langsung menarik tangan Zuu, dan pergi bersama dengan mengatakan.
" Sudah, kapan lagi aku bisa bersama kalian seperti ini. Mari kita bersenang-senang hari ini. " selang-Nya.
Sampai- Nya di Tempat. Mereka memesan dan makan bersama sambil berbicara.
" Duh, ini baru pertama kalinya aku makan dengan perasaan gundah begini, sulit dipercaya aku makan sedikit. " gumam-Nya.
" Hey berhenti memakan makanan-Ku. Ahh... Kau ini sangat rakus, jika mau pesan lagi saja. " ujar Arunika.
" Oh. Haha sungguh, aku tidak menyadari telah mengambil makanan-Mu Run " tersengeh.
" Masih mau apa tidak? Hari ini aku mentraktir semua-Nya. " ujar-Nya kembali.
" Tidak ah. Hari ini aku merasa kenyang tanpa makan banyak. " sahut-Nya.
" Wah... Haha sangat aneh, mungkin dia sudah melek. Mau makanan kecil dengan kopi? " tawar-Nya kembali.
" Mungkin makanan kecil boleh, aku tidak suka kopi. " sahut-Nya kembali.
" Oke. "
Mereka pun saling mengobrol dan tertawa bersama, sehingga tidak disadari bahwa, hari pun sudah gelap.
" Aku akan keluar lebih dulu. " ujar Zuu.
" Ada apa lagi ini Zuu? " tanya Arun.
" Ini sudah malam. " sahut Zuu.
Arun juga Amerta melihat sekeliling dan ternyata memang benar hari sudah malam.
" Benar, hari ini kita sangat bersenang-senang. Sehingga, hari pun kita tidak menyadari. " ujar Amerta.
" Ahh... Sangat disayangkan, tapi bagaimana pun itu hari ini sangat berwarna. Terima kasih semuanya. " ujar Arun.
Mereka pergi dengan arah yang berbeda-beda.
" Ahh... Bagaimana bisa aku seperti ini. Seperti-Nya besok adalah hari kematian yang sadis untuk-Ku. " lesu- Nya.
Tiba-tiba Tetttt... Suara klakson mobil berbunyi karena Zuu berjalan di Tengah Jalan.
" Ahh... Hah... Ha... Aku belum mati? Hah... " menghela nafas.
Orang yang berada di Dalam Mobil itupun merasa dongkol dengan tingkah-Nya Zuu, yang sangat begitu ceroboh.
" Orang itu mau mati atau bagaimana?? " bentak-Nya.
" Bosan hidup rupanya. " sahut teman di Sebelah-Nya.
Mereka keluar dari Dalam Mobil dan itu ternyata adalah Aminah dan Megan. Mereka bertiga saling terkejut dengan menganga.
" Zuu?? " ujar Min-ah.
Min-ah dan Megan berlari ingin memeluk Zuu. Begitu-Pun juga Zuu berlari ke Arah mereka tetapi, tidak untuk memeluk. Melainkan, masuk ke Dalam Mobil mereka.
" Hey hey... Apa ini? Setidaknya kita dramatis terlebih dahulu. " ujar-Nya.
" Aku tidak punya waktu. Cepat antar aku segera. " gesa-Nya.
" Ada apa dengan-Nya? " tanya Megan.
" Aku tidak tahu, apa mungkin ada berita besar yang ingin dia datangi? " sahut-Nya.
" Hey!! Kenapa kalian malah asik mengobrol cepat antar aku. " lantang- Nya.
" Oh. Iya baiklah. " sahut-Nya.
Mereka langsung bergegas pergi dan menuju yang di Arahkan oleh Zuu.
" Kemana ingin pergi? " tanya Min-ah.
" Pergi dengan kecepatan penuh menuju Sekolah-Ku, sebelum jam 10 malam. " sahut-Nya.
" Apa yang akan kau lakukan?? " tanya-Nya kembali.
Zuu menyelang.
" Fokus ke Jalanan saja, jangan sampai malah terputus di Tengah Jalan. " tegas-Nya.
" Jadi seperti itu. Tapi, apakah kau yakin ini akan baik-baik saja jika, CCTV itu diambil? " bimbang.
" Apa salahnya kita coba. Cepat naik. " gesa-Nya
" Naik kemana? " kebingungan.
