Blue Love

Blue Love
Perselisihan #2



Adu mulut tersebut pun alhasil membuat Zuu menetaskan air mata terus menerus. Pria itu terpaku panik harus berkata apa lagi. Sekonyong-konyong saja tanpa di duga Ibunya Zuu datang dengan murka langsung menyerang Lee.


" Pow!... Plak!... Blam!... " suara memukul, menampar, menendang.


Keruan saja Lee merintih kesakitan.


" Akh... Aaarrggh...Aaaaaaah... " keluhnya.


Zuu yang melihat pun jelas terkejut, matanya juga membeliak, ternganga.


" Dasar berengsek!! Mati saja kau!! Kenapa tindakannya sangat bodoh seperti ini hah!!! " berang ibu Zuu memukuli Lee.


Seketika situasi benar-benar memanas juga mencekam. Karena rasa ketakutan yang begitu mengebat erat-erat diri Zuu sehingga membuat-Nya hanya berdiam melihat Lee di hantam seraya dimaki-maki oleh Ibunya. Air mata disertai keringat dingin-Nya semakin menjadi, begitu pun tangan Zuu terus bergetar tak keruan. Alhasil ia sudah tak kuat lagi melihat kegilaan ini, dan mengangkat bicara.


" Berhenti!!! Hiks... Tolong hentikan ha... Hiks... Kenapa semua seperti ini?? Ini sangat mengerikan sungguh!! Dengan cara apalagi kalian akan terus menyiksa-Nya?? Hiks... Apa kalian tidak melihat betapa sudah payahnya dia sekarang?? Jika kalian memang menginginkan kami mati kenapa tidak langsung bunuh saja!! Ha... Hiks... " bentaknya tersedu-sedu.


" hiks... Kebrutalan kalian melebihi seorang penjahat!!! Hiks... Aku sudah tidak tahan lagi!! Aku benar-benar merasa ingin mati saja. Dengan sebab apa kalian terus menyerang orang yang sama sekali tidak bersalah?? " menangis.


" aku tanyakan sekali lagi, bentuk bukti seperti apa yang sebenarnya kalian inginkan? Kami memang sama sekali tidak pernah bersenggama di waktu itu?? " bela diri-Nya.


" katakan saja! Apa yang harus aku perbuat agar kalian semua percaya!!! Terutama... Hiks... Terutama...terutama bagi ibu-Ku sendiri. Tolong beritahu hal apa yang harus Zuu lakukan agar ibu percaya? " ucapnya menangis.


Salah satu orang di sana menyahut.


" Awal mulanya kami bisa bertindak seperti ini karena ucapan dari laki-laki ini, dia mengatakan bersaksi bahwa kalian memang melakukan bersenggama..., " perkataannya diselang.


" Apa dia melihat dengan kedua matanya? " selipnya.


Seketika semua terdiam.


" jika kalian memang mengambil bukti dari ucapan orang lain, aku tanyakan sekali lagi! Apakah pria ini benar-benar melihat kami berzina!!!? " tegasnya.


" karena dalam hukum memang seperlunya dia begitu. " ujar Zuu.


Ibu Zuu ikut terdiam saking bingung juga paniknya keadaan sekarang. Tetapi masih ada saja orang yang menetap dengan keputusan-Nya.


" Kami akan mempercayai ucapan-Mu jika perkataan itu keluar dari mulut orang yang pertama menyebarkan berita tentang kalian berdua. " sahutnya.


Perlahan-lahan Zuu menghampiri dan memegang tangan pria itu sambil memohon tolong kepada-Nya.


" Aku sangat minta maaf padamu. Sungguh bodohnya yang aku lakukan di waktu itu... Kenapa bisa..., " ucapnya terhenti.


" Wanita banjingan. " cacat si pria sembari menghapus air mata.


Pria itu malah sigap pergi meninggalkan Zuu begitu saja, tak lama kemudian Zuu langsung berteriak dan meminta maaf juga menjelaskan dengan bersungguh-sungguh.


" Aku memang bersalah, aku benar-benar menyesali semua tindakan yang dilakukan oleh-Ku padamu. Aku mohon!! Hentikan semua ini.... Hiks... Tolong beritahu kepada mereka bahwa semua peristiwa itu hanya salah paham saja. Bagaimana bisa aku berpikir begitu cepat dengan langsung menuduhmu seorang pencuri, tapi sungguh aku menyesali tindakan itu, aku tak sempat berpikir bahwa hanya dengan kesalahan sedikit saja bisa mengubah takdir-Ku menjadi begini, buruk sekali! Sangat kacau!! Kau memang benar aku adalah seorang penjahat! Tak seharusnya aku memunguti sikap ketidaktanggung jawab! " ungkapnya menangis pijar.


