
Zuu pun berangkat ke Sekolah. Dengan menggunakan kendaraan umum. Ditengah perjalanan Pak supir meminta uang sebagai ongkos.
" Uang-Nya, mohon kerja sama. " ujar-Nya.
" Kenapa uang-Nya sekarang? Ah... Menyebalkan. " gumamnya.
" Hey. Tolong ongkos-Nya. " gesa-Nya.
" Euh... Ini. " sahutnya.
Zuu memberikan separuh dari ongkos normal-Nya.
" Apa ini?? Hey perjalanan-Mu itu masih jauh! Kenapa kamu menghina pekerjaan kami??! " cepa-Nya.
" Hey... Hey, berhati-hatilah saat berbicara. Pak dengar. Aku ini masih seorang pelajar, bukan-Kah Bapak seharusnya memberikan tumpangan kepada kami dengan suka relawan. " elak-Nya.
Sontak para penumpang yang lain-Nya juga mendukung Zuu.
" Benar itu Pak, mereka ini masih seorang pelajar yang seharusnya kita jaga dan rawat untuk menjadi penerus bangsa. " seru-Nya.
Pak supir itu pun kebingungan. Dan tetap menyuruh Zuu untuk keluar, akhirnya pun ditarik.
" Ah... Sudah-sudah!! Pergi sana, jangan kamu menjadi Prumukator di angkutan umum, kecil cabai rawit. Sekolah dengan benar. Pergi sana!! " bentak-Nya.
" Ah menyebalkan. Padahal sudah ditengah perjalanan. Haruskah Ku-lanjutkan dengan jalan kaki? " desah-Nya.
Akhirnya pun mau tidak mau Zuu berjalan kaki untuk pergi ke Sekolah-Nya. Sampai di Sekolah.
" Zuu. " memanggil.
Tiba-tiba seseorang memanggil Zuu dari Belakang yang ternyata itu adalah Faiz. Ia menepak bahu-Nya.
" Zuu. Ayo bantu aku untuk membersihkan Ruang Olahraga. " ajak-Nya.
" Aku?? " terkejut.
" Benar. Mari. " gesa-Nya.
Zuu menghela nafas.
" Euh baiklah. " lesu-Nya.
Sebelum memulai membersihkan Iz' meminta kepada Zuu agar memegang tangan-Nya sambil bekerja.
" My. " panggil-Nya.
" Hah?? Apa?? " menoleh ke Arah Iz'.
" Mari berpegangan. " mengulurkan tangan.
" Jika, kau menginginkan kita berpegangan tangan, bagaimana aku bisa bekerja? " sahut-Nya.
" Kamu kan mempunyai 2 tangan My. " ujar-Nya kembali.
" Oke. " menerima pegangan.
Mereka berdua membersihkan sambil berbicara juga tertawa bersama.
" Nanti malam kamu datang ya, pukul 9 malam. " ajak-Nya.
" Kemana? " tanya-Nya.
" Di Restoran Hotel itu, aku juga ikut serta menjadi vokal untuk menghibur para tamu disana. " sahut-Nya.
" Oh begitu rupanya, wah sekarang kau mengusai menjadi seorang musisi bukan? " pujian-Nya.
" Aku hanya ingin kita mempunyai bakat yang sama My. " tersenyum.
" Ahahaha... Sangat lucu, jika seperti itu kita akan menjadi saudara kembar. Zuu dan Iz' haha... " tertawa.
" Haha... Bukan kita yang menjadi saudara kembar Zuu. " selang-Nya.
" Oh. Lalu? " tanya Zuu.
" Nanti calon Putra-putri kita yang akan menjadi saudara kembar. " tersengeh.
Sontak Zuu langsung memukul bahu Iz' dengan tertawa.
" Ahaha... Itu lucu. " bahak-Nya.
" Aku bersungguh-sungguh. " menatap dengan tajam.
Zuu sigap berpaling pandangan dan menghela nafas.
" Ahe... Huh... " hela-Nya.
" Zuu, coba kamu buat beat-box aku akan menyanyi. " ujar-Nya.
" Oh... Tentu. Itu ide yang bagus. " sahut-Nya.
Zuu dengan Iz' saling menertawakan, karena tingkah mereka sendiri.
" Sudah-sudah. Jika terus begini, kapan ini akan selesai? " selang-Nya.
Mereka berdua kembali menyelesaikan pekerjaan-Nya sambil berpegangan tangan.
" Faiz. " memanggil.
Mendabak seseorang dari Belakang mereka memanggil. Kemudian menoleh, dan ternyata itu adalah ketua OSIS. Jelas sekali Zuu dan Faiz terkejut, sigap melepaskan pegangan mereka masing-masing.
" Ketua. Ada apa? " gugup.
" Kau dipanggil kepala Sekolah, segera menghadap. " gesa-Nya.
Faiz pun berpamitan kepada Zuu dan pergi.
" Aku tinggal dulu, nanti akan kembali lagi. Jadi, tunggulah. " ujar-Nya.
