Blue Love

Blue Love
Takdir apa ini??



" Apa urusan-Nya dengan-Mu yang aku lakukan sekarang tadi dan kedepannya hah!!!? memang-Nya kau ini siapa? ada urusan apa kau bertanya seperti itu? kopi itu tergeletak disana karena aku yang menyimpan-Nya, apa ada masalah? aku bertanya apa ada masalah!!! " bentak Lee dihadapan wajah Zuu.


Tangan Zui bergemetar kembali, begitu pun juga tubuh-Nya, ia meresah kembali karena bentakan dari Lee. Saat Zui ingin menjelaskan Lee kembali menyelang-Nya.


" Aku hanya tidak suka saja melihat itu..., " sahut Zuu.


" Jika memang tidak suka, jangan kau lihat. " ujar Lee dengan menatap tajam.


Zuu merasa kebingungan dan bertanya kembali.


" Bagaimana bisa aku tidak melihat itu, mereka semua berserakan dimana-mana. " sahut Zuu kembali.


Lee menyahut-Nya kembali dengan melepas tatapannya.


" Apa kau ini benar-benar bodoh? Anak kecil juga mengetahui hal itu, aku berharap kau tidak sebodoh yang aku kira. " cela Lee seraya kembali duduk di Sofa dan memainkan laptop-Nya.


Zuu berpikir keras dengan perkataan Lee, ia pun tersadar.


" Agar aku tidak bisa lagi melihat semua itu berantakan yaitu...?? Ah, tunggu. Berarti aku harus membersihkan-Nya? Benar begitu? " tanya Zuu kembali kepada Lee.


" Aku tidak mengatakan itu, tapi jika kau melakukan-Nya berarti kau normal. " sahut Lee kembali.


Zuu ternganga.


" Maksud-Mu jika, aku tidak melakukan itu berarti aku gila?? " tanya Zuu dengan terjegil.


Lee berdiri kembali dari duduk-Nya dan meragan sebuah tarian yang lucu diiringi dengan lagu cukup unik Juga ganjil bagi Zuu.


" Hey bukan aku yang mengatakan-Nya, kenapa kau selalu berpikir seakan-akan aku yang bersalah hah? Dengar, kamu pintar, kamu baik, kamu cantik sekali, kamu untuk-Ku, tapi kenapa ada sesuatu yang aneh dalam dirimu yang membuat aku berasa jijik, itu kamu ... Itu kamu ... Kenapa kau amat bau, wajah-Mu kotor, kenapa kau batuk? Oh tidak!! Oh tidak!!! Kamu tidak membersihkan diri, kamu gila, kamu gila. Lagu mereka menyindir kehidupan-Mu. Lihat dan dengarlah sendiri. " ujar Lee kembali.


Zuu yang melihat pun amat-amat tergelak-gelak dengan yang telah Lee perbuat.


" Hahaha... Hahaha... Apa itu tadi?? Secara logika seperti-Nya bukan aku yang gila. Hahaha... " sahut Zuu kembali dengan gelakak.


Lee terjegil juga terkejut langsung menyahut.


" Tunggu, baru saja kau mengatakan aku gila? Kau!! " ujar Lee dengan melotot.


" Kenapa marah? Aku tidak mengatakan-Nya. " sahut Zuu dengan tersenyum.


Lee merasa kesal dan berusaha berdesah. Ia pun menghampiri Zuu, kemudian ia berkata dengan cara membisik.


" Sebaiknya, lakukan saja yang membuat-Mu berguna di dunia ini. Aku tidak memperdulikan siapa yang amat bodoh diantara kita, ataupun hal sebagai-Nya. " bisik-Nya dengan sinis.


Lee pun kembali mundur, mengambil laptopnya dan pergi. Zuu sangat keresahan dengan sikap Lee terhadap-Nya, situasi ini amat membuat Zuu canggung juga ketakutan.


Ia pun mengambil alat pembersih untuk merapikan ruangan itu.


" sulit dipercaya aku bisa memegang benda ini, huh... Ummah juga belum pernah menyuruh-Ku sedikit saja untuk mendekati alat-alat seperti ini! Haaah... Dia itu menjengkelkan! Siapa Lee itu? Bukan aku penyebab rumah ini berantakan, tapi dia sendiri yang melakukan-Nya. " gerutu Zuu seraya mengepel juga mengelap.


Baru sekitar 2 menit Zuu sudah merasa kelelahan, ia terengah-engah juga lesu karena hal itu. Lee pun datang dari arah lain hanya berjalan melewati Zuu tapi, sambil berjalan Lee mengatakan.


