Blue Love

Blue Love
Sakit



Zuu bertanya sebelum berangkat.


" Kak, apakah hari ini Kau tidak akan masuk? "


" Ah aku tidak tahu. Lihat saja kedepannya bagaimana. " sahutnya.


Zuu pergi keluar dari Hotel dan berangkat ke Sekolah dengan menggunakan kendaraan umum.


Sebentar lagi sampai, Zuu melihat dari kejauhan ada beberapa Polisi berada di Depan Gerbang Sekolah, dengan langsung Zuu menepak punggung Supir tersebut, dan menyuruhnya untuk putar balik dengan cepat.


" Pak, Pak... Pak!! Putar balik, putar balik cepat!! " panik.


" Loh kenapa, ini sebentar lagi sampai " sahutnya.


" Ah cepat putar balik!! " panik.


" Tapi, nanti tambah lagi biaya ongkosnya bagaimana? " jawab kembali.


" Siapa peduli itu, cepat!! Iya iya... " sigapnya.


Dengan cepatlah mereka putar balik dari Tempat itu. Zuu membukakan pintu Kamar Hotel dan duduk di sebuah Kursi. Ia melihat Lee yang masih terbaring di atas Kasur, Dia merasa heran kenapa Lee masih belum bangun.


" Ah dasar pemalas. " ujarnya.


Zuu menghampirinya dan menepak bahunya.


" Hey mau sampai kapan Kau akan terbaring seperti ini?! Bangun cepat " tegur Zuu.


Lee mendadak merintih kesakitan saat ditepak oleh Zuu. Ia pun melotot karena terkejut.


" Aduh...!!! " rintihnya.


" Ada apa? " terkejut.


" Ah... Apa yang Kau lakukan hah! Kenapa Kau memukul-Ku? Uhhh... " kesah Lee.


" A... Apa maksud-Mu aku sama sekali tidak memukulimu " keheranan.


" Ahh... Benarkah? " merintih kesakitan.


" Hey ada apa denganmu, apa Kau sakit? " tanya Zuu.


" Uww... Aku tidak tahu, rasanya tubuhku ini tersenggol sedikit saja seperti sesuatu yang berat menimpa-Ku " rintihannya.


" Euh... Mau kubelikan obat? " gugupnya.


" Tidak usah " celetuknya.


" Hey Kau ini kenapa? Jika, Kau terus berbaring seperti ini kapan Masuk untuk bekerja bukankah itu kemauanmu? " tegurnya.


Lee hanya menghela nafas dengan merintih kesakitan.


" Euh... Apa yang harus aku lakukan agar sedikit meringankan rasa sakitmu Kak.? " belainya dengan gugup.


" Hmm... Huh... Ah sudahlah pergi saja. Aku yakin Kau tidak akan mau untuk melakukannya. " sahut Lee.


" Ah hentikan, cepat beritahu aku! " bentaknya.


" Uh... Jika itu tidak masalah bagimu, mmm... Tolong pijat tubuh yang sakit ini " jawabnya.


" Apa!!? Hey kenapa aku harus melakukan itu? " terkejut.


" Aku sudah menduganya, Kau pasti tidak akan mau. Padahal aku seperti ini karenamu juga " desahnya.


Zuu langsung keluar dari Kamar Hotel. Dan kembali lagi dengan membawa sebuah minyak urut di Tangannya.


" Uh. Kau kembali? " terkejut.


" Apa yang Kau lihat tentu saja. " sahutnya.


" Hari ini adalah hari keberuntunganku. Ini sangat bagus. " bersemangat.


Lee dengan sigap membukakan bajunya, Zuu pun terkejut.


" Hey hey tunggu! Apa yang akan Kau lakukan hah! A... Apa Kau tidak waras, sudah aku berniat berbuat baik, Kau ingin membalasnya dengan air tuba!! " lantangnya.


" Kau ini bicara apa, memangnya menurut-Mu apa yang akan kulakukan hah? Bukankah Kau ingin memijat-Ku lalu, kenapa bertanya begitu? " kebingungan.


" Lalu kenapa harus membuka baju? " gugup.


" Memangnya apa yang mau dipijat jika tubuhku masih memakai baju, hey Kau membawa sebuah minyakurut, letakkan itu di Tubuhku yang merasa sakit " jelasnya.


" Ah menyebalkan, seharusnya tidak kubawa minyak ini " gumamnya.


Zuu pun mulai mengoleskan minyak urut di Bagian Bawah punggung Lee, dengan menggunakan tangan belakang dan memukul.


Seketika Lee merintih kesakitan.


" Aduh... Hey! Aduh apa yang Kau lakukan hah, Kau menyakiti punggung-Ku aduh!!! " lantangnya.


" Hey Aku melakukannya dengan benar dimana salah-Ku? " tanyanya.


" Gunakan telapak tangan halusmu jangan menggunakan dengan pukulan, dan kesalahan-Mu itu jika, memijat itu dari atas kebawah bukan sebaliknya. " tegurannya.


" Oh jadi seperti itu, baiklah akan kucoba lagi " sahutnya.


Zuu mencoba memijat kembali dengan perlahan.


" Aduh, jika seperti ini kapan akan pulihnya. Kau menggunakannya terlalu perlahan " tegurnya.


Zuu merasa marah dan sigap berdiri memukul kakinya dengan kesal.


" Lalu aku harus melakukannya dengan bagaimana hah!!? " dongkolnya.


" Aduhh, kakiku hehh... Hiks ini benar-benar kesakitan yg hakiki. " rintihnya.


