Blue Love

Blue Love
Malam Yang Melelahkan



Lee semakin keras memutarkan tangan, dengan spontan Zuu menarik rambut Lee. Jelas Zuu merintih kesakitan dan disitulah Lee melepas tangannya dan membukakan matanya.


" Aw... Aw... Kepala-Ku tertarik ke Atas ah... Tolong... Hey Kau lepaskan!! Ada apa denganmu hah!! Kenapa Kau menarikku!! " rintih Lee.


" Berhenti bertanya. Lihat apa yang telah dilakukan oleh-Mu, tanpa disadari Kau mematahkan tangan orang tua!! " bentak Zuu.


" Apa maksudmu hah! Begitu pun juga Kau berniat untuk memisahkan leher dan kepala-Ku" sahut Lee.


" Hey Aku sama sekali tidak berniatnya, tapi Kau malah Menjolakan niat itu " sahut Zuu.


" Dasar Kau memang tidak waras!! " lantangnya.


" Apa!!! Hey Kau...!!! " terhenti.


" Sudah-sudah ini sebenarnya ada apa? Zuu siapa Pria ini? Kenapa Dia bisa berada di Rumah Mamih? " tanya Ibunya Min-ah.


Mereka berdua pun ternganga karena terkejut dan saling bertatapan, bingung untuk menjelaskan.


" Euh... Itu Dia... " gagap.


Tiba-tiba


Duk... Duk... Duk... Duk... Dukk...


Terdengar suara gedoran pintu, seketika mereka semua terkejut dan langsung menghampiri. Di Depan Pintu Ibunya Min-ah melirik sedikit di Jendela, betapa terkejutnya bahwa di Luar banyak sekelompokan Polisi, Ibunya Min-ah bertanya-tanya.


" Ada apa ini? Kenapa malam-malam buta ada banyak Polisi yang mendatangi Rumah-Ku! " terkejut.


Zuu dan Lee juga terkejut dengan kehadirannya Polisi di Depan Rumah. Zuu berlari menghampiri Min-ah dan membangunkannya.


" Min bangun Min-ah...!! " panik.


" Hemm... " melek.


" Diluar... Diluar banyak sekali sekelompokan Polisi yang bersiap untuk menangkap-Mu!! " panik.


" Hah!! Apa maksud-Mu? Aku ini bukan penjahat? Jangan bercanda. " ujar Min-ah.


" Ini sungguh. Jika, mereka tidak berniat untuk menangkap-Mu lalu kenapa mereka datang ke Sini? " panik kembali.


" Ah diam. Kau hanya membuat-Ku panik saja. " sahut Min-ah.


Min-ah melihat ke Ruang Depan untuk mencari tahu.


" Ada apa Mih? " tanya Min-ah depan bingung.


" Min-ah. Diluar sana ada banyak Polisi, Ibu tidak melakukan kesalahan apapun sungguh. " jawab Ibunya Min-ah.


" Aku juga tidak melakukan kesalahan apapun " sahut Min-ah juga.


Min-ah juga Ibunya langsung melihat dan menatap ke Arah wajah Lee juga Zuu.


" Ah tidak, kami tidak bersalah " elaknya.


" Mih, buka aja dan ladenin mereka. " sahut Min-ah.


" Apa maksud-Mu Mamih belum siap masuk penjara Min-ah " tolaknya.


" Mih, siapa yang tahu Mamih akan ditangkap. Min-ah minta sama Mamih untuk bicara, sebenarnya ada apa? Jika tidak ada satu orang pun yg menghampirinya, itu sama saja akan membuat mereka curiga. Sedangkan kita tidak tahu apa-apa. " jelas Min-ah.


" Tapi, Mamih takut berhadapan hanya seorang diri " sahutnya kembali.


" Aku temankan. " jawab Min-ah.


Mereka berdua pun menghampiri para Polisi tersebut dengan gemetar.


" Kenapa kamu bergemetar? " tanya Ibunya Min-ah.


" Mih, ini baru pertama kalinya aku berhadapan dengan Polisi, bagaimana aku tidak bisa mengontrol tubuhku, huh... Huh... " menghela nafas.


" Ada apa ya Pak? " gemetar.


" Ibu sekaligus Putrinya kami tangkap, atas perlindungan kepada Saudara Alee Suharto dan Siti Zuubaidah " lantangnya.


" Hah!! Maksudnya apa ini, kenapa jadi kita yang ditangkap " komplain Min-ah.


Setelah menit demi menit berdebat dengan Polisi, akhirnya Lee dan Zuu keluar. Dan Ibunya Min-ah ditarik para Polisi itu.


" Ada apa ini? " tanya Zuu.


Dengan seketika Min-ah langsung menarik tangan Zuu dan menyerahkannya kepada Polisi dengan mengatakan.


" Yasudah ambil saja ini, ambil saja " celetuk Min-ah.


" Eh, apa-apaan Kau ini, lepaskan " meronta-ronta.


