
Lama waktu berlalu, Zuu hampir benar-benar ambruk karena-Nya.
" Lihatlah dirinya itu, bukankah tidak terlalu jahat dia hanya diam sembari tertawa cengengesan, minum pula, mati saja sana aaarrggh... " gumam Zuu kesal seraya menatap tajam ke arah Lee juga wanita itu.
Siapa sangka Lee menyahut tatapan-Nya dengan mengatakan.
" Ada apa? Haus?? " tanya Lee berteriak juga tersenyum.
Mendengar sahutan dari sontak dongkol Zuu semakin menjadi. Ia berdesah dan berteriak.
" Tidak!! Hey Kakak, kau baik-baik saja? " lantangnya.
Wanita itu pun menyahut dengan mengangkat jempol-Nya yang menandakan ya. Zuu berteriak kembali.
" syukurlah!! Aku senang. " sahut Zuu kembali tersenyum sumbing.
Tak lama kemudian, tiba-tiba saja Lee berada di belakang Zuu dengan membawa buah apel hasil pengumpulan-Nya juga.
" Aaarrggh... Apa seperti ini saja sulit bagimu? " ejek Lee.
" Hey! Apa kau juga ikut melakukannya? Kau tidak merasakan apa yang aku rasakan sebelum-Nya jadi diamlah! Kepala jelalatan. " ujar Zuu juga mencela.
" Apa?? Hey kau mengatakan aku apa? Kau ini... Dasar wanita tidak tahu malu. Hey, jika aku.., " gerutu Lee terhenti.
" Sudahlah sudah, aku tidak ingin lagi berdebat dengan-Mu disini. " selang Zuu seraya pergi kembali mengumpulkan buah.
Waktu demi waktu akhirnya mereka berdua pun selesai, dan mencoba untuk menjumlahkan semua buah-Nya itu.
" berapa banyak yang telah kau hitung itu? " tanya Zuu lesu.
" Kemungkinan, " ujar Lee terhenti.
" Jangan ada kata mungkin, kau ini! Bagaimana nanti dengan hasil jumlah-Nya? Jika salah dengan hitungan-Nya, kau yang akan bertanggung jawab. " tegas Zuu.
" Iya baiklah, mu.., eh 993, 993!! " sigap Lee bersemangat.
" Jika punyamu 993, berarti punya-Ku seharusnya 2.907, ah kita kekurangan 3 buah apel-Nya. " Zuu panik.
" Memang-Nya punya-Mu berapa? " tanya Lee.
" 2.904 kurang dari penjumlahan. " sahut Zuu kembali kebingungan.
Wanita itu pun menghampiri dengan berjingkat.
" Sudahlah tidak perlu khawatir, menurut-Ku ini sudah lebih dari cukup. Bahkan aku tidak mengiranya kalian bisa mengumpulkan semua ini kembali. " puji-Nya.
" Ah tidak, ini bukan apa-apa. " Lee tersengeh.
" Terima kasih bany... " ujar Wanita itu terhenti.
" Oh tunggu, aku menemukan-Nya, tetap disini. " selang Zuu terkejut histeris dan berlari menghampiri arah yang dituju-Nya.
Siapa sangka ternyata Zuu berhasil menemukan 2 buah apel itu, dengan senang hati ia pun berlari kembali ke Lee juga wanita tadi dan memberikan-Nya.
" ini, aku hanya bisa menemukan 2 buah saja. " ujar Zuu kecewa.
" Tidak apa-apa, ini sangat luar biasa. Terima kasih banyak ya Zuu, oh Lee. Ini akan mengenang di dalam benakku. " ujar wanita itu kembali.
" Tidak masalah, oh ya, aku belum mengetahui namamu siapa? " tanya Zuu.
" Oh, Aku Ruby. " ujar-Nya.
" Wah, nama yang bagus. " Zuu terjegil.
" Ah tidak, justru nama-Mu lebih baik dariku. Oh, kamu juga memiliki wajah yang cantik. " puji wanita itu seraya pergi dengan motor-Nya.
" Terima kasih Kakak. " teriak Zuu.
Karena adanya pujian dari orang lain Zuu pun bertingkah tinggi hati dihadapan Lee.
" wajahmu yang cantik haha... Kenapa dia mengatakan itu ya Kak? Hm... Hahaha... " gelakak-Nya.
Lee yang melihat tingkahnya Zuu benar-benar terganggu, ia pun mengatakan.
" Kontrol dirimu. Dengar, pada biasanya wanita yang berupa cantik selalu berhati busuk. " cela Lee membisik.
Zuu yang tidak menerima akan ucapan Lee pun menangkis-Nya.
" Kalimat itu baru pertama kali aku dengar darimu, Aaarrggh... Berhati-hatilah dalam bicara, tanpa pikir panjang kau telah merusak properti para wanita. Pria menyebalkan kenapa kau bisa hidup seperti itu!! " murka Zuu.
" Dengar, aku tidak akan mengatakan sebelum kenyataan itu terjadi. " ujar Lee dengan tenang.
" Lalu untuk kau dibagian golongan mana? " tanya Lee tersengih dengan mengolok-olok.
