
" Sudah lupakan saja! " dongkolnya.
" Hey hey! Apa Kau menganggap-Ku ini tidak terpelajar? Hah! Tunggu sebentar. " bentaknya.
Zuu mencari di Buku yang dibeli tadi, dan langsung membaca, Dia menutup kembali Bukunya.
" Ah seorang Wanita menyukai, dibilang cantik, dipeluk tanpa alasan, terus Mmm... Mungkin suka di-SMS duluan, terus memeluk dari Belakang, memberi bunga yang indah... Hahaha... Benar bukan?? Wah aku tidak menyangka ternyata Pintar sekali bukan? " tertawa bangga.
" Mmm benarkah? " cengar-cengir terheran-heran.
Sesampainya di Rumah, Zuu melihat Min-ah yang sedang berdiri di Depan Rumahnya dengan mengekspresikan kesal.
" Hemmm...!!! Hoh...!! " menghela nafas dalam-dalam. "
" Eh... Ada Min? " bingung.
" Zuu, Kau ini manusia kan? " tanya Min-ah.
" Tentu saja, memangnya ada apa dengan wajahku? Apa malam ini terlihat berbeda Min-ah? " tanya Zuu kembali.
" Benar, sepertinya ada yang salah. Wajahmu itu mengundang orang ingin sekali memukul wajahmu. " bentaknya.
" Hah!? " terkejut.
" Sudah lupakan, ayo cepat masuk " bentaknya kembali.
" Ada apa dengannya? Yasudah Kau bisa pulang kembali Kak, hati-hati di Jalan sampai nanti. "
Min-ah merangkul pundak Zuu dengan mengatakan.
" Apa yang Kau lakukan, hey dimana hati seorang manusiamu Zuu? Apa Kau tidak waras, ini itu sudah malam kenapa Kau menyuruhnya pulang? " bisik Min-ah.
" Lalu apa yang harus kulakukan? " tercengang.
" Bawa masuk Zuu, lagi pula masih ada Kamar kosong yang layak untuk ditempatkan olehnya. Kasihan suamimu, pasti Dia sudah lelah selepas mengantarmu. " ujar Min-ah.
" Kau tidak keberatan, mmm yasudah. Hey Kak masuklah dan menginap " ajak Zuu.
" Uh benarkah, eh... Apakah temanmu mengizinkanku untuk menginap? " tanya Lee dengan semangat.
" Dia menginginkan Kau untuk masuk ke Dalam dan menginap " celetuk Zuu.
" Hey hey... Berhati-hatilah dalam bicara " membungkam mulut Zuu.
Mereka pun masuk ke Dalam Rumah, waktu istirahat tiba.
" Zuu, sebenarnya niat aku mengundang-Mu kesini agar Kau merasa lebih tenang dan merasa tidak hidup sendiri, huh... Aku masih tidak mempercayai ini semua, ini benar-benar diluar dugaan Zuu. " Desah Min-ah.
" Mmm... Kau saja tidak mempercayai apalagi aku. Tapi, inilah kenyataannya. " sahut Zuu.
" Kenapa ekpresi-Mu biasa-biasa saja Zuu? " tanya Min-ah.
" Sebenarnya aku juga merasa resah dengan apa yang telah terjadi. " jawab Zuu kembali.
" Lalu? " tanya Min-ah.
" Lalu apa maksud-Mu? Aku bisa apa? Aku hanya mengikuti jalan saja untuk tetap hidup " sahut Zuu.
" Lalu bagaimana Kau beradaptasi dengan sekitar yang berbeda dari yang lainnya Zuu? " tanya Min-ah kembali.
" Hanya waktu yang bisa membiasakan semuanya, tidak perlu khawatir "
" Aku mengerti maksud dari jawabanmu Zuu. Lalu bagaimana dengan Pacarmu? " ujar Min-ah.
Seketika Zuu langsung terkejut terbengang.
" Pacar? Oh Dia sudah menerima dan mengetahuinya, Dia berkata bahwa semua bisa diperbaiki. " jawab Zuu.
" Waw... Tidak kusangka ternyata Jay bisa berkata bijak seperti itu rupanya " ternganga.
" Jay?? Pacarku buk... Oh tidak!! Bagaimana mungkin aku melupakan itu!! Hey sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku? Sudah lama hari berlalu, baru tersadar malam ini bahwa diriku mempunyai pacar. Min-ah berikan ponselmu. " menyerobot.
" Untuk apa? " tanya Min-ah.
" Kau masih menyimpan nomor Jay bukan? Ah ini Dia " ujar Zuu.
Setelah menelpon terus menelpon, Zuu menyerah.
" Jadi, sebenarnya Jay sudah mengetahui atau tidak? " tanya Min-ah.
