Blue Love

Blue Love
Masalah di Sekolah



Dan Leepun jatuh ke pangkuan Zuu.


Zuu langsung menarik rambut Lee, dan menghempasnya ke arah sisi. Lee merintih.


" Aduduh... "


Zuu bangun dan mulai mendekati Lee kembali. Lee pun dengan langsung meminta maaf, dan pergi.


" Tunggu-tunggu... Aku sungguh minta maaf, aku sangat menyesalinya. Aku akan pergi sekarang juga. Sampai nanti. " terengah-engah.


Zuu berteriak.


" Kau tidak bisa lari dariku!! Hey! Lee Sou!! Kembali!! " lantang Zuu.


Zuu menghela nafas dan merasa kelelahan. Saat Zuu membalikkan badannya, tanpa diundang dan tanpa diduga. Megan juga Min-ah berdiri dihadapannya sekarang. Zuu terkejut dan ternganga.


" Eu... eu... Sejak kapan kalian berdiri disini? " gagap.


Min-ah mendekati dan memegang bahu Zuu dengan bertanya.


" Sebenarnya apa yang terjadi? "


Zuu tersedu-sedu menjelaskan dengan perlahan kepada mereka. Megan juga Min-ah, sangat terkejut. Sulit untuk dipercayai. Tetapi itulah yang terjadi, Min-ah juga Megan menenangkan Zuu, dengan kelembutan batin. Saat tengah mengobrol, Megan juga Min-ah dipanggil oleh salah satu Siswa, dan menyuruhnya untuk segera pergi ke Ruang Guru. Mereka bergegas pergi.


" Hey, nanti malam datang ke Rumah-Ku, Kau sudah mengatakan itu tadi, mengerti. " ujar Min-ah.


" Tentu saja. " jawab Zuu.


Zuu memutuskan untuk pergi jalan jalan disekitar Sekolah. Berjalan sambil merenung Zuu merintih di dl hati.


" Ha... Hikss... Aku benar-benar bingung, sebenarnya apa kesalahan-Ku. Kenapa ini semua bisa terjadi pada diriku, aku tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Dan bahkan saat ini,aku seperti seorang pengamen jalanan yang kelaparan, mengharapkan Makanan jatuh dari Langit. Aku merasa, seperti hidup sendiri di dunia ini. " mengeluh.


Mendabak Zuu menabrak seorang temannya yaitu, Faiz. "Dukk... "


Zuu langsung meminta maaf kepada-Nya. Raut wajah Faiz tercengang. Saat ingin pergi, tangan Zuu ditarik oleh Faiz. Zuu terkejut dan mengatakan.


" Ada apa, bukankah aku sudah minta maaf padamu.!? " bentak.


" Mmm... Maafkan aku. Tetapi, aku hanya ingin memberikan sesuatu padamu. Mari ikut dengan-Ku sebentar. " jawab Faiz.


" Tidak, aku sedang tidak ingin membuang-buang tenaga hanya untuk ikut denganmu. Pelajaran di Kelas-Ku masih banyak. Jadi, aku harus berfikir dengan ketenangan, juga tenaga yang banyak. " ujar Zuu.


" Aku ingin memberikanmu sebuah Makanan " ujar Faiz.


Zuu langsung berubah Fikiran dan bertanya.


" Uh, benarkah? Kemana aku harus mengikuti-Mu? Apa ke Restoran blue apple, atau fun blue, blue sky, blue rose, oh bukan-bukan. Mmm... Atau Kau mau mengajakku ke Tempat Makan blue bird... Wah... aesthetic. Kapan? Sekarang atau selepas pulang Sekolah? Cepat katakan Iz' "


Faiz langsung menarik tangan Zuu dengan mengatakan.


" Yah. Sekarang " jawab Iz'.


Faiz membawa Zuu ke Kelasnya, dan mengambil sebuah bekal berukuran besar.


" Ini lebih dari sebuah Makanan yang dibuat di Restoran. Suamimu menitipkan ini, untuk diberikan padamu. " jelas Iz'.