" Baiklah. Sampai nanti. " sahut-Nya.
Ketua OSIS itu tidak pergi dari situ, ia malah mendekati Zuu. Zuu bergemetar juga khwatir, dan bergumam.
" Zuu. " menatap.
Mereka berdua saling bertatapan.
" Euh...?? Ada apa Ketua? " gugup.
" ini. " sahut-Nya.
Dia memberikan sarapan kepada Zuu.
" Ada orang yang menitipkan ini kepada-Ku, untuk diberikan pada- Mu. " sahut-Nya kembali.
Seketika Zuu terkejut dan bertanya kembali.
" Oh... Dari siapa ini? Apa Dia seorang Pria. " ternganga.
" Seperti-Nya dia Kakak laki-laki-Mu. " ujar-Nya.
" Dimana ia sekarang Ketua? " tanya-Nya kembali.
" Baru saja dia memberikan itu di Depan Gerbang Sekolah. " sahut-Nya.
Bergegas Zuu berlari dan menghampiri-Nya.
Zuu melihat kesana-kemari, tetapi tidak ada orang di Sana.
" Ah... Dia ini dimana??! Menyebalkan. " dongkol-Nya.
" Kemari hanya untuk memberikan-Ku ini? Ah sudahlah, nanti aku juga akan bertemu dengan-Nya. Aku makan disini saja, ini sangat bagus aku sedang lapar karena mengeluarkan tenaga tadi. " gumamnya.
Zuu mulai makan, selesai sudah Zuu kembali ke Ruang Olahraga. Saat masuk Zuu melihat seorang perempuan yang tengah membersihkan Ruang itu sendiri. Zuu mengambil alat pembersih kembali.
" Maafkan aku, karena terlambat untuk membantu. " ujar-Nya.
" Tidak apa-apa Kak. " sahut-Nya.
Mereka membersihkan bersama, ditengah bekerja Zuu merasa kelelahan kembali dan, mengajak Wanita itu untuk istirahat sejenak.
" Hey. Istirahat dulu yuk, aku lelah. " terengah-engah.
" Iya. Silakan. " sahut-Nya.
" Hah?? Aku bukan meminta izin padamu, tapi aku mengajak-Mu bersama. " ujar-Nya.
" Tidak usah Kakak saja. " sahut-Nya kembali.
Zuu menarik tangan-Nya dan duduk bersama, ia menawarkan cemilan juga minuman. Sebelum itu ia bergumam.
" Tadinya ini untuk pulang saat diperjalanan. Tapi, tidak apa-apalah. " gumamnya.
" Ini ambilah. " menyodorkan.
" Euh... Tidak-tidak, aku tidak meminta-Nya. " sahut-Nya.
" Sudah. Ambil saja, aku juga tahu bahwa kau kelelahan, dan pasti-Nya ini untuk menambah tenaga-Mu. " ujar-Nya.
" Euh... Terima kasih Kak. " tersenyum.
Mereka berdua pun berbicara bersama. Dan Wanita itu yang membuka topik terlebih dahulu.
" Kakak ini kelas berapa? " tanyanya.
" Kau ini, belum mengetahui usia-Ku berapa sudah memanggil Kakak. " tersengih.
" Hahaha... Maafkan aku. " sahut-Nya.
" Kelas 11 IPS 3. " sahut-Nya.
" Oh. Berarti kita se-Usia. " tersengeh.
" Oh. Benarkah? "
" Aku juga Kelas 11. " tersenyum.
" Nama Kakak siapa? " tanya-Nya kembali.
" Haha... Zuu. Berhenti memanggil-Ku Kakak, kita seumuran. " tertawa.
" Baiklah namamu Zuu. " ujar-Nya.
" Benar. " sahut-Nya.
Wanita itu bergumam dl hati.
" Kenapa ia tidak bertanya kembali. " gumam-Nya.
" Nama-Ku Eunoia. " ujar-Nya kembali.
" Wah nama-Mu sangat bagus. Dari mana mendapatkan-Nya? " tanya-Nya.
" Ayah-Ku yang memberikan-Nya. " sahut-Nya.
" Oh. Begitu..., "
Zuu langsung berdiri dan mulai bekerja kembali.
" Kau makan saja dulu, akan Ku-selesaikan ini. " ujar-Nya.
Eunoia juga berdiri dan membantu Zuu.
" Mana mungkin seperti itu, memang-Nya aku ini apa? Aku juga akan membantu. " sahut-Nya.
Mereka berdua melanjutkan pekerjaan-Nya. Eunoia bergumam.
" Wah... Dia benar-benar sangat cantik, paras wajah-Nya terlihat natural, dia memakai riasan atau tidak ya? Ia juga sangat imut. " terpukau.
...Mari bbersenang-senang ♡♡...
... Ini hanyalah cerita-cerita semata yang ditulis sengaja oleh author (≧∇≦)/(^з^)-☆Chu!!...