
" Oh " sahut Lee.
Selesai sudah Zuu langsung pergi. Sesampainya di Tempat bertemu. Zuu melihat seorang Pria yang tengah berjalan melintasi Jalan yang akan tertabrak sebuah Mobil, dengan sigap Zuu langsung menarik Pria tersebut. Brukk...
" Aduh... Kakiku " merintih.
Dengan panik Pria itu bertanya.
" Kamu tidak apa-apa? " panik .
Zuu menoleh ke arah Pria itu. Dia pun ternganga dan terkejut melihat wajah Zuu.
" Siapa Wanita ini? Kenapa Dia begitu cantik. Paras wajahnya sangat natural, apa Dia memakai riasan? " gumam Pria itu.
" Euh... Perhatikan Jalan dengan baik . " menghela nafas.
" Uh... Iya. Aku sungguh minta maaf, dan aku sangat berterima kasih padamu. " sahut kembali.
Saat Zuu lekas pergi, Pria itu menahannya. Zuu dengan kebingungan terdiam.
" Aku ingin menanyakan sesuatu padamu " jawab Pria itu.
" Hal apa? " tanya Zuu.
" Kamu mau tidak berpacaran denganku? " sigap.
" Hah!? " terkejut.
" Euh, iya... Jika kamu mau, mari berkencan dengan-Ku malam ini " jelasnya kembali.
Zuu tercengang bengang. Tetapi,
" Kencan? Jika berkencan, itu pasti akan banyak makanan tersaji di Meja Makan. Wah bukankah ini sangat bagus, dan yang paling penting, jika seseorang berkencan itu yang membayar semua Makanan dari pihak Pria? Benarkah... Haha... Ini sangat bagus, aku akan makan besar malam ini " gumam Zuu.
Mendabak Pria itu memegang tangan Zuu dengan mengatakan.
" Aku menyukaimu, aku sangat berminat untuk membahagiakan Wanita seperti dirimu " tersenyum.
Tiba-tiba Faiz datang dan menyela tangan mereka.
" Maaf, tapi sepertinya Kau salah server. Dia adalah teman yang akan menemani-Ku malam ini " lantang Faiz.
Pria itu tertawa dan bertanya kepada Zuu.
" Haha... Apakah Laki-laki ini temanmu? "
" Iya " sahut Zuu.
Pria itupun memegang bahu Faiz dan mencelanya.
" Hello Brother, Dia itu hanya temanmu. Lalu, apa urusannya dengan-Mu jika Dia akan berkencan bersama denganku? "
Pria itu kembali memegang tangan Zuu dengan menarik tangannya.
Faiz menatap ke arah Zuu dan mengatakan.
" Zuu, kau masih berhutang padaku. " bentak Faiz.
Awalnya Zuu tidak mengerti apa yang dimaksud Faiz, setelah berfikir Zuu baru tersadar dengan janjinya di Sekolah untuk Faiz. Zuu langsung melepas tangannya dan menolak tawaran dari Pria itu.
" Ini yang kedua kalinya, aku menolak sebuah Makanan "gumamnya.
Faiz pun langsung menarik Zuu dan membawanya masuk ke Dalam Tempat Makan. Faiz bertanya.
" Kenapa Kamu menolongnya? "
Zuu merasa kebingungan dengan pertanyaan dari Faiz.
" Apa maksudmu? Pertanyaan konyol macam apa ini? Jelas sekali aku menolongnya karena ini adalah, sifat kemanusiaan. Apa itu aneh? Atau salah? " tercengang bengang.
" Euh... Maksudku, kenapa Kamu malah mengobrol dan berniat untuk pergi bersamanya? " jelas Faiz.
" Oh... Hehe, itu karena aku mendengar Dia akan berkencan dengan-Ku, jadi kupikir itu pasti akan banyak sekali makanan yang tersaji di Meja. " tersengeh.
" Jika kamu mau, aku juga akan menyajikan banyak Makanan disini "
" Uh. Benarkah itu? Wah apapun itu Kau benar-benar yang terbaik Iz' " tertawa bersemangat
Mereka berdua mulai menyantap semua Makanan yang berada di Meja tersebut.
" Perlahan saja makannya "
" Hm... Hm " tersenyum.
" Wah Kamu ini sangat cepat yah dalam menghabiskan Makanan " tersenyum.
" Jangan berbicara seperti itu, sulit kuakui dan aku membencinya tapi, itulah kenyataannya. " tersenyum.
" Dia ini benar-benar lucu juga imut, apalagi Dia ini cantik sangat sayang jika hidupnya disia-siakan. " gumam Iz'.
Selesai sudah Makan lanjut Makanan penutup.
" Bicara sekarang saja, ayo. " ajak Zuu.
" Uh. Penutup ini sangat lezat, huhu... Aku tidak bisa berhenti memakannya dan juga minuman ini. " gumam Zuu.
" Zuu aku menyukaimu " sigap Iz'.