Zuu terkejut dan ternganga.


" Oh. Benarkah, wah... Dia sangat baik sekali. Hihi... " tersengeh dengan gugup.


Zuu langsung pergi. Iz' menahan kembali.


" Tunggu dulu. Ini, Dia juga menitipkan uang. Sekarang Kau bisa pergi. " tersenyum.


Dengan seketika Zuu meneteskan air mata tanpa diduga.


" Ada apa? Kenapa? Apa Kau menangis? " gugup.


" Ah, benarkah? Ah, tidak. Aku tidak menangis apalagi sedih, sungguh aku tidak sedih! " jawab Zuu dengan semangat.


Zuu pergi dari Kelasnya Faiz langsung ke Kantin, untuk menikmati Makanan yang diberikan oleh Suaminya itu. Dl hati Zuu mengatakan.


" Ah. Ini sangat aneh. Padahal, aku ini sangat senang dan bersemangat. Tetapi, kenapa aku malah mengeluarkan air mata, kenapa aku harus seperti ini! Tapi itu buka masalah kan? Berarti, ini menunjukkan ekpresi kebahagiaan yang hakiki. Maksud-ku, bahagia dengan menangis itu sangat manis bukan? Ah... Entahlah. Tapi, ini Makanannya sangat lezat. " gumam Zuu.


Tiba-tiba, "blegg!!... " Siswa yang tidak dikenali Zuu mengentak meja dengan keras. Sehingga, menimbulkan Makanan, dan Minuman Zuu jatuh berantakan. Zuu langsung berdiri dari kursinya dan marah.


" Hey! Apa Kau sudah tidak waras?! Apa yang telah dilakukan olehnya. Hey! Kau merusak Makanan yang dibuat khusus hanya untuk-Ku! Oh tidak,sekarang Makanannya telah hancur. Dan sekarang, bagaimana aku bisa menikmati Makanan-Ku. " mengeluh.


" Oh tidak, mmm... Maafkan aku, sepertinya aku sengaja melakukannya. Aku minta maaf ya" ujarnya.


" Apa Kau sengaja melakukan itu! Dan sekarang Kau minta maaf!? " bentak Zuu.


" Benar " jawabnya kembali.


Zuu langsung menjambak rambut Wanita itu, dengan kekuatan full. Sambil mengatakan.


" Apa Kau tahu? Saat ini, aku tengah lapar!! Dengan tanpa sebab, Kau mengganggu ketenangan batin orang lain, yang dilakukan dengan sengaja. Kau benar-benar sudah tidak waras!! " bentak.


Temannya langsung menyela dan mendorong Zuu dengan keras, sehingga Zuu terpental dan menimbulkan tangan cedera dan kesakitan.


" brukk... "


" Hey Zuu! Kenapa Kau tidak pindah dari Sekolah ini, Kau sungguh telah membuat popularitas Sekolah ini turun karenamu. " bentak Siswa itu.


Zuu yang kebingungan bertanya kembali dengan merintih kesakitan.


" Apa maksud-Mu! Dengar! Kau itu tidak tahu malu ya. Justru, aku ini sedang menambah menaikan popularitas Sekolah ini, apa Kau tidak melihat? setiap hari aku terus berlatih untuk, mengharukan Sekolah ini. Dengan Ringan Kau mengatakan bahwa aku menurunkan, hey Kau sudah tidak waras hah! " bentak Zuu.


" Aku merasa malu sebagai Murid di Sekolah ini, mempunyai pejuang yang sudah menikah. Bagaimana nanti, saat Dia sedang bertanding, apakah Kau akan melawan mereka dengan mengangkang, sambil membawa bayi di dl perutmu " terbahak-bahak.


Seketika, semua Siswa yang menghadiri-Pun juga ikut tertawa dengan terbahak-bahak.


" Aku sangat malu menjadi teman Sekolah-Mu Bu Zuu. " terbahak.


