
Lee mendorong Zuu ke Ranjang, dan duduk disisinya. Lee memegang tangan Zuu.
" Aww...!! " merintih kesakitan.
" Tenanglah, Kau pasti bisa menahan rasa sakit ini " sahut Lee.
Di malam itupun, Lee terus mengobati tangan Zuu yang dipenuhi luka-luka bergoresan. Setelah selesai diobati Lee langsung pergi ke Kamar mandi dan Zuu, membereskan Obat-obatan bekas lukanya tadi. Setelah selesai, Zuu tiba-tiba berteriak.
" Aaaaaa... " lantang Zuu.
" Ada apa? " tanya Lee dengan terkejut.
" Apa yang Kau lakukan hah!! Setidaknya pakai bajumu Lee Sou!! " teriak Zuu.
" Ah, Kau ini. Memangnya kenapa? Lagi pula, aku ini memakai Celana. Jadi, dimana masalahnya? " tanya Lee kembali.
" Kenakan bajumu sekarang juga!! Jika tidak, aku akan mengeluarkanmu dari Kamar ini. Cepat!! " lantang Zuu.
Lee pun dengan cepat memakai Baju. Di malam ini Zuu memutuskan tidur di Ranjang dan Lee di bawah dengan menggunakan Kasur Lantai. Lee pun berkomentar.
" Apakah Kau bersungguh-sungguh, menyuruh-Ku untuk tidur disini, kenapa tidak tidur bersama saja?! Lagi pula kita sudah menikah. Jadi, menurut-Ku itu tidak buruk. " desah Lee.
" Benar, itu tidak buruk. Tapi buruk bagiku. Jangan bercanda, aku sudah mengantuk. Selamat malam Tuan. " jawab Zuu.
Lee pasrah dengan keadaan. Di tengah malam Zuu terus mendesah karena kepanasan. Lee pun merasa terganggu dengan Zuu.
" Apa Kau tidak bisa tidur dengan tenang? "
" Ahh... Ini semua juga karena-Mu! Kenapa Kau memesan Kamar yang seharusnya tidak layak untuk ditinggal. Ahh, aku merasa seperti di gurun pasir!! " mendesah.
" Sudahlah, nikmati saja untuk sekarang. Lagi pula butuh 6 hari lagi para ummat di Hotel ini berkurang. " sahut Lee.
Zuu pun menghempaskan selimutnya ke bawah, dan mendarat didepan muka Lee.
" sangat meresahkan " gumam Lee.
Pagi tiba, Zuu terbangun karena matahari menyoroti wajahnya.
" Uwhhh... Pagi yang sangat memuaskan. Hah, ini pertama kalinya aku tidur dipagi hari. Dari semalam aku kesulitan untuk tidur karena kegerahan. Tetapi, anehnya saat ini aku bangun sangat puas sekali. " ujar Zuu.
Zuu melihat ke arah Jam, betapa terkejutnya pagi ini. Jam itu menunjukkan pukul 07:04. Zuu melamun melihat jam dan berkata.
" Ada apa dengan diriku? Gawattt!!! Ternyata pagiku sudah lewat, aku terlambat!! " teriak Zuu.
Zuu langsung meloncat dari Ranjang ke Lantai, karena terburu-buru Zuu melupakan sesuatu bahwa,di bawah Ranjang itu ada seseorang yaitu Lee, dengan tidak sengaja, Zuu menginjak kaki Lee. Lee dengan terkejut terbangun merintih kesakitan.
" Ah... Kakiku!! Kau!! Ada apa dengan Wanita ini!? Kenapa Kau menginjak Kakiku hah!? Apakah ini caramu membangunkan Suamimu? " bentak Lee.
Zuu tidak menghiraukan perkataannya. Lee yang demikian juga terlambat langsung cepat bersiap. Kalian bisa mengetahuinya. Bahwa, seorang Wanita Sangatlah lambat soal berdandan. Lee sudah siap terlebih dahulu mendengar ada seseorang mengetuk pintu, dengan segera Lee membukakan pintu tersebut. Berdirilah seorang Pelayan Pria dengan membawa sebuah 2 sarapan untuk diberikan kepada mereka berdua. Zuu siap berangkat. Saat Zuu tengah menunggu taksi, Lee menawarkan tumpangan kepada Zuu. Ia sangat terkejut karena setahu Zuu Lee tidak mempunyai sebuah mobil.
" Kau?? Sejak kapan dirimu mempunyai kendaraan itu? " tanya Zuu dengan ternganga.
" Cepat naik, apa Kau akan tetap berdiri di situ menjadi lampu jalanan? " tanya Lee kembali.
" Ah bagaimana ini, membingungkan. Nanti bagaimana jika, Dia berbuat kembali, yang tidak-tidak.? " panik.
Lee menutup kembali jendela kaca mobilnya.
" Baiklah, sampai bertemu nanti. " tersenyum.
" Tunggu-tunggu... "
Zuu pun naik ke Dalam Mobil.
Didalam mobil pun Zuu bertanya.
" Sejak kapan? Kau memiliki Barang ini? "
" Aku memang memiliki barang ini. Kenapa memangnya? Hey dengar, mana mungkin selama 39 tahun aku tidak berbekal untuk masa depan. " jawab Lee.
" Terserah. Tapi, ingat! Jangan berbuat hal yang tidak-tidak saat nanti di Sekolah! " melotot.
" Aku hanya akan mengantarmu, dan langsung pergi. " jawab Lee.
Lee menyodorkan sebuah sarapan yang sudah dibungkusnya tadi, dengan mengatakan.