" Tentu saja aku dibagian golongan yang pertama, ing syaa Alloh. " sahut Zuu gagap juga resah.
" Haha... Aaarrggh... Itu lucu, sudahlah. Dengar kembali, pada dasarnya Kecantikan bukan berarti memiliki segalanya/sempurna, tapi itu hanya keberuntungan. Ambil ini. " tegas-Nya seraya memberikan Zuu seekor kucing.
Zuu pun seketika terkejut juga terjegil.
" Siapa yang mengatakan kecantikan itu sempurna? Aaarrggh... Dia itu. Ah lucu sekali kucingnya. " ujar-Nya sembari mengelus-elus kucing dan melepas-Nya.
Zuu ikut naik juga ke dalam mobil, ketika ia masuk Lee sontak bertanya.
" Kucing itu mana?? " tanya Lee panik.
" Ke..kemana apa maksud-Mu? Tentu saja aku lepaskan. " sahut Zuu gagap juga kebingungan.
Lee terkejut akan tindakan Zuu.
" Ka..au ini! Siapa yang menyuruh untuk dibebaskan hah?? Hey! Cepat ambil kembali!! Cepat turun. " gesa Lee marah.
" T..tapi memang-Nya ada apa?? " tanya Zuu terheran-heran.
" Jangan bicara sebelum kau menemukan-Nya cepat! " bentak Lee.
Zuu pun turun dari mobil dan mencari di tempat-Nya berada tadi. Untungnya kucing itu masih tetap ada di depan mobil dan segeralah dibawa Zuu.
" Ini. " ujar Zuu seraya menyodorkan kucing.
" Hey hey, kenapa kau malah memberikan-Nya padaku, da..a..n, dan kenapa kau malah masuk kembali ke dalam mobil? " tanya Lee gagap.
Zuu tidak mengerti apa lagi yang dimaksud oleh-Nya pun malah berbalik bertanya depan jengkel.
" Kau ini sangat pandai membuat orang lain kebingungan juga pusing, memang-Nya harus aku apakan kucing ini? Tentu saja aku memberikan-Nya padamu. Sudah ambil ini. " ujar Zuu.
" Hey, tidak ada yang menyuruh-Mu untuk memberikan-Nya padaku, berikan itu kepada pemilik yang benar. " ujar Lee.
" Tentu kau pemilik-Nya? " sahut Zuu terheran-heran.
" Bukan aku, itu sebabnya kau harus mengembalikan hewan itu kepada tuan yang sebenarnya. " ujar Lee kembali.
" Maksud-Mu?? " kebingungan.
" Aaarrggh... Tidak puas dengan sekali penjelasan rupanya, aku menyuruh-Mu untuk mengembalikan kucing manis ini kepada pemilik yang sesungguhnya dan tentu itu bukan aku. " tegas Lee.
" Lalu? Kucing siapa?? " kebingungan.
" Aku tidak tahu, kau cari pengetahuan itu sendiri, dan sebelum sampai-Nya kau disini aku akan tetap menunggu, jadi cepatlah agar kita bisa bergegas pulang ke Rumah. " suruh-Nya.
" Kak, aku sudah letih terus bermain-main dengan-Mu, aku ingin pekerjaan tadi menjadi yang terakhir untuk hari ini, dan sekarang juga aku ingin kita segera sampai di Rumah sudah itu saja. " ujar Zuu dengan tenang.
" Wah, perkataan apa itu?? Bukankah? Kita baru saja membicarakan-Nya?? Sekarang ada apa lagi dengan-Mu ini?? " ujar Lee tersengih kecewa.
Zuu yang awalnya tidak mengerti maksud ucapannya Lee pun kemudian tersadar.
" Membicarakan apa?? Oh... Kau benar. " Zuu panik.
" Lalu bagaimana sekarang?? " olok-Nya.
" Tapi apa mungkin aku bisa menemukan pemilik kucing ini?? " tanya Zuu sedih juga lesu.
" Aaarrggh... Kau ini selalu saja menyerah sebelum bertindak, tidak ada yang tahu tentang dirimu dimasa nanti, kau sendiri yang akan mengetahui setelah semua itu kau lakukan. " tegas Lee.
" Aku bingung Kak. " lesu Zuu termangu-mangu.
" Aku akan tetap menunggu disini jadi cepatlah!! " gesa Lee membentak.
Teriakan itu membuat Zuu terkejut dan langsung pergi keluar untuk mencari tuan si kucing. Lama menunggu hingga sampai membuat Lee tertidur dibuat-Nya. Zuu pun tiba dan masuk kembali ke dalam mobil dengan terengah-engah.
" Ini yang kau inginkan. " ujar Zuu kesal seraya melempar uang ke paha-Nya Lee.
Seketika ia terkejut.
" Apa ini? Kenapa kau memberikan-Ku benda ini?? " tanya Lee kebingungan.
" Aaarrggh... Sudahlah cepat jalan aku benar-benar lelah, keberadaan rumah-Mu masih jauh. " gesa-Nya dongkol.
" Hey bagaimana aku bisa jalan begitu saja, sedangkan kau tidak menjelaskan maksud dari uang ini? " tanya Lee kembali kebingungan.