Perlahan ia tunduk dari berdiri beranjak duduk di jalanan sembari menangis.


" apakah kegilaan ini akan terus hadir di hidup-Ku?? Apakah ini akan terus berlangsung? Katakan saja agar semua masalah ini terselesaikan dengan baik juga tenang. Yang kau lakukan bukan hanya menyiksa diriku, tapi ini juga berlaku pada diri mereka semua terutama ibu dan Lee. Aku bahkan tidak mengenali laki-laki ini sebelumnya, otak terus berpikir bagaimana bisa dia berada di tempat menakutkan seperti ini, bagiku apapun yang telah atau belum terjadi semua hal buruk mungkin tidak terlalu mengejutkan karena setimpal dengan amal yang terdahulu. Seharusnya aku ikut mengejar-Mu dan membenarkan semuanya tapi apalah daya pikiran-Ku malah bertindak bodoh begini. " keluhnya sesal diri.


Seketika semua orang yang menghadiri disana saling membisik.


" Hey, ia berbicara seperti sungguh-sungguh begitu, seperti kebenarannya. " ujarnya.


" Aku benar-benar tunduk tengadah, bagaimana jika semua ini hanya diada-adakan oleh laki-laki itu? " sahutnya.


" Jika dia yang benar kita yang salah?? " bimbang juga ketakutan.


" Eh memang betul kan, jika menuduh zina seharusnya orang yang mengadu harus benar-benar melihat bahwa dia melakukan-Nya, kenapa kita tidak terpikir hingga kesana?? " ucapnya.


Sontak orang-orang disana mulai ragu-ragu dengan keyakinan-Nya. Tak lama kemudian, pria itu berbalik dan berteriak.


" Perhatian semuanya!! Aku memang mengarang semua cerita itu!! Aku katakan sekali lagi!! Ini keluar dari mulutku sendiri bahwa semua cerita itu hanyalah sebuah karangan!!! Aku memang penjahat, aku memang bajingan!! " ungkapnya sembari meneteskan air mata terus.


Keruan sekali perkataannya mambuat Zuu tercengang bengang, ia tak mengira bahwa laki-laki itu akan berkata begitu.


" Benarkah? " gunyamnya mendongakkan kepala.


Orang-orang disana jelas sekali langsung menghantam laki-laki itu dengan cara memukuli juga memaki-makinya.


" Dasar berengsek!! Berani-beraninya kau membodohi kami semua!! Ingin jadi apa nanti kau kedepannya hah!!? Dasar kuman negara!! " cacatnya dengan menyerang.


Zuu masih dalam keadaan terpaku begitu pun juga Lee terutama ibunya Zuu. Penyerangan dari mereka pun alhasil membuat laki-laki itu terbaring di jalanan dengan tak berdaya-Nya dia meminta maaf.


" Aku minta maaf, maafkan aku. " rintihnya.


" Cepat bawa saja ke kantor polisi, ia memang pantas mendapatkannya. " ujar salah satunya.


Sigap pun laki-laki itu diseret untuk diserahkan kepada polisi. Saat hendak diangkat dan dibawa tiba-tiba Zuu menahan niat mereka dengan cara memegang tangan laki-laki itu.


" Jangan lakukan! " selipnya.


Tegas sekali mereka semua terkejut dengan sorotannya Zuu.


" Ada apa?? Kenapa kau malah melarangnya?? Dia telah mencoreng nama baikmu selama ini, buka sehari ataupun seminggu dia membusukkan kebenarannya, tetapi berbulan-bulan hey!! " tegurnya.


" Nama yang dijelekkan olehnya itu adalah aku. " membelot.


" Tapi tetap saja itu akan berpengaruh kepada kita semua, perlu kau tahu!! " tangkisnya.


Zuu tertegun bingung harus berkata apa lagi untuk melawan perkataan dari mereka, tak lama kemudian ia angkat bicara kembali.


" Baiklah. Jika kebenarannya memang benar begitu, berarti tidak hanya dia seorang yang akan masuk penjara, tapi kalian semua juga termasuk. Karena kalian juga sungguh bersalah dalam menghadapi masalah ini. " ucap Zuu.


Di tengah-tengah kesakitan juga ketidakkuasaan Lee benar-benar di kejutkan dengan tindakan yang dilakukan Zuu.


" Apa yang ia rencanakan sekarang. Akh... " keluhnya merintih.