Siswa-siswi yang berada disana berseru, Zuu harus pindah dari Sekolahnya. Zuu sangat sedih setelah mendengar omongan mereka. Tetapi, Zuu itu sangat payah dalam mengekspresikan apapun. Zuu ikut tertawa karena terbawa suasana. Ditambah dengan adanya salah satu Siswa itu, yang mengeluarkan angin dengan secara merutup.


Zuu sampai kehilangan nafasnya karena soal itu.


Seketika semua hening, Zuu berkata dengan bengek.


" Berhenti... Berhenti... Haha... Aduh...aduhh...perutku sakit, oh lihatlah, betapa adilnya Tuhan. Kenapa aku malah ikut tertawa? Hahaha, aku sangat sedih. Hatiku sakit tapi kenapa jadi seperti ini, tolong hentikan... Hahaha... " bengek.


Zuu pergi meninggalkan mereka dengan terbahak-bahak. Entah apa yang merasuki Zuu.


Salah satu Siswa kebingungan dengan mengatakan.


" Ada apa dengannya? " bingung.


" Salah minum dugaanku " jawab teman disebelahnya.


Zuu berhenti di Koridor Sekolah sambil mengatur nafasnya. Karena kelelahan, Zuu memutuskan keluar dari Sekolah untuk minum.


" Ice Lemon satu. " memesan.


" Uwah... Sangat segar, ini sungguh keni'matan yang hakiki. Berr... " tersenyum.


Setelah lama berdiamnya ditempat Makan, Zuu melihat Faiz luntang-lantung kebingungan.


" Iz'! Kemari! " memanggil.


Iz' dengan terkejut dan tersenyum langsung menghampiri. Zuu menawarkan Makan kepada Iz'. Tetapi, Iz' menolak dan bertanya.


" Apa Kau tidak apa-apa? "


" Terlebih sangat baik, ada apa? " tanya Zuu kembali.


Iz' menyodorkan tangannya yang berisi sebuah amplop dengan mengatakan.


" Ini dari Pak Kepala Sekolah. " ujar Iz'.


Zuu langsung mengambil amplop itu dari tangan Iz' dengan bertanya.


" Apakah ini sebuah bantuan dari Sekolah? Apa di dalamnya ada uang?" tanya Zuu.


" Mmm... Sepertinya bukan. Kau bisa melihatnya sendiri. " jawab Iz'.


Setelah dibuka betapa terkejutnya Zuu, itu adalah sebuah SP, Zuu diberi sebuah hukuman dari Sekolah. Zuu berkomentar.


" Apa ini!! Aku harus melakukan kegiatan ini selama 1 minggu?! Hukuman macam apa ini, sungguh tidak adil. " mengeluh.


Iz' bertanya.


" Apa Kau diberi hukuman? "


" Bukankah aku sudah mengatakannya dengan jelas, kenapa Kau masih bertanya!? Ah. Sudahlah. " kesal.


Zuu langsung pergi dari Tempat Makan itu, dengan kesal juga marah. Iz' tersenyum juga tersengeh melihat ekpresi Zuu yang begitu lucu.


" Heh, Dia sungguh sangat ... " gumam Iz' dengan grege'.


Penjual Makanan itupun bertanya.


" Apakah Dia pacar-Mu? "


Iz' menengadahkan kepalanya sambil mengatakan.


" Jika boleh, aku sangat ingin menjadi pasangan sehidup-sematinya bukan hanya pacarnya. " tersenyum.


Penjual itupun memukul bahu Iz' sambil mengatakan.


" Jika, aku menjadi temanmu. Aku sudah mengangkat 2 jempol untukmu, itulah seorang Pria sejati, berkeinginan tanpa henti untuk mencapai sehidup-semati!! " bersemangat.


" Terima kasih Bang. " tersenyum.


" Sudahlah, totalnya 290 ribu. " menyeleweng pembicaraan.


Iz' terkejut.


" Maksudnya? "


" Pacarmu belum membayarnya, dan Kaulah yang akan membayarnya. Itulah ratus per ratus persen tanda cinta kepadanya. " bersemangat kembali.