Blue Love

Blue Love
Di Dunia yang baru



Sampai di Sekolah ber berbunyi menandakan masuk tiba. Sebelum masuk ke pembelajaran Guru mengumumkan sebentar dengan berkata begini.


" Murid Ibu, esok hari kalian akan mendapatkan Siswa baru. Harap berteman baik nanti dengannya, mengerti...? " ujarnya.


" Baik Bu. " serunya.


Zuu bergumam dl hati.


" Aku benar-benar merasa heran, tapi Ku-Akui ini sangat luar biasa dan mengagumkan. Semua siswa di Sekolah ini sangat menjaga norma dan adab mereka, semenjak kemarin hari aku belum melihat satu siswa-Pun yang terlihat cemberut, merenung, apalagi berkelahi. Mereka sangat damai, dan aku belum mendengar satu katapun yang kasar keluar dari Mulut mereka. Ini aneh tapi mengagumkan. Ada apa dengan Sekolah ini?? Aku ini masih hidup kan? Aku belum pindah ke Tempat yang jauh kan? Tapi, ini sungguh serasa di Surga. " gumamnya.


Bel istirahat-Pun berbunyi, Zuu dengan temannya yang lain sigap pergi ke Kantin. Mereka saling berbicara sambil makan terjeda, Zuu bertanya kepada temannya itu.


" Arun, sebenarnya Sekolah ini kenapa?? " tanya Zuu.


Jelas sekali Arun dan Amerta kebingungan dengan pertanyaannya yang aneh.


" Hah?? Apa maksud-Mu? " tanyanya.


" Benar, apa yang terjadi dengan Sekolah ini? Apa mereka dibayar berjuta-juta untuk menjadi murid yang baik di Sekolah ini? Ini sangat aneh. " keheranan.


Seketika Amerta juga Arun tertawa dengan pertanyaannya Zuu.


" Haha... Disini siapa yang aneh, Kau atau Sekolah ini? " celanya.


" Apa maksud-Mu? " sahut Zuu.


" Ah tidak maafkan aku, Zuu apa aku perlu menjawab pertanyaan-Mu itu? " tanyanya.


" Tentu saja. Ada apa? Cepat katakan? " jawabnya.


" Haha... Ini sungguh membuatku konyol. Lihatlah Zuu nama dari Sekolah ini apa, kau mengetahuinya? " tanya Amerta.


" SMA Koribuna. " sahutnya.


" Arti dari Koribuna itu adalah mendekati semua, sudah jelas bukan bahwa, Sekolah ini khusus untuk Se-siapapun untuk memperbagus adab normanya di masa remaja sekarang ini. Mau dimana-Pun kau melihat siswa di Sekolah ini yang berkelahi atau hal sebagainya, itu tidak akan kau temukan. Karena jika, satu murid yang bertingkah seperti itu, mereka sigap mengeluarkan. Dan ditambah lagi mereka ini sudah diberi banyak hal pelajaran untuk menjadi lebih baik, jadi yah pada intinya sedikit demi sedikit mereka berhasil menyatukan itu dengan kehidupan mereka. " jelas Amerta.


" Wah... Benarkah itu? Wah ini sama sekali tidak terduga. Haha... Berarti disini juga tidak ada penggertakan? " terpukau.


" Jika ada yang berani mem-bully, disitulah mereka menunjukkan betapa lemahnya mereka, dan sudah jelas itu tidak ada disini. " sahutnya.


" Ahaha... Itu sangat bagus... Sepertinya aku akan betah bersekolah disini. " bahagia.


" Eh, tunggu... Apa kau pernah di-bully? " tanyanya.


" Hey pertanyaan macam apa itu? Dia ini sangat istimewa, mana ada orang yang berani mem-bully nya " selang Amerta.


" Eumm... Lalu, kenapa Kau bertanya hal itu? " tanyanya kembali.


" Owh... Owh aku tahu, di Sekolah-Mu dulu ada salah satu murid yang diperlakukan tidak senonoh, dan kau itu membenci atas prilaku mereka bukan, apa kau takut hal itu terjadi kembali disini? " sigap Arun kembali.


Seketika semua diam menunggu jawaban dari Zuu. Untungnya tiba-tiba, HP Amerta berbunyi.


" Ah... Tunggu sebentar. "


Dia mengangkat teleponnya. Dan Arun tetap menanyakan hal itu.


" Jadi benar bukan? "


" Euh... Jika, Ku-jawab sekarang bagaimana dengan Merry. " elaknya.


" Eumm... Owh. " sahutnya.


Selesai sudah menelpon Amerta langsung menarik tangan Zuu dan membawanya pergi dari Kantin.


" Hey, kenapa aku ditinggal sendiri?? " teriak Arun.


