Blue Love

Blue Love
Malam apa ini?



Zuu terengah-engah juga terkejut dengan keberadaan Lee disana, ia menghampiri-Nya dengan geram Zuu pun langsung melompat ke atas kasur sehingga Lee ditindih oleh-Nya.


" Aduh. Apa yang kau lakukan? Tunggu-tunggu! Hentikan itu! " Lee merintih kesakitan.


Zuu terus memukul-mukul dengan bantal juga menjambak rambut Lee karena rasa marah-Nya.


" Sebenarnya kau ini masih waras apa tidak hah!? Aku hampir mati ketakutan karena-Mu!! Bagaimana kau bisa tenang di situasi yang mengerikan seperti sekarang ini hah!? Nyaman sekali kau tidur!! " bentak Zuu dengan dongkol.


" Apa maksud-Mu? Akh... Tolong hentikan jambakan ini!! Aku mohon. " rintihan Lee dengan kebingungan.


Zuu pun menghentikan serangan-Nya dan mengatakan dengan panik.


" Mereka datang!! Mereka datang malam ini!! Orang-orang itu! " ujar Zuu seraya menarik kerah baju Lee.


Seketika Lee pun juga terkejut.


" Apa? Benarkah itu?? Tidak mungkin! Aku sudah memastikan-Nya mereka tidak akan datang sekarang ataupun besok. " sahut Lee dengan tegang.


" Apa wajah-Ku terlihat seperti berbohong? " tanya Zuu dengan terengah-engah.


Lee pun langsung menarik tangan Zuu dan membawa-Nya lari terbirit-birit.


" apakah kita bersembunyi disana saja Kak? " tanya Zuu dengan panik.


" Tidak, itu terlalu tipis untuk bersembunyi. " sahut-Nya dengan terengah-engah.


Mereka berlari kembali, ditengah berlari kepanikan tiba-tiba Zuu berhenti mendadak, Lee terjegil karena kebingungan.


" ada apa lagi?? " geram Lee.


" Sendal-Ku lepas. " kesal-Nya juga dengan susah hati.


Saat Zuu mengambil sendal, Lee mendengar ricuhan seseorang dari arah belakang, ia pun segera menarik kembali tangan Zuu tapi, langkah-Nya tertahan karena juga dari arah depan terdengar hal yang sama. Amat panik-Nya situasi sekarang, Lee pun menarik Zuu masuk ke dalam kolam renang dengan sigap.


Mereka bersembunyi sambil menahan napas. Ternyata benar ada segerombolan orang datang terdengar oleh Zuu juga Lee di dalam air. Mereka saling bergumam.


" aku tidak kuat Kak!! Oksigen-Ku hampir habis!! " gumam Zuu melotot-lotot ke wajah Lee.


Lee pun menyahut dengan hal yang sama juga melotot.


" Tunggu sebentar lagi, aku yakin kau bisa Zuu!! " mengangguk-angguk.


" Aku tidak bisa!! Aku tidak bisa!! " sahut Zuu dengan menggeleng-gelengkan kepala-Nya.


Karena tidak tahan, akhirnya pun Zuu keluar dari dalam air dengan megap-megap.


" huh... Huh... Aku lebih baik dipenjara daripada langsung mati. " ujar Zuu dengan menjegil karena syok.


Lee yang demikian juga tidak tahan, ikut melakukan hal yang sama. Saat mereka berdua keluar, seketika Zuu terkejut karena kenyataan-Nya tidak ada siapapun diatas kolam renang itu.


" dimana mereka?? " gumam Zuu dengan kebingungan.


Lee menepak bahu Zuu karena marah.


" Hey!! Kenapa kau malah keluar hah!! Bagaimana jika mereka tahu keberadaan kita disini bagaimana!!? " bentak Lee.


" Bagaimana?? Bagaimana dengan dirimuu hah!!? Kenapa kau juga mengikuti-Ku!? Tidak kuat?? Itu sebab-Nya keluar?? Karena tidak bisa menahan napas kan?? Dasar aneh kau ini!! " bentak Zuu kembali dengan geram.


Seketika Lee langsung memalingkan wajah-Nya juga terdiam.


Mereka berdua pun naik dan berjalan dengan berjinjit-jinjit juga perlahan sambil melihat sekeliling. Mereka mendengar kembali gelakak sangat riuh di bagian ruang tengah. Saat dilihat ternyata banyak sekali orang-orang yang sedang berkumpul disana, entah sebab apa mereka berdiam disitu. Zuu bertanya dengan mengeluh.


" kak, lalu apa yang harus kita lakukan? Kenapa tidak kembali saja ke dalam Kamar atau Ruangan lainnya? " tanya Zuu lesu.