" Ah aku minta maaf. Sungguh... Itu juga salah-Mu ahh... " gugup.


" Ah... Ini benar-benar sakit. " rintinya.


" Ah Kau sangat menyebalkan, sudah tahu umurmu tua. Heh... Aku sangat gerah. Berikan ponselmu. " panik.


" Untuk apa? " tanyanya.


" Berikan saja aku ingin meminjam. Rasanya aku ingin menelpon seseorang karena ingin membuang rasa kejengkelan ini. " dongkol Zuu.


" Di Dalam kantung celanaku. " sahutnya.


" Hey apa maksud-Mu!? Ambil cepat. Apa harus aku yang mengambilnya juga? " ujarnya.


Tidak ada sahutan dari Lee, semakin Lee merintih entah kenapa hati Zuu merasa panik juga takut, ini benar-benar kasihan. Dengan menghela nafas Zuu sigap secara terpaksa mengambilnya di Dalam kantung celana Lee.


" Minggir sedikit ah... Kau ini " dongkolnya.


Zuu langsung menelpon seseorang, Lee pun bertanya sebenarnya siapa yang akan ditelpon oleh Zuu.


" Hey! Kenapa tidak langsung temui saja pacarmu itu. Kau hanya memboroskan pulsaku saja. " sahutnya.


" Pacar? Oh..., halo? " menyelang.


Zuu menelponnya di Ruangan yang berbeda. Kemudian Zuu kembali lagi untuk mengembalikan ponselnya.


" Ini aku kembalikan. "


Karena penasaran juga terkejut dengan ucapan Lee tadi, Iapun duduk disamping Lee dan bertanya.


" Mmm... Kak, euh... Apa Kau sudah mengetahui... " gugup.


" Aku bukan hanya tahu, tapi aku juga ikut merasakannya. " menyelang dengan posisi tengkurap.


" Euh... Apa maksud-Mu. " gugup juga panik.


Lee bangun dan wajahnya berdekatan dengan wajah Zuu dengan mengatakan.


" Aku akan berusaha untuk menjadi orang yang baik. Itu saja. " tersenyum.


" Uh... Haha... Sudah kuduga Kau itu sangat menyebalkan, lagi pula Kau itu belum cukup baik jadi menurutku itu cukup bagus untuk menjadi impianmu, aku mendukungnya. " gugup.


Lee tersenyum dan kembali berbaring.


" Hey bertahanlah, sebentar lagi bantuan akan tiba. " sahut Zuu.


" Apa maksud-Mu? " heran Lee.


" Tadi aku menelpon seorang tukang pijat profesional, agar Kau lebih layak mendapatkan layanan bagus darinya. " jawab Zuu.


" Oh... Benarkah? Terima Kasih, aku sangat menghargainya. " tersenyum.


" Iyah, tentu saja. Jika, Kau tidak segera di obati, nanti siapa yang akan bekerja " sahut Zuu.


" Oh jadi karena itu. " ujar Lee.


Lee pun menunggu, karena ini akan membuang waktu Zuu menawarkan sebuah minuman hangat untuknya.


" Euh.. Mau kubuatkan dulu minuman hangat tidak? Yah setidaknya, aku ini tidak terlalu kejam menjadi seorang Wanita. " ajak Zuu.


" Menurutku Kau sudah terlalu kejam bagiku, tapi aku menerimanya cepat buatkan jika, itu tidak mengganggumu. " jawab Lee.


" Kau!! heh... " dongkol dan menghela nafas.


Zuu pun membuatnya minuman. kemudian kembali lagi dengan membawakan secangkir minuman hangat untuk Lee.


" Ini. ku-Harap Kau menyukainya. " menyodorkan.


" Ah... Aduhh... Ini sangat bagus sekali duh " rintihnya.


Setelah meminumnya Ia menggumam.


" Uh... Apa ini sebuah hukuman? Ah... Kenapa rasanya seperti meminum air yang didiamkan selama setahun, ini benar-benar akan membunuhku. " gumam Lee.


" Ada apa? " tanya Zuu.


" Ah... tidak. Aku akan meminumnya, terima kasih banyak. " cengar-cengir.


Mendadak ketukan pintu terdengar.


" Aku akan membukanya, tolong habiskan itu aku membuatnya dengan tanganku sendiri. Aku akan segera kembali. " ujar Zuu.


" Apakah ini benar obat muzarab, ini sangat menyakitkan. Akan kubuang ini. " gumam Lee.


Lee pun membuangnya ke Tempat Sampah. Tetapi, niatnya terhenti karena Ia berfikir ini akan sangat menyakiti hati Zuu. Lee pun meminumnya.


" Glek... Glek... Bagus ini mungkin akan menyakiti-Ku, tapi tidak untuk Zuu kan? " ujarnya.


Lee pun kembali ke Ranjang dengan posisi duduk. Kemudian Zuu juga tukang pijat itu datang.


" Halo Zuu... Halo Ibu... " sapanya


Tukang pijat itu kebingungan. Kenapa Lee bertingkah konyol seperti anak kecil dengan ekpresi seperti orang mabuk.


" Ada apa dengannya? Apa Kau mabuk " tanya Tukang pijat itu.


Zuu juga kebingungan dengan tingkahnya. Lee berdiri dan menghampiri Zuu dan mengelus kepalanya.


" Zuu Kau benar-benar sangat cantik, aku..., " belai Zuu.


Tetap perlihatkan jejakmu 👣💕💙


Terima Kasih🙏💕 untuk kalian ❤