Zuu dibawa ke luar Sekolah, untuk makan. Sangat jelas Zuu mau. Di tengah sedang fokus-fokusnya makan, Amerta bertanya sehingga membuatnya tersedak.


" Zuu. Apa Kau mempunyai nomor telepon saudara-Mu itu? " tanyanya.


" Apa!!? " terkejut.


" Euh... " canggung.


" Apa kau menyukainya. " celetuknya.


" Ah tidak, lupakan saja itu... Lupakan saja itu. Aku hanya ingin meminta bantuan untuk meng- interview saudara-Mu. " tegasnya.


" Aku percaya. " gumamnya.


Zuu langsung melanjutkan makannya. Bel pulang pun berbunyi Zuu merangkul Amerta dan mengajaknya untuk pulang bersama.


" Mari kita pulang " ajaknya.


" Ahh... Ini sangat mengecewakan. Maafkan aku Zuu, aku dan Arun akan pulang terlambat. " desahnya.


Arun menepak bahu Zuu dengan mengatakan.


" OSIS. " sigapnya.


" Ahh... Itu sangat disayangkan. Huh... Kalau begitu, aku pulang lebih dulu. " menghela nafas.


Zuu pun pulang dengan menggunakan kendaraan umum. Sampainya di Hotel ternyata ia yang datang lebih dulu dari Lee. Ia kebingungan dengan keterlambatan Lee.


" Apa dia masih di Tempat Kerjanya. Hmm... Udara sangat dingin. " gumamnya.


Jam menunjukkan pukul 10 malam. Lee belum kunjung datang. Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dan ternyata itu adalah Lee. Zuu sigap tidur.


" Ahh... Malam ini sangat melelahkan. " desahnya.


Lee melihat ke Arah Zuu yang sudah terbaring di Ranjang. Lee pun tidur disamping Zuu dan memeluk Zuu. Sigap Zuu langsung mendorong Lee dengan keras sehingga Lee jatuh ke Bawah.


" Bosan hidup kau ini hah!!? " lantangnya.


" Aduh... Ternyata Kau ini belum tidur? " rintihannya.


" Hey, memangnya jika setiap aku sudah tertidur pulas kau akan melakukan hal ini?? " tegasnya.


" Aku sungguh minta maaf hehe... Ini sudah malam, euh... Jadi tadi itu aku hanya reflek karena merasa rindu, itu saja. " menjelaskan.


" Jika kau merasa seperti itu, apa kau berhak melakukan semau-Mu begitu?? Apa kau kehilangan akal sehat-Mu? " bentaknya.


" Bukankah kita sudah menikah, jadi aku ini suami-Mu dan kau adalah istri-Ku itu bukanlah masalah. " menjelaskan kembali.


" Sangat masalah jika, kau masih tetap dibiarkan hidup!! " lantangnya.


Zuu sigap menangkap Lee, tetapi Lee lari dan mengelak serangannya. Zuu pun kelelahan dan duduk di Ranjang.


" Heh... Huh... Lihat saja kau " terengah-engah.


Pagi pun tiba, suara ketukan pintu. Zuu membukanya. Ternyata, itu adalah pelayanan Hotel dengan membawa sebuah sarapan pagi lagi di Tangannya.


" Selamat pagi, dan selamat menikmati. " tersenyum.


" Iya... Selamat pagi kembali. Terima kasih banyak. " tersenyum kembali.


" Euh... Mohon maaf sebelumnya Kak, mungkin ini sedikit menyesakkan dada. "


Zuu merasa kebingungan dengan ucapannya.


" Euh iya kenapa Kakak? " sahutnya.


" Mohon untuk melakukan aktivas malam dengan ketenangan Kak. " tegurnya dengan tersenyum.


" Hah... Oh iya Kak, maafkan kami Kak. " tersengeh.


Zuu pun menutup kembali pintunya.


" Ada apa? Tumben sekali Zuu mengobrol wah... Serasa di Rumah betulan yah, umpama pelayan Hotel tadi itu seorang tetangga dan Kamu menyapanya dengan keramahan. " tersenyum.


Zuu langsung menyelang pembicaraan.


" Mengobrol dari mana?? Tadi itu sebuah peringatan kau tahu, karena keributan semalam kita ditegur dan itu sangat memalukan. " sahut Zuu.


Lee pun bergiliran mandi dengannya. Saat Zuu memutarkan keran airnya. ternyata airnya tidak keluar kembali.


" Hey Lee Su!! Apa kau menghabiskannya lagi hah!! " lantangnya.


" Haha... Aku ini benar-benar berdosa. " Tertawa.


...Aku sangat minta maaf dari awal sampai sekarang. Jika, ada penulisan dan cerita yang salah. Mohon maaf (◞‸◟ㆀ) tapi, aku akan berusaha untuk meningkatkannya. \=^._.^\= ∫ ...


... LOVE YOU ALL ❤🍭...