
Sesegera-Nya Lee memadamkan api itu dengan air, ia sangat panik karena asap dari sebab kebakaran tersebut naik ke atas dan menimbulkan sirene berbunyi, semua tamu/orang yang berada di Hotel panik berhamburan keluar untuk melarikan diri.
" Duh... Bagaimana ini. " Zuu panik.
" Cepat naik ke Atas Ranjang dan berpura-puralah tidur. " gesa Lee.
" Haruskah?? " bimbang.
" Kenapa bertanya!! Cepat " bentak Lee.
Zuu pun sigap berbaring di Ranjang.
" Lalu Kakak? " tanya Zuu.
" Aku akan menyalakan kembali api-Nya, agar mereka mengiranya kita tidak tahu apa-apa, setelah mereka datang kita akan berposisi dalam keadaan tidur. " menjelaskan sambil menyalakan api.
Lee bergegas juga naik ke Atas Ranjang. Ia memeluk Zuu dengan gugup dan perlahan karena jangkal. Zuu terdiam.
" Nyaman. Kenapa rasanya nyaman dan hangat. " gumam-Nya Zuu.
Disini memperlihatkan Lee memeluk Zuu dengan sangat baik dengan suasana gelap dihiasi percikan api yang membuat suasana menjadi sangat bagus, Zuu perlahan meruyupkan matanya. Dan datanglah para pemadam kebakaran ke Ruangan mereka.
" Api-Nya berada di Lantai 9 Kamar No 903. Ayo segera padamkan. " seru pemadam kebakaran
" Coba kau nyalakan lampu-Nya apa masih berfungsi atau tidak? " gesa salah satu orang itu.
Dan dinyalakan lampu tersebut, mereka semua terkejut karena melihat sepasang manusia berlawanan jenis yang sedang tidur sambil berpelukan di atas Kasur.
" Apa mereka penghuni-Nya? " tanya salah satu orang lagi.
Salah satu dari mereka berjalan ke arah kasur tersebut dan membangunkan Lee juga Zuu. Mereka berdua terbangun dengan terkejut.
" Euh ada apa ini?? Kenapa ramai sekali disini? " Lee terkejut.
Para pemadam kebakaran itu tercengang bengang melihat Zuu.
" Wah... wanita ini cantik sekali. Tapi, kenapa dia bisa berada di Tempat ini, dan lebih mengejutkan-Nya lagi dalam keadaan berpelukan dengan Pria ini.
" Euh... Siapa Wanita ini? " gagap.
" Oh. Euh... Ini... Ini istri saya Pak. " sahut Lee.
" Owh... Maafkan kami sebelum-Nya Pak, tapi sebaiknya kalian berdua tinggalkan sementara Kamar ini, dan beristirahat di Kamar yang lain. Karena kami takut ada api yang masih menyela disini. " Pemadam kebakaran itu menjelaskan.
" Oh... Apa!!? Api?? Memang-Nya ada api disini Pak? " Lee terkejut.
" Benar Pak. Daripada nanti Anda juga istri-Nya terancam, sebaiknya pindah sementara. " sahut-Nya.
" Bagaimana dengan pakaian kami? " tanya Lee kembali.
" Kalian hanya beristirahat sementara, mungkin esok pagi tempat ini bisa diinapkan kembali. " jelas-Nya kembali.
" Owh... Baiklah Pak. Terima Kasih banyak, kami akan pergi sekarang. " ujar Lee.
Lee menarik tangan Zuu.
" Mari. " ajak-Nya.
" Baiklah. " sahut Zuu.
Mereka berdua pun keluar dari Kamar itu dan pindah ke Kamar lainnya. Lee menghela nafas panjang karena rasa lega.
" Hahhhhh... Dengan beberapa menitan kita nyaris tidur di jeruji besi yang seram hah... " Lee mengelus dada.
" Kenapa kita akan tidur disana? " tanya Zuu.
" Bertanya lagi. Hey sebenarnya, apa yang akan dilakukan oleh-Mu hah?? Kau mau membunuh orang yang berada di Dalam hotel karena rasa kerentanan hati-Mu begitu? " cela Lee.
" Tidak. Apa maksud-Mu? " mengelak.
" Lalu... Lalu apa? " Lee meledek Zuu.
" Hanya apa? " tanya Lee.
" Jika, Ku-beri tahu kau juga tidak akan percaya apalagi mengerti. " keluh Zuu.