Seketika Zuu terkejut dengan tidak sengaja memuncratkan minuman yang berada di Dalam mulutnya. Zuu tercengang dan menatap dengan jantung berdetak. Tersadar Zuu, sigap meminta maaf mengelap wajah Faiz dengan tisu.
" Oh tidak... Aku sungguh minta maaf. Aku tidak sengaja. " gugup.
" Euh... Tidak, aku tidak apa-apa. " sahut Iz'.
Iz' memegang tangan Zuu.
" Aku menyukaimu Zuu " sahutnya kembali.
" Bukankah Kau mengetahuinya " tanya Zuu.
" Aku tahu. Tapi, bukankah Kamu dengannya itu hanya sebuah terjebak. Benarkan? Jadi, menurut-Ku itu bukan masalah, kita bisa memperbaiki semuanya. " jawab Faiz.
" Dan...dan aku juga mengetahui, bahwa Kamu belum berseranjang dengannya " gugup.
" Ah... Itu " bingung.
" Ada apa?... Apa Kamu sudah menyukai Dia? " tanya Iz'.
Zuu menghela nafas dan menjelaskan.
" Euh... Bukan itu. Tapi, ah.. Ini sulit dipercaya Kau bisa menyukai-Ku, padahal banyak sekali Wanita yang lebih baik dariku itu menyukaimu. Sejujurnya saja, aku ini tidak terlalu tertarik dengan persoalan hubungan asmara. Aku mengaku bahwa, belum pernah ada seorang Pria yang membuat hatiku kuat kepadanya. Jadi, aku sama sekali tidak terlalu memikirkan soal itu. " jelasnya.
Faiz langsung tersenyum dengan bahagia, dan memegang erat tangan Zuu.
" Bukankah itu bagus. Zuu berikan aku kesempatan untuk menciptakan Cinta yang kuat untuk kita berdua. Aku yakin akan membuatmu selalu bahagia dikelilingi kenyamanan yang tidak pernah Kamu rasakan Zuu. Tolong berikan " memohon.
Zuu menatap Iz' dan mengangguk. Faiz langsung memeluk Zuu.
" Terima kasih Zuu. Malam ini aku sangat bahagia bisa bersamamu dan mengatakan isi hati-Ku. " terharu dengan tersedu-sedu.
" Apakah Kamu menangis? " tanya Zuu.
Zuu langsung menarik Iz' ke Belakang, dan mengusap air mata Iz'.
" Hey berhenti menangis, aku tidak menyukai itu. Kamu ini seperti anak kecil saja. "
" Haha... Aku sangat bahagia Zuu. " sahut Iz'
Selesai sudah mereka berdua pun pulang bersama, ditengah berjalan Zuu mendapatkan pesan chat dari Min-ah. Tersadar Zuu langsung menyuruh Iz' untuk pulang lebih dulu, Zuu langsung pergi dan lari dari Tempat itu. Ditengah berjalan menuju Rumah Min-ah. Tiba-tiba datang 3 orang Pria yang tidak dikenal dan mengganggu Zuu.
" Ukhuk... Wanita cantik keluar dari Rumahnya, dan berjalan ditengah malam. Apalagi jika Dia adalah seorang Wanita ******... Huhu... " goda Pria itu.
Zuu terkejut dan langsung mematahkan omongan Pria itu.
" Hey jaga ucapanmu, aku ini Wanita baik-baik. Sekali lagi Kau berani mengatakan itu, kupukul ginjalmu. Mengerti!! " lantangnya.
Para Pria itu tertawa terbahak dan lebih mendekati Zuu.
" Kamu sangat cantik, bagaimana bisa bidadari ini terjebak disini? " godanya kembali.
Zuu menendang Kakinya dan sigap pergi. Mereka pun mengejarnya. Zuu bersembunyi di Belakang Tong Sampah dan membungkam mulutnya.
" Apa ini, kenapa mereka mengejarku? Apa aku melakukan kesalahan? " gumam Zuu.
Terdengar suara mereka mendekat, dan tangannya Zuu ditarik dengan keras, Zuu berteriak dan meronta-ronta.
" Aaa... Lepaskan!! " lantangnya.
Karena suaranya begitu keras Diapun langsung membungkam mulut Zuu.
" Stts... Berhenti berteriak!" membisik
" Bt' " ternganga.
" Bt?? Apa itu Bt? " tanyanya.
" Bujang talang, benarkah ini Kamu? Ah tolong aku, mereka mengejar-Ku tanpa sebab. " jelas Zuu.
" Stts...Aku tahu. Jadi, diam " bisik Lee.
Lee terus memegang erat tangan Zuu dengan cemas juga berkeringat. Mereka berdua saling bertatapan. Dukk...
Tiba-tiba 3 Pria itu memukul punggung Lee. Zuu terkejut dan tangan Zuu ditarik Pria itu, dengan sigap Lee bangkit kembali dan memukul Pria itu.