" Ini. Sambil menunggu, Kau sarapan terlebih dahulu. " tersenyum.
" Oh mmm... Terima Kasih. " jawab Zuu.
" Bagaimana Kau bisa tahu? Aku belum sarapan? Dan dari mana Kau mendapatkan ini? Mmm ini bukan hasil curian? " tanya Zuu.
" Jangan bercanda, cepat habiskan " sahut Lee.
" Aku tidak bercanda. Tapi, yasudahlah. Jika ini haram, aku menitipkan dosanya padamu yah? " tersengeh.
Lee menggeleng-gelengkan kepalanya juga tersenyum kebingungan.
" Eh, apakah dirimu juga sudah sarapan? " tanya Zuu kembali.
" Akan kumakan nanti, aku membawa bagianku. " jawab Lee.
" Aku bukan akrobat yang bisa menyeimbangkan antara menyetir juga makan, pada intinya aku sedang menyetir. Dengan menggunakan apa aku mengambil makanan-Ku? " jelas Lee.
" Namamu siapa? Tolong katakan dengan perlahan, agar aku bisa mengingatnya. " tanya Zuu.
" Aaa..., "
Zuu langsung memasukkan secuil sarapannya ke dalam mulut Lee. Zuu tertawa terbahak-bahak karena menurutnya ini sangat lucu.
Sesampainya di Sekolah Lee menahan Zuu.
" Ini uangnya. " kata Lee.
Zuu tercengang bengang sambil mengatakan.
" Apa Kau memberikan ini untukku? " tanya Zuu.
" Tolong berikan ini kepada Guru cantikmu, saat nanti bertemu. " ujar Lee.
" Hah!!? " terkejut.
" Jangan bercanda, tentu saja ini untuk-Mu, memangnya untuk siapa lagi? " jelas Lee.
" Ahaha... Ini sangat bagus. Mmm terima kasih. Aku sangat senang dan menghargai ini " tersenyum dengan bersemangat.
" Sebenernya itu tidak gratis adiak manih " tersenyum.
Zuu kebingungan dan bertanya.
" Lalu, oh apakah ini sebagai pinjaman? Baiklah, nanti aku akan bekerja paruh waktu, dan pastinya kubayar uangmu. " jelas Zuu.
" Ah tolong bayar itu sekarang " ujar Lee.
" Yasudah, ambil ini kembali. " desah Zuu.
" Ambil saja uang itu, aku tahu Kau membutuhkannya. Lalu, sebagai bayarannya. Kau... " sahut Lee kembali.
Lee mengarahkan telunjuknya ke depan Pipi. Zuu ternganga juga tertawa.
" Ahaha... Benarkah itu, Kau mau kucium? Baiklah aku akan menciummu dengan sangat baik " jawab Zuu.
Lee pun terkejut juga senang dengan jawaban dari Zuu. Iapun mendekati wajah Lee saat di depan pipinya. Zuu mengatakan.
" Apa ini? Apa yang Kau lihat? Aku merasa malu jika Kau melihatnya. " bisik Zuu.
Lee pun menutup matanya. Dan Zuu pun memukul pipi Lee dengan jari jemari manisnya itu. Plakk...
" Aduh " rintih Lee.
" Aku yakin itu pasti akan berkenang untukmu " tertawa.
Zuu pun turun dari Mobil dan masuk menuju Kelasnya. Saat istirahat tiba Zuu langsung pergi menuju luar Kelas. Tetapi, langkahnya diberhentikan oleh Sunny.
" Hanya Wanita seperti Zuu lah yang berani menerkam Suaminya dengan secara sadis. MENGERIKAN " kata Sunny.
Zuu tercengang bengang.
" Hey. Zuu! Kau itu benar-benar seorang Wanita yang tidak tahu malu. Dimana rasa hormatmu sebagai seorang Wanita hah!? " bentak Sunny.
" Aku selalu menjaga kehormatan-Ku " jawab Zuu dengan mengangguk.
" Hey Zuu! Aku peringati Kau!! Untuk jangan mendekati Faiz!! Mengerti!!? " menerkam
" Kehormatanmu menjadi seorang Wanita sudahlah hilang, tolonglah melek!! Buka matamu Zuu!!
Seharusnya tempatmu itu bukan disini, bergabung dengan orang-orang yang masih suci. Kau dengan kami itu sangatlah berdeda. Dirimu itu benar-benar sangat menjijikkan, tubuhmu itu sungguh sangat kotor dilumuri dengan dosa- dosa yang mungkin tidak diketahui oleh orang lain bukan?! Haha...dengan rasa tidak tahu malunya, Wanita ini menampakkan wajahnya kembali disini. Iww... " hina Sunny.
Zuu hanya menatap dan mendengar Ucapan Sunny.
" Akal sehatmu masih berfungsi kan Zuu? Hey ada apa dengan Dia haha..." melotot.
Sunny pun memegang bahu Zuu dengan mengatakan.
" Zuu...,
Ucapan Sunny terpotong karena datang tiba-tiba Megan juga Min-ah berdiri di belakang Sunny.
" Ada apa ini? " tanya Min-ah.
Sunny menjawab.
" Aku hanya ingin melihat wajah Zuu yang begitu cantik, apa yang membuatnya begitu cantik. Sehingga suaminya sangat memperhatikan Zuu, aku sungguh sangat iri Zuu " tersenyum dengan cemberut.
Sunny juga temannya langsung pergi.
Hanya guyonan semata :]~♡
jangan mau seperti Dia, yang pergi tanpa meninggalkan jejak 👣ʚ♡⃛ɞ(ू•ᴗ•ू❁)