" Ah... Sudahlah aku akan tidur saja. " desah Lee.
Lee berjalan menuju Kursi dan tidur dengan posisi duduk. Zuu menyelimuti dirinya sendiri dengan selimut dan tidur di atas Kasur. Di tengah tidur tiba-tiba telepon Lee berdering dan iapun segera mengangkat-Nya. Ternyata itu adalah Bos di Kantor Lee yang menanyakan tugas sudah diselesaikan atau belum.
" Halo, bagaimana? Apa sudah selesai? " tanya Bos itu dl telpon.
" Saya segera menyelesaikan-Nya, pukul 5 pagi saya sampai dan memberikan-Nya kepada Bapak. " sahut Lee dl telpon.
Kemudian Lee langsung bergegas mengerjakan tugas-Nya dan membuka laptop milik-Nya. Ditengah mengerjakan ia terkejut melihat sebuah video di laptop-Nya dan ternyata itu adalah video Zuu dengan Faiz.
" Apa ini? Dia mengikuti Zuu sampai ke Sekolah ini juga? " gumam-Nya.
Tiba-tiba Zuu langsung menutup laptop tersebut, sehingga membuat tangan Lee terjepit, Lee jelas berteriak kesakitan.
" Aduhh!! " rintih-Nya.
Zuu langsung melepaskan tangan Lee dari laptop-Nya.
" Kau ini kenapa hah!! Sangat tidak sopan membuka-buka barang orang lain, bosan hidup!!? " bentak-Nya sambil memegang kerah baju Lee.
" Apa maksud-Mu hah? Ini laptop milikku. Aku yang seharusnya mengatakan itu padamu. Apa yang kau lakukan dengan laptop-Ku? " bentak Lee kembali.
" Oh. Euh... " Zuu kebingungan.
Zuu langsung merasa malu sendiri juga panik. Lee membuka kembali laptop-Nya tapi Zuu menahan.
" Ingin apa? " panik.
" Kau ini kenapa? Ini barang milikku. " sahut Lee.
Lee pun membuka laptop-Nya dan menghapus video-Nya.
" Ini. Aku sudah menghapus video-Nya, segera kembalikan CCTV itu, nanti bagaimana jika kau kena masalah? Aku tidak akan ikut-ikutan itu pasti sangat mengerikan. " cela-Nya.
" dan juga... Tanpa ditutupi olehmu aku sudah tau. " ujar Lee sambil membuang muka.
Sontak Zuu terkejut dan sigap bertanya-tanya.
" Maksud-Mu?? Tunggu, waktu itu juga kau mengatakan hal yang sama. Aku sungguh tidak mengerti, jadi maksud-Mu apa? " tanya Zuu.
" Kau juga masih mengingat-Nya bukan, jadi untuk apa bertanya kembali? " sahut Lee sambil menatap Zuu.
" Euh... Jadi kau sungguh sudah mengetahuinya? Euh... Sejak kapan? " tanya Zuu dengan berpaling tatapan.
Lee berdiri dari kursi-Nya dan merapikan dirinya bersiap pergi.
" Apa itu penting, sudahlah... Selama itu baik bagimu untuk apa ditakuti? " sahut Lee sambil berjalan ke arah Pintu.
Lee berkata saat berdiri di Pintu ke Pintu sambil membelakangi Zuu.
" tidur kembali, maaf untuk hari ini aku tidak bisa mengantar-Mu. Kau bisa berangkat sendiri kan? " tersenyum.
" Euh... Iya tentu saja, sebenarnya aku juga tidak membutuhkan kau untuk mengantar-Ku, kau saja yang menganggap-Ku ini anak kecil. " cela-Nya.
" Haha... Tentu saja kau ini masih anak kecil, Ku-kira kau tidak akan menyadari itu, oh ya. Aku menyimpan uang untuk-Mu nanti di Sekolah ada Dalam buku warna biru. " sahut-Nya.
Lee pun pergi. Zuu berjalan ke arah Meja, dan ternyata memang benar di Dalam buku itu ada uang. Zuu kembali ke Ranjang-Nya dan menghela nafas karena kebimbangan-Nya.
Pagi tiba menunjukkan pukul 5 pagi. Zuu masih merasa jangkal dengan Lee.
" Lee pergi pukul 3 pagi, dan ia juga memberikan-Ku uang, hahhh... Sebenarnya ini itu apa!! Entah kenapa aku sangat bingung. " gumam Zuu.
...Love You All(♥_♥)...