" Min-ah naik ke punggung Megan untuk bisa naik ke Atas pagar. " suruh-Nya.
" Oh. Lalu Kau? " tanya Megan.
" Aku disini merancang semua rencananya. " jelas-Nya.
" Oh baiklah. Cepat naik Min-ah. " gesa-Nya.
Min-ah pun naik ke Atas punggung Megan untuk bisa meraih pagar. Dan berhasil melewati-Nya, Min-ah membuka gembok pagar itu. Disini Zuu dan Megan tercengang bengang melihat aksi Min-ah yang sangat berguna, ia bahkan bisa membobol gembok itu.
" Wah... Apa kau pernah bermimpi menjadi seorang ketua maling Min-ah? " tanya Zuu.
" Hah?? Apa maksud-Mu, untuk apa aku bercita-cita seperti itu. Jangan ngelantur, itu buruk. Jadi apa rencana selanjutnya? " sahut-Nya.
" Baiklah. Kita akan berjalan menuju Ruang Olahraga-Nya. Ayo " ajak-Nya.
Mereka berjalan terus hingga sampai-Nya di Depan Pintu. Dan dibukalah pintu menuju Tempat Si Jaguar itu. Dengan lega-Nya mereka saling mengeluarkan nafas.
" Huh... Ini akan aman kan? " tanya Min-ah.
" Tentu saja. " sahut-Nya.
" Jadi, cepatlah ambil barang yang kau perlukan itu. " gesai Min-ah.
" Megan ambil itu. Cepat. " gesa Zuu.
Zuu menunjuk ke Arah CCTV itu berada. Megan malah tertawa setelah diberi Arahan oleh Zuu.
" Hahaha... Ini lelucon? " cela-Nya.
" Maksud-Mu? Aku sedang tidak bercanda. Cepat ambil. " gesa-Nya.
" Hey Zuu... Itu tempat, keberadaan-Nya lumayan tinggi, kau pikir aku ini super hiro bisa terbang begitu? " cela-Nya kembali.
" Kau kan mempunyai tubuh yang tinggi, jadi sampailah. " sahut-Nya.
" Tidak setinggi ego-Nya mantan Zuu, jika tubuh-Ku setinggi menara Eiffel, baru itu mungkin untuk aku bisa meraih-Nya. " tegas-Nya.
" Benarkah? " tanya Zuu.
" Tentu saja, tinggi-Ku 170 dan si Jaguar ini mempunyai tinggi sekitar 200 an atau kurang atau lebih mungkin. Hal yang tidak bisa aku raih dengan tangan kosong. " sahut-Nya.
" Yasudah gunakan kursi itu saja. " ujar Zuu.
" Tidak akan sampai juga. " sahut-Nya kembali.
" Yasudah sama hal-Nya dengan cara yang tadi. Ayo. " gesa-Nya.
" Baiklah, aku yang akan mengambil-Nya kalian menjadi tangga. " sigap Min-ah.
Sontak Zuu dan Megan melihat ke Arah Min-ah dengan risi. Min-ah menjelaskan dengan Profesional.
" Tubuh-Ku ini kecil, dan tinggi-Ku tidak setinggi pohon kelapa. Tapi, aku mempunyai lengan yang panjang untuk bisa meraih Jaguar itu. "
" Ah... Kau benar. Mari-mari... " ajak Zuu.
Megan menahan dibagian Bawah, Zuu dibagian Tengah dan Min-ah dibagian Atas. Mereka saling berjuang bersama dan mengeluarkan tenaga dengan sepenuh jiwa raga. Akhirnya pun, pohon itu berbuah manis. Mereka berhasil mengambil CCTV itu tetapi, dengan ending yang pahit mereka saling berjatuhan bersama.
" Aduh... Ini buruk. " rintihan Megan.
Di Tengah sedang merintih-Nya mereka sontak terdengar suara seseorang memanggil.
" Ada orang?? " lantang-Nya.
Seketika mereka terkejut.
" Pintu-Nya terbuka, pintu-Nya terbuka cepat tutup kembali. " gesa-Nya Megan dengan panik.
Kemudian Min-ah berdiri dari jatuh-Nya sigap lari ke Arah pintu dan menutup dengan keras. Bugg...!!
" Min-ah!! " teriakan Zuu dan Megan.
...Support terus teman-teman ( ͡≖ ل͜ ͡≖)...
...Love you all (♥_♥)...