" Bagaimana bisa kau mengatakan itu! Apa kau tidak tahu, semua Ruangan di Rumah ini keberadaan-Nya ada di lantai atas. Sedangkan, tangga untuk menuju kesana di depan orang-orang itu. Tenang dan sabarlah, mungkin mereka akan sesegera-Nya meninggalkan tempat ini kembali. " sahut Lee dengan membisik.


Zuu kecewa juga kelelahan.


" Bagaimana bisa juga kau mengatakan itu, ini sudah malam Kak, dari seharian kita terus-menerus bergerak tanpa henti, bahkan baru saja kita berendam di dalam air yang dingin-Nya sangat tidak biasa. Aku lelah!! " gerutu Zuu dengan lesu.


" Memang-Nya kau pikir aku tidak merasakan itu!! Pikirkan terlebih dahulu apa yang akan terjadi kedepannya, lalu kau bisa bertindak. " tegas Lee dengan dongkol.


" Apa kau tidak mempunyai jalan lain Kak? " tanya Zuu dengan penuh harapan.


" Tidak, pikiran-Ku sudah terlalu lelah. Tunggu saja, aku yakin mereka akan meninggalkan kembali. " sahut Lee kembali.


" Benar, mereka akan pergi setelah kita mati. " gumam Zuu.


Lama waktu menunggu mereka belum kunjung keluar, saat Lee berdesah dan melihat ke arah Zuu pun sontak terkejut, karena ia menguap dengan besar seraya bersandar diatas bokong Lee.


" Hey! Bisakah kau tidak melakukan ini!? " tegur Lee dengan membisik.


Zuu pun membuka mata-Nya dan mengangkat kepala-Nya.


" Maafkan aku, maafkan aku. " sahut Zuu dengan tutup juga menguap.


Tiba-tiba telepon salah seorang pengawas disana berdering, dan langsung mengangkat-Nya. Setelah mendapatkan telepon dari seseorang, mereka semua pun pergi dan menutup pintu itu. Lee juga Zuu sangatlah gembira melihat kepergian orang-orang itu, mereka pun langsung menggeblakkan diri masing-masing ke sofa dengan posisi saling membelakangi karena amat lelah-Nya malam ini.


" Malam apa ini? Kenapa sangat merepotkan? Untuk tidur saja, seperti-Nya kita harus mendaki gunung tinggi terlebih dahulu juga, menyebrangi danau yang amat dalam huh... " keluh kesah Lee dengan menghela napas.


" Aku tidak tahu, aku tidak tahu. Apa mereka tidak mengunci pintu itu Kak? " sahut, tanya Zuu dengan mengap-mengap.


" Dari sebelum kita masuk Rumah ini memang tidak dikunci, aku tidak tahu apa alasan mereka seperti itu, bagaimana jika ada orang yang berniat buruk masuk ke dalam sini. " ujar Lee dengan lesu.


Mereka berdua pun perlahan-lahan meruyupkan mata-Nya untuk tidur. Pagi tiba, salah satu dari mereka belum ada yang bangun. Telepon Zuu berdering terus menerus dan pada akhirnya, ia terbangun karena kebisingan panggilan dari telepon itu, Zuu langsung mengangkat-Nya dengan setengah sadar.


" Halo. Siapa? " ujar Zuu di dalam telepon dengan menguap.


Setelah mendengar dari telepon itu, Zuu sangat sontak terkejut juga membeliakan mata-Nya dan langsung pergi bersiap keluar. Lama waktu berjalan Lee pun akhirnya bangun dan membuka mata-Nya dengan menguap, ia setengah sadar bangun dan menoleh-noleh ke sekeliling-Nya, ia bertanya-tanya karena Zuu tidak ada disamping-Nya.


" Kemana pergi-Nya Zuu?? " tanya Lee.


Ia pun berdiri dan berjalan mencari Zuu di berbagai Ruangan dan celah seraya memanggilnya. Tapi, tetap saja tidak ada sahutan dari Zuu. Ia pun memutuskan untuk mencari-Nya di luar Rumah.


" Zuu... Zuu... Tidak ada, lalu dimana dia? Apa dia sedang di halaman? Coba aku lihat. " ujar Lee kebingungan.


" dia juga tidak ada disini, bukankah sekarang masih libur Sekolah? " ujar Lee kembali dengan terheran-heran juga gelisah.


Lee pun memutuskan untuk masuk kembali ke dalam Rumah, ia terlihat sangat kelaparan karena tidak ada satu bahan pun makanan yang tersedia di Rumah. Untuk membeli juga tak ada uang simpanan. Ia benar-benar kebingungan juga kelaparan.


" perut ini sangat mengganggu! Bagaimana bisa aku merasa kelaparan begini? Bahkan, dirumah-Ku sendiri. Ini sangat sulit dipercaya. " keluh kesah Lee.


Pada akhirnya pun Lee memutuskan untuk tidur agar bisa sedikit meringankan rasa sakit-Nya.


" semoga ini bisa membantu, aku berharap Zuu baik-baik saja. " ujar Lee dengan kesah.