" Sangatlah kesalahan besar itu adalah memiliki anak berkundang. " ejek-Nya dengan berjalan.


Zuu yang tengah kelelahan terkejut juga terjegil dengan ucapan Lee dan langsung berteriak.


" Apa?? Hey apa maksud-Mu hah?? Kau pikir aku ini orang yang tidak tahu apa-apa?! Aku tidak sepayah yang kau duga!! Hey Lee su!! Ini bukan apa-apa bagiku! Kau dengar itu?!! " lantang-Nya.


Lee tidak menghiraukan perkataan dari-Nya, demikian hati juga tubuh Zuu semakin memanas akan hal itu. Ia melanjutkan pekerjaan-Nya dengan terus berdesah. Sampai di titik akhir membersihkan ruangan itu Zuu sangat dikejutkan kembali melihat ruangan disebelah-Nya juga kacau balau. Ia terengah-engah karena syok.


" apa lagi ini?? Apa lagi ini?? Kenapa ruangan disini juga menjijikkan? Hiks... Haruskah Ku-lakukan?? " erang-Nya.


Zuu akhirnya membersihkan tempat itu dengan keluh kesah. Setelah selesai merapikan, terjadi lagi hal yang sama ruangan disebelah-Nya juga sangat berantakan, Zuu membenahi kembali dan terus seperti itu, hampir selesai, Zuu melihat pintu berukuran besar didepan mata-Nya ia bertanya-tanya juga hati-Nya merasa tidak tenang kembali. Ia takut ruangan ini juga sama hal kondisi-Nya dengan ruangan sebelum-Nya, saat ia membuka ternyata...


" ruangan apa ini? Kenapa pintunya amat besar. Tunggu, tidak dengan ini juga? " ujar-Nya dengan tidak tenang hati.


Dan dibukalah pintu itu, di dalamnya terdapat banyak sekali barang berhantaran, seketika Zuu megap-megap karena merasa sudah tidak sanggup untuk bergerak. Pada akhirnya, Zuu menarik napas dalam-dalam dan meneguhkan hati-Nya untuk bisa bangkit kembali untuk merapikan semuanya. Siapa sangka, nyaris semua ruangan di Rumah Lee berantakan, amat kacau balau. Ini amat sulit dipercaya oleh Zuu. Selesai dari ruangan sana, ia berpindah tempat ke lantai bawah, saat ditengah membersihkan dapur tiba-tiba Zuu dikejutkan kembali oleh Lee yang menyodorkan sebuah makanan instan di meja untuk segera Zuu sajikan. Jelas sekali ia bertanya-tanya akan tindakan-Nya Lee.


" apa lagi ini?? Huh... Huh... " tanya Zuu dengan magep-magep.


" Memang-Nya apalagi yang kau lihat? Tentu saja ini sebuah makanan instan. " sigap sahut Lee.


" Aku tahu itu, maksud dari tujuan-Mu memberikan ini apa?? " tanya Zuu kembali.


" Jangan berpikir seperti bayi lagi kau ini, anak kecil tahu apa yang harus mereka lakukan. " satut Lee dengan mencela.


Zuu hanya ternganga dengan terengah-engah, kemudian ia mengatakan kembali.


" Apa kau menyuruh-Ku untuk menyiapkan ini? " tanya Zuu dengan terheran-heran.


" yang benar saja kau ini, bahkan aku belum menyelesaikan pekerjaan-Ku yang sebelumnya, bagaimana bisa aku melakukan itu untuk-Mu. Mata-Mu itu masih berfungsi bukan? Lihat kondisi-Ku sekarang, dipenuhi dengan keringat, itu berarti aku sangat bekerja keras melakukan hal itu, aku mengeluarkan banyak tenaga agar bisa rumah ini menjadi nyaman. Dengan senang hati kau menyuruh-Ku kembali? Apa itu?? " keluh kesah Zuu dengan rentan hati.


" Buatkan dengan cepat itu sekarang juga. Dasar idiot. " cela Lee seraya pergi.


Zuu yang mendengar langsung ternganga akan ucapan-Nya, tingkah Lee benar-benar membuat Zuu jengkel. Ia sama sekali tidak mengacuhkan ucapannya.


" Ada apa dengan dia ini? Aku sungguh tidak mengerti, siapun tolong beritahu aku!! Takdir ini sungguh diluar pikiran! " teriak-Nya dengan berkeluh.