" Pacar yang satunya lagi mengetahui aku menikah. " sahut Zuu.
" Hah!!? " terkejut.
" Eh... Euhh... Itu... " gagap.
" Kau mempunyai pacar lagi!! " lantangnya.
Zuu langsung menutup mulut Min-ah dan menjelaskan.
" Dengar, aku menerimanya karena aku tidak ingat bahwa, aku mempunyai pacar. Lagi pula Dia itu suka padaku " jelas Zuu.
" Hey alasan yang sangat ingin membunuh orang, Zuu jika ada 20 Pria yang menyukaimu, apa Kau akan menerimanya juga, meski Kau sudah mempunyai Suami? Ampun Zuu " lantangnya kembali.
" Dengarkan dulu, apa Kau tidak bisa mengerti perasaan-Ku? Aku hanya ingin membukakan hatiku saja, dan aku mencoba Dia untuk Pria yang memberikan Cinta yang kuat untuk-Ku " jawabnya kembali.
" Lalu Kau anggap Jay apa? " tanya Min-ah.
" Sebenarnya ini sangat tidak baik untuk dibicarakan tapi, aku takut Kau malah jadi salah paham padaku. Jay bukan pacar yang baik untuk-Ku, pada intinya seperti itu, karena aku mengiranya situasi ini akan sangat membantu-Ku untuk memulai hidup yang baru Min-ah " ujar Zuu.
" Apa Jay mengasari-Mu? Jawab Zuu! Ampun kenapa Kau hanya diam saja Zuu... Kau... " terhenti.
Dengan tiba-tiba Min-ah memeluk Zuu dengan tersedu-sedu.
" Zuu maafkan aku Zuu, aku belum bisa menjadi teman yang baik untuk-Mu, di situasi menyakitkan untukmu saja aku tidak ada dan juga tidak ikut merasakannya. Aku benar-benar kehabisan kata-kata Zuu. " menangis.
" Benar, sebenarnya Kau ini kemana hah! Disaat aku sedang laparpun Kau tidak menghadirinya. " tersenyum.
" Ah bukan itu maksudku, ah...kenapa Kau ini selalu merusak suasana hati, seharusnya Kau itu juga menangis juga terharu ini kenapa Kau malah mengekspresikan tersenyum. Ku-kira ini akan jadi dramatis, tapi malah jadi ironis. Ah sudahlah aku akan tidur " dongkolnya.
Mereka berdua pun tidur. Ditengah tidur Zuu merasa haus dan pergi ke Dapur untuk mendapatkan air minum. Glukk... Glukk...
Selesai minum Zuu melihat Lee yang sedang tidur di Sofa dan bergumam.
" Kenapa Dia malah tidur di Sini? " gumamnya.
" Hey pergi dari Sini!! Dia adalah milikku, jangan ada yang pernah berani menyentuhnya! Dia adalah milikku! Hey menjauh darinya " meracau.
" Hahh... Ada apa dengannya? mata tertutup mulut terbuka " gumamnya.
Zuu masuk ke Dalam Kamarnya. Menit demi menit berlalu Zuu keluar kembali dari Kamarnya dengan membawa sebuah selimut, Zuu langsung menyelimuti Lee.
" Semoga saja Kau bisa membantu-Ku " gumamnya.
Saat Zuu hendak pergi, mendabak Lee memegang tangan Zuu,
" Uh... " melotot.
Dengan secara langsung Lee memutarkan tangan Zuu dengan keras seketika Zuu merintih kesakitan juga marah.
" Aw... Aw... Apa yang dilakukan Pria tua ini!! Lepaskan tanganmu " merintih kesakitan.
" Beraninya Kau sama seorang Wanita dasar pecundang kemari Kau!! kupatahkan tanganmu, ini sangat berdosa Kau tahu!! " meracau.
" Ah hentikan, aku ini Zuu bukan penjahat. Kenapa Kau masih membawa jurusmu ke Dalam mimpi? lepaskan!! " lantangnya.
Karena suara yang begitu keras sehingga mengundang Ibunya Min-ah datang.
" Ada apa ini?! " melek.
" Ini Ibu tolong aku, tangannya menyerang-Ku!! " merintih.
" Ya ampun, kenapa bisa seperti ini " sahutnya.
Ibunya Min-ah pun menolong Zuu. disitu mereka bukannya terlepas, tapi Lee malah menyerang Ibunya Min-ah juga.
" Kau temannya!? Haha.. Lihat temanmu sudah aku kalahkan, sekarang giliranmu!! " lantangnya.
" Aw... Aw... " merintih.
" Aw... Aw... " merintih.
Tetap tunjukkan jejakmu 👣💙💕