Lee menahannya.


Dengan langsungnya Zuu dibawa lari dari situ dengan sekuat tenaga. Para Polisi itupun mengejarnya.


" Tunggu Kak, ini sangat lelah sungguh, aku baru bangun dari tidurku. " terengah-engah.


" Ini bukan waktunya untuk memikirkan soal rasa. Cepat lari Zuu. " bentak Lee.


" Huh... Huh... Aku lelah Kak, sungguh... Aku lebih baik kembali dan menyerah saja Kak." resahnya.


" Ah... Keputusan yang sangat tidak waras!! Uh... " bentaknya.


Lee langsung menggendongnya, Zuu terkejut. Tetapi, tidak ada pilihan lain selain inilah keputusannya. Lee terus menggendong dan menggendong sambil melirik ke Belakang untuk memastikan apa Polisi itu masih mengikuti mereka.


" Ah... Ini benar-benar tidak waras... Aku sudah merasa kakiku sudah terpincang-pincang. " terengah-engah.


Ditambah dengan terkejutnya Lee mendengar dengkuran dari punggungnya.


" Ah Dia ini sangat menyebalkan!! Aku sudah merasa lelah setengah mati, eh Dia dengan senang hati tidur diatas bebanku " dongkolnya.


Seketika Lee melepaskan gendongannya dan Zuu langsung terbangun.


" Aduhh... Kenapa ini? " rintih Zuu.


" Aduhh punggung-Ku encok... Kau bisa jalan kaki sekarang kan? " rintih Lee.


" Hey kembali!! " teriak Polisi itu.


Siapa sangka ternyata mereka masih dalam incaran para Polisi. Dengan mengeluh Zuu mengatakan.


" Ah aku menyerah saja ah, aku sudah putus asa " kesuh-kesih Zuu.


" Hey berhenti mengeluh kata yang kau keluarkan itu sangat menjijikkan. Ayo berpegangan tangan,mungkin ini bisa sedikit menambah staminamu " bentak Lee.


" Stamina? Haha... Seharusnya Kau memberikan-Ku makanan untuk menambah stamina, bukan sebuah pegangan tangan. " lantangnya.


Lee langsung memegang tangan Zuu dan membawanya lari bersama. Mereka berdua pun lari dengan sekuat tenaga hingga ditengah jalan mereka tersenggol karena kelelahan dan jatuh ke sebuah Tebing yang tidak terlalu curam sehingga, mereka memutuskan untuk bersembunyi di Sana.


" Dimana mereka!! " lantang Polisi itu.


" Cepat berjalan ke Sana!! " menunjuk.


" Huh... Masih bisa melihat Dunia luar. " menghela nafas panjang.


" Hey Zuu, kenapa hanya masalah seperti ini banyak sekali orang yang mengincar dan memantau kita? " kebingungan.


" Aku tidak tahu. " sahut Zuu.


" Dan kenapa juga mereka bisa mengetahui bahwa, kita berada di Rumah temanmu itu? " tanya Lee keheranan.


Tidak ada jawaban dari Zuu, Lee melihat ke Arahnya, dan Zuu melamun dengan ternganga dan juga nafas terengah-engah. Lee menepak Zuu.


" Hey Kau mendengarku tidak? " tanya Lee.


" Oh. Mmm... Aku tidak tahu. Semoga saja besok tidak terjadi hal yang lebih buruk dari ini " cengar-cengir.


" Ada apa dengan Wanita kecil ini? Kenapa Dia malah cengar-cengir ah... Lupakan itu " gumam Lee.


Mereka keluar dari Tempat persembunyiannya dan berjalan bersama.


" Kak, lalu kita akan kemana? " tanya Zuu.


" Kembali ke Hotel, lalu menurutmu kita akan pergi ke mana lagi? " jawabnya.


Sampainya di Kamar Hotel mereka berdua langsung mendapat bersama di Tempat Tidur dengan mengatakan bersama.


" Malam yang sangat melelahkan " keluhnya.


" Malam yang sangat melelahkan " keluhnya juga.


Pagi tiba Zuu bangun dengan ekpresi melotot karena wajah Lee berada didekatnya. Dan lebih mengejutkannya lagi Ia tidur dalam Posisi memeluk Zuu dengan spontan Zuu mendorong Lee.


" Aduh!! " merintih kesakitan.


" Dasar Kau!! Sangat menyebalkan " lantang Zuu.


Sigap Zuu pergi mandi dan bersiap pergi ke Sekolah. Sedangkan Lee masih terlentang di Atas Tempat Tidur dengan mengatakan.


" Zuu, hari ini aku minta maaf karena tidak bisa mengantarmu. " keluh Lee.


" Aku juga tidak memintanya " sahut Zuu.


" hahhh... " menghela nafas karena lelah.


Terima Kasih semuanyaπŸ™πŸ’•


tetap perlihatkan jejak kalian πŸ‘£πŸ’™πŸ’•